Konsep:Ayat Al-A'raf
| Informasi Ayat | |
|---|---|
| Nama | Ayat Al-A'raf |
| Surah | Al-A'raf |
| Ayat | 46 |
| Juz | 8 |
| Informasi Konten | |
| Tempat Turun | Makkah |
| Tentang | Penjelasan kedudukan Ashab al-A'raf di Hari Kiamat |
Ayat Al-A'raf adalah ayat ke-46 dari Surah Al-A'raf[1] yang berbicara mengenai kedudukan Al-A'raf (sebuah kawasan di antara Surga dan Neraka) dan para penghuninya.[2] Berdasarkan ayat ini, di kawasan A'raf terdapat laki-laki yang mengenal setiap penghuni surga dan penghuni neraka melalui tanda-tanda (wajah) mereka, dan mereka mengucapkan Salam kepada penghuni surga serta mencela penghuni neraka.[3]
۞ وَبَيْنَهُمَا حِجَابٌ وَعَلَى الْأَعْرَافِ رِجَالٌ يَعْرِفُونَ كُلًّا بِسِيمَاهُمْ وَنَادَوْا أَصْحَابَ الْجَنَّةِ أَنْ سَلَامٌ عَلَيْكُمْ لَمْ يَدْخُلُوهَا وَهُمْ يَطْمَعُونَ (Terjemahan: Dan antara keduanya (surga dan neraka) ada suatu dinding pemisah. Di atas A’raf itu ada orang-orang yang mengenal masing-masing dari dua golongan (penghuni surga dan neraka) dengan tanda-tandanya. Mereka menyeru penghuni surga: "Salam sejahtera atas kalian". Mereka belum masuk ke dalamnya, tetapi mereka sangat berharap dapat masuk.) [ Al-A'raf-46 ]
Para mufasir dalam menafsirkan ayat 46 Surah Al-A'raf, lebih banyak berbicara tentang Ashab al-A'raf dan karakteristik mereka daripada tentang tempat A'raf itu sendiri.[4] Allamah Thabathaba'i dalam Tafsir al-Mizan dengan mengumpulkan pendapat para mufasir menemukan 12 pendapat yang diringkasnya menjadi tiga teori komprehensif.[5] Berdasarkan hal ini, sekelompok orang dengan bersandar pada riwayat-riwayat meyakini: Penghuni A'raf berada di kedudukan yang lebih tinggi dari penghuni neraka dan lebih rendah dari penghuni surga, yang mana dosa-dosa menjauhkan mereka dari surga dan kebaikan-kebaikan menahan mereka dari api neraka, dan pada akhirnya dengan karunia dan rahmat Allah mereka diampuni dan masuk ke surga.[6] Teori ini dinukil dari Ibnu Abbas, Ibnu Mas'ud, Hudzaifah dan sebagian Tabi'in, dan riwayat-riwayat dari Para Imam Syiah juga menekankan hal itu.[7]
Kelompok peneliti lain menganggap Ashab al-A'raf sebagai manusia-manusia agung dan hamba-hamba khusus Ilahi yang memiliki pengawasan (isryaf) atas semua makhluk dan mengenal mereka; sebagaimana di dunia ahli kebaikan dan Iman, mengenal ahli keburukan dan kezaliman (thughyan). Mereka mengirimkan salam kepada penghuni surga dan memberikan hiburan kepada mereka serta mencela penghuni neraka.[8] Menurut sebuah riwayat dari Imam Ali as, Ashab al-A'raf adalah Ahlulbait as yang pada hari kiamat berdiri di antara surga dan neraka, dan setiap orang yang mengenal mereka dengan wilayah (perwalian) akan masuk surga dan setiap orang yang mengingkari wilayah mereka akan masuk neraka.[9] Akhirnya, sebagian juga meyakini bahwa Ashab al-A'raf adalah Malaikat yang menampakkan diri dalam wujud laki-laki di A'raf dan bertugas membedakan orang-orang mukmin dari orang-orang kafir.[10]
Catatan Kaki
- ↑ Radhi, Sabil an-Najah fi Tatimmah al-Muraja'at, 1402, jld.1, hlm.58.
- ↑ Makarim Syirazi, Tafsir-e Nemuneh, 1371 HS, jld.6, hlm.184; Muhaqqiqian, "Surah A'raf", hlm.688.
- ↑ Thabathaba'i, Al-Mizan, 1390, jld.8, hlm.121.
- ↑ Pakatchi, "A'raf", hlm.376.
- ↑ Thabathaba'i, Al-Mizan, 1390, jld.8, hlm.126-129.
- ↑ Ayyashi, At-Tafsir, 1380, jld.2, hlm.18; Kulaini, Al-Kafi, 1407, jld.2, hlm.381, 403, 408; Thabari, Jami' al-Bayan, 1412, jld.8, hlm.136-138.
- ↑ Pakatchi, "A'raf", hlm.376.
- ↑ Mulla Shadra, Al-Hikmah al-Muta'aliyah fi al-Asfar al-Aqliyyah al-Arba'ah, 1428, jld.9, hlm.317; Thabathaba'i, Al-Mizan, 1390, jld.8, hlm.123-125.
- ↑ Saffar, Basha'ir ad-Darajat, 1404, jld.1, hlm.497.
- ↑ Qurthubi, Al-Jami' li Ahkam al-Quran, 1364 HS, jld.7, hlm.212; Thabarsi, Majma' al-Bayan, 1372 HS, jld.4, hlm.652.
Daftar Pustaka
- Ayyashi, Muhammad bin Mas'ud. Tafsir Ayyashi. Teheran, Al-Maktabah al-Ilmiyyah al-Islamiyyah, 1383.
- Kulaini, Muhammad bin Ya'qub. Al-Kafi. Teheran, Dar al-Kutub al-Islamiyyah, 1407.
- Makarim Syirazi, Nashir. Tafsir-e Nemuneh. Teheran, Dar al-Kutub al-Islamiyyah, 1371 HS.
- Muhaqqiqian, Ridha. "Surah A'raf", dalam Daneshnameh-ye Mo'aser-e Quran-e Karim. Qom, Penerbit Salman Azadeh, 1396 HS.
- Mulla Shadra, Muhammad bin Ibrahim. Al-Hikmah al-Muta'aliyah fi al-Asfar al-Aqliyyah al-Arba'ah. Qom, Thali'ah an-Nur, 1428.
- Pakatchi, Ahmad. "A'raf", dalam Da'irah al-Ma'arif al-Kubra al-Islamiyyah. Teheran, Markaz-e Da'irah al-Ma'arif al-Kubra al-Islamiyyah, 1379 HS.
- Qurthubi, Muhammad bin Ahmad. Al-Jami' li Ahkam al-Quran. Teheran, Nashir Khusro, 1364 HS.
- Radhi, Husain. Sabil an-Najah fi Tatimmah al-Muraja'at. Beirut, 1402.
- Saffar, Muhammad bin Hasan. Basha'ir ad-Darajat. Riset: Mirza Hasan Kuchebaghi, Teheran, Mansyurat al-A'lami, 1404.
- Thabari, Muhammad bin Jarir. Jami' al-Bayan fi Tafsir al-Quran (Tafsir ath-Thabari). Beirut, Dar al-Ma'rifah, 1412.
- Thabarsi, Fadhl bin Hasan. Majma' al-Bayan fi Tafsir al-Quran. Teheran, Nashir Khusro, 1372 HS.
- Thabathaba'i, Muhammad Husain. Al-Mizan fi Tafsir al-Quran. Beirut, Muassasah al-A'lami lil-Mathbu'at, 1390.
Pranala Luar
- Artikel A'raf di Ensiklopedia Besar Islam (Persia)
- Artikel A'raf di Ensiklopedia Besar Islam (Persia)
Templat:Ayat-ayat Masyhur Al-Qur'an Templat:Ayat-ayat Akidah