Lompat ke isi

Konsep:Ummu Ghanim

Dari wikishia

|| || || - || || - || || || editorial box

Ummu Ghanim (bahasa Arab: أم غانم), yang juga dikenal dengan julukan Shahibah al-Hashah, adalah salah seorang wanita perawi Hadis.[1] Tidak banyak informasi yang tersedia mengenai dirinya. Baik Ummu Ghanim, Ummu Aslam, maupun Hubabah al-Walibiyah dikenal dengan julukan Shahibah al-Hashah (Pemilik Kerikil). Alasan penamaan ketiga orang ini dengan julukan tersebut adalah karena adanya riwayat yang menyebutkan bahwa kerikil-kerikil dari para Imam Maksum as memberikan kesaksian atas kebenaran dan penetapan Imam Maksum bagi mereka.[2]

Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa ia mencari Imam setelah Husain bin Ali as dan mengetahui bahwa namanya adalah Ali. Ali bin Abdullah bin Abbas diperkenalkan kepadanya, namun ketika ia menemuinya, Ali bin Abdullah bin Abbas menyebut Ummu Ghanim sebagai pembohong. Namun ketika ia menemui Ali bin Husain as, beliau meletakkan Cincin di atas kerikil-kerikil tersebut dan kerikil-kerikil itu bersaksi atas imamah beliau.[3] Dikatakan bahwa putra Ummu Ghanim setelah melihat kejadian ini menggubah bait-bait syair berikut:

اتیت علیا ابتغی الحق عنده_____و عند علی عبرة لا تحاول

فشدّوا وثاقی ثم قال لی اصبطر_____كانی مخبوء رآنی خابل
فقلت لحاك اللّه و اللّه لم اكن_____لا كذب فی قولی الذی انا قائل
و خلی سبیلی بعد ضنك فاصبحت_____مخلاة نفسی و سربی سابل
فاقبلت یا خیر الانام مؤمما_____لك الیوم عند العالمین اسائل
فقلت و خیر القوم ما كان صادقا_____و لا یستوی فی الدّین حق و باطل
و لا یستوی من كان بالحق عالما_____كآخر یمسی و هو للحق جاهل
و انت امام الحق یعرف فضله_____و ان قصرت عنه النهی و الفضائل
و انت وصی الاوصیاء محمد ص_____ابوك و من نیطت الیه الوسائل

Terjemahan: Aku mendatangi Ali mencari kebenaran di sisinya ___ Dan di sisi Ali ada pelajaran yang tak perlu dicari
Maka mereka mengikatku dengan kuat kemudian ia berkata kepadaku, "Tunduklah" ___Seakan-akan aku orang gila yang dilihat oleh orang bodoh
Maka aku berkata, "Semoga Allah melaknatmu, demi Allah aku tidak ___ Berbohong dalam ucapanku yang aku katakan"
Dan ia melepaskanku setelah kesempitan maka aku menjadi ___ Jiwaku bebas dan jalanku terbuka
Maka aku datang, wahai sebaik-baik manusia, menuju ___ Kepadamu hari ini di hadapan semesta alam aku bertanya
Maka aku berkata, "Dan sebaik-baik kaum adalah orang yang jujur ___ Dan tidak sama dalam agama antara yang hak dan yang batil
Dan tidak sama orang yang mengetahui kebenaran ___ Dengan orang lain yang di sore hari ia bodoh terhadap kebenaran
Dan engkau adalah Imam kebenaran yang diketahui keutamaannya ___Meskipun akal dan keutamaan kurang darinya
Dan engkau adalah washi para washi Muhammad saw ___ Ayahmu dan orang yang kepadanya digantungkan perantara" [4]

Dalam riwayat lain, Mahja' bin al-Shalt bin Uqbah bin Sam'an bin Ghanim bin Ummu Ghanim, salah seorang keturunan Ummu Ghanim, pergi menemui Imam Hasan al-Askari as dan membawa kerikil-kerikil yang telah distempel oleh semua Imam hingga Imam Hadi as (dalam beberapa sumber tidak disebutkan adanya stempel nama semua Imam hingga Imam Hadi as). Dalam pertemuan ini, Imam Hasan al-Askari as memperkenalkannya dan memintanya untuk menunjukkan kerikil-kerikil tersebut. Imam Askari as juga menstempel salah satu kerikil tersebut dengan cincinnya dan namanya terukir di atasnya. Setelah kejadian ini, ia bersaksi atas kebenaran Amirul Mukminin as dan para Imam lainnya serta Imam Askari as.[5][catatan 1]

Catatan Kaki

  1. Gharawi Na'ini, Tarikh-e Hadits-e Syi'ah (ta Qarn-e Panjom), 1386 HS, hlm. 145.
  2. Bahrani, Madinah al-Ma'ajiz, 1413 H, jld. 4, hlm. 220; Mahallati, Riyahin al-Syari'ah, Dar al-Kutub al-Islamiyyah, jld. 3, hlm. 361; Thabarsi, I'lam al-Wara, 1417 H, hlm. 372; Amin, A'yan al-Syi'ah, 1403 H, jld. 3, hlm. 483; Hasun, A'lam al-Nisa' al-Mu'minat, 1379 HS, hlm. 208.
  3. Mahallati, Riyahin al-Syari'ah, Dar al-Kutub al-Islamiyyah, jld. 3, hlm. 420-421; Bahrani, Madinah al-Ma'ajiz, 1413 H, jld. 4, hlm. 220.
  4. Mahallati, Riyahin al-Syari'ah, Dar al-Kutub al-Islamiyyah, jld. 3, hlm. 421.
  5. Kulaini, Al-Kafi, 1407 H, jld. 1, hlm. 347; Mahallati, Riyahin al-Syari'ah, Dar al-Kutub al-Islamiyyah, jld. 3, hlm. 422; Hasun, A'lam al-Nisa' al-Mu'minat, 1379 HS, hlm. 206-207; Amin, A'yan al-Syi'ah, 1403 H, jld. 3, hlm. 483; Thabarsi, I'lam al-Wara, 1417 H, hlm. 371-372.

Catatan

  1. أَشْهَدُ بِاللَّهِ إِنَّ حَقَّكَ لَوَاجِبٌ كَوُجُوبِ حَقِّ أَمِيرِ الْمُؤْمِنِينَ ع وَ الْأَئِمَّةِ مِنْ بَعْدِهِ صَلَوَاتُ اللَّهِ عَلَيْهِمْ أَجْمَعِينَ; Aku bersaksi demi Allah bahwa hakmu adalah wajib sebagaimana wajibnya hak Amirul Mukminin as dan para Imam setelahnya, selawat Allah atas mereka semua.

Daftar Pustaka

  • Amin, Muhsin. A'yan al-Syi'ah. Beirut: Dar al-Ta'aruf lil-Mathbu'at, 1403 H.
  • Bahrani, Sayid Hasyim bin Sulaiman. Madinah Ma'ajiz al-A'immah al-Itsnai 'Asyar wa Dala'il al-Hujaj 'ala al-Basyar. Koreksi Izzatullah Mula'i Nia Hamadani dan lain-lain. Qom: Mu'assasah al-Ma'arif al-Islamiyyah, 1413 H.
  • Gharawi Na'ini, Nahla. Tarikh-e Hadits-e Syi'ah (ta Qarn-e Panjom) (Sejarah Hadis Syiah Hingga Abad Kelima). Qom: Markaz-e Nasyr-e Syi'ah Shenasi, 1386 HS.
  • Hasun, Muhammad; Ummu Ali Masykur. A'lam al-Nisa' al-Mu'minat. Teheran: Osweh, 1379 HS.
  • Kulaini, Muhammad bin Ya'qub. Al-Kafi. Tahqiq Ali Akbar Ghaffari dan Muhammad Akhundi. Teheran: Dar al-Kutub al-Islamiyyah, Cetakan Keempat, 1407 H.
  • Mahallati, Dzabihullah. Riyahin al-Syari'ah dar Tarjamah-ye Banuan-e Danesymand-e Syi'ah. Teheran: Dar al-Kutub al-Islamiyyah, t.t.
  • Thabarsi, Fadhl bin Hasan. I'lam al-Wara bi A'lam al-Huda. Qom: Mu'assasah Alu al-Bait as li Ihya' al-Turats, 1417 H.