Lompat ke isi

Konsep:Abu Abdurrahman al-Sulami

Dari wikishia

Templat:Infobox Biografi Abu Abdurrahman al-Sulami (bahasa Arab: ابوعبدالرحمن السلمي) adalah seorang Tabiin dan qari terkenal dari Kufah pada masa awal Islam. Terdapat perbedaan pendapat mengenai dari sahabat Nabi mana ia mempelajari bacaan Al-Qur'an. Menurut sebuah pendapat, ia mempelajari qiraah dari Imam Ali as dan mengajarkannya kepada beberapa muridnya, khususnya Ashim bin Abi al-Nujud. Oleh karena itu, dikatakan bahwa qiraah Hafsh dari Ashim yang terkenal bersambung melalui Abu Abdurrahman al-Sulami kepada Imam Ali as dan kemudian kepada Nabi Muhammad saw.

Sebagian menganggap al-Sulami termasuk Sahabat Imam Ali as, sementara sebagian lainnya mengatakan bahwa ia adalah pengikut Imam, namun kemudian menentangnya dan menjadi Utsmani. Al-Sulami dianggap tsiqah (tepercaya) dan agung dalam qiraah, serta mu'tabar (kredibel) dalam hadis.

Ia lahir pada masa hidup Nabi Muhammad saw dan wafat di Irak pada tahun 74 H pada masa pemerintahan Hajjaj bin Yusuf, atau menurut riwayat lain pada masa pemerintahan Bisyir bin Marwan.

Biografi

Abdullah bin Habib bin Rubay'ah yang dijuluki Abu Abdurrahman al-Sulami[1] adalah penduduk Kufah dan termasuk Tabiin serta qari tingkatan kedua.[2] Qari tingkatan kedua adalah kelompok qari Al-Qur'an yang mendapati masa hidup Nabi Muhammad saw, namun mempelajari Al-Qur'an dari para sahabat awal.[3] Al-Sulami menjadi qari Kufah setelah wafatnya Abdullah bin Mas'ud, sahabat Nabi, dan mengajarkan Al-Qur'an kepada masyarakat di Masjid Kufah selama 40 tahun.[4] Ia menjadi qari pada masa kekhalifahan Utsman bin Affan dan pada masa pemerintahan Hajjaj bin Yusuf[5] dan menurut sebuah riwayat, ia wafat di Irak pada masa pemerintahan Bisyir bin Marwan[6] pada tahun 74 H.[7]

Mazhab

Al-Barqi, seorang muhaddis dan ahli rijal Syiah abad ke-3 Hijriah, dalam kitab Rijal-nya, serta Ibnu Qutaibah, sejarawan Hanbali abad ke-9 Hijriah, menganggapnya sebagai sahabat Imam Ali as.[8] Ibnu Hajar al-Asqalani, muhaddis dan ahli rijal Ahlusunah abad ke-9 Hijriah, mengutip dari Al-Waqidi, sejarawan dan penulis sirah abad ke-2 dan ke-3 Hijriah, mengatakan bahwa ia adalah pendamping Imam Ali as dalam Perang Shiffin, namun setelah perang ia menjadi Utsmani

  1. Ibnu Hajar Asqalani, Tahdzib al-Tahdzib, Muassasah al-Risalah, jld. 5, hlm. 183-184.
  2. Ma'rifat, Al-Tamhid fi 'Ulum Al-Qur'an, 1428 H, jld. 2, hlm. 189.
  3. Ma'rifat, Al-Tamhid fi 'Ulum Al-Qur'an, 1428 H, jld. 2, hlm. 189.
  4. Dzahabi, Ma'rifah al-Qurra' al-Kibar, 1417 H, jld. 1, hlm. 27; Ibnu Jazari, Ghayah al-Nihayah fi Thabaqat al-Qurra, 1351 H, jld. 1, hlm. 413.
  5. Syamsuddin al-Dzahabi, Ma'rifah al-Qurra' al-Kibar, 1417 H, jld. 1, hlm. 28.
  6. Ibrahim, Dzuyul Tarikh al-Thabari, Dar al-Ma'arif, hlm. 663.
  7. Dzahabi, Ma'rifah al-Qurra' al-Kibar, 1417 H, jld. 1, hlm. 30.
  8. Barqi, Rijal al-Barqi, Penerbit Universitas Teheran, hlm. 5; Ibnu Qutaibah, Al-Ma'arif, 1992 M, hlm. 528.

.[1] Ibrahim bin Muhammad al-Tsaqafi, sejarawan Syiah abad ke-3 Hijriah, dalam kitab Al-Gharat mengatakan bahwa al-Sulami adalah salah satu sahabat Imam Ali as yang menentang Imam terkait pembagian Baitulmal secara adil.[2]

Ketsiqahan dan Kredibilitas

Para ahli rijal menganggap Abu Abdurrahman al-Sulami sebagai orang yang tsiqah dan agung dalam qiraah.[3] Dalam hadis, ia juga diperkenalkan sebagai perawi yang kredibel, dan periwayatannya dari Imam Ali as, Ibnu Mas'ud, Hudzaifah bin al-Yaman, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, Sa'ad bin Abi Waqqash, Abu Darda, dan Abu Hurairah terlihat dalam sanad berbagai hadis.[4] Al-Barqi dalam kitab Rijal-nya mengatakan bahwa beberapa perawi mencela al-Sulami dan menganggapnya lemah (dhaif).[5]

Pengenalan Qiraah

Terdapat perbedaan pendapat mengenai dari sahabat mana al-Sulami mengambil qiraah Al-Qur'an dan kepada siapa ia menyetorkannya (talaqqi).[6] Sebagian mengatakan bahwa ia mempelajari Al-Qur'an dari Imam Ali as, Utsman bin Affan, dan Abdullah bin Mas'ud serta menyetorkannya kepada mereka.[7] Diriwayatkan dari sebagian lainnya bahwa ia mempelajari Al-Qur'an dari Imam Ali as dan menyetorkannya kepada Utsman.[8] Dikatakan pula bahwa ia mengambil Al-Qur'an dari Utsman dan menyetorkannya kepada Imam Ali as.[9] Muhammad Hadi Ma'rifat mengutip dari Al-Dzahabi mengatakan bahwa al-Sulami mengambil Al-Qur'an dari Abdullah bin Mas'ud dan menyetorkannya kepada Imam Ali as.[10]

Ibnu Mujahid (245-324 H), pakar qiraah dari Baghdad dan orang pertama yang meresmikan Qiraat Tujuh, dalam kitab Al-Sab'ah fi al-Qira'at dalam sebuah riwayat yang dikutip dari al-Sulami sendiri di mana ia menyebutkan guru-guru qiraahnya, hanya menyebutkan nama Utsman, Ibnu Mas'ud, dan Ubay bin Ka'ab.[11] Sebagian berpendapat bahwa al-Sulami mengambil Al-Qur'an dari Imam Ali as dan menyetorkan seluruhnya hanya kepada beliau.[12]

Para Perawi Qiraah Sulami

Dikatakan bahwa banyak perawi yang meriwayatkan qiraah Abu Abdurrahman al-Sulami, yang paling terkenal di antaranya adalah Ashim bin Abi al-Nujud yang dikenal sebagai Ashim, salah satu dari Qiraat Tujuh.[13] Abu Bakar bin Ayyash (salah satu perawi qiraah Ashim) berkata: "Ashim berkata kepadaku, tidak ada seorang pun yang mengajarkan Al-Qur'an kepadaku selain Abu Abdurrahman al-Sulami, dan ketika aku kembali dari sisinya, aku menyetorkannya kepada Zirr bin Hubaisy."[14] Sebagian pakar qiraah menganggap sanad qiraah Ashim melalui Abu Abdurrahman al-Sulami bersambung kepada Imam Ali as dan kemudian kepada Nabi Muhammad saw.[15]

Catatan Kaki

  1. Ibnu Hajar Asqalani, Tahdzib al-Tahdzib, Muassasah al-Risalah, jld. 5, hlm. 184.
  2. Tsaqafi, Al-Gharat, 1411 H, jld. 2, hlm. 567-568.
  3. Sebagai contoh lihat: Dzahabi, Ma'rifah al-Qurra' al-Kibar, 1417 H, jld. 1, hlm. 30; Ibnu Jazari, Ghayah al-Nihayah fi Thabaqat al-Qurra, 1351 H, jld. 1, hlm. 414.
  4. Bagian Fikih Ulumul Quran dan Hadis Ensiklopedia Besar Islam, «Abu Abdurrahman al-Sulami», hlm. 678-679.
  5. Barqi, Rijal al-Barqi, Penerbit Universitas Teheran, hlm. 5.
  6. Sebagai contoh lihat: Dzahabi, Ma'rifah al-Qurra' al-Kibar, 1417 H, jld. 1, hlm. 27; Ibnu Syahr Asyub, Manaqib Ali Abi Thalib, 1379 H, jld. 2, hlm. 43; Ibnu Jazari, Ghayah al-Nihayah fi Thabaqat al-Qurra, 1351 H, jld. 1, hlm. 413; Ma'rifat, Al-Tamhid fi 'Ulum Al-Qur'an, 1428 H, jld. 2, hlm. 189.
  7. Dzahabi, Ma'rifah al-Qurra' al-Kibar, 1417 H, jld. 1, hlm. 27.
  8. Dzahabi, Ma'rifah al-Qurra' al-Kibar, 1417 H, jld. 1, hlm. 27.
  9. Ibnu Jazari, Ghayah al-Nihayah fi Thabaqat al-Qurra, 1351 H, jld. 1, hlm. 413.
  10. Ma'rifat, Al-Tamhid fi 'Ulum Al-Qur'an, 1428 H, jld. 2, hlm. 189.
  11. Ibnu Mujahid, Al-Sab'ah fi al-Qira'at, 1400 H, hlm. 69.
  12. Sebagai contoh lihat: Ibnu Syahr Asyub, Manaqib Ali Abi Thalib, 1379 H, jld. 2, hlm. 43; Dhabba', Al-idha'ah fi Bayan Ushul al-Qira'ah, 1420 H, hlm. 72; Jamal, Al-Mughni fi 'Ilm al-Tajwid bi Riwayah Hafsh 'an 'Ashim, Maktabah Samir Manshur, hlm. 46.
  13. Ibnu Jazari, Ghayah al-Nihayah fi Thabaqat al-Qurra, 1351 H, jld. 1, hlm. 413; Ma'rifat, Al-Tamhid fi 'Ulum Al-Qur'an, 1428 H, jld. 2, hlm. 189.
  14. Ma'rifat, Al-Tamhid fi 'Ulum Al-Qur'an, 1428 H, jld. 2, hlm. 246.
  15. Ibnu Jazari, Al-Nasyr fi al-Qira'at, Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, jld. 1, hlm. 156; Ma'rifat, Al-Tamhid fi 'Ulum Al-Qur'an, 1428 H, jld. 2, hlm. 246; Baz, Mabahits fi 'Ilm al-Qira'at ma'a Bayan Ushul Riwayah Hafsh, 1425 H, hlm. 85.

Daftar Pustaka

  • Bagian Fikih Ulumul Quran dan Hadis Ensiklopedia Besar Islam. "Abu Abdurrahman al-Sulami". Dairat al-Ma'arif al-Kubra al-Islamiyyah (Jilid 5). Teheran, 1372 HS.
  • Barqi, Abu Ja'far. Rijal al-Barqi. Teheran, Penerbit Universitas Teheran, tanpa tahun.
  • Baz, Muhammad bin Abbas. Mabahits fi 'Ilm al-Qira'at ma'a Bayan Ushul Riwayah Hafsh. Mesir, Dar al-Kalimah, 1425 H.
  • Dhabba', Muhammad Ali. Al-Idha'ah fi Bayan Ushul al-Qira'ah. Kairo, Al-Maktabah al-Azhariyyah li al-Turats, 1420 H.
  • Dzahabi, Syamsuddin Abu Abdillah. Ma'rifah al-Qurra' al-Kibar 'ala al-Thabaqat wa al-A'shar. Beirut, Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 1417 H.
  • Ibnu Hajar Asqalani, Ahmad bin Ali. Tahdzib al-Tahdzib. Tanpa tempat, Muassasah al-Risalah, tanpa tahun.
  • Ibnu Jazari, Muhammad bin Muhammad. Al-Nasyr fi al-Qira'at. Beirut, Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, tanpa tahun.
  • Ibnu Jazari, Muhammad bin Muhammad. Ghayah al-Nihayah fi Thabaqat al-Qurra. Tanpa tempat, Maktabah Ibnu Taimiyah, 1351 H.
  • Ibnu Mujahid, Ahmad bin Musa. Al-Sab'ah fi al-Qira'at. Mesir, Dar al-Ma'arif, cetakan kedua, 1400 H.
  • Ibnu Qutaibah. Al-Ma'arif. Kairo, 1992 M.
  • Ibnu Syahr Asyub, Muhammad bin Ali. Manaqib Ali Abi Thalib. Qom, Penerbit Allamah, cetakan pertama, 1379 H.
  • Ibrahim, Muhammad Abu al-Fadhl. Dzuyul Tarikh al-Thabari. Kairo, Dar al-Ma'arif, tanpa tahun.
  • Jafariyan. "Terbentuknya Mazhab Syiah dan Utsmani serta Kelanjutannya dengan Naiknya Pemerintahan Abbasiyah". Perpustakaan Khusus Sejarah Islam dan Iran. Tanggal akses 20 Mehr 1402 HS.
  • Jamal, Abdurrahman Yusuf. Al-Mughni fi 'Ilm al-Tajwid bi Riwayah Hafsh 'an al-'Ashim. Gaza, Maktabah Samir Manshur, tanpa tahun.
  • Ma'rifat, Muhammad Hadi. Al-Tamhid fi 'Ulum Al-Qur'an. Qom, Muassasah Farhangi Intisharati Al-Tamhid, 1428 H.
  • Tsaqafi, Ibrahim bin Muhammad. Al-Gharat. Qom, Dar al-Kitab al-Islami, 1411 H.

Pranala Luar

Templat:Ilmu Qiraah