Lompat ke isi

Konsep:Ta'sib

Dari wikishia

Ta'sib dalam fikih Ahlusunnah, jika jumlah total bagian (saham) para ahli waris yang telah ditentukan lebih kecil dari seluruh warisan, maka jumlah sisa tersebut diberikan kepada ashabah mayit (kerabat dari pihak ayah) tanpa mempertimbangkan urutan kelas dan derajat kekerabatan.[1] Sebagai contoh, jika ahli waris seorang mayit adalah ayah, ibu, dan satu anak perempuan, maka bagian ayah dan ibu masing-masing adalah seperenam dan bagian anak perempuan adalah seperdua (setengah). Total dari bagian-bagian ini adalah lima perenam warisan dan tersisa seperenam.[2] Ta'sib berasal dari akar kata 'asab dan satu keluarga dengan kata ushbah yang berarti kerabat dari pihak ayah.[3]

Dalam fikih Syiah, prinsip ta'sib tidaklah diterima.[4] Berdasarkan hal ini, jika jumlah total bagian orang-orang yang telah ditentukan lebih kecil dari seluruh warisan, maka sisa warisan tersebut akan dibagikan di antara para ahli waris yang sama dengan rasio yang sama dengan pembagian bagian awal, dan tidak akan diberikan kepada kelas lain atau kerabat pihak ayah (ashabah).[5] Pandangan ini didasarkan pada kaidah "al-aqrab yamna'u al-ab'ad" (yang lebih dekat menghalangi yang lebih jauh), yang mana disimpulkan baik dari Al-Qur'an[catatan 1] maupun dari hadis-hadis.[6] [7]

Catatan Kaki

  1. Mas'udi, Syarh Ketab-e Erts, 1378 HS, hlm. 34.
  2. Mas'udi, Syarh Ketab-e Erts, 1378 HS, hlm. 33.
  3. Ibn Manzhur, Lisan al-Arab, 1414 H, di bawah lema "ashab".
  4. Najafi, Jawahir al-Kalam, 1981 M, jld. 39, hlm. 99.
  5. Mas'udi, Syarh Ketab-e Erts, 1378 HS, hlm. 33.
  6. Hurr Amuli, Wasail al-Syiah, Muasasah Alu al-Bait, jld. 26, hlm. 63.
  7. Najafi, Jawahir al-Kalam, 1981 M, jld. 39, hlm. 100.

Daftar Pustaka

  • Hurr Amuli, Muhammad bin Hasan, Wasail al-Syiah ila Tahshil Masail al-Syariah, Qom, Muasasah Alu al-Bait alaihissalam li Ihya al-Turats, 1416 H.
  • Ibnu Manzhur, Muhammad bin Mukarram, Lisan al-Arab, Beirut, Dar al-Fikr, 1414 H.
  • Mas'udi, Sayid Asadullah, Syarh Ketab-e Erts, Qom, Penerbit Dar Rah-e Haqq, 1378 HS.
  • Najafi, Muhammad Hasan, Jawahir al-Kalam fi Syarh Syarayi' al-Islam, koreksi Abbas Quchani dan Ali Akhundi, Beirut, Dar Ihya al-Turats al-Arabi, cetakan ketujuh, 1981 M.


Kesalahan pengutipan: Ditemukan tag <ref> untuk kelompok bernama "catatan", tapi tidak ditemukan tag <references group="catatan"/> yang berkaitan