Konsep:Amineh Qazvini
|| ||
|| - ||
|| - || || ||
Aminah Qazwini (bahasa Arab: آمنة قزویني) (L. 1202 H) adalah salah satu wanita alimah Syiah dan memiliki Ijazah Riwayat. Ia adalah putri Syekh Muhammad Ali bin Abdul Karim bin Muhammad Yahya bin Muhammad Syafi' Qazwini, istri Muhammad Shalih Barghani, dan ibu dari Thahirah Qurratul 'Ain. Muhammad Shalih Barghani meminta para wanita untuk merujuk kepadanya dalam urusan syariat yang berkaitan dengan perempuan.[1]
Aminah Qazwini belajar kepada saudaranya dan menghadiri pelajaran Fikih dan Ushul suaminya. Ia mempelajari hikmah dan filsafat tinggi di Hauzah Syekh Mulla Agha Hikmi Qazwini di Madrasah Shalihiah dan juga berpartisipasi dalam majelis pelajaran Syekh Ahmad Ahsa'i di Qazwin. Suaminya menyarankan para wanita untuk meneladaninya dan merujuk kepadanya dalam hukum-hukum agama, dan suami, saudara, serta Ahmad Ahsa'i telah memberinya ijazah riwayat.[2]
Aminah Qazwini mendirikan hauzah pelajaran untuk para wanita pada masanya di Karbala dan Qazwin. Ia menggubah qasidah panjang sebanyak 480 bait dari lisan Zainab al-Kubra sa tentang Peristiwa Karbala dan juga memiliki beberapa risalah ilmiah.[3]
Catatan Kaki
- ↑ Gharawi Na'ini, Muhadditsat-e Syi'ah, 1375 HS, hlm. 25 mengutip dari Mustadrak A'yan al-Syi'ah, jld. 2, hlm. 7.
- ↑ Gharawi Na'ini, Muhadditsat-e Syi'ah, 1375 HS, hlm. 25 mengutip dari Mustadrak A'yan al-Syi'ah, jld. 2, hlm. 7.
- ↑ Gharawi Na'ini, Muhadditsat-e Syi'ah, 1375 HS, hlm. 26 mengutip dari Mustadrak A'yan al-Syi'ah, jld. 2, hlm. 7.
Daftar Pustaka
- Gharawi Na'ini, Nahla. Muhadditsat-e Syi'ah (Para Perawi Wanita Syiah). Teheran: Universitas Tarbiat Modares, 1375 HS.