Lompat ke isi

Konsep:MUTAKALIM

Dari wikishia

Mutakallim adalah ilmuwan ilmu kalam yang melakukan ekstraksi ajaran-ajaran agama dari teks-teks suci dan melakukan pembelaan rasional terhadapnya.

Seorang mutakalim berbeda dengan seorang Filosof; sebab mutakalim telah menerima asumsi dasar keyakinan agama dan menganggap dirinya berkewajiban untuk membelanya, sementara filosof tidak memiliki komitmen untuk membela ajaran agama dan semata-mata melakukan aktivitas pengenalan terhadap hakikat eksistensi.

Dalam kalam Syiah, Tekstualisme (tekstualisme) dan aql-garayi (rasionalisme) dianggap sebagai dua pendekatan utama; Syaikh Shaduq adalah contoh mutakalim tekstualis, sedangkan Syaikh Mufid, Sayid Murtadha, dan Syaikh Thusi adalah contoh para mutakalim rasionalis.

Konsep dan Kedudukan

Alim dalam ilmu kalam disebut sebagai mutakalim.[1] Ilmu kalam adalah ilmu yang dengannya seorang mutakalim dapat membuktikan akidah agama melalui penyampaian dalil-dalil dan penolakan syubhat (keraguan).[2] Dengan kata lain, kalam adalah ilmu yang dengannya manusia (mutakalim) dapat melakukan pembelaan melalui ucapan terhadap opini dan perbuatan terbatas serta tertentu yang telah dinyatakan secara gamblang oleh pemilik syariat, serta membatalkan apa pun yang bertentangan dengannya.[3]

Tugas Mutakalim

Menginstimbat akidah dan ajaran agama dari teks-teks suci serta membela ajaran-ajaran ini disebutkan sebagai tugas terpenting mutakalim.[4] Setelah ajaran agama diinstimbat oleh mutakalim, pembelaan terhadapnya dapat dilakukan dalam bentuk aktivitas berikut:

  1. Klasifikasi dan sistematisasi ajaran-ajaran yang diinstimbat dari teks-teks agama;
  2. Penjelasan dan pemaparan ajaran-ajaran tersebut serta analisis dasar maupun konsekuensinya jika diperlukan;
  3. Pembuktian dan pemberian argumentasi terhadap ajaran-ajaran tersebut;
  4. Penolakan syubhat yang diajukan terhadap ajaran maupun akidah ini;
  5. Penolakan keyakinan yang bertentangan dengan agama meskipun tidak diajukan dalam bentuk syubhat.[5]

Berdasarkan hal ini, mutakalim adalah orang yang berperan dalam dua kedudukan yaitu istimbat ajaran agama dan pembelaan terhadapnya dengan kombinasi metode akli-naqli. Oleh karena itu, menurut pernyataan Reza Berenjkar, peneliti kalam dan pengajar Hauzah Ilmiah Qom, jika seseorang hanya mencukupkan diri pada istimbat ajaran agama saja tanpa melakukan pembelaan terhadapnya, maka ia tidak disebut sebagai mutakalim.[6]

Perbedaan Mutakalim dan Filosof

Beberapa perbedaan antara mutakalim dan filosof telah disebutkan sebagai berikut:

  • Mutakalim menganggap dirinya berkewajiban dan berkomitmen untuk membela batas-batas agama; sementara filosof tidak memiliki komitmen untuk membela agama dan tujuannya adalah mengenal hakikat eksistensi dengan metode yang bebas.[7]
  • Mutakalim sejak awal telah menerima akidah agama dan kemudian mencoba membuktikan atau membela hal tersebut;[8] namun filosof tidak bermaksud membuktikan materi yang telah ditentukan sebelumnya.[9]
  • Baik mutakalim maupun filosof keduanya bersandar pada argumentasi akli, dengan perbedaan bahwa mutakalim merujuk pada argumen-argumen yang didasarkan pada prinsip-prinsip seperti baik dan buruk secara akal, Kaidah Luthf, dan Wajib al-Ashlah, namun filosof menjadikan aksioma akal (bedihiyat) seperti "mustahilnya اجتماع و ارتفاع نقیضین (berkumpul maupun terangkatnya dua hal yang kontradiktif)" sebagai landasan argumennya.[10]
  • Mutakalim dan filosof, keduanya membahas mengenai "ada sejauh ia ada" (mawjud bima huwa mawjud), sifat, serta aksidensinya; dengan perbedaan bahwa mutakalim dalam argumentasi maupun silogismenya harus menggunakan premis-premis yang selaras dengan masalah yang telah terbukti melalui lahiriah syariat; namun filosof menggunakan premis-premis yang selaras dengan hukum akal murni; baik itu selaras dengan lahiriah syariat maupun tidak, dan jika tidak selaras dengan lahiriah syariat, maka melalui jalan takwil ia akan menyelaraskannya dengan hukum akal.[11]

Mutakalim Tekstualis dan Rasionalis

Para mutakalim Muslim terbagi menjadi dua kelompok: tekstualis dan rasionalis. Rasionalis dalam pembahasan ilmu kalam merujuk pada pendekatan yang tidak mengabaikan peran akal dan sarana perolehan pengetahuan umum lainnya untuk mengenal makrifat agama. Tekstualisme adalah pendekatan yang memperingatkan penganut agama agar tidak melakukan evaluasi rasional terhadap keyakinan agama dan meyakini bahwa makrifat agama harus diambil dari teks-teks agama dan sumber-sumber wahyu.[12] Dikatakan bahwa Syaikh Shaduq termasuk dalam mutakalim tekstualis, sementara mutakalim seperti Syaikh Mufid, Sayid Murtadha, dan Syaikh Thusi tergolong sebagai representasi pendekatan rasionalis dalam kalam Syiah.[13] Rasionalisme disebutkan sebagai karakteristik terpenting Mazhab Kalam Baghdad[14] dan nash-garayi sebagai karakteristik penting Mazhab Kalam Qom.[15]

Mutakalim Syiah

Prinsip Akidah Mutakalim Syiah

Beberapa prinsip akidah mutakalim Syiah dan perbedaannya dengan mutakalim Ahlusunnah adalah sebagai berikut:

Mutakalim Masyhur Syiah

Beberapa mutakalim masyhur Syiah antara lain:

No Nama Mutakalim Kelahiran Wafat Karya Kalam Terpenting Pendekatan Kalam Mazhab Kalam
1 Hisyam bin al-Hakam Awal abad ke-2/8 179/795-96 al-Tauhid, al-Imamah
2 Abu Sahl an-Nawbakhti 237/851-52 311/923-24 al-Tanbih fi al-Imamah Rasionalis Baghdad
3 Syaikh Shaduq 305/917-18 381/991-92 al-Tauhid, al-I'tiqadat Tekstualis Qom
4 Syaikh Mufid 336/947-48 atau 338/949-50 413/1022-23 Awa'il al-Maqalat, Tashih al-I'tiqadat Rasionalis Baghdad
5 Sayid Murtadha 355/965-66 436/1044-45 al-Syafi, Tanzih al-Anbiya Rasionalis Baghdad
6 Syaikh Thusi 385/995-96 460/1067-68 Tamhid al-Ushul, Kitab al-Ghaibah Rasionalis Baghdad
7 Sadiduddin al-Himmasi al-Razi 485/1092-93 585/1189-90 al-Munqidz min al-Taqlid wa al-Mursyid ila al-Tauhid Rasionalis Hillah
8 Ibnu Maitsam al-Bahrani 636/1238-39 679/1280-81 atau 699/1299-1300 Qawa'id al-Maram Rasionalis Hillah
9 Khwaja Nashiruddin al-Thusi 597/1200-01 672/1273-74 Tajrid al-I'tiqad, Qawa'id al-'Aqaid Rasionalis
10 Allamah al-Hilli 648/1250-51 726/1325-26 Kasyf al-Murad, Nahj al-Haq Rasionalis Hillah
11 Abdurrazzaq al-Lahiji 1072/1661-62 Gowhar-e Morad, Syawariq al-Ilham Rasionalis
12 Sayid Nurullah Husseini Syusytari 956/1549-50 1019/1610-11 Ihaq al-Haq
13 Muhammad Hasan al-Mudhaffar 1301/1883-84 1375/1955-56 Dalail al-Shidq
14 Ja'far Subhani 1929-30 Masih Hidup Muhadharat fi al-Ilahiyat Rasionalis

Catatan Kaki

  1. Dehkhoda, Loghat-nameh, di bawah lema "Mutakalim".
  2. al-Iji, al-Mawaqif fi 'Ilm al-Kalam, Alam al-Kutub, hal. 7.
  3. Al-Farabi, Ihsha' al-'Ulum, 1996 M, hal. 84.
  4. Berenjkar, Rauisy-syenasi 'Ilm-e Kalam, 1391 HS, hal. 22.
  5. Lihat: Berenjkar, Rauisy-syenasi 'Ilm-e Kalam, 1391 HS, hal. 22-23; "Sokhanrani-ye Mustafa Malekian dar Ronamayi az Ketab-e Falsafeh-ye Andisheh-ye Dini", Situs Fashlnameh Naqd-e Ketab: Falsafeh wa Akhlaq.
  6. Berenjkar, Rauisy-syenasi 'Ilm-e Kalam, 1391 HS, hal. 23.
  7. Motahhari, Asy-nayi ba Ulum-e Eslami: Bakhsy-e Falsafeh, 1388 HS, hal. 179.
  8. Hassanzadeh Amuli, Ma'atsir al-Atsar, 1386 HS, jld. 2, hal. 101.
  9. "Farq-e Filsof wa Hakim", Situs Barnameh Ma'refat.
  10. Motahhari, Asy-nayi ba Ulum-e Eslami: Bakhsy-e Falsafeh, 1388 HS, hal. 178-179.
  11. Lahiji, Syawariq al-Ilham, 1428 H, jld. 1, hal. 70.
  12. Syariatmadari dan Tavakoli Mohammadi, "Aql-garayi wa Nash-garayi dar Kalam-e Eslami ba Barresi-ye Didgah-e Syaikh Thusi wa Ibn Idris", hal. 30.
  13. Syariatmadari dan Tavakoli Mohammadi, "Aql-garayi wa Nash-garayi dar Kalam-e Eslami ba Barresi-ye Didgah-e Syaikh Thusi wa Ibn Idris", hal. 33.
  14. Farmanian dan Sadeqi Kasjani, Negahi beh Tarikh-e Tafakkur-e Imamiyah, 1394 HS, hal. 57.
  15. Ja'fari, "Moqayeseh-i miyan-e do Maktab-e Fekri-ye Syiah dar Qom wa Baghdad dar Qarn-e Chaharom-e Hejri", hal. 16.
  16. Subhani, al-Inshaf fi Masail-e dama fiha al-Khilaf, jld. 3, hal. 34.
  17. Sebagai contoh lihat: Bahrani, Qawa'id al-Maram fi 'Ilm al-Kalam, 1406 H, hal. 101.
  18. Allamah al-Hilli, Nahj al-Haq wa Kasyf al-Shidq, Dar al-Kitab, hal. 101.
  19. Allamah al-Hilli, Kasyf al-Murad fi Syarh Tajrid al-I'tiqad, 1437 H, hal. 497-498.

Daftar Pustaka

  • al-Iji, Abdurrahman bin Ahmad. al-Mawaqif fi 'Ilm al-Kalam. Beirut, Alam al-Kutub, tanpa tahun.
  • Bahrani, Ibnu Maitsam. Qawa'id al-Maram ila 'Ilm al-Kalam. Qom, Maktabah Ayatullah Mar'asyi Najafi, Cetakan Kedua, 1406 H.
  • Berenjkar, Reza. Rauisy-syenasi 'Ilm-e Kalam. Qom, Muassasah Ilmi Farhangi Dar al-Hadits, Cetakan Pertama, 1391 HS.
  • Dehkhoda, Ali Akbar. Loghat-nameh. Teheran, Muassasah Entesyarat wa Chap-e Danesy-gah-e Teheran, 1377 HS.
  • Ja'fari, Ya'qub. "Moqayeseh-i miyan-e do Maktab-e Fekri-ye Syiah dar Qom wa Baghdad dar Qarn-e Chaharom-e Hejri". Dalam Maqalat-e Farsi (Majmu'eh Maqalat-e Kongre Syaikh Mufid, jld. 69), Qom, Kongre Jahani Hezare-ye Syaikh Mufid, Cetakan Pertama, 1413 H.
  • Hassanzadeh Amuli, Hassan. Ma'atsir al-Atsar. Qom, Entesyarat-e Alif. Lam. Mim, 1386 HS.
  • "Sokhanrani-ye Mustafa Malekian dar Ronamayi az Ketab-e Falsafeh-ye Andisheh-ye Dini", Situs 3danet, Tanggal kunjungan: 25 Bahman 1400 HS.
  • Syariatmadari, Hamidreza dan Murtadha Tavakoli Mohammadi. "Aql-garayi wa Nash-garayi dar Kalam-e Eslami ba Barresi-ye Didgah-e Syaikh Thusi wa Ibn Idris". Pazhuhesygah-e Kalam, Nomor 1, Musim Gugur dan Musim Dingin 1393 HS.
  • Allamah al-Hilli, Hasan bin Yusuf. Nahj al-Haq wa Kasyf al-Shidq. Beirut, Dar al-Kitab al-Lubnani, Cetakan Pertama, 1982 M.
  • Allamah al-Hilli, Hasan bin Yusuf. Kasyf al-Murad fi Syarh Tajrid al-I'tiqad. Qom, Muassasah al-Nasyr al-Islami, Cetakan Keenam Belas, 1437 H.
  • Al-Farabi, Muhammad bin Muhammad. Ihsha' al-'Ulum. Beirut, Dar wa Maktabah al-Hilal, 1996 M.
  • Farmanian, Mahdi dan Mustafa Sadeqi Kasjani. Negahi beh Tarikh-e Tafakkur-e Imamiyah; az Aghaz ta Zhuhur-e Safawiyyah. Qom, Pazhuhesygah-e Ulum wa Farhang-e Eslami, Cetakan Pertama, 1394 HS.
  • "Farq-e Filsof wa Hakim", Situs Barnameh Ma'refat, Tanggal posting materi: 3 Dey 1389 HS, Tanggal kunjungan: 26 Bahman 1400 HS.
  • Lahiji, Abdurrazzaq. Syawariq al-Ilham. Qom, Muassasah Imam Sadiq as, 1428 H.
  • Motahhari, Morteza. Asy-nayi ba Ulum-e Eslami: Bakhsy-e Falsafeh. Qom, Entesyarat-e Sadra, 1388 HS.