Lompat ke isi

Konsep:Ayat 64 Surah Al-Isra

Dari wikishia

Templat:Infobox Ayat

Ayat 64 Surah Al-Isra' menjelaskan berbagai cara Iblis untuk menyesatkan manusia. Catatan kaki[1] Ayat ini bersama dengan ayat setelahnya merupakan khitab Allah kepada Iblis bahwa lakukanlah apa pun yang kau inginkan untuk menyesatkan manusia, namun kau tidak akan memiliki kekuasaan atas hamba-hamba-Ku. Catatan kaki[2]

وَاسْتَفْزِزْ مَنِ اسْتَطَعْتَ مِنْهُمْ بِصَوْتِكَ وَأَجْلِبْ عَلَيْهِمْ بِخَيْلِكَ وَرَجِلِكَ وَشَارِكْهُمْ فِي الْأَمْوَالِ وَالْأَوْلَادِ وَعِدْهُمْ ۚ وَمَا يَعِدُهُمُ الشَّيْطَانُ إِلَّا غُرُورًا ﴿۶۴﴾

Dan hasunglah siapa yang kamu sanggupi di antara mereka dengan ajakanmu, dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki dan berserikatlah dengan mereka pada harta dan anak-anak dan beri janjilah mereka. Dan tidak ada yang dijanjikan oleh setan kepada mereka melainkan tipuan belaka. (64)

Naser Makarem Shirazi, mufasir Al-Qur'an, menyebut metode penyesatan setan sebagai "perangkap-perangkap Iblis". Catatan kaki[3] Ia menyebut perangkap-perangkap ini secara berurutan dengan istilah: "program-program propaganda", "penggunaan kekuatan militer", "program-program ekonomi dan manusia", serta "program-program perusak psikologis". Catatan kaki[4]

Cara-cara tersebut adalah:

  • Memanggil: "Istifzaz" bermakna menghasut dan membangkitkan. Catatan kaki[5] Yang dimaksud dengan memanggil adalah ajakan dan kiasan dari waswas. Catatan kaki[6] Selain itu, Ghinā', musik-musik haram, dan Lahwu dianggap sebagai contoh dari suara setan. Catatan kaki[7]
  • Menggunakan pasukan berkuda dan pejalan kaki: Berdasarkan ayat terakhir surah An-Nas, pasukan setan terdiri dari manusia dan jin Catatan kaki[8] dan yang dimaksud dengan pasukan berkuda dan pejalan kaki adalah setan-setan yang menyesatkan manusia dengan cepat atau lambat. Catatan kaki[9] Beberapa mufasir juga menerapkan infanteri (pasukan pejalan kaki) Iblis pada para mata-mata dan kavaleri (pasukan berkuda)-nya pada kekuatan-kekuatan militer. Catatan kaki[10]
  • Serikat dalam harta dan anak-anak manusia: Berdasarkan riwayat-riwayat, mencaci-maki, ketidaksantunan dalam bertutur kata, Catatan kaki[11] memakan harta haram atau harta syubhat, Catatan kaki[12] Ghibah dan melakukan Dosa secara terang-terangan Catatan kaki[13] merupakan contoh dari berserikat dengan setan. Selain itu, memusuhi Ahlulbait as, Catatan kaki[14] kelahiran generasi yang rusak dari Zina Catatan kaki[15] dan berhubungan intim dengan istri sambil memikirkan orang lain Catatan kaki[16] termasuk dalam kasus keikutsertaan setan dalam generasi manusia.
Para mufasir telah mengemukakan berbagai tafsiran mengenai keterlibatan setan dengan manusia, Catatan kaki[17] namun Allamah Thabathabai, mufasir Al-Qur'an, menganggap rangkuman dari semua tafsir tersebut adalah pengambilan bagian oleh setan dari harta dan anak-anak manusia; baik harta itu diperoleh dari jalan haram atau digunakan untuk tujuan-tujuan setan, dan baik anak itu lahir dari jalan halal namun tidak mendapatkan pendidikan Ilahi. Catatan kaki[18]
  • Janji-janji palsu: Menampilkan kebatilan sebagai kebenaran dan kebenaran sebagai kebatilan, Catatan kaki[19] angan-angan yang jauh dan panjang, Catatan kaki[20] pembenaran dosa-dosa dan menunda-nunda Tobat Catatan kaki[21] dianggap sebagai bagian dari janji-janji palsu setan.

Catatan Kaki

  1. Thabathabai, Al-Mizan, 1417 H, jld. 13, hlm. 146; Makarem Shirazi, Tafsir Nemuneh, 1374 HS, jld. 12, hlm. 179.
  2. Thabarsi, Majma' al-Bayan, 1372 HS, jld. 6, hlm. 657; Thabathabai, Al-Mizan, 1417 H, jld. 13, hlm. 146.
  3. Makarem Shirazi, Tafsir Nemuneh, 1374 HS, jld. 12, hlm. 179.
  4. Makarem Shirazi, Tafsir Nemuneh, 1374 HS, jld. 12, hlm. 184-186.
  5. Makarem Shirazi, Tafsir Nemuneh, 1374 HS, jld. 12, hlm. 183.
  6. Thabarsi, Majma' al-Bayan, 1372 HS, jld. 6, hlm. 657; Thabathabai, Al-Mizan, 1417 H, jld. 13, hlm. 146.
  7. Thabarsi, Majma' al-Bayan, 1372 HS, jld. 6, hlm. 657.
  8. Makarem Shirazi, Tafsir Nemuneh, 1374 HS, jld. 12, hlm. 179.
  9. Thabathabai, Al-Mizan, 1417 H, jld. 13, hlm. 146.
  10. Makarem Shirazi, Tafsir Nemuneh, 1374 HS, jld. 12, hlm. 185.
  11. Kulaini, Al-Kafi, 1407 H, jld. 2, hlm. 323-324.
  12. Qumi, Tafsir al-Qummi, 1404 H, jld. 2, hlm. 22; Allamah Majlisi, Bihar al-Anwar, 1410 H, jld. 101, hlm. 136.
  13. Syaikh Shaduq, Ma'ani al-Akhbar, 1403 H, hlm. 400.
  14. Barqi, Al-Mahasin, 1371 H, jld. 2, hlm. 332.
  15. Allamah Majlisi, Bihar al-Anwar, 1410 H, jld. 101, hlm. 136.
  16. Syaikh Shaduq, Ma'ani al-Akhbar, 1403 H, hlm. 400.
  17. Thabarsi, Majma' al-Bayan, 1372 HS, jld. 6, hlm. 658.
  18. Thabathabai, Al-Mizan, 1417 H, jld. 13, hlm. 146.
  19. Thabathabai, Al-Mizan, 1417 H, jld. 13, hlm. 146.
  20. Thabarsi, Majma' al-Bayan, 1372 HS, jld. 6, hlm. 658.
  21. Qara'ati, Tafsir Nur, 1383 HS, jld. 5, hlm. 88.

Daftar Pustaka

  • Barqi, Ahmad bin Muhammad bin Khalid. Al-Mahasin. Qom, Dar al-Kutub al-Islamiyah, 1371 H.
  • Kulaini, Muhammad bin Ya'qub. Al-Kafi. Teheran, Dar al-Kutub al-Islamiyah, 1407 H.
  • Makarem Shirazi, Naser. Tafsir Nemuneh (Tafsir Teladan). Teheran, Dar al-Kutub al-Islamiyah, 1374 HS.
  • Allamah Majlisi, Muhammad Baqir. Bihar al-Anwar. Beirut, Muassasah al-Thab' wa al-Nasyr, 1410 H.
  • Qara'ati, Muhsin. Tafsir Nur. Teheran, Pusat Budaya Dars-ha-yi az Qur'an, 1383 HS.
  • Qumi, Ali bin Ibrahim. Tafsir al-Qummi. Qom, Dar al-Kitab, 1404 H.
  • Syaikh Shaduq, Muhammad bin Ali bin Babawayh. Ma'ani al-Akhbar. Qom, Kantor Penerbitan Islami afiliasi dari Asosiasi Pengajar Hai'ah Ilmiah Qom, 1403 H.
  • Thabarsi, Fadhl bin Hasan. Majma' al-Bayan fi Tafsir al-Qur'an. Teheran, Nashr Khosrow, 1372 HS.
  • Thabathabai, Sayyid Muhammad Husain. Al-Mizan fi Tafsir al-Qur'an. Qom, Kantor Penerbitan Islami afiliasi dari Asosiasi Pengajar Hai'ah Ilmiah Qom, 1417 H.

Templat:Ayat Akhlak Al-Qur'an