Konsep:Ayat 16 Surah Al-Fajr
Ayat 16 Surah Al-Fajr mengisyaratkan poin ini bahwa Allah terkadang menguji manusia dengan kesempitan dan pengurangan rezeki; namun sebagian orang dalam kondisi seperti ini berkata: "Tuhanku telah menghinakanku."[1]
Templat:Quran jadid|Templat:Quran jadid
Allamah Thabathaba'i meyakini bahwa berdasarkan Ayat 15 Surah Al-Fajr dan 16 Surah Al-Fajr, pemberian nikmat atau pemutusan nikmat oleh Allah, semuanya adalah ujian Ilahi.[2] Abdullah Jawadi Amuli, juga mengatakan bahwa manusia saat menghadapi kekayaan dan kemiskinan berpikir bahwa kekayaan adalah tanda kasih sayang dan kemiskinan tanda ketidaksayangan Allah.[3] Menurut Nashir Makarim Syirazi, ketika rezeki manusia berkurang, keputusasaan meliputinya dan ia merasa kesal terhadap Tuhannya.[4]
Ayat 16 Surah Al-Fajr menganggap pengurangan nikmat sebagai jenis dari ujian Ilahi.[5] Ungkapan "qadara", dengan petunjuk bahwa ia datang bersama "alayhi"[6] dan berkebalikan dengan "fa akramahu wa na'amahu" pada ayat sebelumnya, diartikan sebagai tekanan dan kemiskinan dalam hidup.[7] Menurut keyakinan sebagian mufasir, manusia dalam situasi seperti ini kehilangan rasa percaya diri mereka dan mengira bahwa mereka telah dihinakan. Karena itulah mereka berkata: Tuhanku menghinakan aku.[8] Orang-orang ini mengira bahwa harta adalah tolok ukur kemuliaan.[9]
Sayid Muhammad Husain Fadhlullah, seorang mufasir Syiah, meyakini Allah menguji sebagian orang dengan kemiskinan untuk melihat jenis perlakuan dan reaksi mereka; apakah mereka tidak menjual agama mereka dengan uang orang kafir, tidak mengubah posisi mereka dan tidak menjadi tidak rida dengan kada Ilahi.[10] Dari ayat 15 dan 16 Surah Al-Fajr disimpulkan bahwa manusia menganggap kebahagiaan di dunia adalah nikmat-nikmat duniawi itu sendiri;[11] namun ayat-ayat ini mengingatkan bahwa banyaknya nikmat bukanlah alasan atas kedekatan kepada Allah, dan berkurangnya rezeki juga tidak menunjukkan jauhnya dari kebenaran. Ini adalah ujian di mana Allah menguji setiap kelompok dengan hal-hal tersebut sesuai dengan hikmah-Nya.[12]
Catatan Kaki
- ↑ Thayyib, Athyab al-Bayan, 1378 HS, jld. 14, hlm. 107.
- ↑ Thabathaba'i, Al-Mizan, 1417 H, jld. 20, hlm. 282.
- ↑ Jawadi Amuli, Tafsir Surah Fajr Ayat 1-20.
- ↑ Makarim Syirazi, Tafsir Nemuneh, 1374 HS, jld. 26, hlm. 462.
- ↑ Syekh Thusi, Al-Tibyan, Beirut, jld. 10, hlm. 346.
- ↑ Thalaqani, Partawi az Quran, 1362 HS, jld. 4, hlm. 69.
- ↑ Thalaqani, Partawi az Quran, 1362 HS, jld. 4, hlm. 69.
- ↑ Mudarrisi, Min Huda al-Qur'an, 1419 H, jld. 18, hlm. 96.
- ↑ Husaini Syirazi, Tabyin al-Qur'an, 1423 H, hlm. 616.
- ↑ Fadhlullah, Tafsir Min Wahy al-Qur'an, 1419 H, jld. 24, hlm. 248.
- ↑ Thabathaba'i, Al-Mizan, 1417 H, jld. 20, hlm. 283.
- ↑ Makarim Syirazi, Tafsir Nemuneh, 1374 HS, jld. 26, hlm. 462.
Daftar Pustaka
- Fadhlullah, Sayid Muhammad Husain. Tafsir Min Wahy al-Qur'an. Beirut, Penerbit Dar al-Malak li al-Thiba'ah wa al-Nasyr, cetakan kedua, 1419 H.
- Husaini Syirazi, Sayid Muhammad. Tabyin al-Qur'an. Beirut, Penerbit Dar al-'Ulum, cetakan kedua, 1423 H.
- Jawadi Amuli, Abdullah. Tafsir Surah Fajr Ayat 1-20. Madrasah Faqahat, tanggal dimuat: 28 Bahman 1398 HS, tanggal diakses: 2 Day 1403 HS.
- Makarim Syirazi, Nashir. Tafsir Nemuneh (Tafsir Teladan). Taheran, Penerbit Dar al-Kutub al-Islamiyyah, cetakan pertama, 1374 HS.
- Mudarrisi, Sayid Muhammad Taqi. Min Huda al-Qur'an. Taheran, Penerbit Dar Muhibbi al-Husain, cetakan pertama, 1419 H.
- Syekh Shaduq, Muhammad bin Ali. Al-Khashal. Penelitian dan koreksi: Ali Akbar Ghaffari. Qom, Daftar Entisyarat Eslami, cetakan pertama, 1362 HS.
- Syekh Thusi, Muhammad bin Hasan. Al-Tibyan fi Tafsir al-Qur'an. Pengantar: Syekh Agha Buzurg Tehrani, penelitian: Ahmad Qashir Amili. Beirut, Penerbit Dar Ihya' al-Turats al-'Arabi, t.t.
- Thabathaba'i, Sayid Muhammad Husain. Al-Mizan fi Tafsir al-Qur'an. Qom, Daftar Entisyarat Eslami, cetakan kelima, 1417 H.
- Thalaqani, Sayid Mahmud. Partawi az Quran (Pancaran dari Al-Qur'an). Taheran, Syerkat-e Sahami Entesyar, cetakan keempat, 1362 HS.
- Thayyib, Sayid Abdul Husain. Athyab al-Bayan fi Tafsir al-Qur'an. Taheran, Penerbit Islam, cetakan kedua, 1378 HS.