Lompat ke isi

Konsep:Ayat 104 Surah Al-Kahf

Dari wikishia
Ayat 104 Surah Al-Kahf
Informasi Ayat
SurahAl-Kahf
Ayat104
Juz16
Informasi Konten
TentangMemperkenalkan orang-orang yang paling merugi perbuatannya


Ayat 104 Surah Al-Kahf (bahasa Arab:آیة 104 سورة الکهف) menganggap orang-orang yang paling merugi dari segi perbuatan adalah orang-orang[1] yang usaha-usahanya di kehidupan dunia menjadi sia-sia, namun mereka mengira bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya.[2]

Ayat 103 Surah Al-Kahf mengajukan pertanyaan ini: "Apakah Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?"[3] dan ayat berikutnya (104 Al-Kahf) memperkenalkan orang-orang tersebut.[4] Pada permulaan deskripsi orang-orang yang merugi ini, ayat tersebut menyatakan: "Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini".[5] Bagian ini dimaknai bahwa seluruh amal perbuatan mereka, bahkan pekerjaan baik dan berguna mereka,[6] menjadi batil dan tidak membuahkan hasil bagi mereka.[7] Faidh Kasyani, mufasir Syiah, menganggap penyebab ketidakbergunaan amal mereka adalah kekafiran.[8] Sebagian mufasir juga menyebutkan bahwa tujuan orang-orang semacam ini bukanlah Allah, dan karena itulah mereka tidak melihat hasil dari amal baik mereka di Akhirat.[9]

Ayat 104 Surah Al-Kahf melengkapi predikat "paling merugi" dengan deskripsi ini[10] bahwa mereka tidak menyadari kebatilan perbuatan mereka dan mengira sedang melakukan perbuatan baik.[11] Mereka juga meyakini bahwa mereka berada di pihak yang benar; sifat 'ujub (bangga diri) telah menguasai mereka dan karena itulah mereka menyangka melakukan pekerjaan yang benar.[12] Nashir Makarim Syirazi, mufasir Syiah, menjelaskan kerugian yang lebih besar pada orang-orang ini bahwa mereka tidak hanya tidak mendapatkan hasil dari usaha mereka, tetapi juga tidak mengambil pelajaran dari kerugian yang menimpa mereka dan mengulangi kesalahan ini berkali-kali.[13]

Berbagai misdaq (contoh nyata) telah disebutkan untuk ayat 104 Surah Al-Kahf; dalam sebuah riwayat dari Imam Baqir as, para rahib Kristen, pengikut hawa nafsu, dan ahli bidah dihitung sebagai misdaq ayat ini.[14] Juga dalam sebuah riwayat dari Imam Ali as, Ahli Kitab yang ingkar dan membuat Bid'ah dalam agama mereka dianggap sebagai misdaq ayat ini, dan dimungkinkan bahwa Khawarij juga termasuk misdaq ayat ini.[15] Orang-orang yang mengingkari Imamah dan keutamaan para Imam Syiah karena permusuhan,[16] dan orang-orang yang menunda Haji juga disebutkan sebagai misdaq lain dari ayat ini.[17]

الَّذِينَ ضَلَّ سَعْيُهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ يَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ يُحْسِنُونَ صُنْعًا

"Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya." (QS. Al-Kahf : 104)

Catatan Kaki

  1. Jafari, Kautsar, 1376 HS, jld. 6, hlm. 478.
  2. Makarim Syirazi, Tafsir Nemuneh, 1374 HS, jld. 12, hlm. 559.
  3. Surah Al-Kahf, ayat 103.
  4. Mughniyah, Al-Tafsir al-Kasyif, 1424 H, jld. 5, hlm. 163.
  5. Surah Al-Kahf, ayat 104.
  6. Qurasyi, Tafsir Ahsan al-Hadits, 1377 HS, jld. 6, hlm. 282.
  7. Thabrisi, Majma' al-Bayan, 1372 HS, jld. 6, hlm. 767.
  8. Faidh Kasyani, Tafsir Al-Shafi, 1415 H, jld. 3, hlm. 267.
  9. Qurasyi, Tafsir Ahsan al-Hadits, 1377 HS, jld. 6, hlm. 282.
  10. Thabathaba'i, Al-Mizan, 1417 H, jld. 13, hlm. 399.
  11. Thabrisi, Majma' al-Bayan, 1372 HS, jld. 6, hlm. 767.
  12. Faidh Kasyani, Tafsir Al-Shafi, 1415 H, jld. 3, hlm. 267.
  13. Makarim Syirazi, Tafsir Nemuneh, 1374 HS, jld. 12, hlm. 560.
  14. Qummi, Tafsir Al-Qummi, 1404 H, jld. 2, hlm. 46.
  15. Ayyashi, Tafsir Al-Ayyashi, 1380 H, jld. 2, hlm. 352.
  16. Nu'mani, Al-Ghaibah, 1397 H, hlm. 29.
  17. Qara'ati, Tafsir Nur, 1383 HS, jld. 7, hlm. 231.

Daftar Pustaka

  • Ayyashi, Muhammad bin Mas'ud. Al-Tafsir. Riset dan Koreksi: Hasyim Rasuli Mahallati, Teheran, Al-Mathba'ah al-Ilmiyyah, Cetakan pertama, 1380 H.
  • Faidh Kasyani, Mulla Muhsin. Tafsir Al-Shafi. Riset: Husain A'lami, Teheran, Penerbit Al-Shadr, Cetakan kedua, 1415 H.
  • Jafari, Ya'qub. Kautsar. Qom, Hijrat, Cetakan pertama, 1376 HS.
  • Makarim Syirazi, Nashir. Tafsir Nemuneh (Tafsir Contoh). Teheran, Dar al-Kutub al-Islamiyyah, Cetakan pertama, 1374 HS.
  • Mughniyah, Muhammad Jawad. Al-Tafsir al-Kasyif. Teheran, Dar al-Kutub al-Islamiyyah, Cetakan pertama, 1424 H.
  • Nu'mani, Muhammad bin Ibrahim. Al-Ghaibah. Riset dan Koreksi: Ali Akbar Ghaffari, Teheran, Nashr-e Shaduq, Cetakan pertama, 1397 H.
  • Qara'ati, Muhsin. Tafsir Nur. Teheran, Markaz-e Farhangi-ye Darshayi az Qur'an, Cetakan kesebelas, 1383 HS.
  • Qummi, Ali bin Ibrahim. Tafsir Al-Qummi. Riset dan Koreksi: Sayid Thayyib Musawi Jazairi, Qom, Dar al-Kitab, Cetakan ketiga, 1404 H.
  • Qurasyi, Sayid Ali Akbar. Tafsir Ahsan al-Hadits. Teheran, Yayasan Bi'tsat, Cetakan ketiga, 1377 HS.
  • Thabathaba'i, Sayid Muhammad Husain. Al-Mizan fi Tafsir Al-Qur'an. Qom, Daftar-e Entisharat-e Eslami, Cetakan kelima, 1417 H.
  • Thabrisi, Fadhl bin Hasan. Majma' al-Bayan fi Tafsir Al-Qur'an. Pengantar: Muhammad Jawad Balaghi, Teheran, Nashir Khusro, Cetakan ketiga, 1372 HS.