Lompat ke isi

Konsep:Ayat Ilhaq Zurriyyah

Dari wikishia
Ayat Ilhaq Zurriyyah
Informasi Ayat
NamaAyat Ilhaq Zurriyyah
SurahAth-Thur
Ayat21
Juz27
Informasi Konten
Tempat
Turun
Makkah
TentangAkidah


Ayat Ilhaq Zurriyyah (Surah Ath-Thur: Ayat 21) mengisyaratkan tentang bergabungnya anak-anak orang-orang mukmin dengan bapak-bapak mereka di Surga. Para mufasir berbeda pendapat mengenai siapa yang dimaksud dengan anak-anak tersebut; sebagian meyakini bahwa zurriyah (keturunan) adalah anak-anak dari orang-orang mukmin yang meninggal dunia sebelum mencapai usia taklif. Sebagian lagi meyakini bahwa zurriyah mencakup anak-anak baligh yang beriman mengikuti bapak-bapak mereka.

Menurut pandangan sebagian mufasir, bapak-bapak juga dapat bergabung dengan anak-anak mereka; namun terdapat perbedaan pendapat mengenai bergabungnya anak-anak dengan ibu-ibu yang beriman.

Dalam sebagian riwayat disebutkan bahwa yang dimaksud dengan ungkapan "alladzina amanu" (orang-orang yang beriman) adalah orang-orang Syiah. Berdasarkan hal ini, sebagian orang menganggap ayat ini khusus bagi anak-anak Syi'ah. Juga sebagian mufasir menganggap maksud dari ilhaq zurriyah adalah bergabungnya Imam Ali as, Fatimah az-Zahra sa dan para Maksum as lainnya kepada Nabi Islam saw pada Hari Kiamat.

۞ وَالَّذِينَ آمَنُوا وَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُم بِإِيمَانٍ أَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَمَا أَلَتْنَاهُم مِّنْ عَمَلِهِم مِّن شَيْءٍ ۚ كُلُّ امْرِئٍۭ بِمَا كَسَبَ رَهِينٌ

 (Terjemahan: Dan orang-orang yang beriman, beserta anak cucu mereka yang mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan (kumpulkan) mereka dengan anak cucu mereka di surga. Dan Kami tidak mengurangi sedikit pun dari pahala amal mereka. Setiap orang akan terikat dengan (balasan) amal yang telah diperbuatnya.) [ Ath-Thur-21 ]


Pengenalan dan Kandungan Ayat 21 Surah Ath-Thur

Ayat ke-21 Surah Ath-Thur yang diperkenalkan oleh sebagian orang sebagai Ayat Ilhaq Zurriyyah,[1] adalah mengenai bergabungnya anak-anak[2] penghuni Surga dengan bapak-bapak mereka.[3] Menurut para mufasir, bergabungnya anak-anak dengan bapak-bapak tidak menyebabkan berkurangnya atau tertahannya amal-amal baik[4] dan pahala bapak-bapak mereka.[5] Tentu saja, sebagian berkeyakinan bahwa Allah tidak mengurangi ganjaran dan pahala amal anak-anak;[6] sebagaimana sebagian menganggap maksud ayat tersebut mencakup kedua hal itu.[7]

Menurut pandangan sebagian mufasir, bapak-bapak juga dapat bergabung dengan anak-anak mereka;[8] namun terdapat perbedaan pendapat mengenai bergabungnya anak-anak dengan ibu-ibu yang beriman.[9]

Di antara para mufasir terdapat perbedaan pandangan mengenai siapa saja anak-anak manusia yang dicakup oleh Ayat Ilhaq Zurriyyah ini.[10] Sebagian mufasir menganggapnya hanya mencakup anak-anak baligh yang beriman mengikuti bapak-bapak mereka, meskipun mereka memiliki ketergelinciran (kesalahan);[11] namun sebagian meyakini bahwa ayat ini adalah bagi anak-anak orang mukmin yang meninggal dunia sebelum mencapai usia taklif.[12] Sekelompok lain beranggapan bahwa ayat ini dapat mencakup kedua kelompok tersebut.[13] Juga sebagian menganggap bergabungnya anak-anak terjadi pada Hari Kiamat[14] atau di dalam surga.[15] Sebuah riwayat juga dinukil dari Rasulullah saw bahwa orang-orang mukmin dan anak-anak mereka akan berada di Surga.[16]

Sekelompok mufasir menganggap kalimat akhir ayat yaitu "kullu imri'in bima kasaba rahin" (tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya) hanya mencakup orang-orang Kafir yang tergadai di dalam api (neraka) disebabkan perbuatan mereka.[17] Di sisi lain, sebagian menganggapnya khusus bagi orang-orang mukmin yang tidak bertakwa yang berada dalam azab disebabkan dosa-dosa mereka.[18] Terkadang makna ungkapan tersebut dianggap demikian bahwa jiwa setiap hamba berada dalam gadai Ilahi dan ia dapat membebaskan dirinya dengan amal-amal baik, dan jika tidak, ia akan tetap terbelenggu.[19] "Rahin" juga datang dalam makna kelanggengan (dawam); artinya setiap orang disebabkan perbuatannya akan senantiasa berada di surga atau Neraka.[20]

Hubungan dengan Ahlulbait as dan Syiah

Dalam riwayat-riwayat, maksud dari '"alladzina amanu" dianggap sebagai Nabi saw dan Imam Ali as, dan "zurriyah" adalah para Imam as dan para penerus (awshiya) mereka yang semuanya berserikat dalam hujjah dan ketaatan.[21] Dalam sejumlah hadis, maksud dari zurriyah diperkenalkan sebagai Fatimah az-Zahra sa[22] atau Imam Husain as[23] yang bergabung dengan Nabi saw. Sebagaimana dinukil dari Ibnu Abbas, ayat ini turun berkenaan dengan hak Nabi saw, Imam Ali as, Fatimah sa dan Hasanain as.[24]

Sekelompok mufasir di bawah ayat ini mengisyaratkan pada riwayat-riwayat dari Imam Shadiq as bahwa maksud dari iman dalam "alladzina amanu" adalah orang-orang Syiah yang beriman kepada Nabi saw, Imam Ali as dan zurriyah mereka.[25] Juga sebagian hadis menganggap anak-anak orang Syiah yang meninggal dunia berada di bawah asuhan Fatimah sa[26] atau Nabi Ibrahim as dan Sarah sa.[27] Tentu saja, dalam sebagian riwayat disebutkan bahwa penjagaan anak-anak orang mukmin yang meninggal dunia menjadi tanggung jawab Fatimah sa sampai ayah, ibu, dan kerabat mukminnya masih hidup.[28]

Sebagian muhadis seperti Majlisi mengkhususkan sebuah bab dalam Bihar al-Anwar untuk anak-anak yang hujah belum sempurna atas mereka di dunia, dan pada kesempatan itu ia mengisyaratkan pada ayat ini serta riwayat-riwayat yang berkaitan dengan anak-anak yang meninggal dunia sebelum taklif.[29]

Dalam riwayat-riwayat yang dinukil dari Nabi saw, Imam Ali as dan Imam al-Baqir as, dibahas mengenai syafaat Fatimah sa terhadap orang-orang Syiah dan anak-anak mereka pada hari kiamat, dan ayat ini juga dibacakan oleh Maksum di akhir riwayat tersebut.[30]

Catatan Kaki

  1. Askari, "Imam Ali as dar Quran", hlm.109.
  2. Himyari, Syams al-Ulum, 1420, jld.4, hlm.2226; Ibnu Atsir Jazari, An-Nihayah, 1367 HS, jld.2, hlm.157; Ibnu Manzhur, Lisan al-Arab, 1414, jld.4, hlm.304.
  3. Zamakhsyari, Al-Kusyysyaf, 1407, jld.4, hlm.411.
  4. Abu Ubaidah, Majaz al-Quran, 1381, jld.2, hlm.232.
  5. Dinawari, Al-Wadhih fi Tafsir al-Quran al-Karim, 1424, jld.2, hlm.349.
  6. Thabari, Jami' al-Bayan, 1412, jld.27, hlm.16; Ibnu Arabi, Rahmatun min ar-Rahman, 1410, jld.4, hlm.203.
  7. Samarqandi, Bahr al-Ulum, 1416, jld.3, hlm.353.
  8. Farra', Ma'ani al-Quran, 1980, jld.3, hlm.92; Ibnu Abi Zamanin, Tafsir Ibnu Abi Zamanin, 1424, hlm.357.
  9. Ibnu Arabi, Ahkam al-Quran, 1408, jld.4, hlm.1731.
  10. Ibnu Athiyyah, Al-Muharrar al-Wajiz, 1422, jld.5, hlm.189.
  11. Makarim Syirazi, Tafsir-e Nemuneh, 1371 HS, jld.22, hlm.429; Thabathaba'i, Al-Mizan, 1390, jld.19, hlm.12.
  12. Ibnu Sulaiman, Tafsir Muqatil bin Sulaiman, 1423, jld.4, hlm.145.
  13. Thabarsi, Majma' al-Bayan, 1372 HS, jld.9, hlm.250; Thabrani, At-Tafsir al-Kabir, 2008, jld.6, hlm.124.
  14. Qumi, Tafsir al-Qummi, 1363 HS, jld.2, hlm.332.
  15. Ibnu Abi Zamanin, Tafsir Ibnu Abi Zamanin, 1424, hlm.357.
  16. Thabarsi, Majma' al-Bayan, 1372 HS, jld.9, hlm.251.
  17. Thabarsi, Majma' al-Bayan, 1372 HS, jld.9, hlm.251; Baghawi, Tafsir al-Baghawi, 1420, jld.4, hlm.293.
  18. Maha'imi, Tabshir ar-Rahman, 1403, jld.2, hlm.301.
  19. Thabarsi, Tafsir Jawami' al-Jami', 1412, jld.4, hlm.189; Nizham al-A'raj, Tafsir Ghara'ib al-Quran, 1416, jld.6, hlm.194.
  20. Fakhrur Razi, Mafatih al-Ghaib, 1420, jld.28, hlm.210.
  21. Kulaini, Al-Kafi, 1407, jld.1, hlm.275.
  22. Astarabadi, Ta'wil al-Ayat azh-Zhahirah, 1409, hlm.598-599.
  23. Thusi, Al-Amali, 1414, hlm.317.
  24. Astarabadi, Ta'wil al-Ayat azh-Zhahirah, 1409, hlm.599.
  25. Qumi, Tafsir al-Qummi, 1363 HS, jld.2, hlm.332.
  26. Bahrani, Al-Burhan fi Tafsir al-Quran, 1415, jld.5, hlm.178.
  27. Huwaizi, Tafsir Nur al-Tsaqalain, 1415, jld.5, hlm.140; Faidh Kasyani, Tafsir ash-Shafi, 1415, jld.5, hlm.79.
  28. Shaduq, Man La Yahdhuruhu al-Faqih, 1413, jld.3, hlm.490; Shaduq, At-Tauhid, 1398, hlm.394.
  29. Majlisi, Bihar al-Anwar, 1403, jld.5, hlm.288-297.
  30. Furat Kufi, Tafsir Furat al-Kufi, 1410, hlm.443-447.

Daftar Pustaka

  • Abu Ubaidah, Ma'mar bin Mutsanna. Majaz al-Quran. Riset: Fuad Sezgin, Kairo, Maktabah al-Khanji, 1381.
  • Askari, Sayid Murtadha. "Imam Ali as dar Quran", Daneshnameh Imam Ali as, Jld.10, Qom, Penerbit Balai Penelitian Budaya dan Pemikiran Islam, 1380 HS.
  • Astarabadi, Ali. Ta'wil al-Ayat azh-Zhahirah fi Fadhail al-'Itrah ath-Thahirah. Riset: Husain Ustad Wali, Qom, Muassasah an-Nasyr al-Islami, 1409.
  • Baghawi, Husain bin Mas'ud. Tafsir al-Baghawi al-Musamma Ma'alim at-Tanzil. Riset: Abdurrazzaq Mahdi, Beirut, Penerbit Dar Ihya at-Turats al-Arabi, 1420.
  • Bahrani, Hasyim bin Sulaiman. Al-Burhan fi Tafsir al-Quran. Riset: Unit Riset Islam Yayasan Bi'tsat, Qom, Muassasah al-Bi'tsah, 1415.
  • Baidhawi, Abdullah bin Umar. Anwar at-Tanzil wa Asrar at-Ta'wil. Riset: Muhammad Abdurrahman Mar'asyli, Beirut, Penerbit Dar Ihya at-Turats al-Arabi, 1418.
  • Dinawari, Abdullah bin Muhammad. Al-Wadhih fi Tafsir al-Quran al-Karim. Beirut, Penerbit Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 1424.
  • Faidh Kasyani, Muhammad bin Syah Murtadha. Tafsir ash-Shafi. Riset: Husain A'lami, Teheran, Maktabah ash-Shadr, Cetakan kedua, 1415.
  • Fakhrur Razi, Muhammad bin Umar. Mafatih al-Ghaib. Riset: Maktab Tahqiq Dar Ihya at-Turats al-Arabi, Beirut, Penerbit Dar Ihya at-Turats al-Arabi, Cetakan ketiga, 1420.
  • Farra', Yahya bin Ziyad. Ma'ani al-Quran. Riset: Muhammad Ali Najjar dkk, Kairo, Al-Hai'ah al-Mishriyyah al-Ammah lil-Kitab, Cetakan kedua, 1980 M.
  • Furat Kufi, Furat bin Ibrahim. Tafsir Furat al-Kufi. Riset: Muhammad Kazim, Teheran, Kementerian Kebudayaan dan Bimbingan Islam, Muassasah at-Thab' wa an-Nasyr, 1410.
  • Himyari, Nasywan bin Sa'id. Syams al-Ulum wa Dawa' Kalam al-Arab min al-Kulum. Riset: Husain bin Abdullah al-Umari dkk, Damaskus, Penerbit Dar al-Fikr, 1420.
  • Huwaizi, Abd Ali bin Jum'ah. Tafsir Nur al-Tsaqalain. Koreksi: Hasyim Rasuli, Qom, Ismailiyan, Cetakan keempat, 1415.
  • Ibnu Abi Zamanin, Muhammad bin Abdullah. Tafsir Ibnu Abi Zamanin. Beirut, Penerbit Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 1424.
  • Ibnu Arabi, Muhammad bin Abdullah. Ahkam al-Quran. Riset: Ali Muhammad Bajawi, Beirut, Penerbit Dar al-Jil, 1408.
  • Ibnu Arabi, Muhammad bin Ali. Rahmatun min ar-Rahman fi Tafsir wa Isyarat al-Quran. Riset: Mahmud Mahmud Ghurab, Damaskus, Mathba'ah Nadhr, 1410.
  • Ibnu Athiyyah, Abdul Haq bin Ghalib. Al-Muharrar al-Wajiz fi Tafsir al-Kitab al-Aziz. Riset: Abdussalam Abdus Syafi Muhammad, Beirut, Penerbit Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 1422.
  • Ibnu Atsir Jazari, Mubarak bin Muhammad. An-Nihayah fi Gharib al-Hadits wa al-Atsar. Riset: Mahmud Muhammad Thanahi, Thahir Ahmad Zawi, Qom, Lembaga Pers Ismailiyan, Cetakan keempat, 1367 HS.
  • Ibnu Manzhur, Muhammad bin Mukarram. Lisan al-Arab. Beirut, Penerbit Dar Shadir, Cetakan ketiga, 1414.
  • Ibnu Sulaiman, Muqatil. Tafsir Muqatil bin Sulaiman. Beirut, Penerbit Dar Ihya at-Turats al-Arabi, 1423.
  • Kulaini, Muhammad bin Ya'qub. Al-Kafi. Riset: Ali Akbar Ghaffari dan Muhammad Akhundi, Teheran, Penerbit Dar al-Kutub al-Islamiyyah, Keempat, 1407.
  • Maha'imi, Ali bin Ahmad. Tafsir al-Quran al-Musamma Tabshir ar-Rahman wa Taisir al-Mannan. Beirut, Alam al-Kutub, Cetakan kedua, 1403.
  • Majlisi, Muhammad Baqir. Bihar al-Anwar al-Jami'ah li-Durar Akhbar al-A'immah al-Athhar as. Riset: Sekelompok peneliti, Beirut, Penerbit Dar Ihya at-Turats al-Arabi, Cetakan kedua, 1403.
  • Makarim Syirazi, Nashir. Tafsir-e Nemuneh (Tafsir Contoh). Teheran, Penerbit Dar al-Kutub al-Islamiyyah, Cetakan kesepuluh, 1371 HS.
  • Nizham al-A'raj, Hasan bin Muhammad. Tafsir Ghara'ib al-Quran wa Ragha'ib al-Furqan. Riset: Zakariyya Umairat, Beirut, Penerbit Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 1416.
  • Qumi, Ali bin Ibrahim. Tafsir al-Qummi. Riset: Thayib Musawi Jazairi, Qom, Penerbit Dar al-Kitab, Cetakan ketiga, 1363 HS.
  • Qurasyi Banabi, Ali Akbar. Tafsir Ahsan al-Hadits. Teheran, Pusat Percetakan dan Penerbitan Yayasan Bi'tsat, Cetakan kedua, 1375 HS.
  • Samarqandi, Nashr bin Muhammad. Bahr al-Ulum. Riset: Umar Amrawi, Beirut, Penerbit Dar al-Fikr, 1416.
  • Shaduq, Muhammad bin Ali. At-Tauhid. Riset: Hasyim Husaini, Qom, Jami'ah Mudarrisin, 1398.
  • Shaduq, Muhammad bin Ali. Man La Yahdhuruhu al-Faqih. Ali Akbar Ghaffari, Qom, Penerbit Publikasi Islam, Cetakan kedua, 1413.
  • Suyuthi, Abdurrahman bin Abi Bakar. Ad-Durr al-Mantsur fi at-Tafsir bi al-Ma'tsur. Qom, Perpustakaan Umum Ayatullah al-Uzhma Mar'asyi Najafi (ra), 1404.
  • Syekh Thusi, Muhammad bin Hasan. Al-Amali. Riset: Muassasah al-Bi'tsah, Qom, Dar ats-Tsaqafah, 1414.
  • Thabarsi, Fadhl bin Hasan. Majma' al-Bayan fi Tafsir al-Quran. Teheran, Nashir Khusro, Cetakan ketiga, 1372 HS.
  • Thabarsi, Fadhl bin Hasan. Tafsir Jawami' al-Jami'. Koreksi: Abul Qasim Gurji, Qom, Markaz-e Mudiriyat-e Hauzah Ilmiah Qom, 1412.
  • Thabari, Muhammad bin Jarir. Jami' al-Bayan fi Tafsir al-Quran. Beirut, Dar al-Ma'rifah, 1412.
  • Thabathaba'i, Muhammad Husain. Al-Mizan fi Tafsir al-Quran. Beirut, Muassasah al-A'lami lil-Mathbu'at, Cetakan kedua, 1390.
  • Thabrani, Sulaiman bin Ahmad. At-Tafsir al-Kabir. Irbid (Yordania), Penerbit Dar al-Kitab ats-Tsaqafi, 2008 M.
  • Zamakhsyari, Mahmud bin Umar. Al-Kusyysyaf 'an Haqa'iq Ghawamidh at-Tanzil wa 'Uyun al-Aqawil fi Wujuh at-Ta'wil. Beirut, Penerbit Dar al-Kitab al-Arabi, Cetakan ketiga, 1407.

Templat:Ayat-ayat Masyhur Al-Qur'an Templat:Ayat-ayat Akidah