Konsep:Fadhl bin Sahl al-Sarakhsi
| Nama lengkap | Fadhl bin Sahl bin Abdullah |
|---|---|
| Julukan | Dzul Ri'asatain / Abu al-Abbas |
| Terkenal dengan | Menteri Al-Ma'mun al-Abbasi |
| Afiliasi agama | Islam |
| Kerabat termasyhur | Sahl bin Abdullah (Ayah), Hasan bin Sahl (Saudara) |
| Lahir | Sarakhs (kota di Khurasan) |
| Tempat tinggal | Khurasan |
| Wafat | Sarakhs, Tahun 202 atau 203 H |
| Dikenal sebagai | Menteri Al-Ma'mun al-Abbasi |
Fadhl bin Sahl al-Sarakhsi (bahasa Arab:الفضل بن سهل السرخسي) bergelar Dzul Ri'asatain (pemilik dua kepemimpinan) adalah menteri Al-Ma'mun al-Abbasi yang dianggap oleh sebagian orang sebagai pengusul pengangkatan Imam Ridha as sebagai Putra Mahkota; meskipun Syaikh al-Shaduq dengan bersandar pada permusuhan Fadhl dengan Imam Ridha as, menolak klaim ini dan meyakini bahwa Al-Ma'mun memilih Imam Ridha as sebagai putra mahkota karena nazar pribadi.
Berdasarkan beberapa laporan, Imam Ridha as membongkar konspirasi tersembunyi Fadhl terhadap Al-Ma'mun dan menegurnya karena niat buruknya terhadap Al-Ma'mun.
Fadhl memiliki peran besar dalam Gerakan Penerjemahan dan penyebaran ilmu pengetahuan pada masa Al-Ma'mun. Ia dibunuh atas perintah Al-Ma'mun pada tahun 202 atau 203 H.
Peran Fadhl dalam Pengangkatan Imam Ridha as sebagai Putra Mahkota
Dilaporkan bahwa sebagian orang meyakini usulan pengangkatan Imam Ridha as sebagai Putra Mahkota diajukan oleh Fadhl bin Sahl.[1] Menurut Al-Thabari, Bani Abbasiyah meyakini bahwa penunjukan Imam Ridha as sebagai pengganti adalah rencana Fadhl dan mereka memprotesnya.[2]
Na'im bin Hazim, salah satu orang dekat Al-Ma'mun, berpendapat bahwa dengan menjadikan Imam Ridha as sebagai putra mahkota, Fadhl bermaksud memindahkan kekuasaan dari Bani Abbasiyah ke Alawiyyin dan dengan tipu muslihat menyerahkannya kepada orang-orang Iran.[3] Menurut sebagian peneliti, pengutusan Raja' bin Abi Dhahak, salah satu kerabat Fadhl, untuk membawa Imam Ridha as dari Madinah ke Marw juga menjadi bukti atas klaim ini.[4]
Sebaliknya, sekelompok orang seperti Syaikh al-Shaduq dan Abu al-Faraj al-Isfahani, sejarawan abad ke-4, meyakini bahwa Al-Ma'mun telah bernazar jika ia menang atas saudaranya, Al-Amin, ia akan mengembalikan kekhalifahan kepada Alawiyyin; oleh karena itu ia mengambil keputusan ini[5] dan itu bukan keputusan Fadhl; karena Fadhl sangat memusuhi Imam Ridha as[6] dan dengki kepada beliau.[7] Juga menurut laporan Syaikh al-Shaduq dalam kitab Uyun Akhbar al-Ridha, Al-Ma'mun menganggap keputusan ini sebagai keputusan pribadi.[8]
Syaikh al-Mufid berpendapat bahwa ketika Fadhl dan saudaranya (Hasan bin Sahl) menyadari keseriusan keputusan Al-Ma'mun untuk menjadikan Imam Ridha as sebagai pengganti, mereka menahan diri untuk tidak menentang Al-Ma'mun.[9] Menurut sebagian peneliti sejarah Syiah, penunjukan Imam Ridha as sebagai pengganti adalah keputusan Al-Ma'mun dan Fadhl berperan sebagai penasihat, dan penyandaran hal itu kepada Fadhl dikemukakan oleh lawan-lawannya yang memiliki fanatisme Arab.[10]
Dua Pandangan tentang Fadhl
Sebagian sejarawan menganggap Fadhl bin Sahl sebagai Syiah.[11] Juga Syaikh al-Shaduq membawakan sebuah riwayat dari Imam Ridha as tentang kedudukan Fadhl, namun segera mengisyaratkan bahwa ia melihatnya di beberapa naskah dan tidak menukilnya dari siapapun.[12] Selain itu, sebagian peneliti meragukan kesahihan riwayat ini.[13]
Menurut laporan Syaikh al-Shaduq, Fadhl bin Sahl bermaksud membunuh Al-Ma'mun dan bermusyawarah dengan Imam Ridha as mengenai hal ini, namun beliau menegur dan melaknat Fadhl.[14] Menurut sebagian sejarawan, Fadhl bin Sahl menyembunyikan beberapa urusan dan kejadian masyarakat dari Al-Ma'mun, namun Imam Ridha as memberitahunya tentang hal ini. Al-Ma'mun menyadari penyembunyian Fadhl dengan memeriksa para pembesar pemerintahan, dan inilah yang menyebabkan ia berburuk sangka kepada Fadhl bin Sahl.[15]
Menurut Syaikh al-Shaduq, Fadhl mendekati salah satu sahabat dekat Imam, Hisyam bin Ibrahim al-Rasyidi, untuk memata-matai Imam agar ia memindahkan berita-berita beliau kepada Fadhl dan Al-Ma'mun.[16] Dalam sumber-sumber Syiah seperti Al-Kafi dan Al-Irsyad disebutkan bahwa Fadhl menyarankan kepada Al-Ma'mun untuk memulangkan Imam dari pelaksanaan Salat Idul Fitri.[17]
Kepribadian dan Kedudukan
Dikatakan bahwa Fadhl bin Sahl al-Sarakhsi,[18] yang dikenal dengan "Dzul Ri'asatain"[19] yang bermakna pemilik dua kepemimpinan (kepemimpinan perang dan kepemimpinan diwan/administrasi) berasal dari keluarga pra-Islam yang memerintah di Iran.[20] Ia lahir di Sarakhs.[21]
Berdasarkan sumber-sumber sejarah, setelah masuk ke istana Al-Ma'mun,[22] dari tahun 196 H hingga 202 H, dengan keahlian dalam ilmu nujum (astronomi),[23] Fadhl menjadi penasihat[24] dan menteri Al-Ma'mun.[25] Fadhl memainkan peran penting dalam gerakan penerjemahan pada masa Al-Ma'mun.[26] Ia memiliki pengaruh besar di istana Al-Ma'mun.[27] Dikatakan bahwa Fadhl bin Sahl juga terdapat dalam sanad hadis dari Nabi Muhammad saw.[28]
Menurut laporan beberapa sumber, Fadhl bin Sahl dibunuh pada tahun 202 H[29] atau tahun 203 H[30] atas perintah Al-Ma'mun di sebuah pemandian di Sarakhs, sebuah kota di Khurasan,[31].[32] Dilaporkan bahwa untuk menghilangkan tuduhan dari dirinya, Al-Ma'mun mengangkat Hasan bin Sahl menjadi menteri dan berkabung untuk Fadhl.[33]
Catatan Kaki
- ↑ Al-Baihaqi, Tarikh-e Baihaqi, jld. 1, hlm. 170; Ibn al-Atsir, Al-Kamil fi al-Tarikh, 1385 H, jld. 6, hlm. 197.
- ↑ Al-Thabari, Tarikh al-Thabari, 1387 HS, jld. 8, hlm. 554.
- ↑ Al-Jahsyiyari, Kitab al-Wuzara' wa al-Kuttab, 1408 H, hlm. 203.
- ↑ Al-Duri, Al-'Ashr al-'Abbasi al-Awwal, 1997 M, hlm. 162.
- ↑ Syaikh al-Shaduq, Uyun Akhbar al-Ridha, 1378 H, jld. 2, hlm. 166; Abu al-Faraj al-Isfahani, Maqatil al-Thalibiyyin, 1374 HS, hlm. 454.
- ↑ Syaikh al-Shaduq, Uyun Akhbar al-Ridha, 1378 H, jld. 2, hlm. 166.
- ↑ Syaikh al-Shaduq, Uyun Akhbar al-Ridha, 1378 H, jld. 2, hlm. 153.
- ↑ Syaikh al-Shaduq, Uyun Akhbar al-Ridha, 1378 H, jld. 2, hlm. 151.
- ↑ Syaikh al-Mufid, Al-Irsyad, 1413 H, jld. 2, hlm. 261.
- ↑ Syahrokhi, "Wakavi-ye Ravabith-e Fadhl bin Sahl ba Imam Ridha as", hlm. 84.
- ↑ Ibn al-Atsir, Al-Kamil fi al-Tarikh, 1385 H, jld. 6, hlm. 197.
- ↑ Syaikh al-Shaduq, Uyun Akhbar al-Ridha, 1378 H, jld. 2, hlm. 154.
- ↑ Syahrokhi, "Wakavi-ye Ravabith-e Fadhl bin Sahl ba Imam Ridha as", hlm. 86.
- ↑ Syaikh al-Shaduq, Uyun Akhbar al-Ridha, 1378 H, jld. 2, hlm. 163.
- ↑ Al-Thabari, Tarikh al-Thabari, 1387 HS, jld. 8, hlm. 564-565; Ibnu Khaldun, Tarikh Ibn Khaldun, 1408 H, jld. 3, hlm. 312.
- ↑ Syaikh al-Shaduq, Uyun Akhbar al-Ridha, 1378 H, jld. 2, hlm. 153.
- ↑ Al-Kulaini, Al-Kafi, 1407 H, jld. 1, hlm. 490; Syaikh al-Mufid, Al-Irsyad, 1413 H, jld. 2, hlm. 265.
- ↑ Ibnu Khallikan, Wafayat al-A'yan, Dar al-Fikr, jld. 4, hlm. 41.
- ↑ Al-Kulaini, Al-Kafi, 1407 H, jld. 1, hlm. 490.
- ↑ Al-Khathib al-Baghdadi, Tarikh Baghdad, 1417 H, jld. 12, hlm. 336.
- ↑ Al-Zirikli, Al-A'lam, 1989 M, jld. 5, hlm. 149.
- ↑ Al-Khathib al-Baghdadi, Tarikh Baghdad, 1417 H, jld. 12, hlm. 336.
- ↑ Al-Dinawari, Al-Akhbar al-Thiwal, 1368 HS, hlm. 395.
- ↑ Al-Thabari, Tarikh al-Thabari, 1387 HS, jld. 8, hlm. 403; Ibnu Khallikan, Wafayat al-A'yan, Dar al-Fikr, jld. 4, hlm. 41.
- ↑ Zambaur, Nasabnameh-ye Kholafa va Syahriaran, 1356 HS, hlm. 6.
- ↑ Al-Qifthi, Tarikh al-Hukama, Jerman, hlm. 242.
- ↑ Al-Ya'qubi, Tarikh al-Ya'qubi, Dar Shadir, jld. 2, hlm. 450.
- ↑ Al-Khathib al-Baghdadi, Tarikh Baghdad, 1417 H, jld. 12, hlm. 337.
- ↑ Al-Thabari, Tarikh al-Thabari, 1387 HS, jld. 8, hlm. 565; Al-Mas'udi, Muruj al-Dzahab, 1409 H, jld. 3, hlm. 441.
- ↑ Syaikh al-Shaduq, Uyun Akhbar al-Ridha, 1378 H, jld. 2, hlm. 166; Ibnu Qutaibah, Al-Ma'arif, 1992 M, hlm. 390.
- ↑ Al-Mas'udi, Muruj al-Dzahab, 1409 H, jld. 3, hlm. 441.
- ↑ Ibnu Khaldun, Tarikh Ibn Khaldun, 1408 H, jld. 3, hlm. 312; Ibnu Khallikan, Wafayat al-A'yan, Dar al-Fikr, jld. 4, hlm. 44.
- ↑ Ibnu 'Imrani, Al-Anba' fi Tarikh al-Khulafa, 1421 H, hlm. 99.
Daftar Pustaka
- Abu al-Faraj al-Isfahani, Ali bin Husain. Maqatil al-Thalibiyyin. Qom, Al-Syarif al-Radhi, 1374 HS.
- Al-Baihaqi, Muhammad bin Husain. Tarikh-e Baihaqi. Teheran, Donyaye Ketab, Tanpa tahun.
- Al-Dinawari, Abu Hanifah Ahmad bin Daud. Al-Akhbar al-Thiwal. Riset oleh Abdul Mun'im Amir, Dirujuk oleh Jamaluddin Syiyal, Qom, Mansyurat al-Radhi, 1368 HS.
- Al-Duri, Abdul Aziz. Al-'Ashr al-'Abbasi al-Awwal. Beirut, Dar al-Thali'ah lil Thiba'ah wa al-Nasyr, 1997 M.
- Al-Jahsyiyari, Muhammad bin Abdus. Kitab al-Wuzara' wa al-Kuttab. Beirut, Dar al-Fikr al-Hadits, 1408 H.
- Al-Khathib al-Baghdadi, Ahmad bin Ali. Tarikh Baghdad. Beirut, Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 1417 H.
- Al-Kulaini, Muhammad bin Ya'qub. Al-Kafi. Riset oleh Ali Akbar Ghaffari dan Muhammad Akhundi, Teheran, Dar al-Kutub al-Islamiyyah, Cetakan keempat, 1407 H.
- Al-Mas'udi, Ali bin Husain. Muruj al-Dzahab wa Ma'adin al-Jauhar. Riset oleh As'ad Daghir, Qom, Dar al-Hijrah, Cetakan kedua, 1409 H.
- Al-Qifthi, Ali bin Yusuf. Tarikh al-Hukama. Jerman, Tanpa penerbit, Tanpa tahun.
- Al-Thabari, Muhammad bin Jarir. Tarikh al-Thabari (Tarikh al-Umam wa al-Muluk). Riset oleh Muhammad Abu al-Fadhl Ibrahim, Beirut, Dar al-Turats, Cetakan kedua, 1387 HS.
- Al-Ya'qubi, Ahmad bin Abi Ya'qub. Tarikh al-Ya'qubi. Beirut, Dar Shadir, Tanpa tahun.
- Al-Zirikli, Khairuddin. Al-A'lam (Qamus Tarajim li Asyhar al-Rijal wa al-Nisa' min al-Arab wa al-Musta'ribin wa al-Mustasyriqin). Beirut, Dar al-Ilm lil Malayin, Cetakan kedelapan, 1989 M.
- Ibn al-Atsir, Ali bin Muhammad. Al-Kamil fi al-Tarikh. Beirut, Dar Shadir, 1385 H.
- Ibnu 'Imrani, Muhammad bin Ali. Al-Anba' fi Tarikh al-Khulafa. Kairo, Dar al-Afaq al-'Arabiyyah, 1421 H.
- Ibnu Babawaih (Syaikh al-Shaduq), Muhammad bin Ali. Uyun Akhbar al-Ridha as. Riset oleh Mahdi Lajurdi, Teheran, Jahan, Cetakan pertama, 1378 H.
- Ibnu Khaldun, Abdurrahman bin Muhammad. Tarikh Ibn Khaldun (Diwan al-Mubtada' wa al-Khabar fi Tarikh al-Arab wa al-Barbar wa man 'Asharahum min Dzawi al-Sya'n al-Akbar). Riset oleh Khalil Syahadah, Beirut, Dar al-Fikr, Cetakan kedua, 1408 H.
- Ibnu Khallikan, Ahmad bin Muhammad. Wafayat al-A'yan wa Anba' Abna' al-Zaman. Beirut, Dar al-Fikr, Tanpa tahun.
- Ibnu Qutaibah, Abdullah bin Muslim. Al-Ma'arif. Riset oleh Tsarwat Ukasyah, Kairo, Al-Haiah al-Mishriyyah al-'Ammah lil Kitab, Cetakan kedua, 1992 M.
- Syahrokhi, Sayid Alauddin. "Wakavi-ye Ravabith-e Fadhl bin Sahl ba Imam Ridha as". Faslnameh-ye Syiah Syenasi, No. 71, Musim Gugur 1399 HS.
- Syaikh al-Mufid, Muhammad bin Muhammad. Al-Irsyad fi Ma'rifat Hujajillah 'ala al-'Ibad. Riset oleh Muassasah Aal al-Bait as, Qom, Kongres Syaikh Mufid, Cetakan pertama, 1413 H.
- Zambaur, Eduard von. Nasabnameh-ye Kholafa va Syahriaran va Sir-e Tarikhi-ye Havadits-e Eslam (Manual de Genealogie et de Chronologie pour I'histoire de I'Islam). Teheran, Khayyam, 1356 HS.