Konsep:Hayy
Hayy (Yang Maha Hidup) termasuk dalam asma[1] serta sifat dzatiyah Allah Swt[2] dan para teolog Syiah dalam kitab-kitab teologi mereka serta dalam pembahasan sifat-sifat Ilahi, telah mengkhususkan satu bagian untuk kehidupan (hayat) Allah.[3]
Kata "Hayy" dalam Al-Qur'an Al-Karim, muncul tiga kali bersamaan dengan kata "Qayyum"[4] dan dua kali disebutkan untuk Allah tanpa kata tersebut.[5] Dalam hadis-hadis, "Hayy" dihitung baik sebagai salah satu nama[6] maupun sebagai salah satu sifat Ilahi.[7] Dalam sebuah riwayat dari Imam Baqir as, hayat dinyatakan sebagai sifat azali dan bukan hal baru (hadis) bagi Allah.[8] Selain itu, dalam beberapa riwayat, nama "Hayy" bersama dengan "Qayyum" diperkenalkan sebagai contoh dari Ism Azham Allah.[9]
Raghib al-Isfahani menganggap hayat Allah bermakna kehidupan yang di dalamnya asumsi mati tidaklah benar.[10] Selain itu, Mulla Sadra menganggap hayat Allah bermakna bahwa suatu entitas berada sedemikian rupa sehingga ia pun melakukan pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan oleh makhluk hidup; seperti melakukan tindakan berdasarkan ilmu, kekuasaan (qudrah), dan ikhtiar.[11]
Menurut kata Ibnu Maitsam al-Bahrani (teolog Syiah abad ke-7 Hijriah), seluruh pemikir Syiah meyakini bahwa Allah adalah entitas yang memiliki hayat.[12] Dalil utama para ulama Syiah untuk membuktikan hayat Allah adalah: Pertama, Allah adalah entitas yang berilmu ('alim) dan berkuasa (qadir), dan tanpa ragu entitas yang berilmu dan berkuasa (seperti Allah) pastilah memiliki hayat.[13] Kedua, Allah adalah pencipta hayat, dan pencipta sesuatu tidak mungkin tidak memiliki sesuatu tersebut.[14]
Catatan Kaki
- ↑ Baihaqi, Al-Asma wa al-Sifat, 1417 H, hlm. 43.
- ↑ Misbah Yazdi, Amuzesy-e Aqa'ed (Pelajaran Akidah), 1384 HS, hlm. 74.
- ↑ Syekh Shaduq, Al-I'tiqadat, 1414 H, hlm. 27; Allamah Hilli, Kasyaf al-Murad, 1413 H; Naraqi, Jami' al-Afkar wa Naqid al-Anzhar, 1423 H, jld. 3, hlm. 352.
- ↑ Surah al-Baqarah, ayat 255; Surah Ali 'Imran, ayat 2; Surah Thaha, ayat 111.
- ↑ Surah al-Furqan, ayat 58; Surah Ghafir, ayat 65.
- ↑ Kulaini, Al-Kafi, 1362 HS, jld. 1, hlm. 112.
- ↑ Syekh Shaduq, Al-Tauhid, 1398 H, hlm. 172-173.
- ↑ Kulaini, Al-Kafi, 1362 HS, jld. 1, hlm. 88-89.
- ↑ Thabrasi, Majma' al-Bayan, 1372 HS, jld. 2, hlm. 696.
- ↑ Raghib al-Isfahani, Al-Mufradat, 1412 H, hlm. 269.
- ↑ Shadruddin Syirazi, Al-Hikmah al-Muta'aliyah, 1981 M, jld. 6, hlm. 417.
- ↑ Ibnu Maitsam, Qawa'id al-Maram, 1406 H, hlm. 87.
- ↑ Allamah Hilli, Kasyaf al-Murad, 1413 H, hlm. 287; Fadhil Miqdad, Al-Lawami' al-Ilahiyah, 1422 H, hlm. 200.
- ↑ Makarem Shirazi, Payam-e Qur'an (Pesan Al-Qur'an), 1386 HS, jld. 4, hlm. 228.
Daftar Pustaka
- Allamah Hilli, Hasan bin Yusuf, Kasyaf al-Murad fi Syarh Tajrid al-I'tiqad, Qom, Muassasah Nasyr-e Eslami, 1413 H.
- Baihaqi, Abu Bakar, Al-Asma wa al-Sifat, Beirut, Dar al-Jil, 1417 H.
- Fadhil Miqdad, Miqdad bin Abdullah, Al-Lawami' al-Ilahiyah fi al-Mabahits al-Kalamiyah, Qom, Muassasah Nasyr-e Eslami, 1422 H.
- Ibnu Maitsam, Maitsam bin Ali, Qawa'id al-Maram fi 'Ilm al-Kalam, Qom, Kitabkhaneh-ye Mar'as-syi Najafi, 1406 H.
- Kulaini, Muhammad bin Ya'qub, Al-Kafi, Tehran, Islamiyah, 1362 HS.
- Makarem Shirazi, Nashir, Payam-e Qur'an, Tehran, Dar al-Kutub al-Islamiyah, 1386 HS.
- Naraqi, Mohammad Mahdi, Jami' al-Afkar wa Naqid al-Anzhar, Tehran, Hikmat, 1423 H.
- Raghib al-Isfahani, Husain bin Muhammad, Al-Mufradat fi Gharib al-Qur'an, Damaskus - Beirut, Dar al-'Ilm - al-Dar al-Syamiyah, 1412 H.
- Shadruddin Syirazi, Muhammad bin Ibrahim, Al-Hikmah al-Muta'aliyah, Beirut, Dar Ihya al-Turats al-Arabi, 1981 M.
- Syekh Shaduq, Muhammad bin Ali, Al-I'tiqadat, Qom, Al-Mu'tamar al-Alami li-al-Syaikh al-Mufid, 1414 H.
- Syekh Shaduq, Muhammad bin Ali, Al-Tauhid, Qom, Muassasah Nasyr-e Eslami, 1398 H.
- Thabrasi, Fadhl bin Hasan, Majma' al-Bayan fi Tafsir al-Qur'an, Tehran, Nasser Khosrow, 1372 HS.