Lompat ke isi

Konsep:Ayat 53 Surah Az-Zumar

Dari wikishia

Templat:Kotak info Ayat Ayat 53 Surah Az-Zumar adalah tentang hamba-hamba pendosa yang mana Allah meminta mereka untuk tidak berputus asa dari rahmat-Nya dan menjanjikan pengampunan atas semua dosa kepada mereka.[1] Ayat ini dianggap sebagai salah satu ayat Al-Qur'an yang paling memberikan harapan bagi para pendosa.[2] Dalam kitab Riyadh al-Salikin dinukil sebuah hadis dari Nabi Islam saw bahwa ayat ini tidak memiliki tandingan di dunia dan segala isinya.[3] Allamah Majlisi menyebutkan sebuah doa dari Nabi saw yang mana ayat ini adalah bagian darinya, dan Nabi menjanjikan kepada mereka yang membacanya akan penolakan keburukan dunia, akhirat, dan Setan.[4] Syaikh Thabarsi menukil sebuah riwayat dari Imam Ali as yang menganggap ayat "Ya 'ibadiyalladzina asrafu..." sebagai ayat yang paling luas maknanya dalam Al-Qur'an.[5] Nasir Makarem Syirazi juga menganggap ayat ini menunjukkan kelembutan Allah kepada para pendosa dan menekankan bahwa ayat ini mencakup seluruh dosa.[6]

Mayoritas mufasir Syiah meyakini bahwa Surah Az-Zumar adalah Makkiyah,[7] namun Abu al-Futuh Razi mengatakan bahwa hanya ayat 53 dari surah ini yang Madaniyah.[8] Beberapa mufasir Ahlusunah juga menganggap Surah Az-Zumar sebagai Makkiyah dan menisbatkannya pada riwayat Ibnu Abbas.[9] Sebaliknya, beberapa yang lain seperti Nahhas dan Tsa'alibi menganggap ayat "Ya 'ibadi" dan dua ayat setelahnya sebagai Madaniyah dan sisa ayat lainnya sebagai Makkiyah.[10]

Templat:Quran baruTemplat:SakhTemplat:Quran baru

Mufasir Syiah dalam ayat ini menyebutkan Tobat, Iman, berserah diri pada perintah Allah, dan Amal Saleh sebagai syarat pengampunan dosa-dosa.[11] Namun beberapa mufasir Ahlusunah menganggap pengampunan dosa bersifat mutlak dan meyakini bahwa Allah mengampuni semua dosa kecuali Syirik.[12] Namun Makarem Syirazi menganggap pendapat ini tidak tepat dan bertentangan dengan ayat-ayat selanjutnya.[13]

Terdapat perbedaan pendapat mengenai maksud dari kata "'ibadi". Allamah Thabathaba'i menganggapnya ditujukan kepada kaum musyrik, karena ayat ini dan ayat-ayat selanjutnya berada dalam posisi ajakan (dakwah) dan tidak ada petunjuk khusus bagi kaum mukminin.[14] Namun beberapa mufasir Ahlusunah meyakini bahwa yang dimaksud dengan "'ibad" adalah kaum mukminin yang berdosa.[15] Maksud dari "la taqnathu" adalah putus asa dan hilangnya harapan.[16] Tsa'alibi menyebutnya sebagai keputusasaan yang paling besar. Dari sudut pandang Allamah Thabathaba'i, yang dimaksud dengan rahmat dalam ayat ini, dengan petunjuk khitab (percakapan) dan ajakan kepada para pendosa, adalah rahmat di Akhirat dalam arti pengampunan (maghfirah) Allah.[17]

Kulaini,[18] Ali bin Ibrahim al-Qumi,[19] Syaikh Shaduq[20] dan Syarafuddin Astarabadi[21] menganggap sabab nuzul ayat ini adalah kaum Syiah, meskipun Shaduq[22] dan Astarabadi[23] dalam kitab-kitab mereka yang lain memperkenalkan putra-putra Hazrat Fatimah sa sebagai maksud dari ayat tersebut.

Ayat 53 Surah Az-Zumar dalam khat Tsuluts oleh Hakim Ghannam

Di antara kemungkinan lain mengenai sabab nuzul ayat ini yang disebutkan oleh Abu al-Futuh Razi dari mufasir Syiah adalah:

  • Sekelompok kaum musyrik Makkah yang melakukan pembunuhan sengaja.[24]
  • Mencakup Ayasy bin Abi Rabi'ah, al-Walid bin al-Walid, dan sekelompok penduduk Makkah yang setelah masuk Islam tidak dapat berhijrah dan melepaskan Islam di bawah Penyiksaan.[25]
  • Berkaitan dengan seorang pemuda yang pada masa Jahiliyah adalah pencuri kain kafan dan pada suatu malam melakukan tindakan asusila terhadap jenazah seorang gadis, kemudian mendatangi Nabi Islam saw dan bertobat.[26] Muhaddis Nuri juga menyebutkan kemungkinan ini dalam Mustadrak al-Wasa'il.[27]

Syaikh Thabarsi meyakini bahwa peristiwa masuk Islamnya Wahsyi, pembunuh Hazrat Hamzah as, bukanlah sabab nuzul ayat ini, melainkan ayat ini mungkin dibacakan untuknya dan menjadi sebab ia masuk Islam. Karena surah ini adalah Makkiyah dan pada saat itu Perang Uhud belum terjadi.[28] Makarem Syirazi juga mengatakan penyebutan Wahsyi dalam perkataan mufasir hanyalah sebagai contoh, bukan sabab nuzul.[29]

Mufasir Ahlusunah juga mengemukakan berbagai kemungkinan mengenai sabab nuzul ayat ini. Kaum musyrik, penduduk Makkah,[30] kaum musyrik penduduk Makkah,[31] Wahsyi,[32] Muslim yang berdosa,[33] Ayasy bin Abi Rabi'ah dan al-Walid bin al-Walid serta beberapa Muslim lainnya,[34] kaum kafir dari kalangan Jahiliyah,[35] dan kaum musyrik Makkah yang melakukan pembunuhan[36] adalah di antara kemungkinan lainnya. Pendapat Fakhr Razi adalah bahwa sebab turunnya ayat tidak mengurangi keumuman dari ayat tersebut.[37]

Catatan Kaki

  1. Dailami, Irsyad al-Qulub, 1349 HS, jld. 1, hlm. 22; Makarem Syirazi, Tafsir Nemuneh, 1371-1374 HS, jld. 19, hlm. 499.
  2. Makarem Syirazi, Tafsir Nemuneh, 1371-1374 HS, jld. 19, hlm. 499.
  3. Madani, Riyadh al-Salikin, 1409 H, jld. 7, hlm. 307; Abu al-Futuh Razi, Raudh al-Jinan, 1366-1378 HS, jld. 16, hlm. 338.
  4. Allamah Majlisi, Bihar al-Anwar, 1368 HS, jld. 86, hlm. 376.
  5. Syaikh Thabarsi, Majma' al-Bayan, 1415 H, jld. 8, hlm. 407.
  6. Makarem Syirazi, Tafsir Nemuneh, 1371-1374 HS, jld. 19, hlm. 499-500.
  7. Syaikh Thabarsi, Majma' al-Bayan, 1415 H, jld. 8, hlm. 407-408; Faidh Kasyani, Tafsir al-Safi, 1416 H, jld. 6, hlm. 253; Thabathaba'i, Al-Mizan, 1390-1394 H, jld. 17, hlm. 230 dan 232; Makarem Syirazi, Tafsir Nemuneh, 1371-1374 HS, jld. 19, hlm. 502.
  8. Abu al-Futuh Razi, Raudh al-Jinan, 1366-1378 HS, jld. 16, hlm. 295.
  9. Alusi, Ruh al-Ma'ani, 1415-1416 H, jld. 12, hlm. 223; Fakhr Razi, Al-Tafsir al-Kabir, 1420 H, jld. 26, hlm. 418.
  10. Tsa'alibi, Jawahir al-Hissan, 1418 H, jld. 5, hlm. 78; Abu Ja'far al-Nahhas, Ma'ani al-Qur'an, 1409 H, jld. 6, hlm. 147; Alusi, Tafsir Ruh al-Ma'ani, 1415-1416 H, jld. 12, hlm. 223.
  11. Thabathaba'i, Al-Mizan, 1390-1394 H, jld. 17, hlm. 248 dan 249; Makarem Syirazi, Tafsir Nemuneh, 1371-1374 HS, jld. 19, hlm. 499-501-503.
  12. Tsa'alibi, Jawahir al-Hissan, 1418 H, jld. 5, hlm. 97; Alusi, Ruh al-Ma'ani, 1415-1416 H, jld. 12, hlm. 269-270.
  13. Makarem Syirazi, Tafsir Nemuneh, 1371-1374 HS, jld. 19, hlm. 502.
  14. Thabathaba'i, Al-Mizan, 1390-1394 H, jld. 17, hlm. 230 dan 232.
  15. Fakhr Razi, Al-Tafsir al-Kabir, 1420 H, jld. 27, hlm. 463; Alusi, Ruh al-Ma'ani, 1415-1416 H, jld. 12, hlm. 269.
  16. Thabathaba'i, Al-Mizan, 1390-1394 H, jld. 17, hlm. 279; Alusi, Ruh al-Ma'ani, 1415-1416 H, jld. 12, hlm. 269.
  17. Thabathaba'i, Al-Mizan, 1390-1394 H, jld. 17, hlm. 279.
  18. Kulaini, Al-Kafi, 1389 H, jld. 8, hlm. 35.
  19. Qumi, Tafsir al-Qumi, 1404 H, jld. 2, hlm. 250.
  20. Syaikh Shaduq, Fadhail al-Syiah, Muassasah al-A'lami lil-Mathbu'at, hlm. 24.
  21. Astarabadi, Ta'wil al-Ayat, 1409 H, hlm. 508; Bahrani, Al-Burhan, 1415 H, jld. 4, hlm. 716.
  22. Syaikh Shaduq, Ma'ani al-Akhbar, Dar al-Ma'rifah, hlm. 107.
  23. Astarabadi, Ta'wil al-Ayat al-Zhahirah, 1409 H, hlm. 507-508.
  24. Abu al-Futuh Razi, Raudh al-Jinan, 1366-1378 HS, jld. 16, hlm. 336.
  25. Abu al-Futuh Razi, Raudh al-Jinan, 1366-1378 HS, jld. 16, hlm. 336-337.
  26. Abu al-Futuh Razi, Raudh al-Jinan, 1366-1378 HS, jld. 16, hlm. 338-339.
  27. Muhaddis Nuri, Mustadrak al-Wasa'il, 1408-1429 H, jld. 12, hlm. 136.
  28. Syaikh Thabarsi, Majma' al-Bayan, 1415 H, jld. 8, hlm. 407.
  29. Makarem Syirazi, Tafsir Nemuneh, 1371-1374 HS, jld. 19, hlm. 502.
  30. Thabari, Jami' al-Bayan, 1412 H, jld. 24, hlm. 10.
  31. Thabari, Jami' al-Bayan, 1412 H, jld. 24, hlm. 10; Alusi, Tafsir Ruh al-Ma'ani, 1415-1416 H, jld. 12, hlm. 270.
  32. Thabari, Jami' al-Bayan, 1412 H, jld. 24, hlm. 10; Abu Ja'far al-Nahhas, Ma'ani al-Qur'an, 1409 H, jld. 6, hlm. 147 dan 184; Tsa'alibi, Jawahir al-Hissan, 1418 H, jld. 5, hlm. 78 dan 96; Fakhr Razi, Al-Tafsir al-Kabir, 1420 H, jld. 27, hlm. 465.
  33. Thabari, Jami' al-Bayan, 1412 H, jld. 24, hlm. 11.
  34. Thabari, Jami' al-Bayan, 1412 H, jld. 24, hlm. 11; Tsa'alibi, Jawahir al-Hissan, 1418 H, jld. 5, hlm. 96; Fakhr Razi, Al-Tafsir al-Kabir, 1420 H, jld. 27, hlm. 465; Alusi, Tafsir Ruh al-Ma'ani, 1415-1416 H, jld. 12, hlm. 270.
  35. Tsa'alibi, Jawahir al-Hissan, 1418 H, jld. 5, hlm. 96; Fakhr Razi, Al-Tafsir al-Kabir, 1420 H, jld. 27, hlm. 465.
  36. Fakhr Razi, Al-Tafsir al-Kabir, 1420 H, jld. 27, hlm. 465.
  37. Fakhr Razi, Al-Tafsir al-Kabir, 1420 H, jld. 27, hlm. 465.

Daftar Pustaka

  • Alusi, Mahmud bin Abdullah, Tafsir Ruh al-Ma'ani, dikoreksi oleh Ali Abdul Bari Athiyah, Beirut, Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 1415-1416 H.
  • Abu Ja'far al-Nahhas, Ahmad bin Muhammad, Ma'ani al-Qur'an, riset oleh Muhammad Ali al-Shabuni, Makkah, Jamiah Umm al-Qura, Cetakan Pertama, 1409 H.
  • Abu al-Futuh Razi, Husain bin Ali, Raudh al-Jinan wa Ruh al-Jinan fi Tafsir al-Qur'an, disusun oleh Muhammad Mahdi Naseh dan Muhammad Ja'far Yahaghi, Masyhad, Bonyad-e Pajuhesy-ha-ye Eslami Astan-e Qods-e Razavi, 1366-1378 HS.
  • Astarabadi, Ali, Ta'wil al-Ayat, riset oleh Husain Ustadwali, Qom, Muassasah al-Nasyr al-Islami, Cetakan Pertama, 1409 H.
  • Bahrani, Hasyim bin Sulaiman, Al-Burhan fi Tafsir al-Qur'an, Qom, Muassasah al-Bi'tsah: Markaz al-Thiba'ah wa al-Nasyr, 1415 H.
  • Tsa'alibi, Abu Zaid, Jawahir al-Hissan fi Tafsir al-Qur'an, riset oleh Syaikh Muhammad Ali Mu'awwadh, Beirut, Dar Ihya al-Turats al-Arabi, Cetakan Pertama, 1418 H.
  • Dailami, Hasan bin Muhammad, Irsyad al-Qulub, terjemahan Hedayatullah Mustarhami, Teheran, Mostafavi, Cetakan Ketiga, 1349 HS.
  • Raghib Isfahani, Husain bin Muhammad, Mufradat Alfadh al-Qur'an, dikoreksi oleh Safwan Adnan Dawudi, Beirut, Dar al-Syamiyyah, 1412 H.
  • Syaikh Shaduq, Muhammad bin Ali, Fadhail al-Syiah, Beirut, Muassasah al-A'lami lil-Mathbu'at, tanpa tahun.
  • Syaikh Shaduq, Muhammad bin Ali, Ma'ani al-Akhbar, Beirut, Dar al-Ma'rifah lil-Thiba'ah wa al-Nasyr, tanpa tahun.
  • Syaikh Thabarsi, Fadhl bin Hasan, Majma' al-Bayan fi Tafsir al-Qur'an, Beirut, Muassasah al-A'lami lil-Mathbu'at, 1415 H.
  • Thabari, Muhammad bin Jarir, Jami' al-Bayan fi Tafsir al-Qur'an (Tafsir al-Thabari), Beirut, Dar al-Ma'rifah, 1412 H.
  • Allamah Thabathaba'i, Sayyid Muhammad Husain, Al-Mizan fi Tafsir al-Qur'an, Beirut, Muassasah al-A'lami lil-Mathbu'at, 1390-1394 H.
  • Allamah Majlisi, Muhammad Baqir, Bihar al-Anwar, Beirut, Dar Ihya al-Turats al-Arabi, 1368 HS.
  • Fakhr Razi, Muhammad bin Umar, Al-Tafsir al-Kabir, Beirut, Dar Ihya al-Turats al-Arabi, 1420 H.
  • Faidh Kasyani, Muhammad Muhsin, Tafsir al-Safi, riset oleh Sayyid Muhsin Husaini Amini, Teheran, Dar al-Kutub al-Islamiyah, Cetakan Pertama, 1416 H.
  • Qara'ati, Muhsin, Tafsir Nur, Teheran, Markaz-e Farhangi Dars-ha-ye az Qur'an, 1388 HS.
  • Qumi, Ali bin Ibrahim, Tafsir al-Qumi, riset oleh Thayyib Musawi Jaza'iri, Qom, Dar al-Kitab, Cetakan Ketiga, 1404 H.
  • Kulaini, Muhammad bin Ya'qub, Al-Kafi, Teheran, Dar al-Kutub al-Islamiyah, 1389 H.
  • Madani, Ali Khan bin Ahmad, Riyadh al-Salikin, Qom, Muassasah al-Nasyr al-Islami, 1409 H.
  • Makarem Syirazi, Nasir, Tafsir Nemuneh, Teheran, Dar al-Kutub al-Islamiyah, 1371-1374 HS.
  • Nuri, Husain bin Muhammad Taqi, Mustadrak al-Wasa'il, Beirut, Muassasah Al al-Bayt (as) li Ihya al-Turats, 1408-1429 H.