Abu Jahal

Prioritas: c, Kualitas: b
tanpa navbox
tanpa referensi
Dari wikishia
Abu Jahal
Abu Jahal
Nama lengkap Amru bin Hisyam bin Mughirah al-Makhzumi
Julukan Abu al-Hakam
Garis keturunan Quraisy
Kerabat termasyhur Ikrimah bin Abi Jahal (Anak)
Tempat tinggal Makkah
Meninggal 2 Hijriah
Penyebab
Wafat/Syahadah
Terbunuh di perang Badar
Peran penting Penggagas perang Badar

'Amru bin Hisyam bin Mughirah al-Makhzumi (bahasa Arab: عمرو بن هشام بن مغيرة المخزوم) yang masyhur dikenal dengan Abu Jahal (w. 2 H/623 Masehi) adalah salah seorang penentang Nabi Muhammad saw dan Islam di kota Makkah. Penggagas rencana pembunuhan Nabi Muhammad saw, menyiksa dan mengancam mereka yang masuk Islam, mencegah diperdengarkannya ayat Alquran di tengah-tengah masyarakat, menghina dan melecehkan Nabi Muhammad saw, berusaha memutuskan hubungan Quraisy dengan bani Hasyim, pencetus perang Badar dan ikut di dalamnya memerangi Islam dan kaum Muslimin. Mufasir menyebutkan sekitar 30 ayat dari Alquran diturunkan berkenaan dengannya.

Abu Jahal pada peristiwa perang Badar memiliki peran yang sangat strategis dan dalam perang ini pula ia terbunuh sebagai pasukan kelompok Musyrikin.

Nasab, Panggilan dan Gelar

'Amru bin Hisyam bin Mughirah adalah salah seorang penentang dan musuh Nabi Muhammad saw. [1] Ayahnya adalah Hisyam bin Mughirah berasal dari bani Makhzum dan orang Quraisy menjadikan kematiannya sebagai awal dari sejarah mereka. [2] Ibunya bernama Asma binti Makhrabah bin Jandal al-Khanzhali dari bani Tamim.[3] Dengan alasan ini, ia juga dikenal dengan nama Ibnu Hanzhaliah.[4]

Kunyah Abu Jahal adalah Abu al-Hakam namun Nabi Muhammad saw menyebutnya dengan nama Abu Jahal.[5] Alasan penamaan tersebut karena kejahilan dan permusuhannya pada Islam.[6] Demikian pula berdasarkan sebuah riwayat dari Nabi Muhammad saw, Abu Jahal disebut sebagai Fir'aun umat Islam.[7]

Ikrimah bin Abi Jahal adalah putra Abu Jahal yang sebelumnya juga turut memusuhi Nabi namun setelah pembebasan kota Makkah menyatakan diri masuk Islam.[8]

Permusuhan dengan Islam

Abu Jahal selalu memusuhi Nabi Muhammad saw dan dengan berbagai cara ia menghina [9] dan merendahkan Nabi Muhammad saw.[10] Dengan itulah asbab nuzul sejumlah ayat Alquran terkait seputar permusuhan dan tindakan penentangan Abu Jahal terhadap Islam dan Nabi Muhammad saw.[11] Dalam kitab Dairah al-Ma'arif Quran terdapat 32 ayat dari Alquran yang oleh mufasir disebut turun berkenaan dengan Abu Jahal.[12] [12] Ia dalam upayanya mencegah penyebaran Islam melakukan berbagai tindakan, diantaranya:

Menghalangi sampainya bacaan ayat Alquran ke telinga masyarakat

Muhammad bin Ahmad al-Qurtubi dalam tafsir ayat وَ قَالَ الَّذِینَ کَفَرُواْ لَا تَسْمَعُواْ لهَِذَا الْقُرْءَانِ وَ الْغَوْاْ فِیهِ لَعَلَّکمُ‌ْ تَغْلِبُون; yang artinya "Dan orang-orang yang kafir berkata: "Janganlah kamu mendengar dengan sungguh-sungguh akan Alquran ini dan buatlah hiruk-pikuk terhadapnya, supaya kamu dapat mengalahkan mereka".[13] Menukil dari Ibnu Abbas bahwa setiap Nabi Muhammad saw membaca Alquran, Abu Jahal dengan berkata kepada pengikutnya untuk berteriak sehingga orang-orang tidak akan paham dengan yang disampaikan Nabi Muhammad saw.[14]

Mendesain Rencana Pembunuhan Nabi Muhammad saw

Dari laporan Abdul Malik bin Hisyam, pembesar Musyrikin Makkah berkumpul di Dar al-Nadwaa untuk memutuskan cara menghadapi Nabi Muhammad saw dan masing-masing menyampaikan usulannya. Abu Jahal mengusulkan untuk membunuh Nabi Muhammad saw namun dalam pembunuhan tersebut dilakukan secara kelompok yang masing-masing kabilah mengutus orangnya sehingga bani Hasyim tidak mampu menuntut darah ke semua kabilah dan memerangi semuanya untuk membalas dendam. Usulan Abu Jahal diterima sehingga pada peristiwa Lailatul Mabit, setiap perwakilan kabilah hadir untuk mengambil peran pada rencana pembunuhan Nabi Muhammad saw. Abu Jahal juga hadir ditengah-tengah mereka dan menyemangatinya namun dengan sebelumnya Nabi Muhammad saw telah pergi dan pembaringannya ditempati oleh Imam Ali as maka rencana pembunuhan itu mengalami kegagalan.[15] Abu Jahal sejak berusia 30 tahun telah menjadi anggota Dar al-Nadwah sementara pada masa itu, anggota Dar al-Nadwah kecuali bani Qashi semuanya berusia lebih dari 40 tahun.[16]

Abu Jahal juga berusaha keras untuk memutuskan hubungan Quraisy dengan bani Hasyim.[17][17]. Pada peristiwa pemboikotan di Syi'ib Abi Thalib, Abu Jahallah yang mencegah bani Hasyim untuk mendapatkan pasokan makanan.[18]

Penyiksaan dan Ancaman untuk yang baru masuk Islam

Abu Jahal adalah penghalang terbesar dan paling gigih bagi mereka yang tertarik untuk masuk Islam.[19] Ketika seseorang masuk Islam maka dia akan memberikan ancaman dan melakukan penyiksaan sampai orang tersebut meninggalkan Islam.[20] Diantara yang pernah mendapat siksaan adalah Bilal al-Habasyi,[21] Yasir bin Amir dan Sumayyah binti Khabbath dengan alasan mereka telah masuk Islam dan mendukung dakwah Nabi Muhammad saw. Abu Jahal telah menyiksa mereka dan memaksa agar keluar dari Islam. Sumayyah kemudian syahid setelah mengalami penyiksaan tersebut.[22] Begitu juga Abu Jahal telah memulangkan kembali Ayyasy bin Abi Rabi'ah saudara ibunya yang sebelumnya bergabung dengan Muhajirin menuju Madinah. Setiba di Quba, ia dipulangkan ke Makkah oleh Abu Jahal dan dipenjarakan.[23] Berdasarkan catatan sejarah bahwa Abu Jahal memiliki beberapa agenda dan rencana dalam melawan orang-orang yang baru masuk Islam. diantaranya: jika yang masuk Islam memiliki status sosial maka ia akan dihina dan didiskreditkan. jika yang masuk Islam adalah pedagang maka ia diancam dengan pemboikotan dan membuat perdagangannya tidak makmur serta akan dihancurkan modal perdagangannya dan jika yang menerima Islam adalah orang lemah maka ia akan dipukul dan diteror terus menerus.[24] [catatan 1]

Penggagas Perang Badar

Menurut laporan sejarah, Abu Jahal telah mendesain terjadinya perang Badar dan memiliki peran strategis dalam perang tersebut. Sebelum terjadi perang Badar, Nabi Muhammad saw mengutuknya bersama Zam'ah bin Aswad karena telah memprovokasi agar terjadi perang.[25] Pada tahun 2 H, kafilah dagang Quraisy yang dipimpin oleh Abu Sufyan mendapat ancaman hadangan dari kaum Muslimin.[catatan 2] Dengan alasan itu ia meminta kepada suku Quraisy untuk mendapatkan bantuan pasukan perang. Dengan tujuan memberi keselamatan, Abu Jahal memimpin laskar keluar dari Makkah. Namun bukannya melindungi kafilah dagang, dengan tekanan dan pengaruh Abu Jahal pasukan Quraisy diarahkan menuju lembah Badar[26] dan terjadilah di tempat tersebut perang Badar antara pasukan Quraisy dengan pasukan kaum muslimin. Pasukan Makkah meski dengan jumlah lebih banyak, mengalami kekalahan dari kaum muslimin bahkan Abu Jahal dan sejumlah pembesar Quraisy mati terbunuh dalam perang tersebut.[27] Abu Jahal terbunuh oleh Muadz bin 'Amru dan oleh Abdullah bin Mas'ud kepala Abu Jahal dipisahkan dari tubuhnya.[28]

Catatan Kaki

  1. merujuklah ke Ibnu Ishaq, Sireh Ibnu Ishaq, Maktqab Dirasat al-Tarikh wa al-Ma'arif al-Islamiyah, hlm.145
  2. Ibnu Habib Bagdadi, al-Mahbar, Dar al-Afaq al-Jadidah, hlm.139
  3. Ibnu Hisyam, al-Sirah al-Nabawiyah, Dar al-Ma'rifah, jld.1, hlm.623
  4. Merujuklah ke Baldzuri, Ansab al-Asyraf, 1959 M, jld.1, hlm.291
  5. Baldzuri, Ansab al-Asyraf, 1959 M, jld.1, hlm.125
  6. Ibnu Darid, al-Isytiqaq, 1411 H, hlm.148
  7. Ibnu Ishaq, Sirah Ibnu Ishaq, Maktab Dirasat al-Tarikh wa al-Ma'arif al-Islamiyah, hlm.210
  8. Ibnu Jauzi, al-Muntazham, 1412 H, hlm.155-156
  9. Ibnu Hisyam, al-Sirah al-Nabawiyah, Dar al-Ma'rifah, jld.1, hlm.291
  10. Ibnu Hisyam, al-Sirah al-Nabawiyah, Dar al-Ma'rifah, jld.1, hlm.98-299
  11. sebagai contoh merujuklah kepada Vahidi, Asbab-e Nuzul-e Quran, 1411 H, hlm.487; Thabari, Jami' al-Bayan, jld.22, hlm.99
  12. A'lam Quran az Dairah al-Ma'arif Quran al-Karim, 1385 S, jld.1, hlm.381-391
  13. Q.S. Fushshilat ayat 26
  14. Qurtubi, Tafsir al-Qurtubi, 1405 H, hlm.356
  15. Ibnu Hisyam, al-Sirah al-Nabawiyah, Dar al-Ma'rifah, jld.1, hlm.482-483
  16. Ibnu Darid, al-Isytiqaq, 1411 H, hlm.155
  17. Ibnu Hisyam, al-Sirah al-Nabawiyah, Dar al-Ma'rifah, jld.1, hlm.353-354
  18. Ibnu Ishaq, Sirah Ibnu Ishaq, Maktqab Dirasat al-Tarikh wa al-Ma'arif al-Islamiyah, hlm.161
  19. Ibnu Hisyam, al-Sirah al-Nabawiyah, Dar al-Ma'rifah, jld.1, hlm.320
  20. Ibnu Hisyam, al-Sirah al-Nabawiyah, Dar al-Ma'rifah, jld.1, hlm.320
  21. Ibnu Atsir, Usd al-Ghabah, 1409 H, jld.1, hlm.243
  22. Ibnu Abdul Bar, al-Isti'ab, 1412 H, jld.4, hlm.1865
  23. Ibnu Sa'ad, al-Thabaqat al-Kubra, 1410 H, jld.4, hlm.96
  24. Sirah Ibnu Hisyam, jld.1, hlm.279
  25. Waqidi, al-Maghazi, 1409 H, jld.1, hlm.46
  26. Waqidi, al-Maghazi, 1409 H, jld.1, hlm.37
  27. Waqidi, al-Maghazi, 1409 H, jld.1, hlm.89-91
  28. Waqidi, al-Maghazi, 1409 H, jld.1, hlm.91
  1. وَكَانَ أَبُو جَهْلٍ الْفَاسِقُ ...إذَا سَمِعَ بالرجلِ قَدْ أَسْلَمَ لَهُ شَرَفٌ ومَنَعة، أنَّبه وأخْزاه ...وَإِنْ كَانَ تَاجِرًا قَالَ: وَاَللهِ لنُكْسِدَن تجارتَك، ولنُهلكن مَالَكَ؛ وَإِنْ كَانَ ضَعِيفًا ضَرَبَهُ وأغرَى بِهِ. سیره ابن هشام، ج۱، ص۲۷۹
  2. Kaum Quraisy Makkah merampas dan menyita sisa harta kaum Muhajirin dan mereka berusaha untuk membatasi kegiatan perekonomian kaum muslimin

Daftar Pustaka

  • Ahmad bin Yahya. Ansab al-Asyraf. Kairo, 1959 M.
  • Ibnu Abdul Bar, Yusuf bin Abdullah. Al-Istiiab fi Ma'rifat al-Ashab. Beirut: Dar al-Ma'rifah, 1412 H/1992 M.
  • Ibnu Atsir, Ali bin Muhammad. Usd al-Ghabah fi Ma'rifatul al-Shahabah. Beirut: Dar al-Fikr, 1409 H/ 1989 M.
  • Ibnu Darid, Muhammad bin Hasan. Al-Isytiqaq. Beirut: Dar al-Jayl, 1411 H/1991 M.
  • Ibnu Habib Baghdadi, Muhammad bin Habib. Al-Muhbar. Beirut: Dar al-Afaq al-Jadidah.
  • Ibnu Habib, Muhammad. Al-Muhbar. Haidar Abad Dukan, 1361 H/1942 M.
  • Ibnu Hisyam, Abdul Malik bin Hisyam. Sirah an-Nabawiyah. Kairo, 1375 H/1955 M.
  • Ibnu Ishaq, Muhammad bin Ishaq. Sirah Ibnu Ishaq. Maktab Darasat Tahrikh wa al-Ma'rif al-Islamiyah.
  • Ibnu Juzi, Abdurahman bin Ali. Al-Munazam. riset: Atha, Muhammad abdul Qodir, Beirut: Dar al-Kutub al-Alimiyah, 1412 H.
  • Ibnu Sa'ad, Muhammad bin Sa'ad. Al-Thabaqaat al-Kubra. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyah, 1410 H/1910 M.
  • Markaze Farhangi wa Ma'arif Quran. I'lam Quran az Diyarat al-Ma'arif Quran Karim. Qom: Buston Kitab, 1385 HS.
  • Qurtubi, Muhammad bin Ahmad. Tafsir Qurtubi. Beirut: Dar Ihya' al-Turast al-Arabi, 1405 H/ 1985 M.
  • Thabari, Muhammad bin Jarir. Jami' al-Bayan fi Tafsir Alquran. Beirut: Dar al-Ma'arif, 1412 H.
  • Wahidi, Ali bin Ahmad. Asbab Nuzul Quran. Beirut: Dar al-Kutub al-Alamiyah, 1411 H.
  • Wakidi, Muhammad bin Umar. Al-Maghazi. riset, Marsidan Junaz. Beirut: cet. ke-3, 1409 H/1989 M.