Lompat ke isi

Konsep:Makam Salman al-Farisi

Dari wikishia
Makam Salman al-Farisi
PendiriAtas perintah Syah Ismail I dan oleh ayah Agha Khan Mahallati
Tahun DidirikanBangunan awal pada masa Alu Buyah • Makam dan masjid bentuk sekarang, pada tahun 1950 M
KegunaanHaramTempat Ziarah
LokasiMadain
Kejadian TerkaitPemindahan jenazah Hudzaifah bin al-Yaman dan Abdullah Ansari ke Makam Salman al-Farisi pada tahun 1350 H (1931 M)
Kapasitas800 orang
FasilitasMasjid • Tempat Pemandian Jenazah • Perpustakaan • Sekolah Agama


Makam dan Masjid Salman al-Farisi adalah sebuah tempat ziarah di Irak dan tempat dimakamkannya Salman al-Farisi, salah satu sahabat Nabi saw. Makam ini terletak di kota Madain, sebelah tenggara Baghdad, dan dikenal dengan nama Salman yang Suci. Situs bersejarah ini terletak di dekat Taq Kisra dan Sungai Tigris, serta mencakup makam Salman al-Farisi, Hudzaifah bin al-Yaman, Abdullah bin Jabir al-Ansari, dan Tahir bin Muhammad Baqir as.

Bangunan awal makam berasal dari masa Alu Buyah, namun bangunan makam beserta halaman besarnya dibangun atas perintah Syah Ismail I (Syah Ismail Safawi). Masjid Salman al-Farisi, yang dibangun pada tahun 1950 M, ditambahkan ke kompleks ini pada periode belakangan. Makam ini memiliki empat kubah, dua Menara, halaman (sahn), serambi (riwaq), dan fasilitas untuk para peziarah. Masjid Salman al-Farisi telah direnowasi beberapa kali sepanjang sejarah dan menjadi tempat pelaksanaan Salat Jumat, acara keagamaan, dan kursus pendidikan agama. Sebuah teks doa ziarah (ziarah-namah) diriwayatkan dari Syekh Thusi untuk makam ini, dan kesucian tempat ini dipuji dalam sumber-sumber sejarah dan sastra.

Sejarah dan Kedudukan Makam

Makam dan Masjid Salman al-Farisi atau Astanah Salman Pak,[1] terletak di kota Madain, sebelah tenggara Baghdad, dan Dharih sahabat Nabi saw ini berada di dalamnya.[2] Tempat ini dianggap sebagai salah satu tempat ziarah Islam di Irak dan dikenal dengan sebutan Salman yang Suci.[3] Berdasarkan laporan, pada masa Pemerintahan Utsmaniyah, penduduk wilayah Sawad (terletak antara Tigris dan Efrat), termasuk orang Turki dan Kurdi, mengenal makam ini dengan istilah non-Arab Salman yang Suci (Salman yang Suci).[4] Makam Salman sejak dahulu merupakan salah satu pusat berkumpulnya orang-orang Syiah, terutama pada hari-hari Nowruz.[5]

Riwayat Sejarah dan Sastra

Khatib al-Baghdadi, sejarawan Muslim abad ke-5 H, menggambarkan makam Salman sebagai tempat yang masyhur dan dikenal di sebelah Thaq Kasra, yang di atasnya dibangun sebuah bangunan, dan ia menyebutkan bahwa dirinya telah mengunjungi tempat ini beberapa kali.[6]

Yaqut al-Hamawi (wafat: 626 H), seorang ahli geografi dan sejarawan, dalam kitab Mu'jam al-Buldan juga menggambarkan makam Salman memiliki kubah dan bangunan megah yang menjadi tempat Ziarah orang-orang.[7] Dalam kitab Marashid al-Ittila' juga disebutkan bahwa setiap tahun orang-orang datang ke astanah (makam) ini pada Nisfu Syakban dengan tujuan menziarahi Salman al-Farisi.[8] Tempat penguburan Salman al-Farisi termasuk tempat yang dilihat oleh Pietro Della walle, seorang penjelajah Italia, dalam perjalanannya ke Madain pada tahun 1625 M.[9]

Syekh Thusi dalam kitab Tahdzib al-Ahkam menukil sebuah teks ziarah untuk menziarahi makam ini yang dimulai dengan kalimat "Assalamu alayka ya Aba Abdillah Salman".[10] Setelah menziarahi makam Salman, dianjurkan bagi peziarah untuk mendirikan Salat Ziarah dua rakaat di samping Taq Kisra; karena menurut riwayat, Imam Ali as pernah salat di tempat tersebut.[11]

Dalam beberapa catatan perjalanan periode Qajar, tempat ini disebutkan sebagai tempat ziarah dan disebut sebagai tempat ziarah Salman al-Farisi.[12] Beberapa penyair juga memuji kesucian tempat ini dengan bahasa seni.[13] Dalam salah satu syair Khaqani Syirwani (wafat: 595 H), penyair Iran abad ke-6 H, disebutkan:

Jika bekal perjalanan dari Mekah adalah hadiah untuk setiap kota. Engkau bawalah bekal dari Madain sebagai hadiah untuk Syirwan Setiap orang membawa Tasbih dari tanah Jamrah di Mekah. Maka engkau bawalah tasbih dari tanah Salman di Madain[14]

Registrasi Resmi dalam Hukum Irak

Pada tahun 1950 M, pemerintah Irak mengesahkan undang-undang nomor 42 untuk mereformasi cara pengelolaan Atabat Aliyat. Kemudian pada tahun 1953 M, undang-undang ini direvisi dengan keputusan nomor 32, dan berdasarkan hal itu, masjid dan makam Salman al-Farisi di distrik Salman yang Suci juga dimasukkan ke dalam cakupan peraturan Atabat.[15]

Lokasi dan Sejarah Pembangunan

Muhammad Hirz al-Din (wafat: 1365 H), salah seorang ulama Syiah, dalam menggambarkan makam Salman, memperkenalkannya berada di sebuah kota kecil bernama Salman yang Suci yang berjarak empat puluh kilometer dari Baghdad dan di dekat Sungai Tigris serta bangunan bersejarah Taq Kisra.[16] Dikatakan bahwa bangunan awal merupakan milik Alu Buyah,[17] namun bangunan makam beserta halamannya yang luas dibangun pada era Safawiyah, atas perintah Syah Ismail I dan oleh ayah Agha Khan Mahallati.[18] Di sebelah makam ini, terdapat Masjid Jami' Madain yang dinisbatkan kepada Imam Hasan al-Askari as dan dikatakan bahwa masjid itu dibangun atas perintah Imam tersebut atau beliau pernah salat di sana.[19]

Kompleks Makam dan Struktur Arsitektur

Dharih Salman al-Farisi

Dalam kitab Maraqid al-Ma'arif karya Muhammad Hirz al-Din (wafat: 1365 H), makam Salman al-Farisi digambarkan memiliki kubah tua, serambi megah dengan pilar-pilar tebal, halaman luas untuk peziarah, kamar-kamar di sekelilingnya, dan beberapa rumah di sebelahnya.[20] Bangunan masjid dan makam terdiri dari tiga bagian:

Dikatakan bahwa di tepi Sungai Tigris terdapat dua makam dari sahabat Nabi, yaitu Abdullah Ansari dan Hudzaifah bin al-Yaman, namun karena erosi akibat banjir di tepian barat, pemerintah Irak pada tahun 1350 H (1931 M) memutuskan untuk memindahkan jasad kedua sahabat ini ke tempat ziarah Salman al-Farisi dan membangun makam baru bagi masing-masing dari mereka.[21] Kompleks ini setelah pemakaman Hudzaifah dan Abdullah memiliki empat kubah dan Dharih terpisah yang terletak di atas masjid dan masing-masing makam.[22]

Pemindahan jenazah Hudzaifah bin al-Yaman dan Abdullah Ansari ke makam Salman al-Farisi

Kubah-kubah dihiasi dengan ornamen geometris sederhana dan dua Menara silinder dengan dasar bata dan ubin. Bangunan ini dikelilingi oleh halaman luas dari segala arah, dan di tiga sisinya terdapat kamar-kamar dengan lorong-lorong beratap lengkung runcing. Di halaman, terdapat musala musim panas, tempat Wudu, dan fasilitas umum, serta terdapat tiga pintu masuk di tiga sisinya.[23]

Fitur Masjid dan Renowasi

Masjid Salman al-Farisi yang ditambahkan ke kompleks ini pada tahun-tahun berikutnya, dibangun pada tahun 1950 M dan dengan kapasitas sekitar 800 orang, merupakan tempat pelaksanaan Salat Jumat dan jamaah. Masjid ini memiliki tempat tinggal Imam Jamaah, bagian khusus wanita, Tempat Pemandian Jenazah, perpustakaan, sekolah ilmu agama, dan berbagai ruangan. Di tempat ini diadakan kursus hafalan Al-Qur'an, pendidikan syariat, acara keagamaan, dan berbagai upacara.[24]

Syah Ismail Safawi pada tahun 914 H, setelah menaklukkan Baghdad, menziarahi makam Salman dan memerintahkan renowasi kerusakan akibat serangan Sayid Ali Musya'sya'i (pada 860 H) dan pelapukan alami.[25] Dalam sumber-sumber sejarah disebutkan bahwa Sultan Murad IV, raja ketujuh belas Utsmaniyah, pada tahun 1048 H (1638–1639 M) memperbaiki tempat dimakamkannya Salman al-Farisi.[26]

Pada masa Qajar, terutama masa Fath Ali Syah dan Nashiruddin Syah, dilakukan perbaikan di makam ini dan tanggalnya dicatat dengan ubin, namun seiring berjalannya waktu telah hilang.[27] Selain itu, tempat ini direnowasi kembali pada tahun 1322 H (1904-1905 M).[28] Pada tahun 2006 M, masjid ini diserang dan mengalami kerusakan yang menyebabkan penutupan sementara, namun setelah direnowasi, dibuka kembali.[29]

Catatan Kaki

  1. "Astanah Salman Pak", situs Raskhun mengutip dari Da'irat al-Ma'arif Tasyayyu'.
  2. "Masjid dan Makam 'Salman al-Farisi' di Baghdad", Kantor Berita Syabestan.
  3. Muqaddas, Rahnamaye Amakin-e Ziarati wa Siyahati dar Iraq (Panduan Tempat Ziarah dan Wisata di Irak), 1388 HS, hlm. 333.
  4. Hirz al-Din, Maraqid al-Ma'arif, 1371 HS, jld. 1, hlm. 363.
  5. "Astanah Salman Pak", situs Raskhun mengutip dari Da'irat al-Ma'arif Tasyayyu'.
  6. Khatib Baghdadi, Tarikh Baghdad, Dar al-Kutub al-'Ilmiyyah, jld. 1, hlm. 175.
  7. Hamawi, Mu'jam al-Buldan, Dar Ihya al-Turats, jld. 5, hlm. 75.
  8. Ibnu Abdil Haq, Marashid al-Ittila', 1412 H, jld. 3, hlm. 1243-1244.
  9. Asbar, Salman Minna Ahl al-Bait, 1413 H, hlm. 337.
  10. Thusi, Tahdzib al-Ahkam, 1364 HS, jld. 6, hlm. 118.
  11. Abu Ma'asy, Abwab al-Jinan, jld. 2, hlm. 83.
  12. Jafariyan, Safarnameh-haye Hajj Qajari (Catatan Perjalanan Haji Qajar), 1389 HS, jld. 1, hlm. 487.
  13. Thahiri, Ziarat az Didgah-e Ulama wa Urafa-ye Fariqain (Ziarah menurut Pandangan Ulama dan Arif Kedua Mazhab), 1393 HS, hlm. 132.
  14. Subhani, Wahhabiyat (Wahabisme), 1388 HS, hlm. 19.
  15. Tho'meh, Karbala wa Haram-haye Muthahhar (Karbala dan Haram-haram Suci), 1388 HS, hlm. 150.
  16. Hirz al-Din, Maraqid al-Ma'arif, 1371 HS, jld. 1, hlm. 363.
  17. "Astanah Salman Pak", situs Raskhun mengutip dari Da'irat al-Ma'arif Tasyayyu'.
  18. Raja'ipur, Rouhani-ye Hamrah dar Atabat Aliyat (Rohaniwan Pendamping di Atabat Aliyat), 1393 HS, hlm. 121-122.
  19. Hairi, Haft Syahr-e Diar-e Velayat (Tujuh Kota Negeri Wilayah), 1392 HS, hlm. 160-161.
  20. Hirz al-Din, Maraqid al-Ma'arif, 1371 HS, jld. 1, hlm. 363.
  21. Husaini Jalali, Mazarat Ahl al-Bait (as) wa Tarikhuha, 1374 HS, hlm. 134.
  22. Faqih Bahrul Ulum, Ziaratgah-haye Iraq (Tempat-tempat Ziarah Irak), 1395 HS, jld. 1, hlm. 457-458.
  23. "Al-Malik Ghazi Yanqulu Jutsman Hudzaifah bin al-Yaman bi Jiwar Sayyidina Salman" (Raja Ghazi Memindahkan Jenazah Hudzaifah bin al-Yaman ke Samping Sayidina Salman), situs al-Gardenia.
  24. "Masjid dan Makam 'Salman al-Farisi' di Baghdad", Kantor Berita Syabestan.
  25. "Astanah Salman Pak", situs Raskhun mengutip dari Da'irat al-Ma'arif Tasyayyu'.
  26. Asbar, Salman Minna Ahl al-Bait, 1413 H, hlm. 337.
  27. "Astanah Salman Pak", situs Raskhun mengutip dari Da'irat al-Ma'arif Tasyayyu'.
  28. Asbar, Salman Minna Ahl al-Bait, 1413 H, hlm. 337.
  29. "Masjid dan Makam 'Salman al-Farisi' di Baghdad", Kantor Berita Syabestan.

Daftar Pustaka

  • Abu Ma'asy, Sa'id. Abwab al-Jinan.
  • Asbar, Muhammad Ali. Salman Minna Ahl al-Bait. Beirut: al-Dar al-Islamiyah, 1413 H.
  • Faqih Bahrul Ulum, Muhammad Mahdi. Ziaratgah-haye Iraq (Tempat-tempat Ziarah Irak). Teheran: Masya'r, 1395 HS.
  • Hairi, Ayyub. Haft Syahr-e Diar-e Wilayat; Rahnamaye Amakin-e Ziarati-ye Atabat Aliyat-e Iraq (Tujuh Kota Negeri Wilayah; Panduan Tempat Ziarah Atabat Aliyat Irak). Qom: Za'er, 1392 HS.
  • Hamawi, Yaqut bin Abdullah. Mu'jam al-Buldan. Beirut: Dar Ihya al-Turats.
  • Hirz al-Din, Muhammad. Maraqid al-Ma'arif. Sa'id bin Jubair, 1371 HS.
  • Husaini Jalali, Muhammad Husain. Mazarat Ahl al-Bait (as) wa Tarikhuha. Beirut: Mu'assasah al-A'lami lil Mathbu'at, 1374 HS.
  • Ibnu Abdil Haq, Abdul Mu'min. Marashid al-Ittila' 'ala Asma' al-Amkinah wa al-Biqa'. Beirut: Dar al-Jil, 1412 H.
  • Jafariyan, Rasul. Safarnameh-haye Hajj Qajari (Catatan Perjalanan Haji Qajar). Teheran: Elm, 1389 HS.
  • Khatib Baghdadi, Ahmad bin Ali. Tarikh Baghdad. Beirut: Dar al-Kutub al-'Ilmiyyah.
  • Muqaddas, Ihsan. Rahnamaye Amakin-e Ziarati wa Siyahati dar Iraq (Panduan Tempat Ziarah dan Wisata di Irak). Teheran: Masya'r, 1388 HS.
  • Raja'i-pur, Mahdi. Rouhani-ye Hamrah dar Atabat Aliyat (Rohaniwan Pendamping di Atabat Aliyat). Masyhad: Kitabdar Tus; Abu Muslim, 1393 HS.
  • Subhani, Ja'far. Wahhabiyat (Wahabisme). Qom: Mu'assasah Imam Shadiq as, 1388 HS.
  • Thahiri, Mahmud. Ziarat az Didgah-e Ulama wa Urafa-ye Fariqain (Ziarah menurut Pandangan Ulama dan Arif Kedua Mazhab). Teheran: Masya'r, 1393 HS.
  • Tho'meh, Salman Hadi. Karbala wa Haram-haye Muthahhar (Karbala dan Haram-haram Suci). Penerjemah: Hossein Saberi. Teheran: Masya'r, 1388 HS.
  • Thusi, Muhammad bin Hasan. Tahdzib al-Ahkam. Teheran: Dar al-Kutub al-Islamiyah, 1364 HS.
  • "Al-Malik Ghazi Yanqulu Jutsman Hudzaifah bin al-Yaman bi Jiwar Sayyidina Salman", situs al-Gardenia. Tanggal Publikasi: 19 April 2013 M.
  • "Astanah Salman Pak", situs Raskhun mengutip dari Da'irat al-Ma'arif Tasyayyu'. Tanggal Publikasi: 7 Mordad 1396 HS.
  • "Masjid wa Marqad Salman Farsi dar Baghdad" (Masjid dan Makam Salman al-Farisi di Baghdad), Kantor Berita Syabestan. Tanggal Publikasi: 6 Aban 1396 HS.