Lompat ke isi

Konsep:Serial Televisi Muawiyah

Dari wikishia

Templat:Kotak info film Serial Televisi Muawiyah adalah sebuah serial mengenai biografi Muawiyah bin Abi Sufyan dalam bahasa Arab yang menggambarkan peristiwa tahun-tahun awal kemunculan Islam seperti Pembunuhan Utsman, kekhalifahan Imam Ali (as) dan perdamaian Imam Hasan (as), naiknya kekuasaan Yazid, dan syahadah Imam Husain (as) dengan Muawiyah sebagai porosnya.

Serial Muawiyah menghadapi banyak kritik, termasuk distorsi sejarah dan wajah Nabi Muhammad (saw) serta Ahlulbaitnya, penyajian citra positif dan bias terhadap Muawiyah dan keluarganya, serta penyensoran tindakan negatif mereka. Dalam serial ini, masuk Islamnya Muawiyah digambarkan sejak masa kanak-kanak, padahal berdasarkan sumber sejarah, ia dan keluarganya termasuk di antara Tulaqa dan menerima Islam pada tahun kedelapan Hijriah dalam peristiwa penaklukan Mekah. Selain itu, disajikan gambaran keluarga yang harmonis dan bermoral dari Muawiyah dan orang tuanya (Abu Sufyan dan Hindun), padahal laporan sejarah menggambarkan kehidupan mereka tidak teratur dan tidak bermoral. Dikatakan bahwa serial ini sesuai dengan interpretasi Salafiyah dan Wahhabisme tentang Muawiyah serta bertentangan dengan pandangan Ahlusunah.

Serial 30 episode ini merupakan produksi tahun 2022 M dari jaringan MBC Arab Saudi; namun disiarkan setelah penundaan beberapa tahun pada bulan Ramadan 1446 H. Penyiaran serial ini dilarang di Iran dan Irak, dan beberapa ulama Al-Azhar juga menyatakan menontonnya adalah Haram karena menampilkan wajah para Sahabat.

Pengenalan Singkat

Serial sejarah Muawiyah membahas biografi Muawiyah bin Abu Sufyan, pendiri Kekhalifahan Bani Umayyah, dan tahun-tahun awal kemunculan Islam di Hijaz.[1] Serial ini menceritakan peristiwa setelah Pembunuhan Utsman, periode kekhalifahan dan syahadah Imam Ali (as), kekhalifahan dan syahadah Imam Hasan (as), naiknya kekuasaan Yazid bin Muawiyah, dan syahadah Imam Husain (as) dalam Tragedi Karbala.[2]

Serial 30 episode ini diproduksi oleh perusahaan media Middle East Broadcasting Center (jaringan MBC) yang berafiliasi dengan Arab Saudi, dan disiarkan melalui jaringan MBC dalam bahasa Arab pada bulan Ramadan 1446 H/Maret 2025 M.[3] Serial Muawiyah sedianya akan disiarkan pada Ramadan 1444 H/April 2023 M; namun penyiaran tersebut tertunda selama dua tahun.[4]

Anggaran serial ini, yang disebut sebagai serial termahal di dunia Arab,[5] diumumkan sebesar 100 juta dolar.[6] Karena dekorasi dan latar tempatnya, serial ini juga disebut sebagai film drama Islam terkuat dalam sejarah Arab.[7] Dikatakan bahwa serial ini telah ditinjau oleh dewan ulama Arab Saudi dan beberapa perbaikan telah dilakukan di dalamnya.[8]

Pengambilan gambar serial ini, yang dimulai sejak Juni 2022 M, dilakukan di negara Tunisia.[9]

Faktor Film

Penyutradaraan serial Muawiyah berada di tangan Tariq al-Arian, sutradara terkenal Mesir, yang mengundurkan diri pada tahun 2023 M saat produksi terhenti, dan Ahmed Medhat mengambil alih penyutradaraannya.[10] Setelah itu, Al-Arian meminta namanya dihapus dari kredit pembuka dan penutup serial.[11] Skenario serial ini ditulis oleh Khalid Salah, penulis asal Mesir.[12] Mohammad al-Yasari dan Basyar Abbas termasuk di antara penulis lain dalam serial ini.[13]

Beberapa aktor serial ini antara lain: Lujain Ismail sebagai Muawiyah, Iyad Nassar sebagai Imam Ali (as), Samer al-Masry sebagai Umar bin Khattab, Ayman Zeidan sebagai Utsman bin Affan, Ghanem al-Zarli sebagai Yazid bin Muawiyah, Wael Syaraf sebagai Amr bin Ash, Souhir Ben Amara sebagai Hindun ibu Muawiyah, Asmaa Galal sebagai istri Muawiyah, dan Fifi Abdou sebagai Aisyah.[14]

Distorsi Sejarah dan Pembersihan Citra Muawiyah

Pratinjau serial Muawiyah.

Berbagai kritik telah dilontarkan terhadap serial Muawiyah. Serial ini dianggap bertentangan dengan pandangan Ahlusunah mengenai Muawiyah dan sesuai dengan interpretasi Salafiyah serta Wahhabisme tentang Muawiyah,[15] dan dikatakan bahwa karena banyaknya distorsi serta gambaran bias terhadap tokoh-tokoh seperti Muawiyah, serial ini bukanlah representasi sejarah Islam dan tidak dapat diandalkan; melainkan skenarionya dianggap sebagai ciptaan pikiran penulisnya semata.[16] Beberapa kritikus menyebut serial ini sebagai proyek untuk mendistorsi sejarah Islam dan wajah Nabi Islam (saw) serta Ahlulbaitnya, dan sebaliknya, untuk membersihkan citra Bani Umayyah serta menyajikan gambaran kepahlawanan Muawiyah.[17] Di antara distorsi serial ini adalah:

  • Dalam serial ini dilakukan upaya untuk menunjukkan Muawiyah cenderung kepada Islam sejak masa kanak-kanak, padahal berdasarkan sumber sejarah,[18] Muawiyah bersama keluarganya masuk Islam saat Penaklukan Mekah pada tahun kedelapan Hijriah dan termasuk dalam kelompok Tulaqa (orang-orang yang dibebaskan) serta Mu'allafah Qulubuhum (mereka yang hatinya dilunakkan kepada Islam).[19]
  • Gambaran yang ditunjukkan dalam serial Muawiyah tentang keluarga Muawiyah dan ayah serta ibunya adalah keluarga yang harmonis dengan ibu sebagai porosnya; padahal laporan sejarah menggambarkan kehidupan Abu Sufyan dan Hindun ibu Muawiyah sebagai hal yang tidak bermoral dan tidak teratur hingga pada tahap bahwa berdasarkan sumber sejarah,[20] terdapat perselisihan dalam menentukan siapa ayah kandung Muawiyah yang sebenarnya.[21]
  • Serial Muawiyah menceritakan sebagian sejarah secara selektif dan menguntungkan Muawiyah serta keluarga Umayyah; dalam serial ini tindakan negatif tokoh-tokoh utama seperti Muawiyah dan ibunya dihapus dan fokus diberikan pada tindakan positif mereka; sebagai contoh pemutilasian tubuh Hamzah paman Nabi oleh ibu Muawiyah dan beberapa tindakan Muawiyah seperti meminum khamar, upaya untuk membunuh Imam Hasan (as), serta penggalian kanal di atas kuburan para syuhada Uhud[22] serta rintangan Muawiyah terhadap pemerintahan Imam Ali (as) dan penyulutan Perang Shiffin, ketidakpatuhan terhadap perdamaian dengan Imam Hasan (as), dan pengubahan pemerintahan Umayyah menjadi pemerintahan turun-temurun[23] tidak ditampilkan. Mohammad Hossein Rajabi Davani, peneliti sejarah Islam, menyatakan bahwa dalam sumber sejarah Islam yang muktabar tidak terdapat citra positif tentang Muawiyah; namun serial ini bermaksud menyajikan citra positif Muawiyah. Sebagai contoh berdasarkan sumber sejarah, Muawiyah adalah seorang yang rakus dan gemuk; namun dalam serial ini Muawiyah ditampilkan sebagai sosok yang seimbang dan positif.[24]
  • Kemewahan para aktor dan ketidakmiripan serta ketidaksesuaian penampilan fisik aktor dan dekorasi serial dengan tokoh sejarah serta kondisi masa awal Islam juga disebut sebagai distorsi dan kritik lainnya terhadap serial ini.[25] Beberapa kritikus menganggap distorsi sengaja ini bertujuan untuk menyajikan gambaran khayalan tentang keluarga Abu Sufyan.[26]

Pada tahun 2023 M, Sayyid Muqtada as-Sadr, salah seorang pemimpin politik dan Syiah di Irak, mengkritik serial Muawiyah dan menyatakan bahwa sejarah telah membuktikan bahwa Muawiyah memberontak melawan khalifah dan pengganti Rasulullah dan melakukan penghinaan terhadapnya serta membunuh beberapa sahabat Nabi.Templat:Y Beliau dengan merujuk pada distorsi sejarah dalam serial ini, menyebut penyetaraan antara Imam Ali (as) dan Muawiyah dalam serial ini sebagai kezaliman dan ketidakadilan.[27]

Beberapa kritikus meyakini tujuan penyiaran serial ini pada periode waktu sekarang adalah untuk menciptakan jurang pemisah antara Syiah dan Ahlusunah, mengalihkan perhatian dari persatuan yang terbentuk di antara kaum Muslimin seputar Taufan al-Aqsa dan dukungan bagi Palestina, serta normalisasi hubungan dengan rezim Zionis melalui penghancuran front Islam dan menyibukkan kaum Muslimin dengan perselisihan internal.[28] Skenario serial tersebut juga dianggap lemah.[29]

Jaringan MBC pada tahun 2012 M juga pernah memproduksi serial tentang Umar bin Khattab yang dikritik oleh lembaga dan tokoh agama.[30]

Reaksi

Karikatur karya Kamal Syaraf, karikaturis Yaman, sebagai reaksi atas serial Muawiyah yang viral di negara-negara Arab.[31]
Karikatur karya Kamal Syaraf, karikaturis Yaman, sebagai reaksi atas serial Muawiyah yang viral di negara-negara Arab.[31]

Serial Muawiyah dianggap memecah belah dan bertentangan dengan persatuan Kaum Muslimin.[32] Karena alasan itulah, penyiaran serial ini memicu reaksi dan kontroversi di beberapa negara Muslim, antara lain:

  • Pelarangan penyiaran di Iran: Berdasarkan laporan kantor berita, SATRA (Organisasi Pengaturan Media Audio dan Visual Komprehensif di Ruang Maya), melarang pengalihan suara (dubbing) dan segala bentuk publikasi serial Muawiyah di Iran dikarenakan narasi baru tentang Muawiyah dan pembersihan citra keluarga Bani Umayyah.[33]
  • Pelarangan penyiaran di negara Irak dikarenakan kekhawatiran akan terciptanya perselisihan dan ketegangan agama.[34]
  • Beberapa ulama Universitas Al-Azhar Mesir menyatakan penentangan terhadap penyiaran serial ini dengan mengumumkan bahwa menampilkan wajah para Sahabat tidak diperbolehkan secara syariat.[35] Beberapa juga mengharamkan menontonnya.[36]
  • Pada tahun 2023 M bersamaan dengan pengumuman penyiaran serial Muawiyah pada bulan Ramadan tahun tersebut, jaringan Sha'aer Irak yang berafiliasi dengan Sayyid Shadiq Syirazi, sebagai reaksi dan perlawanan, telah mengabarkan produksi serial "Syuja'at Abu Lu'lu'" (Keberanian Abu Lu'lu'), pembunuh khalifah kedua.[37]

Lihat Juga

Catatan Kaki

  1. "Negahi be Serial-e Moavieh", Kantor Berita Tasnim.
  2. "Az Serial-e Janjali-ye Moavieh che Midanim?", Kantor Berita Al-Ain Persian.
  3. "Film-e Moavieh va Seriali 30 Qesmati ke Janbe-ye Tathiri darad", Kantor Berita Daneshjoo; Kazemzadeh, "be Revayat-e MBC / Paksy-e Serial-e Moavieh ba Enteqad-e Goruhe-haye Gonagun Movajeh Syod", Situs surat kabar Ham-Mihan.
  4. "Az Serial-e Janjali-ye Moavieh che Midanim?", Kantor Berita Al-Ain Persian.
  5. "Ekhtelafat bar sar-e Serial-e Moavieh Bala Gereft", Kantor Berita ISNA; Khalid, "Man Yujassid Syakhshiyat al-Shahabah? .. 'Muawiyah' Yufajjir al-Jadal qabla 'Ardhih fi Ramadan 2025", Surat kabar Al-Masry Al-Youm; "Majeraye Hazf-e Nam-e Kargardan-e Serial-e Moavieh", Surat kabar Farhikhtegan.
  6. Khalid, "Man Yujassid Syakhshiyat al-Shahabah? .. 'Muawiyah' Yufajjir al-Jadal qabla 'Ardhih fi Ramadan 2025", Surat kabar Al-Masry Al-Youm.
  7. Saffar, "Baina al-Mughalathat al-Tarikhiyyah wa al-Badzkh al-Intaji.. Hal Fasyala Musalsal Muawiyah?", Jaringan Al-Jazeera.
  8. Kazemzadeh, "be Revayat-e MBC / Paksy-e Serial-e Moavieh ba Enteqad-e Goruhe-haye Gonagun Movajeh Syod", Situs surat kabar Ham-Mihan.
  9. "Az Serial-e Janjali-ye Moavieh che Midanim?", Kantor Berita Al-Ain Persian; Kazemzadeh, "be Revayat-e MBC / Paksy-e Serial-e Moavieh ba Enteqad-e Goruhe-haye Gonagun Movajeh Syod", Situs surat kabar Ham-Mihan.
  10. Kazemzadeh, "be Revayat-e MBC / Paksy-e Serial-e Moavieh ba Enteqad-e Goruhe-haye Gonagun Movajeh Syod", Situs surat kabar Ham-Mihan.
  11. "Ekhtelafat bar sar-e Serial-e Moavieh Bala Gereft", Kantor Berita ISNA.
  12. "Majeraye Hazf-e Nam-e Kargardan-e Serial-e Moavieh", Surat kabar Farhikhtegan.
  13. "Az Serial-e Janjali-ye Moavieh che Midanim?", Kantor Berita Al-Ain Persian.
  14. Khalid, "Man Yujassid Syakhshiyat al-Shahabah? .. 'Muawiyah' Yufajjir al-Jadal qabla 'Ardhih fi Ramadan 2025", Surat kabar Al-Masry Al-Youm; Kazemzadeh, "be Revayat-e MBC / Paksy-e Serial-e Moavieh ba Enteqad-e Goruhe-haye Gonagun Movajeh Syod", Situs surat kabar Ham-Mihan.
  15. "Serial-e Moavieh Zed-e Tafsir-e Ahle Sonnat Budeh va yek Tafsir-e Vahabi ast", Situs Universitas Adyan wa Mazahib.
  16. Lihat: Chegini, "Negahi be Serial-e Moavieh; Por-hazine-tarin Serial-e Sakhte Syode dar Jihan-e Arab", Situs Informasi Komprehensif Imamat; Saffar, "Baina al-Mughalathat al-Tarikhiyyah wa al-Badzkh al-Intaji.. Hal Fasyala Musalsal Muawiyah?", Jaringan Al-Jazeera; Al-Darraji, "Musalsal Muawiyah Tazwir lil-Tarikh wa Tasywih lil-Haqa'iq fi Tsaubin Drami...", Kantor Berita Buratha.
  17. Al-Darraji, "Musalsal Muawiyah Tazwir lil-Tarikh wa Tasywih lil-Haqa'iq fi Tsaubin Drami...", Kantor Berita Buratha; Nahavandi, "Serial-e Moavieh; Peruzhe-ye Tahrif-e Tarikh va Jang-e Revayat-haye Saudi", Kantor Berita Rasa.
  18. Sebagai contoh lihat: Ibnu Abdul Bar, al-Isti'ab, 1412 HS, jld. 3, hlm. 1416.
  19. Saffar, "Baina al-Mughalathat al-Tarikhiyyah wa al-Badzkh al-Intaji.. Hal Fasyala Musalsal Muawiyah?", Jaringan Al-Jazeera; Chegini, "Negahi be Serial-e Moavieh; Por-hazine-tarin Serial-e Sakhte Syode dar Jihan-e Arab", Situs Informasi Komprehensif Imamat.
  20. Lihat: Zamakhsyari, Rabi' al-Abrar wa Nushush al-Akhbar, 1412 H, jld. 4, hlm. 275-276.
  21. Chegini, "Negahi be Serial-e Moavieh; Por-hazine-tarin Serial-e Sakhte Syode dar Jihan-e Arab", Situs Informasi Komprehensif Imamat; Nahavandi, "Serial-e Moavieh; Peruzhe-ye Tahrif-e Tarikh va Jang-e Revayat-haye Saudi", Kantor Berita Rasa.
  22. Chegini, "Negahi be Serial-e Moavieh; Por-hazine-tarin Serial-e Sakhte Syode dar Jihan-e Arab", Situs Informasi Komprehensif Imamat.
  23. "Naqd-e Serial-e Moavieh / Tahrif-e Tarikh be Naf-e Umaviyan va Ahdaf-e Siyasi-ye Mo'asir", Situs Jami'ah Khabari Tahlili Alef.
  24. "Yek Naqd-e Tarikhi darbare-ye Serial-e Moavieh", Jaringan Shargh.
  25. Chegini, "Negahi be Serial-e Moavieh; Por-hazine-tarin Serial-e Sakhte Syode dar Jihan-e Arab", Situs Informasi Komprehensif Imamat; Saffar, "Baina al-Mughalathat al-Tarikhiyyah wa al-Badzkh al-Intaji.. Hal Fasyala Musalsal Muawiyah?", Jaringan Al-Jazeera.
  26. Al-Darraji, "Musalsal Muawiyah Tazwir lil-Tarikh wa Tasywih lil-Haqa'iq fi Tsaubin Drami...", Kantor Berita Buratha.
  27. "Muqtada al-Sadr Yujaddid Enteqadah li-Musalsal Muawiyah qabla 'Ardhih", Al-Wakalah al-Wathaniyyah al-Irakiyyah lil-Anba'.
  28. "Musalsal Muawiyah bin Abi Sufyan: Baina Wahdah al-Muqawamah wa al-Inqisam al-Muftahal", Al-Khanadeq.
  29. Saffar, "Baina al-Mughalathat al-Tarikhiyyah wa al-Badzkh al-Intaji.. Hal Fasyala Musalsal Muawiyah?", Jaringan Al-Jazeera.
  30. Kazemzadeh, "be Revayat-e MBC / Paksy-e Serial-e Moavieh ba Enteqad-e Goruhe-haye Gonagun Movajeh Syod", Situs surat kabar Ham-Mihan.
  31. "Sakht va Paksy-e Serial-e Moavieh bin Abusufyan dar Arabestan", Hamshahri Online.
  32. "Musalsal Muawiyah bin Abi Sufyan: Baina Wahdah al-Muqawamah wa al-Inqisam al-Muftahal", Al-Khanadeq.
  33. "Doble va Entesyar-e Serial-e 'Moavieh' dar Iran Mamnu' Syod", Kantor Berita ISNA; "Doble va Entesyar-e Serial-e 'Moavieh' Mamnu' Syod", Kantor Berita Mehr.
  34. "Majeraye Hazf-e Nam-e Kargardan-e Serial-e Moavieh", Surat kabar Farhikhtegan.
  35. Dabasy dan Khalid, "Tahrim Musyahadah Musalsal 'Muawiyah'.. al-Azhar Yuhadzdzir wa Yaksyif al-Asbab", Surat kabar Al-Masry Al-Youm.
  36. Dabasy dan Khalid, "Tahrim Musyahadah Musalsal 'Muawiyah'.. al-Azhar Yuhadzdzir wa Yaksyif al-Asbab", Surat kabar Al-Masry Al-Youm.
  37. "Qanah Iraqiyyah Ta'tazim Intaj Film 'Syuja'ah Abu Lu'lu'ah' ba'da al-I'lan 'an Musalsal Muawiyah", Al-Syorouk.

Catatan

Templat:Y

Daftar Pustaka

Templat:Karya Pertunjukan tentang Empat Belas Manusia Suci (as) dan Nabi-nabi Ilahi