Lompat ke isi

Konsep:Ghassaq

Dari wikishia
Ma'ad

Ghassaq (bahasa Arab:) adalah istilah Al-Qur'an yang diartikan sebagai kulit atau nanah cair penghuni neraka, serta minuman yang sangat dingin dan berbau busuk yang membakar bagian dalam tubuh manusia karena saking dinginnya.[1] Hasan Musthafawi, seorang pakar terminologi Al-Qur'an, berpendapat bahwa kata "Ghasaq" baik dalam makna materialnya, seperti kegelapan malam, maupun makna maknawinya, seperti kekeruhan hati, merujuk pada kegelapan yang pada hari kiamat menjelma menjadi Ghassaq.[2]

Dalam ayat 55 dan 57 Surah Shad serta ayat 22 dan 25 Surah An-Naba' disebutkan bahwa azab Ghassaq dikhususkan bagi orang-orang yang sombong di hadapan Tuhannya dan melakukan tindakan melampaui batas (tughyan).[3]

Dalam riwayat-riwayat Islam, Ghassaq disebutkan sebagai minuman yang dikonsumsi setelah Zaqqum dan Dhari' serta sebelum Hamim.[4] Selain itu, dalam sebagian riwayat, Ghassaq disebut sebagai tempat yang sangat membinasakan di neraka.[5]

Mengenai makna tafsir kata "Ghassaq", terdapat berbagai kemungkinan yang dikemukakan. Sebagian mufasir memperkenalkannya sebagai minuman yang sangat menyiksa dan sangat dingin yang membakar bagian dalam tubuh manusia.[6] Dalam kitab tafsir Majma' al-Bayan, kata ini dinisbatkan pada air mata penghuni neraka yang dikonsumsi bersama minuman Hamim sebelumnya.[7] Sebagian lain menyebutnya sebagai nanah dan cairan kotor tubuh penghuni neraka yang mengalir dari tubuh mereka.[8] Zamakhsyari, salah satu mufasir Ahlusunah, menggambarkan Ghassaq sebagai cairan berbau busuk yang baunya memenuhi seluruh wilayah.[9] Selain itu, sebagian menganggapnya sebagai sejenis mata air di neraka yang mana racun hewan-hewan penyengat mengalir ke arahnya.[10] Terakhir, sebagian meyakini bahwa kata ini asalnya adalah "Khasyak" yang berubah menjadi "Ghassaq"[11] atau bahkan merupakan azab yang hanya diketahui oleh Allah swt.[12]

Artikel Terkait

Catatan Kaki

  1. Raghib Isfahani, Al-Mufradat fi Gharib Al-Qur'an, 1412 H, jld. 1, hlm. 606; Firuzabadi, Al-Qamus al-Muhith, jld. 3, hlm. 272.
  2. Musthafawi, Al-Tahqiq, 1368 HS, jld. 7, hlm. 222.
  3. Fakhrurrazi, Tafsir al-Kabir, jld. 31, hlm. 15.
  4. Ayyasyi, Tafsir al-Ayyashi, 1380 H, jld. 2, hlm. 223; Majlisi, Bihar al-Anwar, 1380 H, jld. 8, hlm. 302.
  5. Majlisi, Bihar al-Anwar, 1380 H, jld. 8, hlm. 314.
  6. Thabrisi, Majma' al-Bayan, 1415 H, jld. 8, hlm. 373.
  7. Thabrisi, Majma' al-Bayan, 1415 H, jld. 8, hlm. 373.
  8. Fakhrurrazi, Tafsir al-Kabir, jld. 31, hlm. 17.
  9. Zamakhsyari, Al-Kusyaf, 1385 H, jld. 4, hlm. 101.
  10. Thabrisi, Majma' al-Bayan, 1415 H, jld. 8, hlm. 373.
  11. Fakhrurrazi, Tafsir al-Kabir, jld. 31, hlm. 17.
  12. Thabrisi, Majma' al-Bayan, 1415 H, jld. 8, hlm. 373.

Daftar Pustaka

  • Ayyasyi, Muhammad bin Mas'ud. Tafsir al-Ayyashi. Teheran: Mathba'ah al-Ilmiyyah, 1380 H.
  • Fakhrurrazi, Muhammad bin Umar. Al-Tafsir al-Kabir. Tanpa tempat, tanpa penerbit, tanpa tahun.
  • Firuzabadi, Majduddin. Al-Qamus al-Muhith. Beirut: Dar al-Ilm, Tanpa Tahun.
  • Majlisi, Muhammad Baqir. Bihar al-Anwar al-Jami'ah li Durar Akhbar al-Aimmah al-Athhar. Beirut: Dar Ihya al-Turats al-Arabi, Cetakan kedua, 1403 H.
  • Musthafawi, Hasan. Al-Tahqiq fi Kalimat Al-Qur'an al-Karim. Teheran: Wizarat-e Farhang wa Irsyad, Cetakan pertama, 1368 HS.
  • Raghib Isfahani, Husain bin Muhammad. Al-Mufradat fi Gharib Al-Qur'an. Qom: Nasyr-e Kitab, 1404 H.
  • Thabrisi, Fadhl bin Hasan. Majma' al-Bayan fi Tafsir Al-Qur'an. Beirut: Muassasah A'lami, 1415 H.
  • Tharihi Najafi, Fakhruddin. Majma' al-Bahrain. Teheran: Nasyr-e Farhang-e Eslami, 1408 H.
  • Zamakhsyari, Mahmud bin Umar. Al-Kusyaf 'an Haqaiq al-Tanzil wa 'Uyun al-Aqawil. Mesir: Maktabah al-Musthafa al-Babi al-Halabi, 1385 H.