Lompat ke isi

Konsep:Etan Kohlberg

Dari wikishia

c || || || || || || || || editorial box

Etan Kohlberg
Di antara pakar Syiah yang paling terkenal dari kalangan Yahudi
Afiliasi agamaYahudi
LahirTel Aviv, 1943
Tempat tinggalIsrael
Guru-guruSamuel Istern • Richard Valzir
Murid-muridMaʾir Mikhaʾil Baraʾasyar
Karya pentingKitabkhaneh Ibn Thawus wa Ahwal wa Atsar-e U • Aqaid wa Feqh-e Syiah Imamiyah
AktivitasPeneliti Syiah di bidang Sejarah, Akidah, dan fikih


Etan Kohlberg adalah seorang orientalis Israel yang ahli dalam studi tentang Syiah dan Islam secara umum. Banyak kalangan menganggap karyanya sebagai titik balik dalam perkembangan studi tentang Syiah di kalangan para orientalis Yahudi.

Di antara para islamis Israel, Kohlberg dikenal sebagai peneliti pertama yang fokus pada bidang sejarah Syiah dan turut membina generasi penerus dalam kajian tersebut. Ia menempati jabatan tertinggi dalam studi Islam di Israel. Penghargaan EMET (seni, sains, dan budaya nasional Israel) juga pernah diberikan kepadanya atas kontribusi uniknya dalam studi Islam, khususnya mazhab Imamiyah.

Bidang penelitian Kohlberg meliputi teologi Islam, fikih, sejarah, serta sumber-sumber Syiah — terutama Imamiyah. Metodenya dalam studi Syiah sering kali digambarkan sebagai pendekatan historis-kritis terhadap perkembangan Syiah dan pembahasan masalah-masalah kontroversial serta debat antar aliran Islam, khususnya Syiah. Lebih dari seratus sepuluh karya ilmiah telah ditulis oleh Kohlberg dalam bidang syiʿah-shinasi dan islam-shinasi.

Sejumlah karyanya yang penting termasuk:

  • Kitabkhaneh Ibn Thawus wa Ahwal wa Atsar-e U (Perpustakaan Ibn Thawus dan Riwayat Hidup serta Karyanya) (1993),
  • Az Imamiyah Ta Itsna 'Asyariyah (Dari Imamiyah hingga Itsna 'Asy'ariyah) (1976),
  • Aqaid wa Feqh-e Syiah Imamiyah (Aqidah dan Fikih Mazhab Syiah Imamiyah) (1991).

Salah satu konsep penting dalam pemikirannya adalah evolusi bertahap Syiah. Pandangan ini pun tidak luput dari kritik; salah satunya menyatakan bahwa Kohlberg melakukan seleksi berdasarkan preferensi pribadi dalam memilih riwayat untuk mendukung argumennya, padahal ada banyak riwayat lain yang bertentangan dengan pandangannya.

Posisi dan Pengakuan Akademik

Etan Kohlberg merupakan salah satu pakar studi Syiah dan Islam yang paling produktif dari Israel.[1] Ia juga menjadi anggota Akademi Ilmu Pengetahuan Humaniora Israel.[2] Setelah Ignace Goldziher (W. 1912), Kohlberg dianggap sebagai salah satu orientalis Yahudi paling terkenal.[3]

Ia dikenal sebagai pelopor dan pendidik studi tentang sejarah Syiah di lingkaran akademisi Israel. [4]Karya-karyanya merupakan titik balik dalam studi tentang Syiah di kalangan para orientalis Yahudi. dan menjadi panutan bagi generasi berikutnya.[5] Alasan utama ketenarannya adalah fokusnya pada mazhab Syiah,[6] serta penerjemahan dan pengkritikan karyanya dalam bahasa Arab, Persia, dan Turki.[7]

Pandangan-pandangan Kohlberg mengenai Syiah telah mendapat banyak tanggapan kritis dari berbagai sudut pandang, seperti analisisnya tentang sejarah hidup para Imam as[8] dan beberapa doktrin fiqih Syiah.[9]

Selain kritik terhadap isi tulisan-tulisannya, ia juga mendapat kritik terhadap metode penelitiannya, antara lain:

  • Adanya kesan subjektivitas atau bias dalam beberapa pandangan,
  • Upaya memperbesar perpecahan di kalangan muslimin,
  • Menampilkan citra pasif tentang pemikiran Syiah,
  • Pendekatan selektif terhadap Hadits,
  • Dan upaya melemparkan keraguan terhadap ajaran-ajaran Syiah.[10]

Sebagai contoh, Kohlberg sering kali bersikeras bahwa dasar-dasar keyakinan Syiah berasal dari aliran-aliran dan sekte-sekte Islam lainnya, sehingga dianggap ada unsur subjektivitas dalam interpretasinya.[11]

Kohlberg adalah pemegang kursi tertinggi dalam studi Islam di Israel.[12] Kohlberg saat ini menjabat sebagai profesor terkemuka dalam studi Islam di Universitas Ibrani Yerusalem.[13] Pada tahun 2008 M, ia dianugerahi Penghargaan Rothschild, sebuah penghargaan prestisius yang diberikan kepada individu yang dinilai memberikan kontribusi besar terhadap nilai-nilai Yahudi.[14] Selain itu, ia juga mendapatkan Penghargaan EMET, yaitu penghargaan nasional di bidang seni, ilmu pengetahuan, dan budaya Israel, karena jasa-jasanya dalam studi Islam, khususnya studi Syiah.[15]

Karya “Perpustakaan Ibn Thawus wa Ahwal wa Atsar U” yang dianggap sebagai salah satu karya penting Kohlberg.[16]

Pada tahun 2009, sebuah karya kolektif bertajuk Tsamarah Chehel Saleh Pazhuhesy dar Tasyayyu‘-e Imami (Buah Empatpuluh Tahun Penelitian tentang Syiah Imami) diterbitkan di Prancis, atas prakarsa Muhammad Ali Amir Mu‘izzi, pakar Syiah Iran yang mengajar di Universitas Paris, dan Meir Michael Bar-Asyer, murid Kohlberg dan pakar Syiah dari Israel.[17]

Bidang Kajian dan Karakteristik Penelitian

Bidang penelitian Etan Kohlberg meliputi teologi Islam, fikih, sejarah, dan sumber-sumber Syiah — khususnya mazhab Imamiyah.[18] Dari segi tema, karya-karyanya bisa dikategorikan ke dalam beberapa bidang penting:

  • Penulisan biografi tokoh-tokoh terkemuka (termasuk Imam-imam Syiah),
  • Studi tentang Ilmu Rijal dan sanad hadis,
  • Sejarah perkembangan Syiah,
  • Pelestarian warisan intelektual (identifikasi, kritik tekstual, rekonstruksi, dan verifikasi naskah-naskah kuno),
  • Serta Fiqh al-Hadis.[19]

Metode kerja Kohlberg dalam studi Syiah digambarkan sebagai pendekatan historis-kritis terhadap perkembangan ajaran Syiah,[20] dengan fokus pada isu-isu kontroversial di antara aliran-aliran Islam, terutama mazhab Syiah.[21] Ia dikenal sangat teliti dalam mempelajari Ushuluddin dan Furu'uddin dalam tradisi Syiah, terutama yang berkaitan dengan hadis-hadis Syiah.[22]

Menurut para ahli, dalam karya-karyanya mengenai keyakinan dasar Syiah seperti imamah dan mahdawiyat, Kohlberg melakukan analisis yang mendalam dan sistematis.[23]

Ciri Positif dalam Pendekatan Penelitiannya

Beberapa keunggulan Kohlberg dalam kajian akademik adalah:[24]

  • Luasnya cakupan studi yang ia tekuni,
  • Ketekunan dalam menelusuri sumber dan penguasaan yang baik atas literatur klasik,
  • Pemahaman kuat terhadap fondasi topik yang diteliti,
  • Kesadaran akan dinamika sejarah dan perubahan pemikiran,
  • Serta kemampuan merumuskan teori-teori berdasarkan riset yang rinci.

Sebagai contoh, dalam studinya tentang Al-Ushul al-Arba'ami'a[25], Kohlberg berhasil mengidentifikasi 109 prinsip pokok berdasarkan daftar karya Ibn al-Nadim, kitab Rijal karya Syekh Thusi, Rijal Najasyi dan Ma'alim al-'Ulama.[26]

Pandangan dan Kritik Akademik

Di antara pandangan-pandungan Kohlberg yang menjadi sorotan adalah gagasan-gagasannya tentang perkembangan bertahap Syiah, isu distorsi Al-Qur’an, dan konsep takiyah dari sudut pandang Syiah yang semua ini telah menjadi objek kritik dan diskusi ilmiah.[27]

Evolusi Bertahap Mazhab Syiah

Menurut Kohlberg, doktrin Imamiyah tentang imamah tidak langsung jelas sejak awal, melainkan berkembang secara bertahap sejak masa awal Islam, dan mulai membentuk kerangka yang utuh pada abad kedua hijriah di bawah pemikiran Hisyam bin Hakam.[28]

Gagasan ini menyatakan bahwa konsep imamat tidak berubah sampai masa Imam ke-11, dan baru pada abad keempat hijriah, beberapa prinsip penting ditambahkan atau dikembangkan.[29] Penggunaan istilah Itsna 'Asyariyyah dimulai setelah masa ghaibah shughra, dan hal ini dianggap sebagai bukti bahwa konsep imamat dalam Syiah semakin terstruktur dan disistematisasi seiring waktu.[30]

Pandangan Kohlberg ini mendapat banyak tanggapan kritis.[31] Beberapa ahli menyebut bahwa dalam kumpulan riwayat yang digunakan Kohlberg untuk mendukung argumennya, ada juga riwayat-riwayat lain yang bertentangan dengan pandangannya, namun ia abaikan.[32]

Selain itu, sebagian ulama menilai Kohlberg menggunakan logika yang lemah, yaitu "tidak menemukan bukti = tidak ada bukti". Artinya, ia mengklaim suatu doktrin belum ada hanya karena tidak ditemukan bukti tertulisnya saat itu. Padahal, kita harus menyadari bahwa:

  • Banyak naskah kuno belum tentu selamat hingga hari ini,
  • Beberapa dokumen mungkin disembunyikan atau tidak direkam akibat situasi politik dan sosial saat itu.[33]

Ada juga yang berpendapat bahwa fokus Syiah pada konsep imamat pada akhir masa ghaibah shughra adalah bentuk alami dari perkembangan politik dan budaya setelah naiknya Alu Buwaih, bukan berarti konsep tersebut baru dibuat pada masa itu.[34]

Distorsi Al-Qur'an Menurut Syiah

Menurut beberapa sumber, Kohlberg berpendapat bahwa setidaknya sebagian besar komunitas Syiah pada masa sebelum ghaibah meyakini adanya distorsi dalam Al-Qur'an.[35] Menurutnya, pada masa setelah ghaib, keyakinan ini direvisi, dan Syekh Shaduq merupakan ulama Syiah pertama yang memberikan argumen tentang Keterjagaan Al-Qur'an dari Penyimpangan.[36] Pendapat Kohlberg ini mendapat beberapa kritik;[37] di antaranya: riwayat-riwayat tentang distorsi Al-Qur'an, yang menurut Kohlberg banyak ditemukan dalam sumber-sumber hadis Imamiyah, umumnya dianggap palsu, dan dikatakan bahwa banyak di antaranya berasal dari sumber-sumber Sunni yang masuk ke dalam literatur Syiah.[38] Di sisi lain, kandungan riwayat-riwayat tersebut, berdasarkan konteksnya, berkaitan dengan tafsir, sebab turunnya ayat, wahyu non-Qur'ani, dan distorsi makna, bukan distorsi teks ayat Al-Qur'an.[39]

Taqiyyah Menurut Syiah

Menurut beberapa peneliti, Kohlberg menganggap taqiyyah sebagai salah satu faktor pembeda Imamiah dari sekte-sekte Islam lainnya dan sebagai prinsip fundamental dalam mazhab ini.[40] Menurutnya, praktik Syiah pada masa para Imam as dalam mengikuti prinsip ini tidak konsisten, di mana sebagian mendukung dan sebagian lain menentangnya.[41] Beberapa pihak mengkritik pendapat Kohlberg ini;[42] di antaranya: keyakinan terhadap taqiyyah tidak hanya dimiliki oleh Imamiah; taqiyyah merupakan prinsip yang didasarkan pada Al-Qur'an dan Sunnah serta diyakini oleh berbagai mazhab Islam.[43] Ushuluddin dalam Syiah sudah jelas, dan taqiyyah bukan bagian darinya.[44] Perbedaan fatwa ulama Imamiah tentang taqiyyah pada berbagai abad bukan disebabkan oleh perbedaan pendekatan mereka (menerima atau menolak prinsip taqiyyah), melainkan karena perbedaan kondisi mukallaf dalam menghadapi berbagai peristiwa di situasi yang berbeda.[45]

Kehidupan

Etan Kohlberg lahir pada tahun 1943 di Tel Aviv.[46] Ayahnya adalah seorang Yahudi aktif Zionis.[47] Pada tahun 1968, ia meraih gelar magister dengan menulis penelitian tentang pandangan Ahlusunah dan Syiah terhadap Abu Bakar dari Universitas Ibrani Yerusalem.[48] Pada tahun 1971, ia meraih gelar doktor dalam bidang Studi Islam dari Universitas Oxford.[49] Disertasi doktoralnya berjudul "Pandangan Syiah Imamiah terhadap Sahabat Nabi saw" dibimbing oleh Samuel Stern (w. 1969), seorang orientalis, dan Richard Walzer (w. 1975), profesor dalam filsafat Islam.[50] Kohlberg mulai mengajar bahasa dan sastra Arab di Universitas Ibrani Yerusalem pada tahun 1972.[51] Ia mencapai gelar profesor penuh pada tahun 1991 dan pensiun pada tahun 2006.[52] Kohlberg juga pernah mengajar sebagai profesor tamu di universitas-universitas Yale dan Princeton di Amerika.[53]

Karya

Menurut beberapa sumber, dalam pengantar buku penghormatan untuk Kohlberg, tercatat 110 karyanya.[54] Selain penyuntingan ilmiah beberapa karya, bentuk karya Kohlberg meliputi buku, artikel yang diterbitkan dalam jurnal, artikel ensiklopedis, serta laporan dan ulasan buku.[55]

Buku tentang pengenalan dan kritik terhadap pandangan Kolberg mengenai hadis-hadis Imamiyah.

Buku

Buku-buku Kohlberg antara lain:

  • Tashhih Jawami' Adab al-Shufiyyah wa 'Uyub al-Nafs wa Mudawatiha karya Abu Abdurrahman al-Sullami al-Shufi(1976),
  • Aqaid wa Feqh-e Syiah Imamiyah (1991 M)
  • Kitabkhaneh Ibn Thawus wa Ahwal wa Atsar-e U (1993) [56]
  • Wahy wa Tahrif: Kitab al-Qira'ah Ahmad bin Muhammad al-Sayyari (2009).[57]

Dari buku-buku Kohlberg, Tashhih Jawami' Adab al-Shufiyyah wa 'Uyub al-Nafs wa Mudawatiha dan Kitabkhaneh Ibn Thawus wa Ahwal wa Atsar-e U telah diterjemahkan ke dalam bahasa Persia dan diterbitkan; buku pertama termasuk dalam kumpulan karya Abu Abdurrahman al-Sulami yang disunting oleh Nashrullah Purjawadi pada tahun 1369 H[58] dan buku kedua oleh Sayid Ali Qara'i dan Rasul Ja'farian pada tahun 1371 H.[59]

Artikel dalam Jurnal

Artikel Kohlberg yang diterbitkan dalam jurnal mencakup 44 judul dengan tema yang beragam.[60] Sebanyak 17 judul dari artikel-artikel tersebut telah diterbitkan dalam buku Aqaid wa Feqh-e Syiah Imamiyah.[61] Beberapa artikelnya telah diterjemahkan ke dalam bahasa Persia.[62]

  • Nukati Cand Darbore-ye Ruykard-e Imamiyah be Quran (Beberapa Catatan tentang Pendekatan Imamiah terhadap Al-Qur'an). (1972 )
  • Az Imamiyah ta Itsna 'Asyariyah (Dari Imamiah hingga Itsna 'Asyariyyah) (1976)
  • Takamul Andisyeh-ye Jahad dar Aqaid-e Syieyan (Evolusi Pemikiran Jihad dalam Keyakinan Syiah Imamiyah) (1976)
  • Abu Thurab (1978),
  • Isthilah-e Rafidhah dar Isti'malat-e Syiah Imamiyah (Istilah Rafidhah dalam Penggunaan Syiah Imamiyah) (1979)
  • Isthilah Muhaddits dar Syiiyan-e Itsna Asyari (Istilah Muhaddits dalam Syiah Itsna 'Asyariyyah) (1979)
  • Takwin-e Syiah (Pembentukan Syiah) (1983)
  • Musalmanan-e Gheir-e Imami dar Feqh-e Imamiyah (Muslim Non-Imami dalam Fikih Imamiah) (1985)
  • Jaygah-e Waladuzina dar Tasyayyu-e Imami (Status Anak Zina dalam Syiah Imamiah) (1985)
  • Bara'at dar Didgah-e Syiah (Bara'ah dalam Pandangan Syiah) (1986)
  • Ushul Arba'umi'ah (1987)
  • Mutun-e Muqaddas Mu;tabar Nazd-e Syiayan-e Nukhustin (Teks-teks Suci yang Diakui oleh Syiah Awal) (1993)
  • Taqiyyah dar Aqaid wa Mazhab-e Syiayan (Taqiyyah dalam Keyakinan dan Mazhab Syiah) (1995)
  • Nukhustin Karburdha-ye Ishthilahi Itsna 'Asyariyah (Penggunaan Pertama Istilah Itsna 'Asyariyyah secara Terminologis) (2000)
  • Imaman wa Quwa Bashari (Para Imam dan Kekuatan Visual) (2003)
  • Gerayesyat-e Tafasir-e Awwaliyeh Imamiyah wa Naqsy-e Syari dar Anha (Kecenderungan Tafsir Awal Imamiah dan Peran al-Sayyari di Dalamnya) (2007).[63]

Artikel Ensiklopedis

Artikel-artikel yang diterbitkan dalam berbagai ensiklopedia dengan tema utama tokoh-tokoh serta kehidupan dan karya mereka:[64]

  • Ensiklopedia Iranika: 24 artikel, termasuk "Akhbariyah", "Ali bin Abi Thalib", "Baha'uddin al-Amili", "Bihar al-Anwar", "Balaghi, Muhammad Jawad", "Al-Dzari'ah ila Tashanif al-Syiah", "Kejahatan (dalam Perspektif Syiah)", "Halabi, Abu al-Shalah", "Rawandi, Quthbuddin Sa'id", "Al-Kulaini", dan "Fadhl bin Syadzan al-Naisaburi".[65]
  • Ensiklopedia Islam: 19 artikel, termasuk "Muhammad bin Ali Zainal Abidin as", "Musa al-Kazhim as", "Raj'ah", "Al-Rafidhah", "Syahid", "Al-Syahid al-Tsani", "Sulaiman bin Shurad", "Washi", dan "'Uday bin Hatim".[66]
  • Ensiklopedia Lainnya: 4 artikel, termasuk "Ibnu Babawaih" dan "Al-Majlisi" dalam Ensiklopedia Agama, artikel "Al-Qur'an" dalam Ensiklopedia Hebreika, dan artikel "Ja'far al-Shadiq" dalam Ensiklopedia Pemikiran Politik Islam.[67]

Laporan dan Ulasan Buku

Bagian terakhir dari karya Kohlberg adalah laporan dan ulasan buku (reviews) yang mencakup 19 artikel;[68] di antaranya:

  • "Dua Buku dari Nasyi' al-Akbar"
  • "Apa Itu Tasawuf?"
  • "Antologi Prosa dan Puisi Syiah"
  • "Pengenalan terhadap Syiah"
  • "Pemimpin yang Adil dalam Syiah"
  • "Bimbingan Ilahi dalam Syiah Ortodoks, Sumber-sumber Esoterisisme Islam"
  • "Pemikiran Awal Syiah, Ajaran Imam Muhammad al-Baqir as"
  • "Masa Pembentukan Syiah Dua Belas Imam: Hadis sebagai Wacana antara Qom dan Baghdad"[69]

Catatan Kaki

  1. Kohlberg, Imam wa al-Quwa' al-Bashari, terj., hlm. 113.
  2. Muthahhari, Etan Kohlberg wa Hadits al-Imamiyah, 1399 HS, hlm. 35; Barani dan Turgot, Tahqiq wa Tahshil Syakhsiyat-ha-ye Barjasteh wa Marakiz-e Elmi-ye Syi'ah Pazhuhan-e Yahudi, hlm. 19.
  3. Barani dan Turgot, Tahqiq wa Tahshil Syakhsiyat-ha-ye Barjasteh wa Marakiz-e Elmi-ye Syi'ah Pazhuhan-e Yahudi, hlm. 24.
  4. Rahmati, Muthale'at-e Islami dar Felisthin Isyghali:Barresi Ketabsyenasyi, hlm. 305.
  5. Barani dan Turgot, Tahqiq wa Tahshil Syakhsiyat-ha-ye Barjasteh wa Marakiz-e Elmi-ye Syi'ah Pazhuhan-e Yahudi, hlm. 22.
  6. Muthahhari, Etan Kohlberg wa Hadits al-Imamiyah, 1399 SH, hlm. 36; Arani wa Turgot, Tahqiq wa Tahshil Syakhsiyat-ha-ye Barjasteh wa Marakiz-e Elmi-ye Syi'ah Pazhuhan-e Yahudi, hlm. 25.
  7. Barani dan Turgot, Tahqiq wa Tahshil Syakhsiyat-ha-ye Barjasteh wa Marakiz-e Elmi-ye Syi'ah Pazhuhan-e Yahudi, hlm. 22; Ibid., hlm. 25; Muthahhari, Etan Kohlberg wa Hadits al-Imamiyah, 1399 SH, hlm. 95.
  8. Ranjbar, Naqd wa Barresi-e Madkhal-e Imam Ali bin Husain Zain al-'Abidin as, hlm. 223–237; Razaqi Musawi, Barresi-ye Naqdi Athar-e Khawarsyenasan darbareh-ye Imam Kazhim as, hlm. 127–152.
  9. Karimi wa Thabathaba’i Nejad, Tahlil-e Enteqadi Nazharat-e Etan Kohlberg dar Maudhu'-e Jihad az Didgah-e Imamiyah, hlm. 87–111; Zhafari, Naqd-e Nazhariyyah-ye Kohlberg darbareh Walad al-Zina bar asas-e Qanun-e Jaza-e Imamiyah, hlm. 33–53.
  10. Muthahhari, Etan Kohlberg wa Hadits al-Imamiyah, 1399 SH, hlm. 127–140.
  11. Ibid., hlm. 128.
  12. Muthahhari, Etan Kohlberg wa Hadits al-Imamiyah, 1399 SH, hlm. 35.
  13. Muthahhari, Etan Kohlberg wa Hadits al-Imamiyah, 1399 SH, hlm. 35.
  14. Ibid., hlm. 35–36.
  15. Ibid., hlm. 36.
  16. Husaini, Syi'a-Pazhuhi wa Syi'a-Pazhuhan-e Inglizi-zaban, 1387 SH, hlm. 285.
  17. Muthahhari, Etan Kohlberg wa Hadits al-Imamiyah, 1399 SH, hlm. 36.
  18. Husaini, Syi'a-Pazhuhi wa Syi'a-Pazhuhan-e Inglizi-zaban, 1387 SH, hlm. 285.
  19. Muthahhari, Etan Kohlberg wa Hadits al-Imamiyah, 1399 SH, hlm. 62–95.
  20. Rahmati, Mutha'la’at-e Islami dar Filisthn-e Isygali: Barresi Kitabsyenakhti, hlm. 307.
  21. Barani dan Turgot, Tahqiq wa Tahshil Syakhsiyat-ha-ye Barjasteh wa Marakiz-e Elmi-ye Syi'ah Pazhuhan-e Yahudi, hlm. 18.
  22. Muthahhari, Etan Kohlberg wa Hadits al-Imamiyah, 1399 SH, hlm. 36.
  23. Lihat misalnya: Barani dan Turgot, Tahqiq wa Tahshil Syakhsiyat-ha-ye Barjasteh wa Marakiz-e Elmi-ye Syi'ah Pazhuhan-e Yahudi, hlm. 25.
  24. Muthahhari, Etan Kohlberg wa Hadits al-Imamiyah, 1399 SH, hlm. 109-127; Nafisi, Mustasyreqan wa Hadis, hlm. 187.
  25. Muthahhari, Etan Kohlberg wa Hadits al-Imamiyah, 1399 SH, hlm. 113.
  26. Mahrizi, Maktubat-e Haditsi Ashab-e A'immah as, hlm. 8.
  27. Alaviyari, Naqd Nazhariye-i dar Peydayesy-e Syiah Itsna ‘Asyariyyah, hlm. 51–70; Razavi Haftadar dan Sarwi, Naqd Nazhariye-ye Etan Kohlberg dar Tahrif-e Qur'an, hlm. 85.
  28. Kohlberg, Az Imamiyah ta Itsna ‘Asyariyyah, hlm. 201.
  29. Ibid.
  30. Kohlberg, Nukhustin Karburdha-ye Ishthilah-e Itsna ‘Asyariyyah, hlm. 64–67.
  31. Sebagai contoh: Alaviyari, Naqd Nazhariyeh-i dar Peydayesy-e Syiah Itsna ‘Asyariyyah, hlm. 51–70.
  32. Alaviyari, Naqd Nazhariyeh-i dar Peydayesy-e Syiah Itsna ‘Asyariyyah, hlm. 54–57.
  33. Alaviyari, Naqd Nazhariyeh-i dar Peydayesy-e Syiah Itsna ‘Asyariyyah, hlm. 62.
  34. Alaviyari, Naqd Nazhariyeh-i dar Peydayesy-e Syiah Itsna ‘Asyariyyah, hlm. 70.
  35. Muthahhari, Etan Kohlberg wa Hadits-e Imamiyah, 1399 H, hlm. 127; Raza'i Haftadar dan Sarwi, Naqd-e Nazhariye-ye Etan Kohlberg dar Tahrif-e Quran, hlm. 84.
  36. Muthahhari, Etan Kohlberg wa Hadits-e Imamiyah, 1399 H, hlm. 127; Reza'i Haftadar dan Sarwi, Naqd-e Nazhariye-ye Etan Kohlberg dar Tahrif-e Quran, hlm. 84.
  37. Sebagai contoh, lihat: Reza'i Haftadar dan Sarwi, Naqd-e Nazhariye-ye Etan Kohlberg dar Tahrif-e Quran, hlm. 84-85.
  38. Reza'i Haftadar dan Sarwi, Naqd-e Nazhariye-ye Etan Kohlberg dar Tahrif-e Quran, hlm. 85.
  39. Reza'i Haftadar dan Sarwi, Naqd-e Nazhariye-ye Etan Kohlberg dar Tahrif-e Quran, hlm. 85.
  40. Ma'arif dkk., Naqdi Riwai-Kalami bar Didgah-e Etan Kohlberg dar Maudhu'-e Taqiyyah az Manzhar-e Syiah, hlm. 156.
  41. Ma'arif dkk., Naqdi Riwai-Kalami bar Didgah-e Etan Kohlberg dar Maudhu'-e Taqiyyah az Manzhar-e Syiah, hlm. 156.
  42. Sebagai contoh, lihat: Ma'arif dkk., Naqdi Riwai-Kalami bar Didgah-e Etan Kohlberg dar Maudhu'-e Taqiyyah az Manzhar-e Syiah, hlm. 155-176.
  43. Ma'arif dkk., Naqdi Riwai-Kalami bar Didgah-e Etan Kohlberg dar Maudhu'-e Taqiyyah az Manzhar-e Syiah, hlm. 157-158.
  44. Ma'arif dkk., Naqdi Riwai-Kalami bar Didgah-e Etan Kohlberg dar Maudhu'-e Taqiyyah az Manzhar-e Syiah, hlm. 158-160.
  45. Ma'arif dkk., Naqdi Riwai-Kalami bar Didgah-e Etan Kohlberg dar Maudhu'-e Taqiyyah az Manzhar-e Syiah, hlm. 175-176.
  46. Kohlberg, Kitabkhaneh Ibn Thawus, Kata Pengantar Penerjemah, 1371 H, hlm. 11.
  47. Muthahhari, Etan Kohlberg wa Hadits-e Imamiyah, 1399 H, hlm. 34.
  48. Muthahhari, Etan Kohlberg wa Hadits-e Imamiyah, 1399 H, hlm. 34.
  49. Husaini, Syiah-Pazhuhi wa Syiah-Pazhuhan-e Inglizi-zaban, 1387 H, hlm. 284-285.
  50. Muthahhari, Etan Kohlberg wa Hadits-e Imamiyah, 1399 H, hlm. 34-35.
  51. Husaini, Syiah-Pazhuhi wa Syiah-Pazhuhan-e Inglizi-zaban, 1387 H, hlm. 285.
  52. Muthahhari, Etan Kohlberg wa Hadits-e Imamiyah, 1399 H, hlm. 35.
  53. Barani dan Turgot, Barresi wa Tahlil Syakhshiyatha-ye Baejasteh wa Marakiz-e Elmi Syiah-Pazhuhan-e Yahudi, hlm. 19.
  54. Sebagai contoh, lihat: Muthahhari, Etan Kohlberg wa Hadits-e Imamiyah, 1399 H, hlm. 43.
  55. Muthahhari, Etan Kohlberg wa Hadits-e Imamiyah, 1399 H, hlm. 43; Kohlberg, "Imam dan Kekuatan Visual", Pengantar Penerjemah, hlm. 113.
  56. Muthahhari, Etan Kohlberg wa Hadits-e Imamiyah, 1399 H, hlm. 44-45.
  57. Muthahhari, Etan Kohlberg wa Hadits-e Imamiyah, 1399 H, hlm. 44-45.
  58. Abu Abdurrahman al-Sulami, Majmu'eh Atsar, 1369 H, hlm. 311-464.
  59. Kohlberg, Kitabkhaneh Ibn Thawus, 1371 H, hlm. 4.
  60. Muthahhari, Etan Kohlberg wa Hadits-e Imamiyah, 1399 H, hlm. 46.
  61. Muthahhari, Etan Kohlberg wa Hadits-e Imamiyah, 1399 H, hlm. 46.
  62. Rahmati, Muthale'at-e Islami dar Filisthin-e Isyghali:Barresi Kitab Syenakhti, hlm. 305.
  63. Muthahhari, Etan Kohlberg wa Hadits-e Imamiyah, 1399 H, hlm. 46-50.
  64. Muthahhari, Etan Kohlberg wa Hadits-e Imamiyah, 1399 H, hlm. 50.
  65. Muthahhari, Etan Kohlberg wa Hadits-e Imamiyah, 1399 H, hlm. 51-54.
  66. Muthahhari, Etan Kohlberg wa Hadits-e Imamiyah, 1399 H, hlm. 54-55.
  67. Muthahhari, Etan Kohlberg wa Hadits-e Imamiyah, 1399 H, hlm. 56.
  68. Muthahhari, Etan Kohlberg wa Hadits-e Imamiyah, 1399 H, hlm. 56-58.
  69. Muthahhari, Etan Kohlberg wa Hadits-e Imamiyah, 1399 H, hlm. 56-58.

Daftar Pustaka