Lompat ke isi

Konsep:Klan Abdul Qais

Dari wikishia

Templat:Infobox Klan

Klan Abdul Qais adalah klan besar yang memeluk Islam pada masa Rasulullah (saw) dan setelah wafatnya Nabi (saw), mayoritas dari mereka menjadi pengikut Imam Ali (as). Rasulullah (saw) memuji mereka karena memeluk Islam tanpa pamrih dan memohon kepada Allah agar mengampuni kabilah Abdul Qais. Imam Husain (as) juga menganggap kabilah Abdul Qais sebagai orang-orang terbaik dari Rabi'ah.

Beberapa anggota kabilah ini seperti Sa'sa'ah bin Shuhan, Zaid bin Shuhan, dan Sayhan bin Shuhan berada di pasukan Imam Ali (as). Sementara yang lainnya seperti Yazid bin Thubait al-Abdi bersama kedua putranya; Abdullah dan Ubaidillah, serta Amir bin Muslim al-Abdi, meraih kesyahidan di pasukan Imam Husain (as) dalam peristiwa Asyura.

Klan Abdul Qais berasal dari keturunan Arab Adnani dan merupakan bagian dari suku Rabi'ah yang menetap di Kufah setelah pendirian dan pengembangannya.

Pengenalan dan Posisi

Klan Abdul Qais adalah klan besar[1] dari keturunan Arab Adnani[2] dan merupakan bagian dari suku Rabi'ah.[3] Nasab mereka bersambung kepada Afsha bin Du'mi bin Jadilah bin Asad bin Rabi'ah bin Nizar bin Ma'ad bin Adnan.[4] Ibnu Manzhur menganggap "Abqasi" dan "Abdi" sebagai nama lain dari Abdul Qais.[5]

Tempat tinggal awal klan ini adalah di Tihamah.[6] Kemudian sebagian dari mereka bermigrasi ke Bahrain[7] di wilayah timur Arab Saudi[8] dan sebagian lagi ke pesisir Qatif. Pada tahun-tahun berikutnya, dikarenakan populasi yang meningkat, sekelompok dari mereka pindah ke Oman.[9] Klan Abdul Qais dikenal sebagai "Ahlul Hajar" karena migrasi mereka ke Bahrain.[10] Berdasarkan laporan Thabari, setelah kota Kufah didirikan dan dikembangkan, klan Abdul Qais menetap di sana.[11] Klan ini tinggal di kota tersebut hingga masa Imam Ali (as) dan sebagian besar masa pemerintahan Muawiyah bin Abi Sufyan.[12]

Rasulullah (saw) menganggap orang-orang Abdul Qais sebagai orang-orang yang sangat baik dan memohon kepada Allah untuk mengampuni klan Abdul Qais karena mereka masuk Islam tanpa pamrih.[13] Menurut riwayat Ahmad bin Muhammad al-Barqi, Imam Husain (as) juga menganggap klan Abdul Qais sebagai orang-orang terbaik dari Rabi'ah.[14]

Klan Abdul Qais Sebelum Islam

Klan Abdul Qais sebelum kemunculan Islam memainkan peran menonjol dalam peperangan melawan raja-raja Sasaniyah dan beberapa kali menyerang pasukan Iran yang bermaksud memperluas wilayah kekuasaannya.[15] Syapur II dari Sasaniyah melakukan penumpasan terhadap klan Abdul Qais dan menempatkan sebagian dari mereka di kota-kota Kerman dan Ahvaz.[16]

Masuk Islamnya Klan Abdul Qais

Berdasarkan laporan Maqrizi (wafat 845 H), klan Abdul Qais pada awalnya beragama Nasrani.[17] Tahun masuk Islam mereka disebutkan pada 5, 8, 9, atau 10 Hijriah.[18]

Dalam laporan sejarah, cara mereka memeluk Islam dijelaskan sebagai berikut:

  • Sebagian mengatakan, Munqidz bin Habban datang ke Madinah untuk berdagang dan bertemu Rasulullah (saw) lalu memeluk Islam. Beliau (saw) mengajarkan Surah Hamd dan Surah Al-'Alaq kepadanya. Ia membawa surat Rasulullah (saw) kepada Mundzir bin A'idz. Setelah itu, Mundzir memeluk Islam bersama Munqidz. Mundzir kemudian memfasilitasi masuk Islamnya klan tersebut.[20]
  • Berdasarkan laporan Ibnu Hajar al-Asqalani, seorang rahib Kristen menginformasikan kepada Mundzir bin A'idz mengenai pengutusan seorang nabi di Mekah yang menerima hadiah namun tidak menerima Sedekah, dan memiliki tanda khusus di pundaknya. Mundzir kemudian datang menemui Rasulullah (saw) bersama enam belas orang dari berbagai kabilah pada tahun Penaklukan Mekah dan memeluk Islam.[21]

Setelah Wafatnya Nabi (saw)

Pada masa Umar bin Khattab, Hakam bin Abi al-Ash dengan pasukan besar dari kabilah Abdul Qais dan lainnya menyerang Iran. Setelah menguasai pulau Abarkawan (Qeshm), ia menaklukkan Tawwaj dan menempatkan kabilah Abdul Qais di sana.[22]

Berdasarkan laporan Mohammad Hadi Amini (wafat 1385 HS), mayoritas anggota klan Abdul Qais adalah pengikut setia (Syiah) Imam Ali (as)[23] dan menyertai beliau dalam peperangan. Beberapa syuhada Perang Jamal seperti Zaid bin Shuhan,[24] Sayhan bin Shuhan,[25] Rasyid bin Samurah[26] dan Abdullah bin Raqabah[27] berasal dari klan Abdul Qais. Begitu juga Sa'sa'ah bin Shuhan, yang berpartisipasi dalam Jamal, Siffin, dan Nahrawan, berasal dari klan ini.[28]

Imam Ali (as) setelah memasuki Kufah, menyerahkan kepemimpinan wilayah Zawabi di Irak[29] dan kemudian pada tahun 36 Hijriah, menyerahkan Madain kepada Sa'ad bin Mas'ud al-Tsaqafi, panglima pasukan klan Abdul Qais. Sa'ad tetap menduduki posisi tersebut hingga masa kekhalifahan Imam Mujtaba (as).[30]

Namun, beberapa anggota klan ini seperti Kharit bin Rasyid al-Naji[31] dan Sahhar bin Abbas, salah satu ahli nasab dan orator masa Muawiyah bin Abi Sufyan[32] berasal dari kelompok Khawarij.

Sahabat Para Imam (as) dari Abdul Qais

Beberapa orang dari sahabat Imam Husain (as) dalam peristiwa Asyura berasal dari Abdul Qais; seperti Yazid bin Thubait al-Abdi[33] bersama kedua putranya, Abdullah[34] dan Ubaidillah;[35] Amir bin Muslim al-Abdi[36] dan Saif bin Malik al-Abdi.[37]

Beberapa laporan sejarah mengenai peristiwa Karbala menceritakan partisipasi beberapa anggota klan Abdul Qais dalam pasukan Kufah, yang paling menonjol adalah Murrah bin Munqidz al-Abdi yang diperkenalkan sebagai pembunuh Ali Akbar (as).[38]

Anggota klan Abdul Qais lainnya yang menjadi sahabat para Imam (as) antara lain:

Ulama, Penyair, Karya Sejarah

Berdasarkan laporan Ali bin Yusuf, sejarawan Mesir (wafat 646 H), Abul Aswad al-Du'ali (wafat 69 H) mengajarkan bacaan Al-Qur'an kepada seorang pria fasih dari kabilah Abdul Qais dan kemudian memintanya membantu memberikan titik pada kata-kata Al-Qur'an.[43]

Beberapa murid para Imam dari klan ini memiliki karya tulis; Kitab al-Hajj, Yaum wa Lailah, dan Zakat ditulis oleh Muawiyah bin Ammar[44] serta Kitab al-Faraidh ditulis oleh Umar bin Muhammad bin Adzinah.[45] Klan Abdul Qais memiliki penyair seperti Abu Munqidz Bisyr bin Munqidz,[46] Abdullah bin Jimh[47] dan A'idz bin Mihshan.[48]

Laporan sejarah juga merujuk pada masjid-masjid dengan nama klan Abdul Qais:

Catatan Kaki

  1. Kahhalah, Mu'jam Qabail al-Arab, 1414 H, jld. 2, hlm. 726.
  2. Jafari, Tasyayyu' dar Masir-e Tarikh, 1382 HS, hlm. 129.
  3. Ibnu Hajar al-Asqalani, Al-Ishabah fi Tamyiz al-Shahabah, 1415 H, jld. 5, hlm. 383.
  4. Ibnu Hazm al-Andalusi, Jamharah Ansab al-Arab, 1418 H, hlm. 295.
  5. Ibnu Manzhur, Lisan al-Arab, 1414 H, jld. 6, hlm. 188.
  6. Washfi Zakaria, Rihlatī ilā al-Yaman, 1406 H, hlm. 80.
  7. Ahmadi Mianji, Makatib al-Rasul (as), 1421 H, jld. 3, hlm. 195.
  8. Hasan Syarab, Al-Ma'alim al-Atsirah fi al-Sunnah wa al-Sirah, 1411 H, hlm. 105.
  9. Utabi Shahari, Al-Ansab, 1427 H, jld. 1, hlm. 177.
  10. Jafari, Tasyayyu' dar Masir-e Tarikh, 1382 HS, hlm. 129.
  11. Thabari, Tarikh al-Umam wa al-Muluk, 1387 H, jld. 4, hlm. 48.
  12. Thabari, Tarikh al-Umam wa al-Muluk, 1387 H, jld. 4, hlm. 48.
  13. Ibnu Sa'ad, Thabaqat al-Kubra, 1410 H, jld. 1, hlm. 238.
  14. Barqi, Al-Mahasin, 1371 HS, jld. 1, hlm. 147.
  15. "Abdul Qais", Abadis, Ensiklopedia Umum.
  16. Miskawaih Razi, Tajarub al-Umam, 1379 HS, jld. 1, hlm. 154.
  17. Maqrizi, Imta' al-Asma', 1420 H, jld. 2, hlm. 99.
  18. Ahmadi Mianji, Makatib al-Rasul (saw), 1421 H, jld. 3, hlm. 196.
  19. Ibnu Sa'ad, Thabaqat al-Kubra, 1410 H, jld. 1, hlm. 238.
  20. Ahmadi Mianji, Makatib al-Rasul (saw), 1421 H, jld. 3, hlm. 196.
  21. Ibnu Hajar al-Asqalani, Al-Ishabah, 1415 H, jld. 3, hlm. 330-331.
  22. "Abdul Qais", Abadis, Ensiklopedia Umum.
  23. Amini, Ash-hab Amirul Mu'minin alaihis salam wa al-Ruwat 'Anhu, 1412 H, jld. 1, hlm. 64.
  24. Ibnu Atsir, Usdu al-Ghabah, 1409 H, jld. 2, hlm. 139.
  25. Maghribi, Syarh al-Akhbar, 1409 H, jld. 2, hlm. 34.
  26. Maghribi, Syarh al-Akhbar, 1409 H, jld. 2, hlm. 34.
  27. Maghribi, Syarh al-Akhbar, 1409 H, jld. 2, hlm. 34.
  28. Ibnu Atsir, Usdu al-Ghabah, 1409 H, jld. 2, hlm. 403.
  29. Dinawari, Akhbar al-Thiwal, 1412 H, hlm. 146, 153, 205.
  30. Ibnu Atsir, Al-Kamil fi al-Tarikh, jld. 3, hlm. 280.
  31. Ibnu Atsir, Al-Kamil fi al-Tarikh, jld. 3, hlm. 365-371.
  32. Ibnu Nadim al-Baghdadi, Al-Fihrist, 1417 H, hlm. 132.
  33. Kufi, Tasmiyah Man Qutila ma'a al-Husain, 1406 H, hlm. 153.
  34. Kufi, Tasmiyah Man Qutila ma'a al-Husain, 1406 H, hlm. 153.
  35. Kufi, Tasmiyah Man Qutila ma'a al-Husain, 1406 H, hlm. 153.
  36. Kufi, Tasmiyah Man Qutila ma'a al-Husain, 1406 H, hlm. 153.
  37. Penulis, Seh Maqtal-e Guya dar Hamaseh-ye Asyura, 1382 HS, hlm. 24.
  38. Ibnu Atsir, Al-Kamil, 1965 M, jld. 4, hlm. 74.
  39. Syekh Thusi, Rijal al-Thusi, 1427 H, hlm. 156.
  40. Syekh Thusi, Rijal al-Thusi, 1427 H, hlm. 123.
  41. Syekh Thusi, Rijal al-Thusi, 1427 H, hlm. 26.
  42. Najasyi, Rijal al-Najasyi, 1365 HS, hlm. 283.
  43. Qifthi, Inbah al-Ruwat 'ala Anbah al-Nuhat, 1424 H, jld. 1, hlm. 40.
  44. Thusi, Fihrist Kutub al-Syiah wa Ushulihim, 1420 H, hlm. 462.
  45. Allamah Hilli, Rijal al-Allamah al-Hilli, 1411 H, hlm. 119.
  46. Sezgin, Tarikh al-Turats al-Arabi, 1412 H, bagian 2, jld. 2, hlm. 154.
  47. Wasithi Zubaidi, Taj al-Arus, 1414 H, jld. 4, hlm. 29.
  48. Ibnu Manzhur, Lisan al-Arab, 1414 H, jld. 1, hlm. 240.
  49. Ibnu Katsir al-Dimasyqi, Al-Bidayah wa al-Nihayah, 1407 H, jld. 5, hlm. 48.
  50. Ibnu Atsir al-Jazari, Al-Kamil fi al-Tarikh, 1385 H, jld. 4, hlm. 234.
  51. Massignon, Khithath al-Kufah wa Syarih Kharithatiha, tanpa tahun, jld. 1, hlm. 55.

Daftar Pustaka

  • Ibnu Atsir al-Jazari, Ali bin Muhammad, Al-Kamil fi al-Tarikh, Beirut, Dar Sadir, 1385 H.
  • Ibnu Hajar al-Asqalani, Ahmad bin Ali, Al-Ishabah fi Tamyiz al-Shahabah, riset: Adil Ahmad Abdul Maujud, Ali Muhammad Muawwadh, Beirut, Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, cetakan pertama, 1415 H.
  • Ibnu Hazm al-Andalusi, Ali bin Ahmad, Jamharah Ansab al-Arab, Beirut, Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, cetakan pertama, 1418 H.
  • Ibnu Sa'ad Katib al-Waqidi, Muhammad bin Sa'ad, Al-Thabaqat al-Kubra, riset: Muhammad Abdul Qadir Ata, Beirut, Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, cetakan pertama, 1410 H.
  • Ibnu Katsir al-Dimasyqi, Ismail bin Umar, Al-Bidayah wa al-Nihayah, Beirut, Dar al-Fikr, 1407 H.
  • Ibnu Manzhur, Muhammad bin Mukarram, Lisan al-Arab, riset: Jamaluddin Mirdamadi, Beirut, Dar al-Fikr li al-Thiba'ah wa al-Nasyr wa al-Tauzi', Dar Sadir, cetakan ketiga, 1414 H.
  • Ibnu Nadim al-Baghdadi, Muhammad bin Ishaq, Al-Fihrist, Beirut, Dar al-Ma'rifah, cetakan kedua, 1417 H.
  • Ahmadi Mianji, Ali, Makatib al-Rasul (saw), Qom, Dar al-Hadits, cetakan pertama, 1421 H.
  • Amini, Mohammad Hadi, Ash-hab Amirul Mu'minin alaihis salam wa al-Ruwat 'Anhu, Beirut, Dar al-Kitab al-Islami, cetakan pertama, 1412 H.
  • Barqi, Abu Ja'far Ahmad bin Muhammad bin Khalid, Al-Mahasin, riset: Jalaluddin Muhaddits, Qom, Dar al-Kutub al-Islamiyyah, cetakan kedua, 1371 HS.
  • Jafari, Husain Muhammad, Tasyayyu' dar Masir-e Tarikh, penerjemah: Sayid Muhammad Taqi Ayatullah, Teheran, Daftar Nasyr Farhang-e Islami, cetakan kesebelas, 1382 HS.
  • Hasan Syarab, Muhammad Muhammad, Al-Ma'alim al-Atsirah fi al-Sunnah wa al-Sirah, Beirut-Damaskus, Dar al-Qalam-Dar al-Syamiyah, cetakan pertama, 1411 H.
  • Kufi, Fudhail bin Zubair, Tasmiyah Man Qutila ma'a al-Husain alaihis salam, Qom, Alu al-Bait, cetakan kedua, 1406 H.
  • Sezgin, Fuat, Tarikh al-Turats al-Arabi, penerjemah: Mahmoud Fahmi Hijazi, Qom, Perpustakaan Umum Ayatullah al-Uzhma Mar'asyi Najafi, cetakan kedua, 1412 H.
  • Shalihi Dimasyqi, Muhammad bin Yusuf, Subul al-Huda wa al-Rasyad fi Sirah Khair al-Ibad, Beirut, Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, cetakan pertama, 1414 H.
  • Thabari, Abu Ja'far Muhammad bin Jarir, Tarikh al-Umam wa al-Muluk (Tarikh Thabari), riset: Muhammad Abul Fadhl Ibrahim, Beirut, Dar al-Turats, cetakan kedua, 1387 H.
  • Thusi, Muhammad bin Hasan, Fihrist Kutub al-Syiah wa Ushulihim wa Asma' al-Mushannifin wa Ash-hab al-Ushul, Qom, Setareh, cetakan pertama, 1420 H.
  • Allamah al-Hilli, Hasan bin Yusuf, Rijal al-Allamah al-Hilli, Najaf, Dar al-Dzakha'ir, cetakan kedua, 1411 H.
  • Utabi Shahari, Salamah bin Muslim, Al-Ansab (Shahari), koreksi: Muhammad Ihsan Nash, Oman-Maskat, Wizarat al-Turats al-Qaumi wa al-Tsaqafah, cetakan keempat, 1427 H.
  • Qifthi, Ali bin Yusuf, Inbah al-Ruwat 'ala Anbah al-Nuhat, riset: Muhammad Abul Fadhl Ibrahim, Beirut, Al-Maktabah al-Ashriyyah, cetakan pertama, 1424 H.
  • Kahhalah, Umar Ridha, Mu'jam Qabail al-Arab, Beirut, Muassasah al-Risalah, cetakan ketujuh, 1414 H.
  • Penulis, Seh Maqtal-e Guya dar Hamaseh-ye Asyura, penerjemah: Abdurrahim Aqiqi Bakhsyayesyi, Qom, Navid-e Islam, cetakan kedua, 1382 HS.
  • Massignon, Louis, Khithath al-Kufah wa Syarih Kharithatiha, penerjemah: Taqi bin Muhammad Mush'abi, cetakan pertama, tanpa tahun.
  • Miskawaih Razi, Abu Ali, Tajarub al-Umam, riset: Abul Qasim Emami, Teheran, Soroush, cetakan kedua, 1379 HS.
  • Maghribi, Qadhi Nu'man, Syarh al-Akhbar fi Fadhail al-Aimmah al-Ath-har (as), Qom, Daftar Entesyarat-e Islami, cetakan pertama, 1409 H.
  • Maqrizi, Taqiyuddin, Imta' al-Asma', riset: Muhammad Abdul Hamid Numaisi, Beirut, Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, cetakan pertama, 1420 H.
  • Najasyi, Ahmad bin Ali, Fihrist Asma' Mushannifi al-Syiah (Rijal Najasyi), Qom, Daftar Entesyarat-e Islami, cetakan keenam, 1365 HS.
  • Wasithi Zubaidi, muhibbuddin Sayid Muhammad Murtadha, Taj al-Arus min Jawahir al-Qamus, riset: Ali Syiri, Beirut, Dar al-Fikr li al-Thiba'ah wa al-Nasyr wa al-Tauzi', cetakan pertama, 1414 H.
  • Ya'qubi, Ahmad bin Abi Ya'qub, Tarikh al-Ya'qubi, Beirut, Dar Sadir, cetakan pertama, tanpa tahun.


Templat:Keluarga-keluarga Syiah