Lompat ke isi

Konsep:Gholamhossein Ebrahimi Dinani

Dari wikishia

Templat:Kotak info biografi Gholamhossein Ebrahimi Dinani (lahir 1313 HS) adalah seorang filsuf, murid dari Allamah Thabathaba'i dan profesor filsafat di Universitas Teheran. Beliau menempuh pendidikannya di Hauzah Ilmiah Isfahan dan kemudian di Hauzah Ilmiah Qom. Dinani berguru kepada tokoh-tokoh besar seperti Sayyid Husain Borujerdi, Sayyid Muhammad Muhaqqiq Damad, dan Sayyid Ruhullah Khomeini. Sembari mempelajari fikih dan ushul fikih, beliau juga mengikuti pelajaran filsafat Allamah Thabathaba'i serta menghadiri sesi-sesi filsafat Allamah Thabathaba'i dengan Henry Corbin yang diadakan di Teheran.

Ebrahimi Dinani menyelesaikan pendidikan doktoralnya di Universitas Teheran dalam bidang filsafat. Beliau pernah mengajar di Universitas Ferdowsi di Masyhad dan pada 1362 HS menjadi anggota staf pengajar Universitas Teheran.

Dinani memiliki berbagai karya tulis, di antaranya adalah Qawa'id-e Kolli-ye Falsafi dar Falsafah-ye Islami (Kaidah-kaidah Umum Filosofis dalam Filsafat Islam) dan Majara-ye Fekr-e Falsafi dar Jihan-e Islam (Petualangan Pemikiran Filosofis di Dunia Islam). Empat dari karyanya telah terpilih sebagai pemenang Penghargaan Buku Tahun Ini di Iran pada berbagai periode. Pada 1380 HS, Dinani juga dianugerahi penghargaan sebagai Tokoh Abadi (Cehere-ye Mandegar) di bidang filsafat.

Kedudukan dan Urgensi

Gholamhossein Ebrahimi Dinani adalah seorang filsuf, penulis, murid Allamah Thabathaba'i, dan profesor filsafat di Universitas Ferdowsi Masyhad, Universitas Teheran, dan Universitas Tarbiat Modares Teheran.[1] Dinani merupakan alumni Hauzah Ilmiah Isfahan dan kemudian Hauzah Ilmiah Qom. Beliau menyandang gelar doktor filsafat dari Universitas Teheran. Selain itu, berbagai artikel dan buku di bidang filsafat dan riset filosofis telah diterbitkan oleh beliau.[2]

Dinani termasuk salah satu tokoh yang menghadiri sesi-sesi filsafat Allamah Thabathaba'i dan Henry Corbin bersama Sayyid Hossein Nasr, dan menyaksikan langsung diskusi filsafat mereka.[3] Peringatan dan penghargaan terhadap Gholamhossein Ebrahimi Dinani. Dari kanan: Najafqoli Habibi, Gholamreza Avani, Gholamhossein Ebrahimi Dinani (ke-4), Karim Mojtahedi (ke-5), Hesamodin Ashna (terakhir) Beliau disebut sebagai teman dekat dan teman sekamar Sayyid Ali Khamenei, pemimpin Republik Islam Iran, di Madrasah Hujjatiyah Qom selama masa pendidikan di Hauzah Ilmiah Qom.[4]

Dinani tampil dalam acara televisi berjudul Ma'refat (Pengetahuan) dan di sana beliau memaparkan pemikiran filsafat dan irfannya.[5] Selain itu, pada 1396 HS, Dinani mendapatkan penghargaan dalam acara yang diadakan dengan tajuk Peringatan Setengah Abad Aktivitas Filsafat Dinani di Asosiasi Karya dan Tokoh Budaya.[6]

Dinani merupakan anggota tetap Akademi Ilmu Pengetahuan Republik Islam dan anggota tetap Asosiasi Hikmah dan Filsafat Iran.[7]

Pendidikan

Gholamhossein Ebrahimi Dinani lahir pada 5 Dey 1313 HS di lingkungan Dinan, bagian dari Dorcheh, Isfahan.[8] Setelah menyelesaikan pendidikan dasar, beliau memasuki Madrasah Nimawar di Hauzah Ilmiah Isfahan. Setelah menyelesaikan tingkat Muqaddimat dan Suthuh, Dinani memasuki Hauzah Ilmiah Qom untuk menyempurnakan pendidikannya.[9] Sembari mempelajari fikih dan ushul fikih, beliau mempelajari filsafat di Isfahan kepada Hakim Ziapour dan di Qom kepada Allamah Thabathaba'i hingga menjadi salah satu murid khusus Allamah.[10] Berdiri dari kanan: Sayyid Taqi Dorche-i, Hasan Tehrani, Gholamhossein Ebrahimi Dinani, Sayyid Mahdi Emam Jamarani, Sayyid Muhammad Ehsani, Shadiq Bonekdar, dan Hasan Sanei. Duduk dari kanan: Muhammad Mostafavi dan Pourmand Dinani menempuh pelajaran Kharij Fikih dan Ushul di Qom kepada guru-guru seperti Sayyid Husain Borujerdi, Muhammad Ali Araki, Sayyid Muhammad Muhaqqiq Damad, Imam Khomeini, Sayyid Muhammad Baqir Sultani Thabathaba'i, Husain Ali Montazeri, dan Mirza Jawad Tabrizi.[11]

Ebrahimi Dinani lulus sarjana filsafat dari Universitas Teheran pada 1345 HS dan mulai bekerja di Kementerian Pendidikan.[12] Beliau mempertahankan disertasi doktoral filsafatnya di Universitas Teheran pada 1352 HS. Beliau mulai mengajar filsafat di Universitas Ferdowsi di Masyhad pada 1353 HS dan pada 1362 HS menjadi anggota staf pengajar Universitas Teheran.[13]

Karya

Templat:Utama Majara-ye Fekr-e Falsafi dar Jihan-e Islam Dinani memiliki lebih dari tiga puluh buku dan lebih dari seratus artikel di bidang filsafat[14] yang mengkritik dan menjelaskan pandangan-pandangan filosofis para filsuf Timur dan Barat, serta memaparkan pandangan filsafat pribadinya. Beberapa bukunya antara lain:

  • Qawa'id-e Kolli-ye Falsafi dar Falsafah-ye Islami (Kaidah-kaidah Umum Filosofis dalam Filsafat Islam - dua jilid)
  • Majara-ye Fekr-e Falsafi dar Jihan-e Islam (Petualangan Pemikiran Filosofis di Dunia Islam - tiga jilid). Buku ini menerima Penghargaan Buku Tahun Ini di Iran pada tahun 1378 HS.
  • Daftar-e Aql wa Ayat-e Esyq (Buku Akal dan Tanda Cinta - tiga jilid). Terpilih sebagai Penghargaan Buku Tahun Ini pada tahun 1384 HS.
  • Derakhsyesy-e Ibn Rusyd dar Hikmat-e Masya' (Kegemilangan Ibnu Rusyd dalam Hikmah Masya'). Buku ini juga mendapatkan apresiasi sebagai Buku Tahun Ini pada tahun 1385 HS.
  • Khwajah Nashiruddin Thusi Filusuf-e Goftogu (Khwajah Nashiruddin Thusi Filsuf Dialog). Menerima Penghargaan Buku Tahun Ini pada tahun 1387 HS.[15]

Ebrahimi Dinani mendapatkan penghargaan sebagai Tokoh Unggulan dalam bidang filsafat pada periode pertama Cehere-ye Mandegar pada tahun 1380 HS.[16]

Buku Zharfaye Andisheh (Kedalaman Pemikiran) mengenai biografi, keprihatinan, dan pandangan Dinani ditulis oleh Ali Oujabi.[17]

Beberapa Pandangan Dinani

Ketenaran utama Dinani dianggap karena upayanya dalam menghidupkan kembali Filsafat Isyraq dan membaca ulang hikmah Iran kuno. Dinani menganggap akal sebagai standar untuk mengukur dan memahami segala sesuatu, bahkan pemahaman manusia tentang Tuhan. Beliau dianggap sebagai filsuf rasionalis yang meyakini Isyraq (iluminasi), dan pada saat yang sama merupakan filsuf ilahi (mutallih) serta ahli Hikmah Muta'aliyah dan menguasai seluruh aspek Irfan.[18]

Dalam buku Daftar-e Aql wa Ayat-e Esyq, Dinani membahas kedudukan akal dalam hikmah dan filsafat serta membela akal di hadapan keyakinan Asy'ariyah. Menurut Dinani, tidak ada pertentangan antara cinta dan pemahaman akal, dan tidak ada yang meniadakan yang lain. Julukan seperti Prajurit Akal juga dinisbatkan kepada Dinani.[19]

Menurut keyakinan Dinani, tidak ada permusuhan antara akal dan cinta; hasil dari akal adalah cinta dan tanpa akal, cinta sama sekali tidak mungkin terjadi. Namun terkadang pengetahuan demonstratif (ma'rifat burhani) mungkin ada tanpa cinta, tetapi sisi sebaliknya tidak mungkin, dan cinta tanpa pengetahuan, yaitu cinta yang kita kenal, tidaklah bermakna. Bahkan cinta-cinta kiasan (majazi) tidak mungkin terjadi tanpa pengetahuan.[20]

Menurut pandangan Dinani, Ibnu Sina lebih besar dari Aristoteles; Ibnu Sina adalah Aristoteles-nya dunia Islam. Beliau memasukkan banyak masalah yang tidak terpikirkan oleh Aristoteles seperti Burhan Shiddiqin yang sama sekali tidak terpikirkan oleh Aristoteles. Para hukama Islam seperti Ibnu Sina, Suhrawardi, dan Mulla Sadra, bukanlah filsuf tipe Wittgenstein, melainkan mereka adalah para hukama; mereka memahami baik cinta maupun Irfan. Di sisi lain, Ilmu Kalam berada di peringkat yang lebih rendah daripada filsafat; kedudukan kalam jauh lebih rendah, tetapi irfan lebih tinggi daripada filsafat. Hasil dari filsafat adalah irfan, dan para hukama Islam juga menguasai irfan. Mulla Sadra, Suhrawardi, dan Ibnu Sina semuanya adalah arif yang sempurna dan murni.[21]

Menurut Dinani, sebagian orang berpendapat bahwa buku Tahafut al-Falasifah karya Al-Ghazali, meskipun dari sisi tujuan dan maksud penulisannya dikenal sebagai buku anti-filsafat, namun dari sisi subjek dan isi termasuk dalam kategori buku-buku filsafat. Dengan demikian, untuk menolak filsafat seseorang harus menggunakan filsafat, dan dengan senjata non-filsafat seseorang tidak akan pernah bisa berperang melawan filsafat. Pemikiran filosofis hidup karena kekuatan pertanyaan, artinya di mana tidak ada pertanyaan maka di sana tidak akan ada filsafat.[22]

Catatan Kaki

  1. Biografi Profesor Doktor Gholamhossein Ebrahimi Dinani, Situs Olama wa Orafa.
  2. Biografi Profesor Doktor Gholamhossein Ebrahimi Dinani, Situs Olama wa Orafa.
  3. Nasri, Ayine-haye Filusuf, 1380 HS, hlm. 39-40; Biografi Profesor Doktor Gholamhossein Ebrahimi Dinani, Situs Olama wa Orafa.
  4. Seperti Ammar; Tinjauan Kenangan Hujjatul Islam wal Muslimin Nateq Nouri tentang Perjuangan Pemimpin Revolusi, Kantor Berita ISNA.
  5. Biografi Profesor Doktor Gholamhossein Ebrahimi Dinani, Situs Olama wa Orafa.
  6. Peringatan Gholamhossein Ebrahimi Dinani, Situs Donya-e Eqtesad.
  7. Biografi Profesor Doktor Gholamhossein Ebrahimi Dinani, Situs Olama wa Orafa; Biografi: Gholamhossein Ebrahimi Dinani (1313-), Situs Hamshahri Online.
  8. Nasri, Ayine-haye Filusuf, 1380 HS, hlm. 31.
  9. Nasri, Ayine-haye Filusuf, 1380 HS, hlm. 31; Biografi: Gholamhossein Ebrahimi Dinani (1313-), Situs Hamshahri Online.
  10. Nasri, Ayine-haye Filusuf, 1380 HS, hlm. 35; Biografi Profesor Doktor Gholamhossein Ebrahimi Dinani, Situs Olama wa Orafa.
  11. Nasri, Ayine-haye Filusuf, 1380 HS, hlm. 35; Biografi: Gholamhossein Ebrahimi Dinani (1313-), Situs Hamshahri Online; Biografi Profesor Doktor Gholamhossein Ebrahimi Dinani, Situs Olama wa Orafa.
  12. Biografi: Gholamhossein Ebrahimi Dinani (1313-), Situs Hamshahri Online; Biografi Profesor Doktor Gholamhossein Ebrahimi Dinani, Situs Olama wa Orafa.
  13. Biografi: Gholamhossein Ebrahimi Dinani (1313-), Situs Hamshahri Online; Biografi Profesor Doktor Gholamhossein Ebrahimi Dinani, Situs Olama wa Orafa.
  14. "Gholamhossein Ebrahimi Dinani - Filsuf dan Pemikir Iran", Situs Filusufyar.
  15. Dinani, Situs Filusufyar; Biografi: Gholamhossein Ebrahimi Dinani (1313-), Situs Hamshahri Online.
  16. "Biografi: Gholamhossein Ebrahimi Dinani (1313-)", Situs Hamshahri Online.
  17. "Zharfaye Andisheh", Situs Filusufyar.
  18. Biografi Profesor Doktor Gholamhossein Ebrahimi Dinani, Situs Olama wa Orafa.
  19. Biografi Profesor Doktor Gholamhossein Ebrahimi Dinani, Situs Olama wa Orafa.
  20. Ebrahimi Dinani, "Gozaresy: Khwajah Nashiruddin Thusi, Filusuf-e Goftogu", hlm. 109.
  21. Ebrahimi Dinani, "Gozaresy: Khwajah Nashiruddin Thusi, Filusuf-e Goftogu", hlm. 108.
  22. "Falsafah-ye Naqd wa Naqd-e Falsafi", hlm. 5.

Daftar Pustaka