Lompat ke isi

Konsep:Abu Nashr al-Farabi

Dari wikishia

Templat:Kotak info tokoh politik agama Muhammad bin Muhammad bin Tharkhan yang dikenal sebagai Abu Nashr al-Farabi adalah pendiri Filsafat Islam dan peletak dasar filsafat politik dan logika di dunia Islam serta bergelar Mu'allim Tsani (Guru Kedua), ia dikenal sebagai salah satu filsuf muslim terbesar.

Ia adalah seorang ahli dalam semua cabang hikmah teoritis dan praktis, termasuk Teologi, musik, akhlak dan politik. Inovasi-inovasi seperti pembagian wujud menjadi wajib al-wujud dan mumkin al-wujud, argumen imkan dan wujub, kesatuan agama dan filsafat, Teori Faidh tentang penciptaan alam semesta dan Al-Madinah al-Fadhilah (Kota Utama), termasuk dari pandangan-pandangannya. Beberapa peneliti, juga menisbatkan keyakinan pada Wilayatul Faqih kepadanya.

Karya-karya Al-Farabi dikatakan lebih dari seratus karya yang telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa. Beberapa karyanya yang paling penting adalah: Ihsha' al-'Ulum, Ara' Ahl al-Madinah al-Fadhilah, Al-Siyasah al-Madaniyyah, Al-Madinah al-Fadhilah, Al-Musiqa al-Kabir, Al-Manthiqiyyat, Al-Fushul al-Muntaza'ah dan Fushul al-Hikam. Banyak buku telah diterbitkan tentang biografi dan pemikirannya. Banyak tempat ilmiah dinamai dengan nama dan untuk mengenangnya dan karya-karya media juga telah diproduksi tentangnya.

Beberapa peneliti dengan bersandar pada bukti-bukti termasuk pernyataan Al-Farabi tentang karakteristik pemimpin masyarakat dan imam, menganggapnya sebagai Syiah dan sekelompok orang menganggapnya sebagai Syiah Ismailiyah. Al-Farabi wafat pada tahun 339 H/950 M di Damaskus; Saif al-Daulah al-Hamdani, penguasa Syam saat itu, menyalatkan jenazahnya dan ia dimakamkan di sana.

Kedudukan dan Kepentingan

Abu Nashr al-Farabi dianggap sebagai pendiri Filsafat Islam,[1] filsuf muslim terbesar,[2] pendiri filsafat politik dalam Islam,[3] peletak dasar[4] atau bapak logika Islam,[5] salah satu filsuf terkemuka filsafat Masya'.[6] Ia juga dianggap sebagai pemikir muslim pertama dan paling terkemuka yang membahas musik secara filosofis.[7]

Patung Al-Farabi di Festival Internasional Farabi.

Dikatakan bahwa Al-Farabi adalah orang pertama yang mentransfer logika formal secara utuh dan sistematis dari Yunani ke dunia Arab.[8] Pemikiran-pemikiran Al-Farabi dianggap berpengaruh pada filsuf-filsuf setelahnya hingga dikatakan bahwa akar semua pemikiran dalam filsafat Islam kembali kepada Al-Farabi.[9] Menurut sebagian orang, Al-Farabi adalah orang pertama yang menyusun ensiklopedia; sebelum dia tidak ada yang mengumpulkan semua pengetahuan dan ilmu pada zamannya.[10]

Menurut Sayid Hossein Nasr, Al-Farabi pada masa penerjemahan berbagai ilmu dari budaya yang berbeda, memiliki peran mendasar dalam mengatur ilmu-ilmu dan menciptakan keselarasan di antara ilmu-ilmu tersebut dan ajaran Islam serta mencegah terciptanya kekacauan dan ketidakberaturan dalam kehidupan pemikiran dan rasional umat muslim. Nasr, dari aspek ini menyebut Al-Farabi sebagai teladan bagi para pemikir Islam kontemporer.[11]

Al-Farabi diberi gelar Mu'allim Tsani (Guru Kedua setelah Aristoteles yang merupakan Guru Pertama).[12] Mengenai pemberian gelar ini kepada Al-Farabi, disebutkan berbagai alasan seperti pendirian filsafat Islam, peletakan dasar logika di dunia Islam, filsuf terbaik setelah Aristoteles, upaya untuk mengklasifikasikan ilmu-ilmu dan pencipta metodologi dalam ilmu-ilmu.[13]

Nama Al-Farabi telah terdaftar dalam daftar tokoh-tokoh terkenal dunia UNESCO.[14] Tahun 2020-2021 M juga dalam rangka peringatan 1150 tahun kelahiran Al-Farabi, ditetapkan sebagai tahun peringatannya di UNESCO.[15] Di Iran tanggal 30 Aban (21 November) dinamai Hari Nasional Hikmah dan Filsafat serta Peringatan Al-Farabi.[16]

Biografi

Informasi tentang biografi Al-Farabi dianggap sedikit.[17] Abu Nashr Muhammad bin Muhammad bin Tharkhan bin Uzalagh yang dikenal sebagai Al-Farabi[18] lahir pada tahun 259[19] atau 260 H[20] di desa Wasij,[21] dari desa-desa di kota Farab, salah satu wilayah Iran kuno dan Kazakhstan saat ini.[22] Dalam Al-Fihrist Ibnu Nadim (tanggal penulisan: 377 H) disebutkan bahwa ia berasal dari Faryab, salah satu wilayah di Khurasan.[23]

Al-Farabi pada masa Mu'tadhid Abbasi, khalifah Abbasiyah keenam belas (periode pemerintahan 278-289 H), bersama ayahnya yang seorang militer, bepergian ke kota Harran dan dari sana ke Baghdad dan di sana ia mempelajari logika, filsafat, sastra, matematika dan ilmu-ilmu dasar.[24] Ia bepergian dari Baghdad ke Damaskus dan dari sana ke Mesir dan setelah beberapa lama kembali ke Damaskus dan menetap di sana dan hal ini terjadi pada masa pemerintahan Saif al-Daulah al-Hamdani (memerintah: 333 - 356 H) atas Syam.[25]

Yuhanna bin Hailan (wafat sebelum 320 H) dan Abu Bisyr Matta bin Yunus (wafat: 328 H) keduanya dari filsuf Kristen, disebutkan sebagai guru logika dan filsafat Al-Farabi[26] yang paling terkenal[27]. Abu Bakar bin Siraj al-Nahwi disebutkan sebagai guru nahwu Al-Farabi dan muridnya dalam ilmu logika.[28] Abu Zakaria Yahya bin 'Adi al-Manthiqi dan saudaranya Ibrahim juga merupakan murid-murid Al-Farabi.[29] Dikatakan bahwa Al-Farabi sebelum beralih ke filsafat, sibuk dengan pekerjaan kehakiman.[30]

Menurut Ibnu Khallikan, salah seorang sejarawan abad ketujuh Hijriah, Al-Farabi akrab dengan bahasa Turki dan beberapa bahasa non-Arab.[31] Dinukil dari Ibnu Khallikan dalam Wafayat al-A'yan bahwa Al-Farabi mengenal tujuh puluh bahasa[32] tetapi ucapan ini dianggap berlebihan.[33] Beberapa orang menganggapnya berasal dari etnis Turki.[34] Dalam Ensiklopedia Filsafat Stanford disebutkan bahwa terdapat perbedaan pendapat mengenai asal-usul Al-Farabi. Beberapa orang menganggap asalnya adalah Turki; tetapi penelitian-penelitian baru menunjukkan bahwa ia adalah orang Farsi (Iran).[35]

Makam Al-Farabi di Damaskus.

Beberapa peneliti dengan bersandar pada berbagai bukti termasuk pernyataan Al-Farabi tentang karakteristik pemimpin masyarakat, imam dan imamah, menganggapnya sebagai Syiah.[36] Juga dikatakan bahwa para filsuf tidak memiliki hubungan yang baik dengan Sunni dan sebagian besar filsuf cenderung kepada Tasyayyu'.[37] Beberapa orang menganggapnya sebagai penganut Syiah Ismailiyah.[38] Dalam ke-Syiahan Al-Farabi, klaim ijmak juga telah dibuat.[39]

Al-Farabi pada bulan Rajab[40] tahun 339 H/950 M pada usia delapan puluh tahun wafat di Damaskus.[41] Saif al-Daulah al-Hamdani menyalatkan jenazahnya dan ia dimakamkan di Damaskus.[42]

Pemikiran-Pemikiran

Al-Farabi dideskripsikan sebagai pemikir yang telah menyajikan pandangan-pandangan khusus dalam semua cabang hikmah teoritis seperti Teologi, matematika dan musik serta hikmah praktis seperti Akhlak dan politik.[43] Beberapa pemikirannya adalah sebagai berikut:

Hubungan Agama dan Filsafat

Al-Farabi dianggap meyakini kesatuan agama dan filsafat. Menurutnya, manusia memiliki dua kekuatan, yaitu kekuatan intelektual (aqilah) dan kekuatan imajinatif (mutakhayyilah). Kekuatan intelektual milik filsafat dan kekuatan imajinatif milik agama. Seorang filsuf melalui kekuatan intelektual dan nabi melalui kekuatan imajinatif mencapai kebenaran mutlak. Meskipun cara-cara untuk mencapai kebenaran berbeda-beda, tujuannya adalah satu.[44] Dikatakan bahwa inovasi Al-Farabi dalam hubungan antara agama dan filsafat terletak pada metodenya yang melalui deskripsi tentang Akal dan kekuatan-kekuatan jiwa (nafs).[45] Al-Farabi percaya bahwa jika agama mengikuti filsafat yang hakiki dan pasti, agama tersebut benar, dan jika mengikuti filsafat dugaan (zhanni) dan tidak hakiki, agama tersebut akan rusak (fasad).[46]

Pembagian Wujud Menjadi Wajib al-Wujud dan Mumkin al-Wujud

Istilah wajib dan mumkin serta pembagian wujud (maujud) menjadi Wajib al-Wujud dan Mumkin al-Wujud dianggap sebagai bagian dari pemikirannya.[47] Dari pandangan beberapa peneliti, argumen imkan dan wujub adalah inovasi Al-Farabi dan Ibnu Sina dalam filsafat Islam dan Thomas Aquinas dalam filsafat Barat meminjamnya darinya.[48] Dikatakan bahwa Al-Farabi menyebut Allah dengan istilah-istilah seperti "sebab pertama", "wujud pertama" dan "wajib al-wujud".[49]

Teori Faidh dan Hierarki Keberadaan

Al-Farabi tentang bagaimana penciptaan dunia, meyakini pada Teori Faidh. Menurutnya, dunia muncul karena pancaran (fayadhan) eksistensi Allah dan eksistensi dunia merupakan keniscayaan yang tak terpisahkan dari eksistensi Allah.[50] Berdasarkan pandangannya, hierarki sistem eksistensi (keberadaan) adalah sebagai berikut: Allah, alam akal (akal pertama hingga kesembilan), akal aktif (akal kesepuluh), jiwa (nafs), bentuk (surah), materi (maddah) dan jasad (ajsam).[51] Al-Farabi meyakini adanya sepuluh akal (uqul asyarah) dan menganggapnya مجرد (mujarad/imaterial).[52] Ia mencocokkan sepuluh akal itu dengan para malaikat dan akal kesepuluh dengan Ruhul Amin dan Ruhul Kudus.[53]

Ilmu Allah

Dikatakan bahwa Al-Farabi adalah filsuf muslim pertama yang membahas tentang hakikat ilmu (pengetahuan) Allah yang terdahulu terhadap segala sesuatu.[54] Al-Farabi, dalam buku Fushul Muntaza'ah, mengingkari Ilmu Allah terhadap detail-detail yang terindera (juz'iyyat mahsus) dan meyakini bahwa keyakinan semacam itu membawa konsekuensi yang buruk seperti timbulnya keyakinan yang kontradiktif di antara objek-objek pengetahuan (ma'lumat) Allah dan tidak terbatasnya objek-objek pengetahuan Allah.[55] Tentu saja dikatakan bahwa dalam buku-bukunya yang lain ia menerima ilmu Ilahi terhadap hal-hal yang terperinci (juz'iyyat).[56]

Al-Madinah al-Fadhilah

Al-Farabi dianggap terpengaruh oleh Plato dalam merancang dan mengatur konsep al-madinah al-fadhilah Islam.[57] Ia meyakini bahwa manusia untuk mencapai kesempurnaan yang didambakan tidak memiliki jalan lain kecuali kehidupan sosial dan semua masyarakat juga mencari kebahagiaan; namun masyarakat yang mencari kebahagiaan hakiki disebut al-madinah al-fadhilah (kota utama/masyarakat ideal).[58] Al-Farabi menyebut penduduk kota semacam itu sebagai umat fadhilah.[59] Ia, sebagai lawan dari madinah fadhilah, mengemukakan madinah non-fadhilah seperti madinah jahilah (bodoh), madinah fasiqah (fasik) dan madinah dhallah (sesat).[60]

Abu Nashr, menganggap Al-Madinah al-Fadhilah memiliki lima rukun dan kelompok: Afadhil (orang-orang utama/para hakim dan cendekiawan), Dzuwu al-Alsinah = pembicara/orator (pembawa dan penyampai agama serta pembicara dan penyair), Muqaddirun = penakar (ahli hitung, ahli geometri, dokter dan astronom), Mujahidun (pelindung/penjaga masyarakat) dan Maliyyun (petani dan pedagang).[61]

Ia dengan menyerupakan madinah fadhilah dengan tubuh yang sehat, meyakini bahwa sebagaimana jantung, sebagai organ tubuh yang paling sempurna, adalah pemimpin tubuh, penguasa dan pemimpin pertama masyarakat dan madinah fadhilah juga harus menjadi anggota masyarakat yang paling sempurna[62] yaitu nabi atau filsuf.[63] Menurutnya, semua para nabi adalah filsuf; para nabi, dari segi apa yang dipancarkan dari akal aktif ke kekuatan imajinatif mereka, disebut nabi dan dari segi apa yang dipancarkan dari akal aktif ke akal pasif mereka, disebut filsuf. Orang semacam itu dianggap sebagai manusia yang paling sempurna dan paling bahagia.[64] Dikatakan bahwa Al-Farabi dalam teori filsuf nabi, menggabungkan keyakinan agama Islamnya dengan tradisi filosofis Yunani.[65]

Wilayatul Faqih

Al-Farabi dalam sebagian karyanya, telah menjelaskan penerus pemimpin pertama madinah fadhilah dan karakteristik mereka.[66] Ia dalam buku Al-Millah menulis bahwa kapan pun pemimpin pertama dan salah seorang dari Aimmah al-Abrar (para pemimpin yang baik) meninggal dunia dan seseorang yang sama seperti mereka tidak menggantikannya, maka seorang fakih yang menggantikan mereka.[67] Sebagian penulis mencocokkan teori ini dengan teori wilayatul faqih.[68]

Pembagian Ilmu

Al-Farabi membagi ilmu-ilmu yang lazim pada masanya[69] menjadi delapan kelompok: linguistik (ilmu bahasa), logika, ilmu pengajaran (matematika), ilmu alam (fisika), ilmu ilahi (teologi), ilmu sosial (politik), ilmu fikih dan ilmu kalam.[70]

Karya-karya

Buku Ara' Ahl al-Madinah al-Fadhilah karya Al-Farabi.

Karya-karya Al-Farabi dikatakan lebih dari seratus karya yang banyak di antaranya telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa seperti bahasa Persia, Turki, Inggris, Jerman, Prancis dan Ibrani.[71] Menurut Muhsin Mahdi, seorang peneliti Al-Farabi dan profesor terkemuka dari Universitas Chicago dan Harvard yang berasal dari Irak, sebagian besar karya-karya Al-Farabi yang tersisa dapat diklasifikasikan menjadi dua kategori yaitu logika dan politik; meskipun ia juga memiliki karya-karya tentang musik.[72] Sebagian orang mengklasifikasikan karyanya ke dalam lima judul: logika; astronomi, matematika, musik dan fisika; metafisika; politik dan filsafat Plato serta Aristoteles.[73]

Beberapa karya Al-Farabi yang paling penting adalah: Ihsha' al-'Ulum, Ara' Ahl al-Madinah al-Fadhilah, Al-Siyasah al-Madaniyyah, Al-Musiqa al-Kabir, Al-Manthiqiyyat, Al-Tanbih 'ala Sabil al-Sa'adah, Kalam fi 'Ilm al-Ilahi, Al-Fushul al-Muntaza'ah, Fushul al-Hikam dan Al-Jam' baina Ra'yay al-Hakimain Aflathun al-Ilahi wa Aristhathalis.[74] Buku Ihsha' al-'Ulum yang membahas tentang klasifikasi ilmu,[75] dianggap memiliki ketenaran yang besar dan sangat berpengaruh di Barat dan Timur.[76] Buku ini telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa seperti bahasa Ibrani dan Latin.[77]

Koleksi karya-karya Al-Farabi beserta buku-buku yang berkaitan dengannya telah dikumpulkan dalam perangkat lunak "Majmu'eh Atsar-e Hakim Farabi" (Koleksi Karya Hakim Al-Farabi) oleh Pusat Penelitian Komputer Ilmu-ilmu Islam.[78]

Karya-karya tentang Al-Farabi

Banyak buku dan karya yang telah diproduksi dan diterbitkan mengenai biografi dan pemikiran Al-Farabi. Selain itu beberapa pusat dan institusi ilmiah telah dinamai untuk mengenang dan dengan nama Al-Farabi, seperti Universitas Nasional Al-Farabi Kazakhstan,[79] Festival Internasional Farabi,[80] Kampus Farabi Universitas Teheran,[81] Universitas Al-Farabi di Baghdad,[82] Universitas Perwira Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Farabi yang berafiliasi dengan Militer Republik Islam Iran,[83] dan Rumah Sakit Mata Farabi Teheran.[84]

Di Televisi Nasional Kazakhstan juga diproduksi sebuah film dokumenter berjudul "Cheragh-e Rah-e Tamaddon" (Cahaya Jalan Peradaban) tentang Al-Farabi.[85] Selain itu, Museum-Rumah Al-Farabi yang membahas tentang berbagai tahap kehidupan dan memperkenalkan warisan pemikiran Al-Farabi dibuka pada tahun 1398 HS di Istanbul, Turki.[86] Menurut laporan Kantor Berita Organisasi Kebudayaan dan Hubungan Islam, Penghargaan Negara Republik Kazakhstan di bidang sains dan teknologi dinamai dengan nama Al-Farabi dan selain itu gambar Al-Farabi dicetak pada mata uang pertama Kazakhstan (Tenge).[87]

Bibliografi

Beberapa buku yang ditulis tentang Al-Farabi antara lain:

  • Al-Farabi Founder of Islamic Neoplatonism (Al-Farabi Pendiri Neoplatonisme Islam), yang ditulis oleh Majid Fakhry. Buku aslinya berbahasa Inggris dan Mohammad Reza Moradi Tadi menerjemahkannya ke dalam bahasa Persia. Fakhry, dalam buku ini, membahas pandangan-pandangan logika, politik, metafisika dan musik Al-Farabi serta pengaruh pemikirannya pada filsuf-filsuf muslim dan Barat serta perannya sebagai mata rantai penghubung antara filsafat Yunani dan filsafat Islam. Buku ini diterbitkan oleh Penerbit Ilm dan pertama kali diterbitkan pada tahun 1395 HS.
  • Farabi Mu'assis-e Falsafeh-e Islami (Al-Farabi Pendiri Filsafat Islam), Reza Dawari Ardakani, Teheran, Pazhuhesyghah-e 'Ulum Insani wa Muthala'at-e Farhangi,
  • Abu Nashr Farabi Filsuf-e Farhang (Abu Nashr Al-Farabi Filsuf Budaya) (Kumpulan Kajian Pengetahuan tentang Pembacaan Ulang Pemikiran dan Karya Al-Farabi) karya Gholam Hossein Ibrahimi Dinani dan Esmail Manshuri Larijani, Teheran, Entisyarat-e Soroush, cetakan pertama, 1403 HS.
  • Abu Nashr Al-Farabi fi al-Dzikra al-Alfiyyah li Wafatihi, karya Ibrahim Bayumi Madkur, Kairo, Al-Hai'ah al-Mishriyyah al-'Ammah li al-Kitab, 1403 H.

Di antara karya-karya lain mengenai Al-Farabi yang dapat disebutkan adalah: "Farabi Filsuf-e Farhang" karya Reza Dawari Ardakani, "Farabi wa Bunyanguzari-e Falsafeh-e Siyasi-e Islami" yang ditulis oleh Muhsin Mahdi, "Al-Farabi fi al-Maraji' al-'Arabiyyah" karya Husain Ali Mahfuzh, "Al-Farabi" karya Mushthafa Ghalib, "Al-Farabi, Hayatuhu, Atsaruhu, Falsafatuhu" karya Ahmad Syamsuddin, "Falsafah al-Farabi" yang ditulis oleh Mundzir Kautsar, "Al-Farabi wa Ta'sis al-Falsafah al-Islamiyyah" karya Muhsin Mahdi, "Farabi-syenasi (Gozideh-e Maghalat)" disusun oleh Meisam Karami, "Farabi: Filsuf-e Gharib" karya Nashrullah Hekmat, "Zendegi wa Andisyeh-e Hakim Abu Nashr Farabi" karya Nashrullah Hekmat dan "Andisyeh-e Siyasi-e Farabi".

Kongres Dunia Al-Farabi

Pada bulan Isfand 1401 HS, Kongres Dunia pertama "Al-Farabi, Kebudayaan dan Peradaban Islam" diselenggarakan di Teheran dengan tujuan memperingati kedudukan Al-Farabi berkat upaya dari Institut Kajian Kebudayaan dan Sosial serta Sekretariat Tetap Festival Internasional Farabi.[88] Kumpulan makalah konferensi ini telah diterbitkan dalam sebuah buku berjudul "Farabi wa Andisyeh-haye u" (Al-Farabi dan Pemikiran-pemikirannya).[89] Beberapa konferensi internasional dengan judul dan yang berkaitan dengan Al-Farabi juga telah diadakan di Kazakhstan.[90]

Catatan Kaki

  1. Ni'mah, Falasifah al-Syi'ah; Hayatuhum wa Ara'uhum, 1987 M, hlm. 567; Mahdi, Al-Farabi wa Ta'sis al-Falsafah al-Islamiyyah, 2009 M, hlm. 76.
  2. Ibnu Khallikan, Wafayat al-A'yan, Dar al-Fikr, jld. 5, hlm. 153; Ni'mah, Falasifah al-Syi'ah; Hayatuhum wa Ara'uhum, 1987 M, hlm. 567.
  3. Mahdi, Farabi wa Bunyanguzari-e Falsafeh-e Siyasi-e Islami, 1400 HS, hlm. 13, 24, 66.
  4. Yusufiyan, "Syekl-giri-e Falsafeh-e Islami", hlm. 207.
  5. Yusufiyan, "Syekl-giri-e Falsafeh-e Islami", hlm. 213.
  6. Ni'mah, Falasifah al-Syi'ah; Hayatuhum wa Ara'uhum, Dar al-Fikr, hlm. 576-579.
  7. Lihat: "Farabi; Bozorgtarin Nazhariyeh-pardaz-e Musighi dar Tarikh-e Eslam" (Al-Farabi; Teoritikus Musik Terbesar dalam Sejarah Islam), Kantor Berita Republik Islam (IRNA); "Farabi; Bozorgtarin Nazhariyeh-pardaz-e Musighi dar Tarikh-e Eslam", Din Online.
  8. Ni'mah, Falasifah al-Syi'ah; Hayatuhum wa Ara'uhum, 1987 M, hlm. 568.
  9. Ni'mah, Falasifah al-Syi'ah; Hayatuhum wa Ara'uhum, 1987 M, hlm. 569.
  10. Thuqan, Al-Khalidun al-'Arab, 1954 M, hlm. 85.
  11. Nasr, Sonnat-e Aqlani-e Eslami dar Iran, 1383 HS, hlm. 125.
  12. Syahrazuri, Tarikh al-Hukama, 2007 M, hlm. 300; Ni'mah, Falasifah al-Syi'ah; Hayatuhum wa Ara'uhum, 1987 M, hlm. 567: Nasr, Sonnat-e Aqlani-e Eslami dar Iran, 1383 HS, hlm. 121.
  13. Nasr, Sonnat-e Aqlani-e Eslami dar Iran, 1383 HS, hlm. 122-124; Yusufiyan, "Syekl-giri-e Falsafeh-e Islami", hlm. 207.
  14. Lihat: "Asami 33 Nam-awar wa Masyehir-e Irani be Sabt-e Yunesko Resideh Ast" (Nama 33 Tokoh dan Selebriti Iran Telah Terdaftar di UNESCO), Situs Web Pusat Ensiklopedia Besar Islam; "Asami 33 Nam-awar wa Masyehir-e Irani be Sabt-e Yunesko Resideh Ast", Kantor Berita Republik Islam.
  15. "Wazir-e Farhang: Farabi be Gholleh-i Basyokuh dar Tamaddon-e Islami Tabdil Syodeh Ast" (Menteri Kebudayaan: Al-Farabi Telah Menjadi Puncak Kejayaan dalam Peradaban Islam), Kantor Berita Republik Islam.
  16. "Chera 30 Aban Ruz-e Hekmat wa Falsafeh wa Bozorgdasyt-e Farabi Syod?" (Mengapa 30 Aban Menjadi Hari Hikmah dan Filsafat Serta Peringatan Al-Farabi?), Kantor Berita Republik Islam.
  17. Mahdi, Farabi wa Bunyanguzari-e Falsafeh-e Siyasi-e Islami, 1400 HS, hlm. 25; Dawari Ardakani, Farabi Mu'assis-e Falsafeh-e Islami, 1377 HS, hlm. 65 dan 66; Yusufiyan, "Syekl-giri-e Falsafeh-e Islami", hlm. 203.
  18. Ibnu Khallikan, Wafayat al-A'yan, Dar al-Fikr, jld. 5, hlm. 153.
  19. Ibrahimi Dinani dan Manshuri Larijani, Abu Nashr Farabi; Filsuf-e Farhang, 1403 HS, hlm. 13; Ni'mah, Falasifah al-Syi'ah; Hayatuhum wa Ara'uhum, 1987 M, hlm. 567.
  20. Mahfuzh, Mu'allafat al-Farabi, 1395 H, hlm. 23.
  21. Mahfuzh dan Al Yasin, Mu'allafat al-Farabi, 1395 H, hlm. 23; Dawari Ardakani, Farabi Mu'assis-e Falsafeh-e Islami, 1377 HS, hlm. 66.
  22. Ibrahimi Dinani dan Manshuri Larijani, Abu Nashr Farabi; Filsuf-e Farhang, 1403 HS, hlm. 7 dan 13.
  23. Ibnu Nadim, Al-Fihrist, Dar al-Ma'rifah, hlm. 368.
  24. Ibrahimi Dinani dan Manshuri Larijani, Abu Nashr Farabi; Filsuf-e Farhang, 1403 HS, hlm. 7 dan 13.
  25. Ibnu Khallikan, Wafayat al-A'yan, Dar al-Fikr, jld. 5, hlm. 155.
  26. Ibnu Khallikan, Wafayat al-A'yan, Dar al-Fikr, jld. 5, hlm. 153 dan 154.
  27. Yusufiyan, "Syekl-giri-e Falsafeh-e Islami", hlm. 206 dan 207.
  28. Yusufiyan, "Syekl-giri-e Falsafeh-e Islami", hlm. 207.
  29. Yusufiyan, "Syekl-giri-e Falsafeh-e Islami", hlm. 207.
  30. Yusufiyan, "Syekl-giri-e Falsafeh-e Islami", hlm. 203.
  31. Ibnu Khallikan, Wafayat al-A'yan, Dar al-Fikr, jld. 5, hlm. 153.
  32. Ibnu Khallikan, Wafayat al-A'yan, Dar al-Fikr, jld. 5, hlm. 155.
  33. Yusufiyan, "Syekl-giri-e Falsafeh-e Islami", hlm. 204.
  34. Ibnu Khallikan, Wafayat al-A'yan, Dar al-Fikr, jld. 5, hlm. 153; Yusufiyan, "Syekl-giri-e Falsafeh-e Islami", hlm. 203.
  35. "al-Farabi", Stanford Encyclopedia of Philosophy.
  36. Ni'mah, Falasifah al-Syi'ah; Hayatuhum wa Ara'uhum, 1987 M, hlm. 576-579; Dawari Ardakani, Farabi Mu'assis-e Falsafeh-e Islami, 1377 HS, hlm. 66 dan 67.
  37. Dawari Ardakani, Farabi Mu'assis-e Falsafeh-e Islami, 1377 HS, hlm. 66 dan 67.
  38. Yusufiyan, "Syekl-giri-e Falsafeh-e Islami", hlm. 238.
  39. Huseini, Falsafeh-e Siyasi-e Farabi wa Irtibath-e an ba Wilayat-e Faqih, 1389 HS, hlm. 36.
  40. Mahfuzh dan Al Yasin, Mu'allafat al-Farabi, 1395 H, hlm. 24.
  41. Ibnu Khallikan, Wafayat al-A'yan, Dar al-Fikr, jld. 5, hlm. 156; Ni'mah, Falasifah al-Syi'ah; Hayatuhum wa Ara'uhum, 1987 M, hlm. 567; Dawari Ardakani, Farabi Mu'assis-e Falsafeh-e Islami, 1377 HS, hlm. 67.
  42. Ibnu Khallikan, Wafayat al-A'yan, Dar al-Fikr, jld. 5, hlm. 156.
  43. Lihat: "Andisyeh-e Farabi Pasokh-gu-ye Masa'el-e Fekri wa Farhangi-e Imruz-e Basyar Ast" (Pemikiran Al-Farabi Adalah Jawaban Atas Masalah-masalah Pemikiran dan Budaya Umat Manusia Saat Ini), Situs Berita Jami'at al-Mushthafa al-'Alamiyyah.
  44. Mugharrabi dan Purhasan, "Nawawari-e Farabi dar Bab-e Rabitheh-e Din wa Falsafeh Nazhariyeh Selseleh Maratebi Zaban-e Din", hlm. 12 dan 13.
  45. Mugharrabi dan Purhasan, "Nawawari-e Farabi dar Bab-e Rabitheh-e Din wa Falsafeh Nazhariyeh Selseleh Maratebi Zaban-e Din", hlm. 13.
  46. Al-Farabi, Al-Huruf, 1970 M, hlm. 153 dan 154.
  47. Ni'mah, Falasifah al-Syi'ah; Hayatuhum wa Ara'uhum, 1987 M, hlm. 568.
  48. Badawi, Mausu'ah al-Falsafah, 1429 H, jld. 2, hlm. 102; Huseinzadeh, Falsafeh-e Din, 1375 HS, hlm. 101.
  49. Yusufiyan, "Syekl-giri-e Falsafeh-e Islami", hlm. 217.
  50. Al-Farabi, Al-Siyasah al-Madaniyyah, 1996 M, hlm. 45.
  51. Al-Farabi, Al-Siyasah al-Madaniyyah, 1996 M, hlm. 21-28.
  52. Al-Farabi, Al-Siyasah al-Madaniyyah, 1996 M, hlm. 21.
  53. Al-Farabi, Al-Siyasah al-Madaniyyah, 1996 M, hlm. 22 dan 23.
  54. Hajiha dkk., "Ilm-e Pisyin-e Ilahi az Didgah-e Hekmat-e Shadra'i wa Sinawi wa Tathbiq-e an ba Ayat wa Riwayat", hlm. 49.
  55. Al-Farabi, Fushul Muntaza'ah, 1405 H, hlm. 90.
  56. Yusufiyan, "Syekl-giri-e Falsafeh-e Islami", hlm. 220.
  57. Yusufiyan, "Syekl-giri-e Falsafeh-e Islami", hlm. 232.
  58. Al-Farabi, Ara' Ahl al-Madinah al-Fadhilah, 1995 M, hlm. 112 dan 113.
  59. Al-Farabi, Ara' Ahl al-Madinah al-Fadhilah, 1995 M, hlm. 113; Al-Farabi, Al-Siyasah al-Madaniyyah, 1996 M, hlm. 89.
  60. Al-Farabi, Ara' Ahl al-Madinah al-Fadhilah, 1995 M, hlm. 128; Al-Farabi, Al-Siyasah al-Madaniyyah, 1996 M, hlm. 99.
  61. Al-Farabi, Fushul Muntaza'ah, 1405 H, hlm. 65 dan 66.
  62. Al-Farabi, Ara' Ahl al-Madinah al-Fadhilah, 1995 M, hlm. 114 dan 116.
  63. Al-Farabi, Ara' Ahl al-Madinah al-Fadhilah, 1995 M, hlm. 121 dan 122.
  64. Al-Farabi, Ara' Ahl al-Madinah al-Fadhilah, 1995 M, hlm. 121.
  65. Yusufiyan, "Syekl-giri-e Falsafeh-e Islami", hlm. 232.
  66. Lihat: Al-Farabi, Ara' Ahl al-Madinah al-Fadhilah, 1995 M, hlm. 124; Al-Farabi, Al-Millah wa Nushush Ukhra, 1991 M, hlm. 50.
  67. Lihat: Al-Farabi, Al-Millah wa Nushush Ukhra, 1991 M, hlm. 50.
  68. Lihat: Huseini, Falsafeh-e Siyasi-e Farabi wa Irtibath-e an ba Wilayat-e Faqih, 1389 HS, hlm. 295-298 dan 307.
  69. Al-Farabi, Ihsha' al-'Ulum, 1996 M, hlm. 5 dan 15.
  70. Lihat: Al-Farabi, Ihsha' al-'Ulum, 1996 M, hlm. 15 dan 16, 17-79.
  71. Mahfuzh dan Al Yasin, Mu'allafat al-Farabi, 1395 H, hlm. 24.
  72. Mahdi, Farabi wa Bunyanguzari-e Falsafeh-e Siyasi-e Islami, 1400 HS, hlm. 106.
  73. "Farabi ya Mo'allem-e Tsani; Filsufi ke Din ra Maudhu'-e Muthala'eh Gharar Dad" (Al-Farabi atau Guru Kedua; Filsuf yang Menjadikan Agama Sebagai Objek Kajian), Pusat Ensiklopedia Besar Islam.
  74. Mahfuzh dan Al Yasin, Mu'allafat al-Farabi, 1395 H, hlm. 25-30; Yusufiyan, "Syekl-giri-e Falsafeh-e Islami", hlm. 208.
  75. Yusufiyan, "Syekl-giri-e Falsafeh-e Islami", hlm. 208.
  76. Nasr, Sonnat-e Aqlani-e Eslami dar Iran, 1383 HS, hlm. 124.
  77. Mahdi, Farabi wa Bunyanguzari-e Falsafeh-e Siyasi-e Islami, 1400 HS, hlm. 32.
  78. "Majmu'eh Atsar-e Hakim Farabi Rahmatullah" (Koleksi Karya Hakim Al-Farabi rahmatullah), Situs Web Pusat Penelitian Komputer Ilmu-ilmu Islam.
  79. "al-Farabi Kazakh National University", Farabi University.
  80. "Mu'arrifi" (Pengenalan), Situs Web Festival Internasional Farabi.
  81. "Pisyineh-e Danesykadegan-e Farabi Danesyghah-e Tehran" (Sejarah Kampus Farabi Universitas Teheran), Situs Web Kampus Farabi.
  82. "Haula al-Jami'ah" (Tentang Universitas), Situs Web Jami'ah Al-Farabi.
  83. "Sabt Nam-e Danesyghah-e Afsari-e Farabi | Hefazhat-e Ettela'at-e 'Ulum wa Fonun-e Farabi" (Pendaftaran Universitas Perwira Farabi | Perlindungan Informasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Farabi), Situs Web Moshaver Group.
  84. "Mu'arrifi-e Bimarestan-e Farabi" (Pengenalan Rumah Sakit Farabi), Situs Web Rumah Sakit Farabi.
  85. "Farabi, Ta'sir-e u dar Ghazaghestan wa Atsar-e u dar Iran" (Al-Farabi, Pengaruhnya di Kazakhstan dan Karya-karyanya di Iran), Situs Web Organisasi Kebudayaan dan Hubungan Islam.
  86. "Khaneh-Muzeh Farabi dar Torkiyeh!" (Museum-Rumah Farabi di Turki!), Kantor Berita ISNA.
  87. "Farabi, Ta'sir-e u dar Ghazaghestan wa Atsar-e u dar Iran" (Al-Farabi, Pengaruhnya di Kazakhstan dan Karya-karyanya di Iran), Situs Web Organisasi Kebudayaan dan Hubungan Islam.
  88. "Gozaresy-e Naha'i-e Nakhostin Kongereh-e Jahani-e Farabi wa Farhang wa Tamaddon-e Eslami" (Laporan Akhir Kongres Dunia Pertama Al-Farabi serta Kebudayaan dan Peradaban Islam), Situs Web Festival Internasional Farabi.
  89. "Farabi wa Andisyeh-haye u: Majmu'eh Maghalat-e Nakhostin Kongereh-e Jahani-e Farabi wa Farhang wa Tamaddon-e Eslami" (Al-Farabi dan Pemikiran-pemikirannya: Kumpulan Makalah Kongres Dunia Pertama Al-Farabi serta Kebudayaan dan Peradaban Islam), Institut Kajian Kebudayaan dan Sosial.
  90. "Chaharomin Hamayesy-e Bein al-Melali-e Farabi dar Ghazaghestan Bargozaar Syod" (Konferensi Internasional Al-Farabi Keempat Diselenggarakan di Kazakhstan), Organisasi Kebudayaan dan Hubungan Islam.

Daftar Pustaka

Templat:چپ‌چین

Templat:پایان چپ‌چین

Pranala Luar

Templat:Filsafat Islam Templat:Filsuf Syiah