Lompat ke isi

Konsep:Ayat 227 Surah asy-Syu'ara

Dari wikishia
Ayat 227 Surah asy-Syu'ara
Informasi Ayat
NamaAyat 227 Surah asy-Syu'ara'
Surahasy-Syu'ara'
Ayat227
Juz19
Informasi Konten
Tempat
Turun
Madinah
TentangPara penyair yang beriman
Ayat-ayat terkaitAyat 224 sampai 226 Surah asy-Syu'ara'


Ayat 227 Surah asy-Syu'ara' mengacu pada empat karakteristik penyair yang beriman: Iman, Amal Saleh, banyak mengingat Allah, dan berdiri melawan kezaliman.[1] Menurut para mufasir, dengan turunnya ayat ini, para penyair yang beriman menjadi berbeda dari para penyair yang dicela dalam ayat-ayat sebelumnya yang tidak bertujuan, suka mengejek, dan plin-plan.[2][3] Fakhr Razi meyakini bahwa "banyak mengingat Allah" dalam ayat ini berarti bahwa puisi para penyair yang beriman berkisar pada tema-tema seperti Tauhid, Kenabian, dan dakwah menuju kebenaran.[4] Di akhir ayat ini, musuh-musuh Nabi Islam saw dan orang-orang zalim diancam bahwa mereka akan segera mengetahui nasib akhir mereka.[5]

Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal soleh, serta banyak menyebut nama Allah, dan membela diri sesudah mereka dianiaya. Dan (ingatlah), orang-orang yang melakukan kezaliman kelak akan mengetahui ke tempat mana mereka akan kembali.


Dalam sebuah riwayat yang dinukil dalam tafsir Al-Mizan dari al-Durr al-Mantsur, ketika Ayat 224 Surah asy-Syu'ara' "Waasy-syu'arā'u yattabi'uhumul-ghāwūn" turun, beberapa penyair beriman, termasuk Hassan bin Tsabit, pergi menemui Nabi Muhammad saw sambil menangis dan menyatakan kekhawatiran mereka, apakah karena mereka juga penyair, mereka mungkin termasuk orang-orang yang binasa? Kemudian ayat ini turun.[6]

Dalam sebuah riwayat, contoh (mashdaq) dari bagian pertama ayat ini (Illalladzīna āmanū wa 'amilūsh-shālihāt) adalah Imam Ali as dan anak-anak beliau.[7] Selain itu, maksud dari zikir yang banyak dalam ayat ini ditafsirkan sebagai Tasbih Hazrat Zahra sa.[8] Dalam sebuah riwayat dari Imam Shadiq as, contoh nyata dari kezaliman adalah kezaliman terhadap hak Keluarga Nabi Muhammad saw.[9] Dalam sebuah hadis dinukil bahwa kepala Imam Husain as di atas tombak membacakan bagian ayat "Wa saya'lamulladzīna zhalamū ayya munqalabin yanqalibūn".[10] Merupakan hal yang lazim dalam budaya Syiah bahwa bagian akhir ayat ini dibacakan di akhir pidato-pidato dan raudhah-raudhah yang berkaitan dengan Imam Husain as dan para Imam as lainnya.[11]

Dalam sumber-sumber Syiah, Hassan bin Tsabit, Abdullah bin Rawahah, Ka'ab bin Malik, dan Di'bil al-Khuzai disebut sebagai para penyair beriman yang menggunakan puisi dalam rangka memperkuat agama dan menghadapi musuh-musuh Islam serta Ahlulbait as.[12] Selain itu, dinukil dari Imam Shadiq as bahwa beliau bersabda: "Barangsiapa menggubah satu bait puisi tentang kebenaran kami, maka Allah akan memberinya sebuah rumah di Surga."[13]

Catatan Kaki

  1. Makarem Shirazi, Tafsir Nemuneh, 1380 HS, jld. 15, hlm. 380.
  2. Fakhr Razi, Al-Tafsir al-Kabir, 1422 H, jld. 21, hlm. 539.
  3. Tabataba'i, Al-Mizan, 1393 H, jld. 15, hlm. 331.
  4. Fakhr Razi, Al-Tafsir al-Kabir, 1422 H, jld. 21, hlm. 539.
  5. Makarem Shirazi, Tafsir Nemuneh, 1380 HS, jld. 15, hlm. 380.
  6. Tabataba'i, Al-Mizan, 1393 H, jld. 15, hlm. 338.
  7. Hurr al-Amili, Tafshil Wasa'il al-Syiah, 1416 H, jld. 27, hlm. 133.
  8. Qara'ati, Tafsir Nur, 1375 HS, jld. 6, hlm. 381.
  9. Qara'ati, Tafsir Nur, 1375 HS, jld. 6, hlm. 381.
  10. Qara'ati, Tafsir Nur, 1375 HS, jld. 6, hlm. 381.
  11. "Marahal-e Mosibat-khani wa Marsiyeh-khani", Situs Karballa.
  12. Tabataba'i, Al-Mizan, 1393 H, jld. 15, hlm. 338; Thayyib, Athiyab al-Bayan, 1348 HS, jld. 10, hlm. 102.
  13. Qara'ati, Tafsir Nur, 1375 HS, jld. 6, hlm. 382.

Daftar Pustaka

  • Al-Hurr al-Amili, Muhammad bin al-Hasan. Tafshil Wasa'il al-Syiah ila Tahshil Masail al-Syari'ah. Qom, Muassasah Alu al-Bait 'alaihimus-salam li-Ihya al-Turats, cetakan ketiga, 1416 H.
  • "Marahal-e Mosibat-khani wa Marsiyeh-khani". Situs Karballa, tanpa tanggal, kunjungan: 17 Aban 1402 HS.
  • Makarem Shirazi, Nashir. Tafsir Nemuneh. Tehran, Dar al-Kutub al-Islamiyah, cetakan ke-41, 1380 HS.
  • Qara'ati, Mohsen. Tafsir Nur. Tehran, Markaz-e Farhangi-ye Dars-ha-i az Qur'an, cetakan pertama, 1388 HS.
  • Tabataba'i, Sayid Muhammad Husain. Al-Mizan fi Tafsir al-Qur'an. Beirut, Muassasah al-A'lami lil-Matbu'at, cetakan ketiga, 1393 H.
  • Thabrasi, Fadhl bin al-Hasan. Majma' al-Bayan fi Tafsir al-Qur'an. Beirut, Dar al-Ma'rifah lil-Thiba'ah wa al-Nasyr, cetakan kedua, 1408 H.
  • Thayyib, Abdul Husain. Athiyab al-Bayan fi Tafsir al-Qur'an. Tehran, Ketabforusyi-ye Eslam, 1348 HS.
  • Fakhr Razi, Muhammad bin Umar. Al-Tafsir al-Kabir. Beirut, Dar Ihya al-Turats al-Arabi, cetakan keempat, 1422 H.