Konsep:Suku Thayyi
| Ras | Qahthani |
|---|---|
| Pendiri | Thayyi' bin Udad |
| Asalusul | Yaman |
| Bercabang menjadi | Tahun 9 Hijriah |
| Tempat menetap | Najd Yaman • Kufah • Syam |
| Ciri khas | Keberanian |
| Waktu masuk Islam=
| Tempat tinggal =
| Karakteristik =
| Peristiwa =
| Nama pemerintahan =
| Mulai memerintah =
| Akhir pemerintahan =
| Wilayah kekuasaan =
| Penguasa =
| Sahabat = 'Adi bin Hatim • Zaid al-Khair
| Perawi =
| Marja Taklid =
| Tokoh terkenal = Hatim ath-Tha'i • Ammar bin Hassan ath-Tha'i • Umayyah bin Sa'd ath-Tha'i • Habis bin Sa'd ath-Tha'i
| Ulama =
}}
Kabilah Thayyi' adalah salah satu kabilah Arab Qahthani dan berasal dari Yaman di mana sejumlah dari mereka menjadi Syiah dan menurut laporan-laporan sejarah termasuk dalam para pejabat di Pemerintahan Imam Ali (as). Kabilah ini memeluk Islam pada Tahun 9 Hijriah. Nabi Muhammad (saw) dengan tujuan menghancurkan berhala dan kuil Fuls menyerahkan komando sebuah sariyyah (ekspedisi militer) kepada Imam Ali (as). Dengan terjadinya peperangan, kaum Thayyi' mengalami kekalahan dan Islam tersebar di wilayah Najd. Kabilah Thayyi' berkat pidato dan pencerahan 'Adi bin Hatim pada peristiwa kemurtadan beberapa kaum di masa kekhalifahan Abu Bakar tidak menjadi murtad. Sebagian besar kaum Thayyi' (anggota kabilah Thayyi') beremigrasi ke Kufah dan juga memiliki peran dalam penaklukan-penaklukan muslim.
'Adi bin Hatim dari tokoh-tokoh terkemuka kabilah ini pasca Wafat Nabi (saw) menjadi bagian dari sahabat khusus dan kemudian para komandan pasukan Imam Ali (as). Menurut laporan Ibnu Qutaibah ad-Dinawari, seorang sejarawan, 3.000 penunggang kuda Thayyi' membantu Imam dalam Perang Jamal. Selain itu sekelompok kaum Thayyi' juga hadir dalam Perang Shiffin. Tentu saja sebaliknya, beberapa orang dari kabilah ini di bawah komando Habis bin Sa'd ath-Tha'i hadir dalam pasukan Muawiyah. Demikian juga Zaid bin Hushain ath-Tha'i dalam peristiwa tahkim (arbitrase) bertentangan dengan pandangan Imam bersikeras pada arbitrase Abu Musa al-Asy'ari dan akhirnya bersama orang-orang dari kabilah ini bergabung dengan Khawarij. Ahmad Pakatchi, peneliti sejarah Islam, menganggap akhir pemerintahan Imam Ali (as) sebagai masa berakhirnya otoritas politik kabilah Thayyi'.
Pasca seruan Imam Hasan al-Mujtaba (as) kepada orang-orang untuk berperang melawan pasukan Syam dan Muawiyah, 'Adi bin Hatim di tengah kebisuan dan kelemahan orang-orang, mendorong mereka untuk membantu Imam dan ia sendiri adalah orang pertama yang berangkat menuju Nukhailah. Ammar bin Hassan ath-Tha'i dan Umayyah bin Sa'd ath-Tha'i juga dilaporkan termasuk dalam sahabat Imam Husain (as) dan para syuhada Karbala. Syaikh ath-Thusi juga menganggap Thirimmah bin 'Adi ath-Tha'i sebagai bagian dari sahabat Imam dan korban luka dari Peristiwa Karbala.
Pengenalan
Thayyi' adalah sebuah kabilah berasal dari Yaman dan termasuk kabilah-kabilah besar Arab Qahthani dan nasabnya bersambung kepada Thayyi' bin Udad.[1] Nama asli Thayyi' dikatakan adalah Julhumah.[2] Pada masa Jahiliyah sejumlah besar kaum Thayyi' seperti 'Adi bin Hatim ath-Tha'i, adalah beragama Kristen.[3] Di kabilah ini juga disembah sebuah berhala dengan nama Fuls[4] dan mereka termasuk dari sedikit kabilah yang juga berperang di Bulan-bulan Haram.[5] Mereka adalah dari kabilah-kabilah kuat di wilayah Najd di selatan Arab.[6]
Hatim ath-Tha'i, perumpamaan dari kedermawanan dan kemurahan hati serta pemegang tampuk kepemimpinan kabilah meninggal dunia sebelum Islam.[7] Putranya, 'Adi bin Hatim juga diperkenalkan sebagai tokoh besar dan pemimpin kabilah pada masa Jahiliyah dan pasca Islam.[8] Banyak kelompok dari kaum Thayyi' (anggota kabilah Thayyi') tersebar di utara Hijaz, Irak dan Syam di mana sebagian besar dari mereka dikenal dengan nama kabilah-kabilah Syammar.[9]
Penerimaan Islam
Kabilah Thayyi' memeluk Islam pada Tahun 9 Hijriah. Sekelompok utusan kabilah Thayyi' yang dipimpin oleh Zaid al-Khail datang ke Madinah dan menjadi muslim di hadapan Nabi (saw). Nabi memberikan hadiah kepada Zaid al-Khail dan para pengikutnya serta menamainya Zaid al-Khair.[10] Kabilah Thayyi' sebelum Islam, menyembah kuil dan berhala Fuls.[11] Nabi (saw) dengan tujuan menghancurkannya, menyerahkan komando sebuah sariyyah kepada Imam Ali (as).[12] Dengan terjadinya peperangan dan kekalahan kaum Thayyi', 'Adi bin Hatim melarikan diri ke Syam dan Imam setelah menghancurkan kuil berhala kembali ke Madinah bersama dengan rampasan-rampasan perang dan para tawanan seperti Saffanah saudari 'Adi bin Hatim. Saffanah meminta kebebasan dari Nabi (saw) dan Nabi membebaskannya.[13] Ia menjadi muslim dan pergi menemui saudaranya serta menceritakan peristiwa dan perlakuan Nabi kepadanya, 'Adi juga pergi menemui Nabi dan menjadi muslim.[14]
Dilaporkan bahwa Nabi (saw) pada bulan Rajab tahun 9 H dengan menulis surat ke berbagai kabilah termasuk kabilah Thayyi' memanggil mereka untuk perang Tabuk.[15] Selain itu pada tahun 10 H beliau menugaskan 'Adi bin Hatim untuk mengumpulkan zakat dari dua kabilah Thayyi' dan Bani Asad.[16]
Kehadiran dalam Perang Melawan Kaum Murtad dan Penaklukan Islam
Kabilah Thayyi' pada peristiwa kemurtadan beberapa kaum di masa kekhalifahan Abu Bakar tidak menjadi murtad.[17] Oleh karena itu agama mereka dideskripsikan sebagai sesuatu yang kokoh. Selain itu, perintah-perintah Nabi (saw) kepada beberapa keluarga Thayyi' dianggap menunjukkan perhatian pemimpin umat Islam terhadap kabilah ini.[18] Orang-orang kabilah Thayyi' di masa kekhalifahan Abu Bakar juga berpartisipasi dalam perlawanan dan peperangan melawan kaum murtad. Meskipun pada awal peristiwa ini mereka juga sempat berpikir untuk murtad; tetapi berkat pidato dan pencerahan orang-orang seperti 'Adi bin Hatim mereka melepaskan pemikiran ini. Kemudian dengan mengumpulkan sejumlah besar dari zakat unta-unta mereka hadir di hadapan khalifah dan berpartisipasi dalam perang melawan kaum murtad.[19]
Dengan migrasi dan menetapnya kaum Thayyi' di Kufah dikatakan mereka secara politik bersekutu dengan Kabilah Madzhij, meskipun dalam peperangan mereka bersikap independen.[20] Beberapa laporan sejarah mengabarkan tentang penyertaan 'Adi bin Hatim dan orang-orang kabilah Thayyi' bersama kekhalifahan Islam dalam penaklukan-penaklukan dan perluasan geografi umat Islam.[21]
Menyertai Imam Ali (as) dalam Pemerintahan dan Peperangan
Syaikh Mufid melaporkan nama 'Adi bin Hatim ath-Tha'i, tetua kabilah Thayyi' dalam daftar orang-orang yang berbaiat kepada Imam Ali (as) setelah terbunuhnya Utsman.[22] Sebagian dari kabilah ini menjadi termasuk para pecinta dan Syiah Imam[23] dan berpartisipasi dalam pemerintahan serta peperangan Imam. Abdurrahman bin Juz' ath-Tha'i, adalah pejabat Imam di wilayah Sijistan yang terbunuh.[24] Selain itu Imam ketika berangkat menuju Bashrah dan perang Jamal mengangkat Lam bin Ziyad ath-Tha'i, saudara seibu 'Adi bin Hatim pada posisi gubernur Mada'in.[25]
Kabilah Thayyi' hadir dalam peperangan di masa Pemerintahan Imam Ali (as) dengan rincian sebagai berikut:
Perang Jamal
Menjelang Perang Jamal, 'Adi bin Hatim ath-Tha'i dengan izin Imam Ali (as) pergi menemui kabilah Thayyi' dan mengajak mereka untuk membantu beliau serta mereka menyatakan kesiapannya. Menurut laporan Ibnu Qutaibah ad-Dinawari, seorang sejarawan Ahlusunah, dalam perang ini 3.000 penunggang kuda Thayyi' menyertai Imam.[26] Sekelompok dari mereka sebelum peperangan di wilayah Rabadzah pergi menemui Imam dan menyatakan kesetiaannya. Imam Ali (as) mendoakan kebaikan bagi mereka dan menyinggung tentang karakteristik-karakteristik kabilah Thayyi' dalam menerima agama Islam dengan suka rela dan kemauan sendiri, pertempuran melawan kaum murtad serta pemberian zakat dan bantuan finansial kepada umat Islam. Sa'id bin Ubaid ath-Tha'i berdiri dan berbicara tentang kebenaran Imam karena keutamaan dan kekerabatannya dengan Nabi yang mana hal itu diikuti dengan doa dan keridaan Imam.[27] Setelah Perang Jamal sekelompok dari kaum Thayyi' menetap di Kufah dan membentuk salah satu cabang utama populasinya serta di sana mereka juga membangun sebuah masjid dengan nama Bani 'Adi.[28]
Perang Shiffin
Berdasarkan laporan-laporan sejarah kaum Thayyi' pada Perang Shiffin termasuk dalam pasukan Imam Ali (as). Mereka menunjukkan kepahlawanan dari dirinya dan pada saat berhadapan dengan pasukan Syam mereka melantunkan rajaz.[29] Mereka dengan izin Imam mengutus seorang pembicara ulung kepada Muawiyah dan dengan menjelaskan posisi Imam Ali (as) mereka berusaha melemahkan semangat Muawiyah dan pasukan Syam.[30] 'Adi bin Hatim memikul peran sebagai pembawa bendera dan komandan militer kaum Thayyi' dalam perang ini. Hal ini sementara Habis bin Sa'd ath-Tha'i dari tokoh-tokoh kabilah di pucuk pimpinan sekelompok dari orang-orang kabilahnya pergi membantu Muawiyah di pasukan Syam.[31] Zaid bin Hushain ath-Tha'i dalam peristiwa tahkim (arbitrase) bertentangan dengan pandangan Imam bersikeras pada arbitrase Abu Musa al-Asy'ari.[32] Dikatakan bahwa dalam perang ini Zaid bin Hushain adalah tokoh saingan 'Adi bin Hatim di pasukan Imam Ali (as) yang di kemudian hari bersama dengan orang-orang dari kabilah Thayyi' seperti Thurfah bin 'Adi putra 'Adi bin Hatim ath-Tha'i bergabung dengan Khawarij.[33] Selain itu Hassan bin Syuraih ath-Tha'i[34] dan Sa'id bin Ubaid ath-Tha'i[35] adalah dari para syuhada perang Shiffin.
Perang Nahrawan
Sekelompok dari Khawarij pada tahun 37 H selain Abdullah bin Khabbab bin Arat dan istrinya yang sedang hamil, juga membunuh tiga wanita dari kabilah Thayyi'.[36] Peristiwa ini menjadi sebab dimulainya Perang Nahrawan.[37] Di sisi lain Zaid bin Hushain ath-Tha'i dalam kumpulan para petinggi Khawarij, menetapkan Nahrawan untuk perkumpulan mereka. Ia memegang komando sayap kanan pasukan Khawarij[38] dan dalam perang itu juga ia terbunuh.[39] Ahmad Pakatchi, peneliti sejarah awal Islam menganggap akhir pemerintahan Imam Ali (as) sebagai masa berakhirnya otoritas politik kabilah Thayyi'.[40]
Era Imam Hasan (as)
'Adi bin Hatim ath-Tha'i, tetua kaum Thayyi' pada kekhalifahan Imam Hasan al-Mujtaba (as) juga mendorong orang-orang untuk bergabung ke pasukannya untuk berjihad melawan Muawiyah.[41] Imam mengumumkan keputusannya untuk berperang melawan Muawiyah di Masjid Kufah. 'Adi di tengah kebisuan dan kelemahan orang-orang memanggil mereka untuk menyertai Imam dan ia sendiri adalah orang pertama yang berangkat menuju Nukhailah. Mengikutinya sejumlah orang dari kabilah Thayyi' dan kabilah-kabilah lainnya memulai perjalanannya.[42]
Kehadiran dalam Peristiwa Karbala
Kabilah Thayyi' memiliki peran yang minim dalam Peristiwa Karbala dan dalam membantu Imam Husain (as). Ammar (Amir) bin Hassan ath-Tha'i[43] dan Umayyah bin Sa'd ath-Tha'i[44] dari orang-orang kabilah Thayyi' dilaporkan termasuk dalam sahabat Imam Husain (as) dan syuhada Karbala. Syaikh ath-Thusi juga menganggap Thirimmah bin 'Adi ath-Tha'i sebagai bagian dari sahabat Imam dan korban luka dari peristiwa Karbala.[45] Kendati demikian menurut laporan Thabari, ia adalah pemandu sekelompok orang Kufah untuk membantu Imam Husain (as). Ia meminta izin dari Imam untuk membawa nafkah bagi keluarganya dan kemudian kembali. Pada saat kembali ia menerima berita kesyahidan Imam.[46] Di kubu lawan Hakim bin Thufail ath-Tha'i dilaporkan termasuk dalam barisan pasukan Umar bin Sa'd dan para pembunuh Abbas (as).[47]
Menurut Muhammad Hadi Yusufi Gharawi (lahir 1327 HS) peneliti sejarah Islam, 'Adi bin Hatim ath-Tha'i tidak berpartisipasi dalam menyertai atau menentang Kebangkitan Mukhtar.[48]
Catatan Kaki
- ↑ Ya'qubi, Tarikh al-Ya'qubi, Dar ash-Shadir, jld. 1, hlm. 201; Ibnu Hazm, Jamharah Ansab al-'Arab, 1418 H, hlm. 397.
- ↑ Zirikli, Al-A'lam, 1989 H, jld. 3, hlm. 234; Ibnu Hazm, Jamharah Ansab al-'Arab, 1418 H, hlm. 397.
- ↑ Baladzuri, Ansab al-Asyraf, Dar al-Ma'arif, jld. 1, hlm. 522, catatan kaki 3.
- ↑ Waqidi, Al-Maghazi, 1409 H, jld. 3, hlm. 984.
- ↑ Jauhari, Ash-Shihah, 1407 H, jld. 5, hlm. 1895; Ibnu Hisyam, As-Sirah an-Nabawiyyah, Dar al-Ma'rifah, jld. 1, hlm. 119, catatan kaki 7.
- ↑ Muntazharul Qa'im, Naqsy Qabayil Yamani dar Difa' az Ahlulbait (as), 1380 HS, hlm. 96.
- ↑ Ali, Al-Mufashshal, 1391 H, jld. 4, hlm. 220-221.
- ↑ Waqidi, Ar-Riddah, 1410 H, hlm. 63, catatan kaki; Ali, Al-Mufashshal, 1391 H, jld. 4, hlm. 221.
- ↑ Zirikli, Al-A'lam, 1989 H, jld. 3, hlm. 234.
- ↑ Ibnu Hisyam, As-Sirah an-Nabawiyyah, Dar al-Ma'rifah, jld. 2, hlm. 577; Muntazharul Qa'im, Naqsy Qabayil Yamani dar Himayat az Ahlulbait (as), 1380 HS, jld. 1, hlm. 96.
- ↑ Waqidi, Al-Maghazi, 1409 H, hlm. 984, 988-989.
- ↑ Waqidi, Al-Maghazi, 1409 H, hlm. 984, 988-989.
- ↑ Waqidi, Al-Maghazi, 1409 H, hlm. 984, 988-989.
- ↑ Amili, Ash-Shahih min Sirah an-Nabi al-A'zham, 1385 HS, jld. 26, hlm. 335-336; Ibnu Hisyam, As-Sirah an-Nabawiyyah, Dar al-Ma'rifah, jld. 2, hlm. 580-581.
- ↑ Amili, Ash-Shahih min Sirah an-Nabi al-A'zham, 1385 HS, jld. 29, hlm. 143.
- ↑ Thabari, Tarikh ath-Thabari, Beirut, jld. 3, hlm. 147; Ibnu Hisyam, As-Sirah an-Nabawiyyah, Dar al-Ma'rifah, jld. 2, hlm. 600.
- ↑ Subhani, Furugh Wilayat, 1380 HS, jld. 1 hlm. 406; Muntazharul Qa'im, Naqsy Qabayil Yamani dar Difa' az Ahlulbait (as). 1380 HS, hlm. 149.
- ↑ Muntazharul Qa'im, Naqsy Qabayil Yamani dar Himayat az Ahlulbait (as), 1380 HS, hlm. 97.
- ↑ Waqidi, Ar-Riddah, 1410 H, hlm. 63-66.
- ↑ Muntazharul Qa'im, Naqsy Qabayil Yamani dar Difa' az Ahlulbait (as), 1380 HS, hlm. 162 dan 163.
- ↑ Dinawari, Al-Akhbar ath-Thiwal, 1373 HS, hlm. 113 dan 114; Thabari, Tarikh ath-Thabari, Beirut, jld. 3, hlm. 348 dan jld. 11, hlm. 543.
- ↑ Syaikh Mufid, Al-Jamal, 1371 HS, hlm. 104.
- ↑ Muharrami, Tarikh Tasyayyu' az Aghaz ta Payan Ghaibat Sughra, 1387 HS, hlm. 192.
- ↑ Baladzuri, Futuh al-Buldan, 1988 M, hlm. 383.
- ↑ Baladzuri, Ansab al-Asyraf, Dar al-Ma'arif, jld. 2, hlm. 296.
- ↑ Ibnu Qutaibah, As-Siyasah wa al-Imamah, 1410 H, jld. 1, hlm. 77.
- ↑ Thabari, Tarikh ath-Thabari, Beirut, jld. 4, hlm. 478; Ibnu Atsir, Al-Kamil fi at-Tarikh, 1385 H, jld. 3, hlm. 225.
- ↑ Louis, Khuthath al-Kufah wa Syarh Kharithatiha, 2009 M, hlm. 21-22 dan 54.
- ↑ Ibnu Atsir, Al-Kamil fi at-Tarikh, 1385 HS, jld. 3, hlm. 306; Thabari, Tarikh ath-Thabari, Beirut, jld. 5, hlm. 30-31.
- ↑ Ibnu Muzahim, Waq'ah Shiffin, 1404 H, jld. 2, hlm. 65.
- ↑ Pakatchi, "Nizham Qabileh-i wa Khastgah Khawarij Nakhostin", hlm. 106.
- ↑ Kahhalah, Mu'jam Qabayil al-'Arab, 1373 HS, jld. 2, hlm. 691.
- ↑ Pakatchi, "Nizham Qabileh-i wa Khastgah Khawarij Nakhostin", hlm. 106.
- ↑ Najasyi, Rijal an-Najasyi, Muassasah an-Nasyr al-Islami, jld. 1, hlm. 229.
- ↑ Ibnu Atsir, Al-Kamil fi at-Tarikh, 1385 H, jld. 3, hlm. 225; Thabari, Tarikh ath-Thabari, Beirut, jld. 4, hlm. 478.
- ↑ Thabari, Tarikh ath-Thabari, Beirut, jld. 5, hlm. 82.
- ↑ Ibnu Qutaibah, As-Siyasah wa al-Imamah, 1410 H, jld. 1, hlm. 168.
- ↑ Thabari, Tarikh ath-Thabari, Beirut, jld. 5, hlm. 85.
- ↑ Ibnu Atsir, Al-Kamil fi at-Tarikh, 1385 HS, jld. 3, hlm. 346.
- ↑ Pakatchi, "Nizham Qabileh-i wa Khastgah Khawarij Nakhostin", hlm. 106.
- ↑ Baladzuri, Ansab al-Asyraf, Dar al-Ma'arif, jld. 3, hlm. 32.
- ↑ Abu al-Faraj al-Isfahani, Maqatil ath-Thalibiyyin, 1419 H, hlm. 70.
- ↑ Najasyi, Rijal an-Najasyi, Muassasah an-Nasyr al-Islami, jld. 1, hlm. 229.
- ↑ Samawi, Ibsar al-'Ain, 1377 HS, hlm. 197.
- ↑ Syaikh ath-Thusi, Rijal ath-Thusi, Syarif ar-Radhi, hlm. 75.
- ↑ Thabari, Tarikh ath-Thabari, 1413 H, jld. 5, hlm. 404-407.
- ↑ Ibnu Syahr Asyub, Al-Manaqib, 1379 H, jld. 4, hlm. 108.
- ↑ Yusufi Gharawi, Mausu'ah at-Tarikh al-Islami, 1417 H, jld. 6, hlm. 406.
Daftar Pustaka
- Abu al-Faraj al-Isfahani, Ali bin Husain. Maqatil ath-Thalibiyyin. Beirut, Muassasah al-A'lami li al-Mathbu'at, Cetakan Ketiga, 1419 H.
- Ibnu Atsir, Ali bin Muhammad. Al-Kamil fi at-Tarikh. Beirut, Dar ash-Shadir, 1385 H.
- Ibnu Hazm, Ali bin Ahmad. Jamharah Ansab al-'Arab. Beirut, Dar al-Kutub al-'Ilmiyyah, 1418 H/1998 M.
- Ibnu Syahr Asyub, Muhammad bin Ali. Al-Manaqib. Qom, Allamah, 1379 H.
- Ibnu Qutaibah, Abdullah bin Muslim. As-Siyasah wa al-Imamah. Riset: Ali Syiri. Beirut, Dar al-Adhwa', 1410 H.
- Ibnu Muzahim al-Minqari, Nashr. Waq'ah Shiffin. Qom, Perpustakaan Ayatullah Mar'asyi Najafi, 1404 H.
- Ibnu Hisyam, Abdul Malik. As-Sirah an-Nabawiyyah. Beirut, Dar al-Ma'rifah, T.t.
- Baladzuri, Ahmad bin Yahya. Ansab al-Asyraf. Mesir, Dar al-Ma'arif, Cetakan Pertama, T.t.
- Baladzuri, Ahmad bin Yahya. Futuh al-Buldan. Beirut, Dar wa Maktabah al-Hilal, 1988 M.
- Pakatchi, Ahmad. "Nizham Qabileh-i wa Khastgah Khawarij Nakhostin", Do Fashlnameh Syenakht, Nomor 52, Musim Dingin 1385 HS.
- Jauhari, Ismail bin Hammad. Ash-Shihah Taj al-Lughah wa Shihah al-'Arabiyyah. Beirut, Dar al-Malayin, 1407 H.
- Dinawari, Ahmad bin Dawud. Al-Akhbar ath-Thiwal. Qom, Syarif ar-Radhi, 1373 HS.
- Zirikli, Khairuddin. Al-A'lam: Qamus Tarajim li Asyhar ar-Rijal wa an-Nisa' min al-'Arab wa al-Musta'ribin wa al-Mustasyriqin. Beirut, Dar al-'Ilm li al-Malayin, 1989 H.
- Subhani, Ja'far. Furugh Wilayat. Qom, Muassasah Imam Shadiq (as), 1380 HS.
- Samawi, Muhammad. Ibsar al-'Ain fi Anshar al-Husain (as). Riset: Muhammad Ja'far Thabasi. Qom, Markaz ad-Dirasat al-Islamiyyah, 1377 HS.
- Syaikh ath-Thusi, Muhammad bin Hasan. Rijal ath-Thusi. Qom, Syarif ar-Radhi, T.t.
- Syaikh Mufid, Muhammad bin Muhammad. Al-Jamal wa an-Nushrah li Sayyid al-'Itrah fi Harb al-Bashrah. Qom, Maktab al-I'lam al-Islami, 1371 HS.
- Thabari, Muhammad bin Jarir. Tarikh al-Umam wa al-Muluk. Beirut, Tanpa Penerbit, T.t.
- Amili, Ja'far Murtadha. Ash-Shahih min Sirah an-Nabi al-A'zham. Qom, Dar al-Hadits, 1385 HS.
- Ali, Jawad. Al-Mufashshal fi Tarikh al-'Arab Qabl al-Islam. Beirut, Dar al-'Ilm li al-Malayin, 1391 H.
- Kahhalah, Umar Ridha. Mu'jam Qabayil al-'Arab. Beirut, Muassasah ar-Risalah, 1373 HS.
- Louis, Massignon. Khuthath al-Kufah wa Syarh Kharithatiha. Terjemah: Taqi bin Muhammad Mush'abi. Baghdad, Al-Warraq li an-Nasyr, 2009 M.
- Muharrami, Gholamhasan. Tarikh Tasyayyu' az Aghaz ta Payan Ghaibat Sughra. Qom, Muassasah Amuzyesyi wa Pazhouhesyi Imam Khomeini, 1387 HS.
- Muntazharul Qa'im, Asghar. Naqsy Qabayil Yamani dar Himayat az Ahlulbait (as). Qom, Bustan Kitab, 1380 HS.
- Najasyi, Ahmad bin Ali. Rijal an-Najasyi. Qom, Muassasah an-Nasyr al-Islami, 1418 H.
- Waqidi, Muhammad bin Umar. Kitab ar-Riddah: Ma'a Nubdzah min Futuh al-'Iraq wa Dzikr al-Mutsanna bin Haritsah asy-Syaibani. Beirut, Dar al-Gharb al-Islami, Cetakan Pertama, 1410 H.
- Waqidi, Muhammad bin Umar. Kitab al-Maghazi. Beirut, Muassasah al-A'lami li al-Mathbu'at, 1409 H.
- Ya'qubi, Ahmad bin Ishaq. Tarikh al-Ya'qubi. Beirut, Dar ash-Shadir, T.t.
- Yusufi Gharawi, Muhammad Hadi. Mausu'ah at-Tarikh al-Islami. Qom, Majma' Andisyeh Islami, 1417 H.