Lompat ke isi

Konsep:Ayat Hidzr

Dari wikishia
Ayat Hidzr
Informasi Ayat
NamaAyat Hidzr
SurahAn-Nisa
Ayat71
Juz5
Informasi Konten
Tempat
Turun
Madinah
TentangJihad
Ayat-ayat terkaitAyat Nafi Al-Sabil


Ayat Hidzr (bahasa Arab:آیه ۷۱ سوره النساء ) adalah ayat ke-71 dari Surah An-Nisa yang menyeru kaum muslimin untuk siap siaga dan waspada menghadapi musuh,[1] serta mendorong mereka untuk ber-Jihad secara terus-menerus dan abadi,[2] dan memperingatkan agar tidak lemah dalam hal ini.[3][4] Menurut para mufasir, dalam ayat ini Allah karena kasih sayang dan kelembutan-Nya,[5] menyeru kaum muslimin,[6] atau orang-orang mukmin,[7] atau orang-orang yang ikhlas (mukhlisin),[8] atau mereka yang membenarkan Allah dan Rasul-Nya,[9] dan memerintahkan mereka untuk berjihad di jalan Allah melawan orang-orang Kafir,[10] atau orang-orang munafik,[11] serta memerintahkan untuk menjaga kesiapan militer dan bersiap untuk perang;[12] dengan cara pada tahap pertama waspada terhadap musuh dan untuk konfrontasi serta jihad, bergerak menuju musuh dengan teguh dan bertekad[13] serta dengan peralatan lengkap,[14] dan dalam menghadapi mereka menggunakan berbagai metode dan taktik sesuai dengan kemaslahatan,[15][16][17] serta bergerak dalam kelompok-kelompok terpisah atau secara bersama-sama untuk menolak bahaya sesuai dengan tuntutan musuh.[18]

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ

 (Terjemahan: Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya, dan janganlah kamu sekali-kali mati melainkan dalam keadaan sebagai seorang Muslim.) [ An-Nisa-71 ]

Berdasarkan pendapat para mufasir, dari Ayat ini dipahami kewajiban pergerakan dan mobilisasi umum seluruh umat Islam,[19] dan dengan memperhatikan kata "jami'an" dalam ayat tersebut, dipahami bahwa wajib bagi seluruh kaum muslimin untuk bersiap menghadapi musuh.[20] Hal ini mencakup tentara maupun rakyat;[21] oleh karena itu, hukum ini tidak khusus untuk kelompok tertentu dari kaum muslimin;[22] meskipun sebagian mufasir menafsirkan maksud ayat ini sebagai pasukan dan tentara yang banyak[23] atau kumpulan satu tentara.[24]

Sebagian mufasir mengartikan "hidzr" sebagai senjata[25] atau alat yang digunakan manusia untuk menjaga diri dari bahaya musuh,[26] namun sebagian lain mengambil makna yang lebih luas dari ayat ini[27] dan meyakini bahwa hidzr mencakup segala sarana materi dan spiritual, termasuk pengetahuan tentang posisi musuh, jenis senjata, metode perang, jumlah senjata, serta mobilisasi sumber daya budaya, ekonomi, dan manusia, serta penggunaan jenis senjata yang paling lengkap; karena mereka menganggap semua hal ini berpengaruh dalam terwujudnya makna hidzr (kewaspadaan).[28]

Dari ayat ini dalam berbagai kitab tafsir diambil berbagai pesan, di antaranya: ayat ini merupakan perintah yang komprehensif dan menyeluruh bagi seluruh kaum muslimin di setiap masa untuk selalu siap mempertahankan perbatasan mereka;[29] kaum muslimin harus menggunakan segala cara untuk pertahanan diri yang sah jika diperlukan, bahkan memobilisasi seluruh individu umat;[30] kesiapan permanen kaum muslimin di segala bidang, baik mental dan psikologis, militer, ekonomi, budaya, maupun penggunaan berbagai taktik untuk menghadapi musuh.[31]

Catatan Kaki

  1. Ridha'i Ishfahani, Tafsir-e Quran-e Mehr, 1387 HS, jld.4, hlm.196; Qurasyi Banabi, Tafsir Ahsan al-Hadits, 1375 HS, jld.2, hlm.401.
  2. Sabzawari, Al-Jadid, 1406, jld.2, hlm.309.
  3. Maibudi, Kasyf al-Asrar, 1371 HS, jld.2, hlm.578.
  4. Mughniyah, At-Tafsir al-Kasyif, 1424, jld.2, hlm.374; Deobandi, Tafsir Kabili, 1385 HS, jld.1, hlm.527.
  5. Sulthan Ali Syah, Bayan as-Sa'adah, 1408, jld.2, hlm.36.
  6. Makarim Syirazi, Tafsir-e Nemuneh, 1371 HS, jld.4, hlm.2.
  7. Syekh Thusi, At-Tibyan, Beirut, jld.3, hlm.252.
  8. Tsa'alibi, Tafsir ats-Tsa'alibi, 1418, jld.2, hlm.260; Qurthubi, Al-Jami' li Ahkam al-Quran, 1364 HS, jld.5, hlm.273; Syaukani, Fath al-Qadir, 1414, jld.1, hlm.561.
  9. Abul Futuh Razi, Raudh al-Jinan, 1408, jld.6, hlm.17.
  10. Qurthubi, Al-Jami' li Ahkam al-Quran, 1364 HS; Tsa'alibi, Tafsir ats-Tsa'alibi, 1418, jld.2, hlm.260.
  11. Sulthan Ali Syah, Bayan as-Sa'adah, 1408, jld.2, hlm.36.
  12. Thabarsi, Majma' al-Bayan, 1372 HS, jld.3, hlm.112; Ja'fari, Tafsir Kautsar, 1376 HS, jld.2, hlm.481.
  13. Ibnu Athiyyah, Al-Muharrar al-Wajiz, 1422, jld.2, hlm.77.
  14. Maibudi, Kasyf al-Asrar, 1371 HS, jld.2, hlm.578; Tsa'alibi, Tafsir ats-Tsa'alibi, 1418, jld.2, hlm.260.
  15. Tsa'labi, Al-Kasyf wa al-Bayan, 1422, jld.3, hlm.343; Qumi Masyhadi, Tafsir Kanz ad-Daqa'iq, 1368 HS, jld.3, hlm.472.
  16. Abul Futuh Razi, Raudh al-Jinan, 1408, jld.6, hlm.18.
  17. Sayid Quthb, Fi Zhilal al-Quran, 1425, jld.2, hlm.704.
  18. Tsa'labi, Al-Kasyf wa al-Bayan, 1422, jld.3, hlm.343.
  19. Mughniyah, At-Tafsir al-Kasyif, 1424, jld.2, hlm.374.
  20. Makarim Syirazi, Tafsir-e Nemuneh, 1371 HS, jld.4, hlm.4.
  21. Mughniyah, At-Tafsir al-Kasyif, 1424, jld.2, hlm.374.
  22. Makarim Syirazi, Tafsir-e Nemuneh, 1371 HS, jld.4, hlm.4.
  23. Tsa'alibi, Tafsir ats-Tsa'alibi, 1418, jld.2, hlm.260; Jaza'iri, Uqud al-Marjan, 1388 HS, jld.1, hlm.474.
  24. Syaukani, Fath al-Qadir, 1414, jld.1, hlm.561.
  25. Ibnu Sulaiman, Tafsir Muqatil bin Sulaiman, 1423, jld.1, hlm.388; Thabrani, At-Tafsir al-Kabir, 2008, jld.2, hlm.260; Thabari, Jami' al-Bayan, 1412, jld.5, hlm.104; Syubbar, Al-Jauhar ats-Tsamin, 1407, jld.2, hlm.66; Thabathaba'i, Al-Mizan, 1390, jld.4, hlm.416.
  26. Thabarsi, Tafsir Jawami' al-Jami', 1412, jld.1, hlm.269; Thayyib, Atyab al-Bayan, 1369 HS, jld.4, hlm.132; Amili, Tafsir Amili, 1360 HS, jld.3, hlm.33.
  27. Ibnu Athiyyah, Al-Muharrar al-Wajiz, 1422, jld.2, hlm.77.
  28. Makarim Syirazi, Tafsir-e Nemuneh, 1371 HS, jld.4, hlm.3-4.
  29. Makarim Syirazi, Tafsir-e Nemuneh, 1371 HS, jld.4, hlm.3.
  30. Mughniyah, At-Tafsir al-Kasyif, 1424, jld.2, hlm.374; Ridha'i Ishfahani, Tafsir-e Quran-e Mehr, 1387 HS, jld.4, hlm.197.
  31. Qara'ati, Tafsir-e Nur, 1388 HS, jld.2, hlm.103; Ridha'i Ishfahani, Tafsir-e Quran-e Mehr, 1387 HS, jld.4, hlm.196-197.

Daftar Pustaka

  • Abul Futuh Razi, Husain bin Ali. Raudh al-Jinan wa Ruh al-Jinan fi Tafsir al-Quran. Masyhad, Astan Quds Razavi, 1408.
  • Amili, Ibrahim. Tafsir Amili. Teheran, Toko Buku Shaduq, 1360 HS.
  • Deobandi, Mahmud Hasan. Tafsir Kabili. Teheran, Nasyr-e Ehsan, Cetakan kesebelas, 1385 HS.
  • Ibnu Athiyyah, Abdul Haq bin Ghalib. Al-Muharrar al-Wajiz fi Tafsir al-Kitab al-Aziz. Beirut, Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 1422.
  • Ibnu Sulaiman, Muqatil. Tafsir Muqatil bin Sulaiman. Beirut, Dar Ihya at-Turats al-Arabi, 1423.
  • Ja'fari, Ya'qub. Tafsir Kautsar. Qom, Muassasah Intisyarat-e Hejrat, 1376 HS.
  • Jaza'iri, Ni'matullah bin Abdullah. Uqud al-Marjan fi Tafsir al-Quran. Qom, Nur-e Wahy, 1388 HS.
  • Maibudi, Ahmad bin Muhammad. Kasyf al-Asrar wa 'Uddah al-Abrar. Teheran, Amirkabir, Cetakan kelima, 1371 HS.
  • Makarim Syirazi, Nashir. Tafsir-e Nemuneh (Tafsir Contoh). Teheran, Dar al-Kutub al-Islamiyyah, Cetakan kesepuluh, 1371 HS.
  • Mughniyah, Muhammad Jawad. At-Tafsir al-Kasyif. Qom, Dar al-Kitab al-Islami, 1424.
  • Musthafawi, Hasan. At-Tahqiq fi Kalimat al-Quran al-Karim. Teheran, Kementerian Kebudayaan dan Bimbingan Islam, Cetakan pertama, 1368 HS.
  • Qara'ati, Mohsin. Tafsir-e Nur. Teheran, Markaz-e Farhangi-ye Dars-hai az Quran, 1388 HS.
  • Qumi Masyhadi, Muhammad bin Muhammad Ridha. Tafsir Kanz ad-Daqa'iq wa Bahr al-Ghara'ib. Teheran, Organisasi Percetakan dan Penerbitan Kementerian Kebudayaan dan Bimbingan Islam, 1368 HS.
  • Qumi, Ali bin Ibrahim. Tafsir al-Qummi. Qom, Dar al-Kitab, Cetakan ketiga, 1363 HS.
  • Qurasyi Banabi, Ali Akbar. Tafsir Ahsan al-Hadits. Teheran, Yayasan Bi'tsat, Cetakan kedua, 1375 HS.
  • Qurthubi, Muhammad bin Ahmad. Al-Jami' li Ahkam al-Quran. Teheran, Nashir Khusro, 1364 HS.
  • Ridha'i Ishfahani, Muhammad Ali. Tafsir-e Quran-e Mehr. Qom, Pazhuhesy-haye Tafsir va Ulum-e Quran, 1387 HS.
  • Sabzawari, Muhammad. Al-Jadid fi Tafsir al-Quran al-Majid. Beirut, Dar at-Ta'aruf lil-Mathbu'at, 1406.
  • Sayid Quthb, Ibrahim Husain Syadzili. Fi Zhilal al-Quran. Beirut, Dar asy-Syuruq, Cetakan ketiga puluh lima, 1425.
  • Sulthan Ali Syah, Sulthan Muhammad bin Haidar. Bayan as-Sa'adah fi Maqamat al-Ibadah. Beirut, Muassasah al-A'lami lil-Mathbu'at, Cetakan kedua, 1408.
  • Syaukani, Muhammad. Fath al-Qadir. Damaskus, Dar Ibnu Katsir, 1414.
  • Syekh Thusi, Muhammad bin Hasan. At-Tibyan fi Tafsir al-Quran. Beirut, Dar Ihya at-Turats al-Arabi, Tanpa Tanggal.
  • Syubbar, Abdullah. Al-Jauhar ats-Tsamin fi Tafsir al-Kitab al-Mubin. Kuwait, Syarikah Maktabah al-Alfain, 1407.
  • Thabari, Muhammad bin Jarir. Jami' al-Bayan fi Tafsir al-Quran. Beirut, Dar al-Ma'rifah, 1412.
  • Thabarsi, Fadhl bin Hasan. Majma' al-Bayan fi Tafsir al-Quran. Teheran, Nashir Khusro, Cetakan ketiga, 1372 HS.
  • Thabarsi, Fadhl bin Hasan. Tafsir Jawami' al-Jami'. Qom, Hauzah Ilmiah Qom, Markaz-e Mudiriyat, 1412.
  • Thabathaba'i, Sayid Muhammad Husain. Al-Mizan fi Tafsir al-Quran. Beirut, Muassasah al-A'lami lil-Mathbu'at, Cetakan kedua, 1390.
  • Thabrani, Sulaiman bin Ahmad. At-Tafsir al-Kabir: Tafsir al-Quran al-Azhim. Irbid Yordania, Dar al-Kitab ats-Tsaqafi, 2008 M.
  • Thayyib, Abdul Husain. Atyab al-Bayan fi Tafsir al-Quran. Teheran, Penerbit Islam, Cetakan kedua, 1369 HS.
  • Tsa'alibi, Abdurrahman bin Muhammad. Tafsir ats-Tsa'alibi al-Musamma bi al-Jawahir al-Hisan fi Tafsir al-Quran. Beirut, Dar Ihya at-Turats al-Arabi, 1418.
  • Tsa'labi, Ahmad bin Muhammad. Al-Kasyf wa al-Bayan al-Ma'ruf Tafsir ats-Tsa'labi. Beirut, Dar Ihya at-Turats al-Arabi, 1422.

Templat:Ayat-ayat Masyhur Al-Qur'an