Konsep:Ayat 6 Surah Ibrahim
| Informasi Ayat | |
|---|---|
| Nama | Surah Ibrahim |
| Ayat | 6 |
| Juz | 13 |
| Informasi Konten | |
| Tentang | Mengingat nikmat-nikmat Ilahi dan ujian bagi kaum Musa as |
| Ayat-ayat terkait | Ayat 49 Surah Al-Baqarah dan Ayat 141 Surah Al-A'raf |
Ayat 6 Surah Ibrahim (bahasa Arab:آیة ۶ سورة الابراهیم) menyinggung tentang ujian bagi kaum Bani Israil dan penyelamatan mereka dari orang-orang Firaun. Menurut ayat ini, Nabi Musa as mengingatkan kaumnya untuk mengenang kezaliman Firaun, ketika ia menyiksa mereka, menyembelih anak-anak lelaki mereka, dan menjadikan anak-anak perempuan mereka sebagai tawanan dan budak.[1]
"Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya: "Ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika Dia menyelamatkanmu dari (cengkeraman) Fir'aun dan kaumnya yang menimpakan siksaan yang sangat berat kepadamu, menyembelih anak-anak laki-lakimu, dan membiarkan hidup anak-anak perempuanmu. Dan pada yang demikian itu terdapat cobaan yang besar dari Tuhanmu." (Q.S Ibrahim : 6)
Menurut Makarim Syirazi, penulis Tafsir Nemuneh, Allah dalam Ayat 5 Surah Ibrahim, menyinggung tentang Ayyamullah (Hari-hari Allah) dan pada ayat berikutnya (ayat 6), memperkenalkan penyelamatan kaum Musa sebagai salah satu contoh nyata dari hari-hari tersebut;[2] sebab pada hari-hari ini, kebenaran menang atas kebatilan.[3] Kandungan ayat 6 Surah Ibrahim juga diulang dalam Ayat 49 Surah Al-Baqarah dan Ayat 141 Surah Al-A'raf, dan pengulangan ini menunjukkan pentingnya memperhatikan dan mengingat nikmat-nikmat Ilahi.[4] Menurut Jawadi Amuli, penulis Tafsir Tasnim, Firaun menimpakan berbagai hukuman kepada kaum Musa as, namun penyembelihan anak-anak lelaki disebutkan sebagai hukuman yang khusus.[5]
Sebagian mufasir Syiah meyakini bahwa Allah menyelamatkan Bani Israil dengan menghancurkan ideologi dan pemikiran Firaun serta menggantinya dengan sistem keadilan;[6] oleh karena itu, penyelamatan kaum Musa as dari kekuasaan Firaun merupakan salah satu nikmat terbesar bagi Bani Israil.[7] Allamah Thabathaba'i, dalam Tafsir al-Mizan, menjelaskan bahwa dalam ayat ini Allah memerintahkan Nabi saw untuk menceritakan kisah penyelamatan kaum Musa as agar keimanannya kepada Allah semakin kokoh.[8]
Menurut sebagian mufasir, dalam peristiwa ini, kaum Musa diuji dengan kesabaran dalam menghadapi kezaliman Firaun dan rasa syukur atas nikmat keselamatan,[9] sedangkan orang-orang Firaun diuji dengan kekuasaan dan dominasi mereka.[10] Mengingat nikmat-nikmat Ilahi adalah salah satu manifestasi syukur yang paling menonjol. Seseorang yang mengetahui bahwa nikmat berasal dari Allah, akan berusaha untuk meraih keridhaan-Nya agar nikmat tersebut tidak dicabut darinya.[11]
Jawadi Amuli menganggap peran kebebasan dan kemerdekaan sangat mendasar dalam nasib bangsa-bangsa dan menilainya sebagai nikmat besar yang dianugerahkan kepada Bani Israil, karena terbebas dari tirani memungkinkan penerimaan terhadap ajaran akidah, akhlak, dan perilaku para para nabi.[12] Makarim Syirazi menilai bahwa mengingat hari-hari sulit dan keselamatan darinya sangat efektif dalam menyadarkan bangsa-bangsa[13] dan meyakini bahwa hal ini harus tetap ada dalam ingatan masyarakat untuk mencegah kembalinya masa penindasan.[14] Menurut Reza'i Isfahani, peneliti Al-Qur'an Syiah, orang-orang Firaun melenyapkan kekuatan-kekuatan yang efektif dalam masyarakat (anak laki-laki).[15]
Catatan Kaki
- ↑ Reza'i Isfahani, Tafsir-e Qur'an-e Mehr, 1387 HS, jld. 11, hlm. 37.
- ↑ Makarim Syirazi, Tafsir-e Namuneh, 1374 HS, jld. 10, hlm. 273; Qurasyi, Tafsir-e Ahsan al-Hadits, 1377 HS, jld. 5, hlm. 278.
- ↑ Dehqan, Pursesy-haye I'tiqadi, 1393 HS, hlm. 82.
- ↑ Reza'i Isfahani, Tafsir-e Qur'an-e Mehr, 1387 HS, jld. 11, hlm. 37.
- ↑ "Tafsir-e Surah Ibrahim, Jalese 8" (Tafsir Surah Ibrahim, Sesi 8), Situs Jawadi Amuli.
- ↑ Jawadi Amuli, Tasnim, 1387 HS, jld. 4, hlm. 336.
- ↑ Makarim Syirazi, Tafsir-e Namuneh, 1374 HS, jld. 10, hlm. 277; Qara'ati, Tafsir-e Nur, 1383 HS, jld. 4, hlm. 388.
- ↑ Thabathaba'i, Al-Mizan, 1417 HQ, jld. 12, hlm. 21.
- ↑ Shadiqi Tehrani, Al-Furqan, 1365 HS, jld. 16, hlm. 22; Sabzawari Najafi, Al-Jadid fi Tafsir al-Qur'an al-Majid, 1406 HQ, jld. 4, hlm. 141; Syubbar, Al-Jauhar al-Tsamin, 1407 HQ, jld. 3, hlm. 347.
- ↑ Fakhrurazi, Mafatih al-Ghaib, 1420 HQ, jld. 19, hlm. 66.
- ↑ Mudarrisi, Min Huda al-Qur'an, 1419 HQ, jld. 5, hlm. 381.
- ↑ Jawadi Amuli, Tasnim, 1387 HS, jld. 4, hlm. 334.
- ↑ Makarim Syirazi, Tafsir-e Namuneh, 1374 HS, jld. 10, hlm. 276.
- ↑ Makarim Syirazi, Tafsir-e Namuneh, 1374 HS, jld. 10, hlm. 273.
- ↑ Reza'i Isfahani, Tafsir-e Qur'an-e Mehr, 1387 HS, jld. 11, hlm. 39.
Daftar Pustaka
- Dehqan, Akbar. Pursesy-haye I'tiqadi; Pasukh-haye Qur'ani (Pertanyaan Akidah; Jawaban Al-Qur'an). Teheran: Organisasi Haji dan Ziarah, 1393 HS.
- Fakhrurazi, Muhammad bin Umar. Mafatih al-Ghaib. Beirut: Dar Ihya al-Turats al-Arabi, cetakan ketiga, 1420 H.
- Jawadi Amuli, Abdullah. Tasnim. Peneliti: Ahmad Qudsi. Qom: Penerbit Isra, cetakan kelima, 1387 HS.
- Makarim Syirazi, Nashir. Tafsir-e Namuneh. Teheran: Dar al-Kutub al-Islamiyyah, cetakan pertama, 1374 HS.
- Mudarrisi, Sayid Muhammad Taqi. Min Huda al-Qur'an. Teheran: Dar Muhibbi al-Husain, cetakan pertama, 1419 H.
- Qara'ati, Muhsin. Tafsir-e Nur. Teheran: Markaz-e Farhangi-ye Dars-hayi az Qur'an, cetakan kesebelas, 1383 HS.
- Qurasyi, Sayid Ali Akbar. Tafsir-e Ahsan al-Hadits. Teheran: Bunyad-e Bi'tsat, cetakan ketiga, 1377 HS.
- Reza'i Isfahani, Muhammad Ali. Tafsir-e Qur'an-e Mehr. Qom: Pazuhesy-ha-ye Tafsir wa Ulum-e Qur'an, cetakan pertama, 1387 HS.
- Sabzawari Najafi, Muhammad bin Habibullah. Al-Jadid fi Tafsir al-Qur'an al-Majid. Beirut: Dar al-Ta'aruf li al-Mathbu'at, cetakan pertama, 1406 H.
- Shadiqi Tehrani, Muhammad. Al-Furqan fi Tafsir al-Qur'an bi al-Qur'an. Qom: Penerbit Farhang-e Islami, cetakan kedua, 1365 HS.
- Syubbar, Sayid Abdullah. Al-Jauhar al-Tsamin fi Tafsir al-Kitab al-Mubin. Peneliti: Sayid Muhammad Bahrul Ulum. Kuwait: Maktabah al-Alfain, cetakan pertama, 1407 H.
- "Tafsir-e Surah Ibrahim, Jalese 8" (Tafsir Surah Ibrahim, Sesi 8). Situs Jawadi Amuli. Tanggal posting: 7 Azar 1384 HS. Tanggal kunjungan: 1 Azar 1404 HS. URL: Link
- Thabathaba'i, Sayid Muhammad Husain. Al-Mizan fi Tafsir al-Qur'an. Qom: Daftar-e Intisyarat-e Islami, cetakan kelima, 1417 H.