Konsep:Ayat 5 Surah Ibrahim
| Informasi Ayat | |
|---|---|
| Surah | Surah Ibrahim |
| Ayat | 5 |
| Juz | 13 |
| Informasi Konten | |
| Tempat Turun | Mekkah |
| Tentang | Pengutusan Musa as • Ayyamullah |
Ayat 5 Surah Ibrahim (bahasa Arab:آیة ۵ سورة الابراهیم) mengisyaratkan kepada pengutusan Nabi Musa as untuk membimbing kaumnya dari kegelapan menuju cahaya dan mengingatkan akan Ayyamullah.[1]
Allamah Thabathaba'i meyakini bahwa kisah risalah Musa as disebutkan di awal Surah Ibrahim karena kaitannya dengan pengingat akan kemuliaan Allah.[2] Para mufasir menafsirkan "kegelapan" (zhulumat) sebagai kekafiran atau syirik, dan "cahaya" (nur) sebagai iman atau tauhid.[3] Pada kelanjutan ayat, Allah memerintahkan Musa as untuk mengingatkan "Ayyamullah" (Hari-hari Allah) dan di bagian akhir, diisyaratkan mengenai pentingnya sabar dan syukur; di mana seorang mukmin bersabar saat menghadapi bencana dan bersyukur saat mendapatkan nikmat.[4]
"Dan sungguh, Kami telah mengutus Musa dengan tanda-tanda (kekuasaan) Kami, (dengan perintah), 'Keluarkanlah kaummu dari kegelapan kepada cahaya terang dan ingatkanlah mereka dengan hari-hari Allah.' Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi setiap orang yang sabar dan banyak bersyukur." (QS. Ibrahim: 5)
Terdapat perbedaan pendapat mengenai makna ungkapan "Ayyamullah". Sebagian mufasir mengaitkannya dengan hari-hari turunnya azab atau nikmat pada umat-umat terdahulu,[5] sedangkan kelompok lain berdasarkan sebagian riwayat[6] mengaitkannya dengan [[Kemunculan Imam Mahdi as|hari kebangkitan Qa'im], Raj'ah, kematian, dan Kiamat.[7] Selain itu, sebagian mufasir menganggap "Ayyamullah" sebagai hakikat batin hari-hari azab dan nikmat di berbagai alam seperti Alam Mitsal, alam jiwa (nafs), alam Malaikat, Neraka, dan tingkatan-tingkatannya.[8]
Nashir Makarim Syirazi meyakini bahwa "Ayyamullah" mengacu pada hari-hari penting dalam sejarah manusia di mana perintah Ilahi turun, seorang nabi muncul, atau thaghut binasa.[9] Berdasarkan hal ini, para pemimpin Republik Islam menganggap hari-hari seperti hari ulang tahun kemenangan Revolusi Islam sebagai salah satu contoh (misdak) Ayyamullah.[10]
Catatan Kaki
- ↑ Makarim Syirazi, Tafsir Namuneh, Teheran, jld. 10, hlm. 270.
- ↑ Thabathaba'i, Al-Mizan, Beirut, jld. 12, hlm. 17.
- ↑ Mughniyah, At-Tafsir al-Mubin, 1425 H, jld. 1, hlm. 330.
- ↑ Thabarsi, Majma' al-Bayan, Beirut, jld. 6, hlm. 476; Makarim Syirazi, Tafsir Namuneh, Teheran, jld. 10, hlm. 272.
- ↑ Thabarsi, Majma' al-Bayan, Beirut, jld. 6, hlm. 476; Nahavandi, Nafahat ar-Rahman, 1386 HS, jld. 3, hlm. 501.
- ↑ Syekh Shaduq, Al-Khishal, 1416 H, jld. 1, hlm. 108.
- ↑ Huwaizi, Tafsir Nur at-Tsaqalain, 1415 H, jld. 2, hlm. 526.
- ↑ Sulthan Ali Syah, Bayan as-Sa'adah, 1408 H, jld. 2, hlm. 389.
- ↑ Makarim Syirazi, Tafsir Namuneh, Teheran, jld. 10, hlm. 272.
- ↑ Khomeini, Shahifeh-ye Imam, 1403 HS, jld. 17, hlm. 298; Khamenei, Pidato dalam Pertemuan dengan Komandan dan Personel Angkatan Udara Angkatan Darat, Situs Kantor Pemimpin Republik Islam Iran.
Daftar Pustaka
- Huwaizi, Abd Ali bin Jum'ah. Tafsir Nur at-Tsaqalain. Qom, Ismailiyan, 1415 H.
- Khamenei. Pidato dalam Pertemuan dengan Komandan dan Personel Angkatan Udara Angkatan Darat. Situs Kantor Pemimpin Republik Islam Iran, Tanggal publikasi: 19 Bahman 1396 HS, Tanggal kunjungan: 17 Syahrivar 1403 HS.
- Khomeini, Sayid Ruhullah. Shahifeh-ye Imam. Teheran, Muassasah Tanzhim va Nasyr-e Atsar-e Imam Khomeini, 1403 HS.
- Makarim Syirazi, Nashir. Tafsir Namuneh. Teheran, Dar al-Kutub al-Islamiyyah, 1371-1374 HS.
- Mughniyah, Muhammad Jawad. At-Tafsir al-Mubin. Qom, Dar al-Kitab al-Islami, 1425 H/2004 M.
- Nahavandi, Muhammad. Nafahat ar-Rahman fi Tafsir al-Qur'an. Qom, Bonyad-e Be'tsat, 1386 HS/1429 H.
- Sulthan Ali Syah, Sulthan Muhammad bin Haidar. Bayan as-Sa'adah fi Maqamat al-Ibadah. Beirut, Muassasah al-A'lami lil-Mathbu'at, 1408 H/1988 M.
- Syekh Shaduq, Muhammad bin Ali. Al-Khishal. Qom, Muassasah an-Nasyr al-Islami, 1416 H.
- Thabarsi, Fadhl bin Hasan. Majma' al-Bayan. Beirut, Dar al-Ma'rifah, 1408 H.
- Thabathaba'i, Muhammad Husain. Al-Mizan fi Tafsir al-Qur'an. Beirut, Muassasah al-A'lami lil-Mathbu'at, 1390-1394 H/1971-1974 M.