Lompat ke isi

Konsep:Syekh Ahmad Yasin

Dari wikishia

Syekh Ahmad Yasin (1936-2004 M) adalah seorang pemimpin spiritual, pendiri Gerakan Hamas, dan salah satu tokoh perlawanan Palestina terhadap Israel. Ia mendirikan Hamas pada tahun 1987 M bersama sekelompok aktivis Islamis. Meskipun memiliki keterbatasan fisik, ia memainkan peran sentral dalam membentuk perjuangan di Palestina. Pembunuhan Ahmad Yasin oleh Israel pada tahun 2004 M memicu berbagai reaksi dan mengubahnya menjadi simbol perjuangan dan keteguhan hati.

Pemimpin dan Simbol Perlawanan

Syekh Ahmad Yasin, yang terkenal dengan sebutan Syekh para Mujahidin,[1] dikenal sebagai salah satu tokoh pejuang dan simbol perlawanan Palestina.[2] Dikatakan bahwa tekanan politik dan sosial terhadap warga Palestina, pembentukan rezim Israel, dan kekalahan Arab dalam perang-perang regional memengaruhi pandangan-pandangannya.[3]

Yasin menempuh pendidikan agamanya di Universitas Al-Azhar Mesir dan pada masa itulah ia berkenalan dengan pemikiran Ikhwanul Muslimin. Terpengaruh oleh pemikiran Ikhwanul Muslimin, ia meyakini bahwa Palestina adalah tanah Islam yang telah diduduki oleh Israel, dan selalu menekankan pentingnya kedaulatan Islam atas seluruh Palestina.[4] Seiring meluasnya pengaruh gerakan ini, Ahmad Yasin dikenal sebagai salah satu penentang paling utama Pendudukan Israel atas Palestina.[5]

Wawancara Ahmad Yasin tentang Israel. Dalam wawancara ini, ia memprediksi bahwa Israel akan hancur sebelum seperempat pertama abad ke-21 (sebelum 2025 M) dan tidak akan bertahan hingga tahun 2027 M.

Setelah pembunuhannya oleh Israel, rumahnya diubah menjadi museum untuk menghormati ingatan dan warisannya.[6] Kesyahidannya memicu gelombang kemarahan dan protes di wilayah-wilayah Palestina; ribuan orang turun ke jalan-jalan di Gaza, dan kelompok-kelompok perlawanan berjanji akan membalas.[7]

Setelah Yasin, Abdul Aziz al-Rantisi ditunjuk sebagai pemimpin baru Hamas.[8]

Biografi

Ahmad Yasin lahir pada 28 Juni 1936 M di desa al-Jaura, bagian dari 'Asqalan di selatan Palestina yang berada di bawah mandat Inggris.[9] Setelah ayahnya meninggal, karena banyaknya nama Ahmad dalam keluarga Yasin, ia dikenal dengan nama "Ahmad Sa'dah" dengan merujuk pada nama ibunya (Sayidah Sa'dah Abdullah al-Habil).[10]

Di masa kecilnya, ia mengalami disabilitas pada tangan dan kakinya akibat sebuah kecelakaan, namun keterbatasan ini tidak menghalanginya untuk menuntut ilmu dan beraktivitas. Pada tahun 1964 M, ia pergi ke Universitas 'Ain Syams Mesir untuk belajar bahasa Inggris.[11] Setelah kekalahan Arab dalam perang 1967 M dan pendudukan Jalur Gaza oleh Israel, ia menghentikan pendidikannya dan kembali ke Gaza untuk mengajak masyarakat melawan para penjajah dan memperkuat semangat perlawanan.[12]

Ia menikah dengan Halimah Hasan Yasin pada tahun 1961 M dan dikaruniai 11 orang anak (3 laki-laki dan 8 perempuan).[13]

Pertemuan dengan Ayatullah Khamenei dalam kunjungannya ke Iran

Kunjungan ke Iran

Syekh Ahmad Yasin pada bulan Ordibehesht 1377 HS (April 1998 M) melakukan kunjungan ke Iran dan bertemu dengan pejabat-pejabat Iran, termasuk Ayatullah Khamenei, Pemimpin Republik Islam Iran. Atas undangan Majma' Jahani Ahlulbait, ia juga mengunjungi Kota Qom.[14]

Syahid

Ahmad Yasin pada 22 Maret 2004 M, setelah menunaikan salat Subuh di Gaza, menjadi sasaran serangan udara Israel dan mencapai kesyahidan.[15] Operasi ini dilaksanakan di bawah pengawasan langsung Ariel Sharon, Perdana Menteri Israel pada waktu itu.[16] Makamnya berada di Pemakaman Syekh Radhwan di pusat Kota Gaza.[17]

Templat:Kutipan berbingkai

Menyusul syahidnya Ahmad Yasin, Ayatullah Khamenei[18] dan Ayatullah Sistani[19] mengeluarkan pesan belasungkawa, dan Hasan Nasrallah, Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon pada waktu itu, menyampaikan pidato dalam upacara peringatan untuknya.[20]

Aktivitas Politik

Ahmad Yasin awalnya bergabung dengan cabang Palestina dari Ikhwanul Muslimin, namun hingga tahun 1987 M, ia bukanlah figur yang terkenal.[21] Dengan dimulainya Intifadhah Pertama pada 1987 M, ia bersama para Islamis lainnya mendirikan Gerakan Hamas sebagai cabang Palestina dari Ikhwanul Muslimin dengan slogan "Pembebasan Seluruh Tanah Palestina", dan memimpinnya.[22]

Israel awalnya menganggap gerakan ini tidak penting, tetapi seiring meluasnya aktivitas Hamas, posisinya semakin menguat. Pada tahun 1989 M, ia dituduh mengeluarkan perintah untuk membunuh warga Palestina yang bekerja sama dengan Israel dan dihukum penjara seumur hidup, namun pada tahun 1997 M, dalam pertukaran tahanan, ia dibebaskan dan menjadi simbol perlawanan.[23]

Posisi dan Tindakan

  • Penolakan terhadap Proses Perdamaian: Ahmad Yasin tidak pernah menerima perdamaian dengan Israel dan meyakini bahwa seluruh Palestina adalah milik umat Islam. Pada tahun 2003 M, ia mengkritik KTT Aqaba yang diselenggarakan untuk memajukan proses perdamaian.[24]
  • Dukungan terhadap Operasi Syahid: Meskipun Yasin tidak mengungkapkan peran langsungnya dalam operasi-operasi militer, ia mempromosikan konsep "kesyahidan" dan menyebut para pelaku bom bunuh diri sebagai mujahidin.[25]
  • Layanan Sosial: Di bawah kepemimpinannya, Hamas mendirikan sekolah-sekolah, klinik kesehatan gratis, dan dana-dana amal yang berkontribusi pada meningkatnya popularitas gerakan tersebut.[26]

Pendirian Yayasan Syekh Yasin

Yayasan Internasional Syekh Ahmad Yasin adalah sebuah lembaga kemanusiaan dan budaya yang didirikan pada tahun 2018 M di Kota Gaza. Menurut laporan jaringan Al Jazeera, tujuan yayasan ini adalah untuk melestarikan warisan dan memperingati Syekh Ahmad Yasin, meningkatkan kapasitas dan keterampilan dalam rangka mendukung hak asasi manusia, memperluas aktivitas kemanusiaan, serta mempromosikan konsep-konsep kebebasan dan kehidupan yang merdeka; sebagaimana Syekh Yasin telah mengabdikan hidupnya untuk membela cita-cita tersebut.[27]

Catatan Kaki

  1. Madhi, Ahmad Yasin Amir al-Syuhada`, 1425 H, hlm. 11.
  2. Syekh Ahmad Yasin; Pendiri Hamas dan Simbol Perlawanan, Badan Berita Defa Press.
  3. Biografi Syekh Ahmad Yasin, BBC Persia.
  4. ī al-Dhikra al-18 li Ightiyalih.. Ta'arraf 'ala al-Syeikh Aḥmad Yasīn Mu’assis "Hamas", Jaringan Al Jazeera.
  5. Biografi Syekh Ahmad Yasin, BBC Persia.
  6. Peringatan 12 Tahun Syahidnya Syekh Ahmad Yasin, Pendiri Hamas, Badan Berita Anadolu.
  7. Israel Membunuh Pemimpin Kelompok Islamis Hamas, BBC Persia.
  8. Rahbar-e Jadīd-e Jombesh-e Hamās dar Ghazzeh E'lām Syud, BBC Persia.
  9. Khamenei, Tuhmah Sultah, 1392 HS, hlm. 479; Peringatan 12 Tahun Syahidnya Syekh Ahmad Yasin, Pendiri Hamas, Badan Berita Anadolu.
  10. Madhi, Ahmad Yasin Amir al-Syuhada`, 1425 H, hlm. 9.
  11. Pada Peringatan 18 Tahun Pembunuhannya.. Kenali Syekh Ahmad Yasin Pendiri "Hamas", Jaringan Al Jazeera.
  12. Khamenei, Tuhmah Sultah, 1392 HS, hlm. 479; Biografi Syekh Ahmad Yasin, BBC Persia.
  13. Pada Peringatan 18 Tahun Pembunuhannya.. Kenali Syekh Ahmad Yasin Pendiri "Hamas", Jaringan Al Jazeera.
  14. Hudhur-e Syekh Ahmad Yasin dar Iran, Situs Farda News.
  15. Khamenei, Tuhmah Sultah, 1392 HS, hlm. 479.
  16. Maḍi, Ahmad Yasin Amir al-Syuhada`, 1425 H, hlm. 15.
  17. Kehadiran Haniyeh di Makam Syekh Ahmad Yasin, Kantor Berita Qods.
  18. Pesan Belasungkawa Menyusul Syahidnya Syekh Ahmad Yasin Pemimpin Gerakan Perlawanan Palestina Hamas, Kantor Pelestarian dan Penerbitan Karya Ayatullah Khamenei.
  19. Pernyataan Kantor Ayatullah Agung Sayyid al-Sistani (Semoga Kelanggengan Dijaga) Terkait Pembunuhan Terhadap Syekh Ahmad Yasin, Situs Ayatullah Sistani.
  20. Kalimat al-Sayid Nasrullah fi Ta’bin al-Syekh Ahmad Yasin, Hubungan Media Hizbullah.
  21. Biografi Syekh Ahmad Yasin, BBC Persia.
  22. Ruhani, Asyena-i ba Kisywarha-ye Islami, hlm. 160; Hazrati, Khursyid dar Sayeh, 1397 HS, hlm. 281.
  23. Ruzsyumar-e Tarikh, 1390 HS, hlm. 1781.
  24. Biografi Syekh Ahmad Yasin, BBC Persia.
  25. Biografi Syekh Ahmad Yasin, BBC Persia.
  26. «Ahmad Yasin al-Syekh al-Mujahid al-Syahid», hlm. 16.
  27. Fi al-Dhikra al-18 li Ightiyalih.. Ta'arraf 'ala al-Syekh Ahmad Yasin Mu’assis "Hamas", Jaringan Al Jazeera.

Daftar Pustaka