Konsep:Hadis Kanz Makhfi
Hadis Kanz Makhfi merujuk pada jawaban Allah kepada pertanyaan Nabi Daud as tentang mengapa Dia menciptakan makhluk. Allah berfirman dalam jawabannya: "Aku adalah perbendaharaan yang tersembunyi dan Aku suka untuk dikenal, maka Aku menciptakan makhluk agar Aku dikenal." Hadis ini banyak digunakan dalam berbagai karya irfani dan terdapat berbagai tafsir mengenai hal tersebut. Kalimat ini dianggap sebagai Hadis Qudsi dalam sumber-sumber irfani dan disebutkan bahwa ia pertama kali dikutip dalam kitab Bihar al-Anwar karya Allamah Majlisi dan menurut sebagian orang, dalam kitab Masyaariq Anwar al-Yaqin karya Hafizh Rajab Bursi.
Dalam tafsir irfani, hadis ini merujuk pada gerakan manusia menuju kesempurnaan dan makrifat kepada Allah. Para arif seperti Imam Khomeini meyakini bahwa makrifat kepada Allah adalah kunci kesempurnaan manusia. Hadis ini juga digunakan dalam konsep-konsep tajali suluki dan metafisika, serta digunakan dalam menjelaskan tujuan penciptaan dan keindahan Allah. Para arif seperti Ibnu Arabi dan Najmuddin Razi telah memberikan penjelasan dan tafsir atas hadis ini.
Namun demikian, menurut para peneliti hadis, hadis ini tidak valid dari segi sanad dan terdapat bukti-bukti kepalsuannya. Beberapa ulama Syiah dan Ahlusunah menganggapnya tidak dapat dijadikan sandaran, dan tidak ditemukan dalam sumber-sumber hadis otoritatif seperti Al-Kutub al-Arba'ah atau Al-Kutub al-Sittah.
Hadis Kanz Makhfi dalam Irfan
Hadis Kanz Makhfi merujuk pada sebuah kalimat tentang filosofi penciptaan yang telah dibahas dalam banyak buku irfani[1] dan dianggap sebagai Hadis Qudsi[2]. Kalimat ini dianggap sebagai jawaban Allah atas pertanyaan Nabi Daud as yang berkata: «Yarbbi limadza khalaqtal khalqa; Allah menjawab Daud sebagai berikut: Kuntu kanzan makhfiyyan fa-ahbabtu an u'rafa fa-khalaqtal khalqa likay u'rafa;[3] Kalimat ini disebutkan dalam beberapa bentuk[4] dan telah digunakan oleh para ulama dan arif dalam karya-karya mereka[5] sebagai hadis yang mutawatir dan maqbul.[6]
Tafsir Irfani Kanz Makhfi
Menurut para peneliti, tafsir irfani hadis Kanz Makhfi digunakan dalam rangka gerakan manusia menuju kesempurnaan.[7] Dalam tafsir ini, disebutkan bahwa mengenal Allah adalah sarana bagi kesempurnaan manusia; Allah ingin agar limpahan rahmat-Nya memenuhi segala tempat, oleh karena itu Dia menciptakan makhluk dan mengajarkan cara-cara makrifat kepada-Nya, karena makrifat kepada Allah adalah kunci utama kesempurnaan manusia.[8]
Imam Khomeini juga meyakini bahwa sesuai dengan hadis ini, di dalam fitrah semua makhluk terdapat cinta zat (hubb dzati) dan kerinduan kepada Allah[9] dan kesempurnaan sejati manusia terletak pada makrifat kepada Allah.[10] Dalam hadis ini, Zat Ilahi mencintai diri-Nya sendiri dan makhluk, karena merupakan jejak dan tajali dari asma dan sifat Allah, maka mereka pun dicintai oleh Allah.[11]
Hadis ini digunakan dalam menjelaskan konsep tajali dalam dua makna: suluki dan metafisika (ontologis) dalam irfan.[12] Berdasarkan hadis ini, keinginan Allah untuk dikenal dianggap sebagai tujuan penciptaan[13] dan alasan serta hikmah penciptaan alam disandarkan pada hadis ini.[14] Sebagian orang juga menjustifikasi puncak penciptaan dalam keindahan dan cinta akan keindahan dengan bersandar pada hadis ini.[15] Mulla Sadra juga dengan bersandar pada hadis ini, memiliki pandangan kritis terhadap maksud dan tujuan penciptaan dalam Kalam Islam.[16]
Kanz Makhfi dalam Tulisan Irfan Teoretis
Dalam karya banyak arif Muslim, hadis Kanz Makhfi telah digunakan.[17] Menurut keyakinan sejumlah orang, buku tertua yang memuat hadis ini adalah Rasail Ikhwan al-Shafa.[18] Namun puncak penyebaran hadis ini dikaitkan dengan periode Ibnu Arabi (wafat: 638 H).[19] Ibnu Arabi dalam beberapa karyanya berbicara tentang hadis ini dan menafsirkannya.[20] Dikatakan bahwa setelah Ibnu Arabi, hadis Kanz masuk secara luas ke dalam sumber-sumber irfan dan filsafat serta menjadi sandaran dan penjelasan.[21] Syarh Hadits "Kuntu Kanzan Makhfiyyan", dinisbatkan kepada Najmuddin Razi (wafat: 654 H),[22] dan Syarh Hadits "Kuntu Kanzan Makhfiyyan", karya Bali Efendi (wafat: 960 H)[23] merupakan bagian dari syarah dan penjelasan hadis Kanz.[24]
Keraguan atas Validitas Hadis Kanz
Hadis Kanz Makhfi, menurut para peneliti hadis dikenal sebagai ungkapan irfani yang tidak bertentangan dengan rukun syariat dan Al-Qur'an,[25] namun dari sisi sanad dan matan dianggap tidak valid dan مضطرب (mudhtharib/rancu).[26] Para peneliti ilmu hadis meyakini bahwa hadis ini bukan hadis qudsi dan terdapat berbagai bukti kepalsuannya, termasuk redaksi yang bermasalah dan pengakuan Ibnu Arabi bahwa sumbernya adalah mukasyafah.[27] Hadis ini tidak ditemukan dalam al-Kutub al-Arba'ah, al-Kutub al-Sittah, dan sumber-sumber hadis terdahuluTemplat:Yad[28] dan hanya muncul dalam sumber-sumber hadis belakanganTemplat:Yad Syiah, seperti Bihar al-Anwar yang tidak menyebutkan sanadnya.[29] Juga menurut para peneliti, hadis ini tidak dikutip dalam Al-Jawahir al-Saniyyah fi al-Ahadits al-Qudsiyyah karya Syaikh Hurr al-Amili yang bertujuan mengumpulkan hadis-hadis qudsi.[30] Beberapa ulama Syiah, termasuk Qadhi Nurullah Syusytari dan Ali Namazi Syahroudi, menganggap hadis ini palsu.[31]
Beberapa orang mengklaim bahwa hadis ini pertama kali muncul dalam kitab Masyaariq Anwar al-Yaqin karya Hafizh Rajab Bursi[32] dan Sayid Abdullah Syubbar[33] adalah satu-satunya ahli hadis Syiah yang menganggapnya sebagai hadis qudsi.[34] Sebagian orang seperti Muhammad Taqi Majlisi menerima isinya meskipun mengakui adanya kelemahan sanad.[35] Nasir Makarim Syirazi juga menganggap hadis ini sebagai Khabar Wahid yang tidak bisa dijadikan landasan dalam masalah akidah.[36] Ibnu Taimiyah[37] dianggap sebagai salah satu ulama pertama Ahlusunah yang menganggap hadis ini tidak valid[38] dan ulama Ahlusunah lainnya seperti Jalaluddin al-Suyuthi,[39] Badruddin al-Zarkasyi, Syamsuddin al-Sakhawi, dan Ibnu KananiTemplat:Yad juga menganggapnya palsu.[40]
Catatan Kaki
- ↑ Ibnu Arabi, Fushush al-Hikam, 1356 HS, jld. 2, hlm. 61, 303, dan 326; Imam Khomeini, Adab al-Shalah, 1378 HS, hlm. 288.
- ↑ Simaei, Mashyurat-e Bi-e'tebar dar Tarikh va Hadits, 1400 HS, hlm. 133.
- ↑ Allamah Majlisi, Bihar al-Anwar, 1403 H, jld. 84, hlm. 199 dan 344.
- ↑ Khadem, "Hadits Kanz Makhfi va Seir-e Tarikhi-ye An", hlm. 16.
- ↑ Rastgou, Irfan dar Ghazal-e Farsi, 1389 HS, hlm. 93; Zamani, "Hadits Kanz Makhfi dar Ayineh-ye Hikmat-e Muta'aliyah", hlm. 47; Zadehoush, "Ahadits-e Nabawi dar Motun-e Kohan-e Farsi", hlm. 395; Aryanfar dan Naqizadeh, "Berresi va Naqd-e Sanad va Matn-e Hadits-e Kanz Makhfi", hlm. 172.
- ↑ Rastegar, "Pazhouhesyi dar Sanad va Matn-e Hadits-e Kanz Makhfi", hlm. 109.
- ↑ Hasanzadeh Amuli, Inshan-e Kamil az Didgah-e Nahj al-Balaghah, 1372 HS, hlm. 197.
- ↑ Makarim Syirazi, Tafsir Nemuneh, 1371 HS, jld. 22, hlm. 394 dan 395.
- ↑ Imam Khomeini, Adab al-Shalah, 1378 HS, hlm. 288.
- ↑ Imam Khomeini, Syarh-e Hadits-e Junud-e Aql va Jahl, 1382 HS, hlm. 297.
- ↑ Misbah Yazdi, Sajjadeh-ha-ye Suluk, Qom, jld. 2, hlm. 26.
- ↑ Abbasi, "Tajalli", hlm. 588; Motahhari, Majmu'ah Atsar, 1389 HS, jld. 23, hlm. 389; Estelami, Farhang-nameh-ye Tasawwuf va Irfan, 1399 HS, jld. 1, hlm. 540.
- ↑ Paketchi, "Khalq", di bawah entri.
- ↑ Khalaji, Asrar-e Khamusyan (Syarh-e Shahifah Sajjadiyyah), Qom, jld. 1, hlm. 439.
- ↑ Ebrahimi, "Jalal va Jamal", di bawah entri.
- ↑ Zamani, "Hadits Kanz Makhfi dar Ayineh-ye Hikmat-e Muta'aliyah", hlm. 48.
- ↑ Sebagai contoh lihat: Anshari, Thabaqat al-Shufiyyah, 1362 HS, hlm. 645; Ruzbahan Baqli, Syarh-e Syathiyat, 1374 HS, hlm. 166; Ibnu Arabi, Fushush al-Hikam, 1356 HS, jld. 2, hlm. 61, 303, dan 326; Ibnu Arabi, Al-Futuhat al-Makkiyyah, Beirut, jld. 4, hlm. 428, jld. 3, hlm. 267, jld. 2, hlm. 232, dan jld. 2, hlm. 322; Naraqi, Mi'raj al-Sa'adah, 1378 HS, hlm. 103; Sultan Ali Syah, Bayan al-Sa'adah, 1408 H, jld. 4, hlm. 116; Imam Khomeini, Adab al-Shalah, 1378 HS, hlm. 288; Imam Khomeini, Mishbah al-Hidayah, 1376 HS, hlm. 15 dan 16.
- ↑ Aryanfar dan Naqizadeh, "Berresi va Naqd-e Sanad va Matn-e Hadits-e Kanz Makhfi", hlm. 177.
- ↑ Aryanfar dan Naqizadeh, "Berresi va Naqd-e Sanad va Matn-e Hadits-e Kanz Makhfi", hlm. 177.
- ↑ Rastegar, "Pazhouhesyi dar Sanad va Matn-e Hadits-e Kanz Makhfi", hlm. 112; Ibnu Arabi, Al-Futuhat al-Makkiyyah, Beirut, jld. 4, hlm. 428, jld. 3, hlm. 267, jld. 2, hlm. 232, dan jld. 2, hlm. 322; Ibnu Arabi, Fushush al-Hikam, 1356 HS, jld. 2, hlm. 61, 303, dan 326.
- ↑ Aryanfar dan Naqizadeh, "Berresi va Naqd-e Sanad va Matn-e Hadits-e Kanz Makhfi", hlm. 178.
- ↑ Danesy-pazhouh, "Syarh-e Hadits-e Kuntu Kanzan Makhfiyyan", hlm. 27.
- ↑ Sekelompok penulis, "Bali Efendi", di bawah entri.
- ↑ Aryanfar dan Naqizadeh, "Berresi va Naqd-e Sanad va Matn-e Hadits-e Kanz Makhfi", hlm. 172.
- ↑ Aryanfar dan Naqizadeh, "Berresi va Naqd-e Sanad va Matn-e Hadits-e Kanz Makhfi", hlm. 176 dan 183; Khadem, "Hadits Kanz Makhfi va Seir-e Tarikhi-ye An", hlm. 17; Mohammadi Rey Syahri, Danesy-nameh-ye Qur'an va Hadits, Qom, jld. 9, hlm. 128.
- ↑ Mohammadi Rey Syahri, Danesy-nameh-ye Qur'an va Hadits, Qom, jld. 9, hlm. 128; Mohseni, Ofuq-e A'la, 1396 HS, jld. 1, hlm. 124; Rastegar, "Pazhouhesyi dar Sanad va Matn-e Hadits-e Kanz Makhfi", hlm. 118 dan 119.
- ↑ Aryanfar dan Naqizadeh, "Berresi va Naqd-e Sanad va Matn-e Hadits-e Kanz Makhfi", hlm. 183.
- ↑ Aryanfar dan Naqizadeh, "Berresi va Naqd-e Sanad va Matn-e Hadits-e Kanz Makhfi", hlm. 174.
- ↑ Aryanfar dan Naqizadeh, "Berresi va Naqd-e Sanad va Matn-e Hadits-e Kanz Makhfi", hlm. 175; Mashyurat-e Bi-e'tebar dar Tarikh va Hadits, 1400 HS, hlm. 134.
- ↑ Aryanfar dan Naqizadeh, "Berresi va Naqd-e Sanad va Matn-e Hadits-e Kanz Makhfi", hlm. 175.
- ↑ Aryanfar dan Naqizadeh, "Berresi va Naqd-e Sanad va Matn-e Hadits-e Kanz Makhfi", hlm. 176.
- ↑ Simaei, Mashyurat-e Bi-e'tebar dar Tarikh va Hadits, 1400 HS, hlm. 134.
- ↑ Syubbar, Mashabih al-Anwar fi Hall-e Mosykilat al-Akhbar, Qom, jld. 2, hlm. 405.
- ↑ Rastegar, "Pazhouhesyi dar Sanad va Matn-e Hadits-e Kanz Makhfi", hlm. 117.
- ↑ Rastegar, "Pazhouhesyi dar Sanad va Matn-e Hadits-e Kanz Makhfi", hlm. 119.
- ↑ Makarim Syirazi, Tafsir Nemuneh, 1371 HS, jld. 22, hlm. 394 dan 395.
- ↑ Ibnu Taimiyah, Al-Fatawa al-Kubra, 1408 H, jld. 5, hlm. 88.
- ↑ Rastegar, "Pazhouhesyi dar Sanad va Matn-e Hadits-e Kanz Makhfi", hlm. 115.
- ↑ Rastegar, "Pazhouhesyi dar Sanad va Matn-e Hadits-e Kanz Makhfi", hlm. 116.
- ↑ Aryanfar dan Naqizadeh, "Berresi va Naqd-e Sanad va Matn-e Hadits-e Kanz Makhfi", hlm. 176.
Daftar Pustaka
- Amuli, Sayid Haidar. Jami' al-Asrar va Manba' al-Anwar. Teheran, Markaz Intisyarat-e Ilmi va Farhangi, 1368 HS.
- Aryanfar, Mahdi dan Hasan Naqizadeh. "Berresi va Naqd-e Sanad va Matn-e Hadits-e Kanz Makhfi", Fasyl-nameh-ye Ulum-e Hadits, nomor 61, musim gugur 1390 HS.
- Danesy-pazhouh, Muhammad Taqi. "Syarh-e Hadits-e Kuntu Kanzan Makhfiyyan", Javidan-e Kherad, nomor 3, 1356 HS.
- Ebrahimi, Hasan. "Jalal va Jamal", Danesy-nameh-ye Jahan-e Islam, jld. 10, Teheran, Bonyad-e Da'irah al-Ma'arif-e Islami, 1393 HS.
- Estelami, Muhammad. Farhang-nameh-ye Tasawwuf va Irfan, Teheran, Farhang-e Mo'aser, 1399 HS.
- Hasanzadeh Amuli, Hasan. Inshan-e Kamil az Didgah-e Nahj al-Balaghah, tanpa tempat, Qiyam, 1372 HS.
- Ibnu Arabi, Muhammad bin Ali. Al-Futuhat al-Makkiyah. Beirut, Dar Ihya al-Turats al-Arabi, tanpa tahun.
- Ibnu Arabi, Muhammad bin Ali. Fushush al-Hikam. Catatan: Abul 'Ala Afifi. Kairo, Dar Ihya al-Kutub al-Arabiyah, 1356 HS.
- Ibnu Taimiyah, Ahmad bin Abdul Halim. Al-Fatawa al-Kubra. Beirut, Dar al-Kutub al-Ilmiyah, 1408 H.
- Imam Khomeini, Sayid Ruhullah. Adab al-Shalah. Teheran, Lembaga Pengaturan dan Publikasi Karya Imam Khomeini, 1378 HS.
- Imam Khomeini, Sayid Ruhullah. Mishbah al-Hidayah ila al-Khilafah va al-Wilayah. Teheran, Lembaga Pengaturan dan Publikasi Karya Imam Khomeini (s), 1376 HS.
- Imam Khomeini, Sayid Ruhullah. Syarh-e Hadits-e Junud-e Aql va Jahl. Qom, Lembaga Pengaturan dan Publikasi Karya Imam Khomeini (s), 1382 HS.
- Khadem, Ali. "Hadits Kanz Makhfi va Seir-e Tarikhi-ye An", Keyhan-e Farhangi, nomor 46, Dey 1366 HS.
- Khalaji, Muhammad Taqi. Asrar-e Khamusyan (Syarh-e Shahifah Sajjadiyyah). Qom, Partow-e Khorsyid, tanpa tahun.
- Khwaja Abdullah Anshari, Abdullah bin Muhammad. Thabaqat al-Shufiyyah. Koreksi: Muhammad Sarvar Mowlaei. Teheran, Tous, 1362 HS.
- Majlisi, Allamah Muhammad Baqir. Bihar al-Anwar. Beirut, Dar Ihya al-Turats al-Arabi, 1403 H.
- Makarim Syirazi, Nasir. Tafsir Nemuneh. Teheran, Dar al-Kutub al-Islamiyah, 1371 HS.
- Misbah Yazdi, Muhammad Taqi. Sajjadeh-ha-ye Suluk, Syarh-e Monajat-ha-ye Imam Sajjad as. Penyusunan: Karim Sobhani. Qom, Lembaga Pendidikan dan Penelitian Imam Khomeini (re), tanpa tahun.
- Mohammadi Rey Syahri, Muhammad. Danesy-nameh-ye Qur'an va Hadits. Qom, Dar al-Hadits, tanpa tahun.
- Mohseni, Syaikh Muhammad Ashif. Ofuq-e A'la. Kabul, Rasalat, 1396 HS.
- Motahhari, Murtadha. Majmu'ah Atsar. Teheran, Sadra, 1389 HS.
- Mulla Sadra, Muhammad bin Ibrahim. Kasr al-Asnam al-Jahiliyah. Koreksi: Mohsen Jahangiri. Teheran, Bonyad-e Hikmat-e Islami Sadra, 1381 HS.
- Naraqi, Ahmad bin Muhammad Mahdi. Mi'raj al-Sa'adah. Qom, Hejrat, 1378 HS.
- Rastegar, Parviz. "Pazhouhesyi dar Sanad va Matn-e Hadits-e Kanz Makhfi", Mutala'at-e Irfani, nomor 2, 1384 HS.
- Rastgou, Sayid Muhammad. Irfan dar Ghazal-e Farsi. Teheran, Ilmi va Farhangi, 1389 HS.
- Ruzbahan Baqli, Ruzbahan bin Abi Nashr. Syarh-e Syathiyat. Koreksi dan Pendahuluan: Henry Corbin. Teheran, Tahouri, 1374 HS.
- Simaei, Mahdi. Mashyurat-e Bi-e'tebar dar Tarikh va Hadits. Qom, Taha, 1400 HS.
- Sultan Ali Syah, Sultan Muhammad bin Haidar. Bayan al-Sa'adah fi Maqamat al-Ibadah. Beirut, Muasseseh al-A'lami lil Matbu'at, 1408 H.
- Syubbar, Abdullah. Mashabih al-Anwar fi Hall-e Mosykilat al-Akhbar. Qom, Bashirati, tanpa tahun.