Lompat ke isi

Konsep:Nashiruddin Shah Qajar

Dari wikishia

Templat:Infobox penguasa Nashiruddin Shah Qajar (1247 H - 1313 H) adalah raja keempat (pemerintahan: 1264 - 1313 H) dari dinasti Qajariyah (1210 - 1343 H/1304 HS). Ia dijuluki sebagai "Sultan Shahib Qiran" dan setelah terbunuh, ia juga disebut sebagai "Shah Syahid". Nashiruddin memerintah selama sekitar lima puluh tahun dan akhirnya diteror di Haram Abdul Azim al-Hasani.

Terdapat berbagai laporan mengenai religiusitasnya. Sebagian menganggapnya sebagai sosok religius yang mendirikan salat, berpuasa, dan bahkan menyepuh emas kubah Haram Askariyan. Selain itu, ia bernazar setelah sembuh dari penyakit untuk menjadi pelayan alas kaki (kafshdari) di Haram Imam Ridha as. Namun, sebagian lainnya meyakini bahwa Nashiruddin Shah tidak terlalu terikat pada syariat, dan berbagai tindakannya di bidang agama serta politik memiliki kompleksitas tersendiri.

Menurut para sejarawan, dalam bidang politik, Nashiruddin Shah menghadapi berbagai masalah seperti kelaparan, peperangan, dan pemberontakan. Selama masa pemerintahannya, ia bekerja sama dengan Amir Kabir, namun setelah terjadi perselisihan di istana, Amir Kabir dicopot dari jabatannya dan kemudian dibunuh. Shah juga memberikan berbagai konsesi kepada Rusia dan Inggris yang memicu protes internal, termasuk Gerakan Tembakau. Pada periode Nashiri, perjanjian-perjanjian seperti Perjanjian Paris juga ditandatangali, di mana Iran terpaksa melepaskan Herat dan mengakui kemerdekaan Afganistan.

Di bidang budaya dan sosial, Nashiruddin Shah tertarik pada modernitas dan memulai reformasi di berbagai bidang, termasuk pendidikan dan budaya. Ia mendirikan sekolah-sekolah modern seperti Darul Funun dan melakukan upaya untuk mengubah gaya berpakaian serta gaya hidup perempuan. Dikatakan bahwa pada zamannya, seni lukis dan seni rupa berkembang pesat, dan Nashiruddin Shah sendiri memiliki minat pada seni lukis dan kaligrafi.

Biografi

Batu nisan Nashiruddin Shah

Nashiruddin adalah putra Muhammad Shah dan raja keempat dari dinasti Qajariyah. Qajar adalah salah satu cabang dari Qizilbash pada masa Safawiyah.[1] Ia lahir pada 1247 H/1210 HS di Tabriz dan menjadi raja Iran pada 1264 H/1227 HS.[2] Nashiruddin juga dikenal sebagai "Sultan Shahib Qiran" (salah satu maknanya adalah kelangsungan kekuasaan lebih dari 30 tahun) dan setelah terbunuh disebut sebagai "Shah Syahid".[3]
Nashiruddin menikah pada usia empat belas tahun atas perintah ayahnya[4] dan pada saat terbunuh, ia memiliki 85 istri permanen dan mut'ah.[5] Ia sangat menyukai berburu dan seni[6] dan sampai batas tertentu mengenal bahasa Prancis.[7]

Templat:Kotak kutipan Nashiruddin pergi berziarah ke Hazrat Abdul Azim pada 17 Dzulqa'dah tahun 1313 H/1275 HS dan tidak seperti biasanya, ia memerintahkan agar tempat itu tidak dikosongkan (quruq). Mirza Reza Kermani, salah satu pengikut Sayid Jamaluddin al-Asadabadi, maju dengan pakaian wanita, melepaskan tembakan, dan Shah pun terbunuh.[8] Nashiruddin Shah dimakamkan di Haram Abdul Azim al-Hasani di Shahre Rey. Empat puluh hari kemudian, putranya Muzaffaruddin Shah dinobatkan sebagai raja.[9]

Keagamaan

Nama Nashiruddin Shah Qajar pada iwan emas Haram Kazhimain

Terdapat laporan sejarah yang berbeda mengenai religiusitas Nashiruddin. Nashiruddin Shah memiliki hubungan dekat dengan beberapa ulama agama.[10] Sebagian menukil tentang salat dan puasa yang dilakukannya dan menganggapnya secara lahiriah religius.[11] Beberapa puisi keagamaan yang berkaitan dengan Imam-imam Syiah juga dianggap sebagai bukti religiusitasnya.[12] Namun, sebagian lainnya memperhatikan perilaku lainnya dan menganggapnya tidak terlalu terikat pada syariat.[13] Kubah Haram Askariyah di Samarra disepuh emas atas perintah Nashiruddin Shah.[14]

Nashiruddin Shah saat sakit pernah bernazar bahwa jika ia sembuh, ia akan menjadi pelayan alas kaki di Haram Imam Ridha as selama lima belas hari. Setelah sembuh, ia menjalankan tugas tersebut di Haram Imam Ridha as dan menggubah syair berikut:

Templat:Syair

Tindakan-tindakan

Selama masa Nashiruddin, terjadi banyak pasang surut yang disebabkan oleh kelaparan, peperangan, pemberontakan, berbagai perselisihan di istana, pergantian perdana menteri, tingginya kekuatan institusi keagamaan dan pasar, serta berbagai konsesi yang diberikannya kepada Rusia dan Inggris.[15]

Pembunuhan Amir Kabir

Pada awal masa pemerintahannya, Nashiruddin memilih Muhammad Taqi Khan Farahani sebagai perdana menteri dan menikahkan saudara perempuannya, Ezzat-ud-Doleh, dengannya. Amir Kabir yang memiliki kekuasaan besar dan pengaruh kuat terhadap raja muda, memulai berbagai reformasi.[16] Namun perselisihan dan kecemburuan di istana menyebabkan pencopotan Amir Kabir setelah 39 bulan menjabat. Setelah dicopot, ia diasingkan ke Kashan dan beberapa waktu kemudian dibunuh di pemandian Fin Kashan.[17]

Pemberian Konsesi kepada Inggris dan Rusia

Para sejarawan menganggap masa lima puluh tahun pemerintahan Nashiruddin, sebagaimana raja-raja Qajar lainnya, sebagai masa persaingan sengit antara Rusia dan Inggris dalam mengamankan kepentingan mereka. Setiap tindakan di Iran yang bertentangan dengan kepentingan salah satu dari kedua negara ini akan menghadapi masalah. Shah harus mendapatkan restu mereka untuk banyak urusan.[18] Dalam surat kabar Waqaye' Ettefaqiyeh tertulis mengenai hal ini: "Shah sedemikian muak dengan kondisinya sehingga ia jauh lebih memilih memerintah sebuah desa jika itu dilakukan tanpa tekanan [asing] daripada kesultanan ini".[19]
Pada periode Nashiri, banyak konsesi diberikan kepada negara-negara asing karena berbagai alasan.[20] Beberapa di antaranya memicu gelombang protes internal, yang terpenting adalah Perjanjian Rezi. Berdasarkan perjanjian tersebut, monopoli tembakau berada di tangan sebuah perusahaan Inggris. Perjanjian ini disertai dengan gelombang protes rakyat. Protes-protes ini memuncak dengan fatwa pengharaman tembakau oleh Mirza Syirazi dan akhirnya Shah terpaksa membatalkan perjanjian ini.[21] Peristiwa ini dikenal sebagai Gerakan Tembakau.

Selain itu, Perjanjian Paris juga ditandatangani pada masa Nashiruddin Shah. Berdasarkan perjanjian ini, pemerintah Iran terpaksa melepaskan Herat dan mengakui kemerdekaan Afganistan.[22]

Templat:Raja-raja Qajar

Penumpasan Babisme

Templat:Tulisan utama Para pengikut Ali Muhammad Bab melakukan pemberontakan di berbagai kota dan mengalami kekalahan. Akhirnya, Ali Muhammad Bab dieksekusi atas perintah Amir Kabir pada bulan Sya'ban tahun 1266 H di Tabriz.[23] Pada bulan Syawal tahun 1268 H, sejumlah pengikut Bab melakukan upaya teror yang gagal terhadap Nashiruddin[24] dan pemerintah melakukan penumpasan terhadap sekte Babisme.[25]

Berkembangnya Tekyeh

Templat:Tulisan utama Pembangunan dan meluasnya Tekyeh berlipat ganda selama masa raja Qajar ini. Tekyeh Dowlat adalah sebuah bangunan yang didirikan untuk pertunjukan Ta'ziyah dan penyelenggaraan upacara duka. Tekyeh Dowlat dibangun atas perintah Nashiruddin Shah dari tahun 1285 H hingga sekitar 1290 H.[26]

Awal Modernitas Iran

Masa Nashiruddin Shah adalah era transformasi global dan pergulatan antara tradisi dan modernitas. Shah sendiri sangat antusias dengan peradaban Barat yang baru. Namun, salah satu hambatan utamanya adalah berkurangnya otoritas Shah jika dilakukan reformasi.[27]

Beberapa peneliti menganggap masa Nashiruddin Shah sebagai periode transisi dari tradisi ke modernitas.[28]

Orang-orang di sekitar Nashiruddin juga terdiri dari dua kelompok: modernis dan tradisionalis. Kelompok modernis, baik secara eksplisit maupun implisit, menerima keunggulan Barat kecuali dalam ranah agama. Hal ini memicu posisi defensif yang menekankan pada keunggulan spiritual umat Muslim. Mereka menempatkan Islam sebagai identitas sosial dalam menghadapi ideologi Barat.[29]

Pada masa Nashiruddin Shah, empat sekolah dibangun: Darul Funun dan Nizham Nashiri di Teheran, Zhill al-Sultan di Isfahan, dan satu sekolah di Tabriz.[30] Percetakan uang, kantor pos, dan telegraf juga didirikan.[31]

Pada masa ini, undang-undang peradilan baru ditetapkan yang melarang badan eksekutif untuk ikut campur dalam sistem peradilan.[32] Nashiruddin Shah, meniru negara-negara Eropa, berusaha membentuk kabinet. Dalam satu periode, Shah membentuk dewan menteri yang bentuk dan jumlahnya selalu ia ubah.[33] Tentu saja, setelah beberapa tahun dan karena ketidakefektifan, Shah kembali ke tradisi pengangkatan perdana menteri.[34] Pada masa beliau, perpustakaan kerajaan mengalami masa keemasan.[35] Di samping itu, Shah berusaha mengubah cara berpakaian istri-istrinya. Perubahan yang seiring waktu merambat ke wanita lainnya.[36]

Beberapa peneliti meyakini bahwa gelombang reformasi yang terjadi pada masa Nashiruddin Shah menyebabkan terbentuknya fondasi Revolusi Konstitusi.[37]

Lukisan Nashiruddin Shah tentang dirinya sendiri di depan cermin.

Minat pada Seni

Nashiruddin sangat menyukai kaligrafi dan terkadang menulis dengan mencontoh tulisan Muhammad Reza Kalhor, kaligrafer ternama.[38] Ia juga menulis catatan perjalanan yang rinci dengan tangannya sendiri.[39] Ta'ziyah berkembang pesat dan tentu saja unsur-unsur fiktif dalam Ta'ziyah juga bertambah, hingga hampir menjadi bentuk pementasan teater.[40] Nashiruddin Shah sangat menyukai seni lukis[41] dan banyak membuat lukisan.[42] Pelukis-pelukis ternama seperti Kamal-ol-Molk hidup di era Nashiruddin Shah dan memiliki hubungan dengan istana.[43]

Nashiruddin menggubah syair mengenai kelahiran Imam Ali as: Templat:Syair

Templat:Syair

Templat:Syair

Lihat Juga

Catatan Kaki

  1. Amanat, Qibleh-ye 'Alam: Nashiruddin Shah Qajar va Padeshahi-ye Iran, 1383 HS, hlm. 38.
  2. "Nashiruddin Shah Qajar", Dhamimeh Nameh Farhangestan, 1387 HS, hlm. 25.
  3. "Nashiruddin Shah Qajar", Dhamimeh Nameh Farhangestan, 1387 HS, hlm. 25.
  4. Mushafi, Iran dar Dawreh-ye Nashiruddin Shah, Tarikh-e Jame'-e Iran, 1394 HS, jld. 12, hlm. 136.
  5. Mo'ayyer al-Mamalik, Yaddasht-ha-yi az Zendegani-ye Khususi-ye Nashiruddin Shah, 1361 HS, hlm. 16.
  6. Ramadhani, Nashiruddin Shah Qajar, 1383 HS, hlm. 65.
  7. "Nashiruddin Shah Qajar", Dhamimeh Nameh Farhangestan, 1387 HS, hlm. 25.
  8. Mushafi, Iran dar Dawreh-ye Nashiruddin Shah, Tarikh-e Jame'-e Iran, 1394 HS, jld. 12, hlm. 214-215.
  9. Farahmand, Gozari bar Emtiyazat-e Pi dar Pi-ye Englis dar Ahd-e Nashiri, 1387 HS, hlm. 128.
  10. Amanat, Qibleh-ye 'Alam: Nashiruddin Shah Qajar va Padeshahi-ye Iran, 1383 HS, hlm. 40.
  11. Ramadhani, Nashiruddin Shah Qajar, 1383 HS, hlm. 65.
  12. Mudarris Tabrizi, Muhammad Ali, Rayhanah al-Adab fi Tarajim al-Ma'rufin bil Kunyah aw al-Laqab, jld. 6, hlm. 107.
  13. Mahbubi Ardakani, Chehel Sal-e Tarikh-e Iran, 1368 HS, hlm. 662.
  14. Mahbubi Ardakani, Chehel Sal-e Tarikh-e Iran, 1368 HS, hlm. 662.
  15. Untuk informasi lebih lanjut, lihat: Mushafi, Iran dar Dawreh-ye Nashiruddin Shah, Tarikh-e Jame'-e Iran, 1394 HS, jld. 12, hlm. 176-180 dan Farahmand, Gozari bar Emtiyazat-e Pi dar Pi-ye Englis dar Ahd-e Nashiri, 1387 HS, hlm. 116.
  16. Radhawi Nejad, Chahar Siyasatmadar-e Milli va Muttaqi Nam-avar-e Iran, 1377 HS, hlm. 19-21.
  17. Radhawi Nejad, Chahar Siyasatmadar-e Milli va Muttaqi Nam-avar-e Iran, 1377 HS, hlm. 19-21.
  18. Mushafi, Iran dar Dawreh-ye Nashiruddin Shah, Tarikh-e Jame'-e Iran, 1394 HS, jld. 12, hlm. 216-217.
  19. Amanat, Qibleh-ye 'Alam: Nashiruddin Shah Qajar va Padeshahi-ye Iran, 1383 HS, hlm. 378–379.
  20. Farahmand, Gozari bar Emtiyazat-e Pi dar Pi-ye Englis dar Ahd-e Nashiri, 1387 HS, hlm. 116.
  21. Farahmand, Gozari bar Emtiyazat-e Pi dar Pi-ye Englis dar Ahd-e Nashiri, 1387 HS, hlm. 128.
  22. Farahmand, Gozari bar Emtiyazat-e Pi dar Pi-ye Englis dar Ahd-e Nashiri, 1387 HS, hlm. 119-120.
  23. Amanat, Qibleh-ye 'Alam: Nashiruddin Shah Qajar va Padeshahi-ye Iran, 1383 HS, hlm. 287.
  24. Amanat, Qibleh-ye 'Alam: Nashiruddin Shah Qajar va Padeshahi-ye Iran, 1383 HS, hlm. 284.
  25. Amanat, Qibleh-ye 'Alam: Nashiruddin Shah Qajar va Padeshahi-ye Iran, 1383 HS, hlm. 290-292.
  26. Zoka, Tarikhcheh-ye Sakhteman-ha-ye Arg-e Saltanati-ye Teheran va Rahnamay-e Kakh-e Golestan, 1349 HS, hlm. 287.
  27. Mushafi, Iran dar Dawreh-ye Nashiruddin Shah, Tarikh-e Jame'-e Iran, 1394 HS, jld. 12, hlm. 216.
  28. Kiyanfar, "Nashiruddin Shah yang Memulai Peletakan Batu Pertama Konstitusionalisme", situs Entekhab.
  29. Mushafi, Iran dar Dawreh-ye Nashiruddin Shah, 1394 HS, jld. 12, hlm. 239.
  30. Mahbubi Ardakani, Chehel Sal-e Tarikh-e Iran, 1368 HS, hlm. 661.
  31. "Oleh-oleh Nashiruddin Shah dari Luar Negeri; Cadar Hitam atau Shali teh?", situs Tarikh Irani.
  32. Mushafi, Iran dar Dawreh-ye Nashiruddin Shah, Tarikh-e Jame'-e Iran, 1394 HS, jld. 12, hlm. 185.
  33. Mushafi, Iran dar Dawreh-ye Nashiruddin Shah, Tarikh-e Jame'-e Iran, jld. 12, hlm. 216.
  34. Ramadhani, Nashiruddin Shah Qajar, 1383 HS, hlm. 62.
  35. Nashiruddin Shah, Pendiri Perpustakaan Kerajaan Iran., situs Tarikh Irani.
  36. "Oleh-oleh Nashiruddin Shah dari Luar Negeri; Cadar Hitam atau Shali teh?", situs Tarikh Irani.
  37. Algar, Naqsh-e Ruhaniyat-e Pishro dar Jonbesh-e Mashrutiyat, 1356 HS, hlm. 174.
  38. Sahra-gard, Nashiruddin Shah va Khoshnevisi, 1386 HS, hlm. 76.
  39. "Nashiruddin Shah Qajar", Dhamimeh Nameh Farhangestan, 1387 HS, hlm. 26.
  40. Algar, Naqsh-e Ruhaniyat-e Pishro dar Jonbesh-e Mashrutiyat, 1356 HS, hlm. 191.
  41. Mo'ayyer al-Mamalik, Yaddasht-ha-yi az Zendegani-ye Khususi-ye Nashiruddin Shah, 1361 HS, hlm. 31.
  42. Untuk informasi lebih lanjut, lihat: Lukisan-lukisan Nashiruddin Shah.
  43. Mo'ayyer al-Mamalik, Yaddasht-ha-yi az Zendegani-ye Khususi-ye Nashiruddin Shah, 1361 HS, hlm. 31 dan 37.

Daftar Pustaka

  • Al-Gar, Muhammad. Naqsh-e Ruhaniyat-e Pishro dar Jonbesh-e Mashrutiyat-e Din va Dawlat dar Iran: Naqsh-e Ulama dar Dawreh-ye Qajariyah (Peran Ulama Progresif dalam Gerakan Konstitusionalisme - Agama dan Negara di Iran: Peran Ulama pada Masa Qajar). Penerjemah: Abul Qasim Seri. Teheran, Tus, 1356 HS.
  • Amanat, Abbas. Qibleh-ye 'Alam: Nashiruddin Shah Qajar va Padeshahi-ye Iran (Kiblat Dunia: Nashiruddin Shah Qajar dan Kerajaan Iran). Penerjemah: Hasan Kamshad. Teheran, Karnameh, 1383 HS.
  • I'tizhadi, Muhammad Baqir. Diwan-e Asy'ar-e Nashiruddin Shah (Diwan Puisi Nashiruddin Shah). Teheran, Qaim Maqam, 1324 HS.
  • Mahbubi Ardakani, Husain. Chehel Sal-e Tarikh-e Iran (Empat Puluh Tahun Sejarah Iran). Atas usaha Iraj Afshar. Teheran, Asathir, 1368 HS.
  • Mo'ayyer al-Mamalik, Dust Ali Khan. Yaddasht-ha-yi az Zendegani-ye Khususi-ye Nashiruddin Shah (Catatan-Catatan dari Kehidupan Pribadi Nashiruddin Shah). Teheran, Tarikh-e Iran, 1361 HS.
  • Mushafi. Iran dar Dawreh-ye Nashiruddin Shah, Tarikh-e Jame'-e Iran (Iran pada Masa Nashiruddin Shah, Sejarah Komprehensif Iran). Teheran, Markaz-e Da'irah al-Ma'arif-e Bozorg-e Islami, 1394 HS.
  • Nashiruddin Shah. Hekayat-e Pir va Javan (Hikayat Tua dan Muda). Atas usaha (pendahuluan dan koreksi): Kourosh Mansouri. Teheran, Muasseseh Mutala'at Tarikh Mo'aser Iran, 1385 HS.
  • "Nashiruddin Shah Qajar". Dhamimeh Nameh Farhangestan, 1387 HS.
  • Nazharpour, Mahdi. Tarikh-e Siyasi-ye Mo'aser-e Iran (Sejarah Politik Kontemporer Iran). Qom, Zamzam Hedayat, 1390 HS.
  • Ramadhani, Abbas. Nashiruddin Shah Qajar (Nashiruddin Shah Qajar). Teheran, Tarfand, 1383 HS.
  • Sahra-gard, Mahdi. Nashiruddin Shah va Khoshnevisi (Nashiruddin Shah dan Kaligrafi). Jurnal Golestan Honar, musim panas 1386 HS.
  • Teymouri, Ibrahim. Ashr-e Bi-khabari ya Tarikh-e Emtiyazat dar Iran (Era Ketidaktahuan atau Sejarah Konsesi di Iran). Teheran, Iqbal, 1332 HS.
  • Yahya Zoka. Tarikhcheh-ye Sakhteman-ha-ye Arg-e Saltanati-ye Teheran va Rahnamay-e Kakh-e Golestan (Sejarah Bangunan Benteng Kerajaan Teheran dan Panduan Istana Golestan). Teheran, 1349 HS.

Templat:Raja-raja Iran dari Safawiyah hingga Pahlavi

Templat:Pemeringkatan