Konsep:Sariyah Ubaidah bin al-Harits bin al-Muththalib
| Masa kejadian | 1/622-23 |
|---|---|
| Tempat kejadian | Tsaniyyatul Marrah |
| Alasan | Menghadapi Quraisy |
| pejuang1 | Sa'ad bin Abi Waqqash |
| panglima1 | Ubaidah bin al-Harits bin al-Muththalib |
| panglima2 | Ikrimah bin Abi Jahal |
| Kekuatan1 | 60 hingga 80 orang Muhajirin |
| Kekuatan2 | Quraisy |
Sariyah Ubaidah bin al-Harits bin al-Muththalib adalah salah satu dari sariyah-sariyah Nabi saw yang terjadi di daerah di bawah Tsaniyyatul Marrah.[1] Waktu terjadinya sariyah ini disebutkan pada bulan Syawal 1/622-23[2], setelah Ghazwah Waddan dan pada bulan Rabiul Awal 1/622-23[3] atau 2/623-24.[4] Terdapat perbedaan pendapat mengenai sariyah yang pertama kali; beberapa sumber sejarah menganggap Sariyah Hamzah bin Abdul Muththalib dan sebagian lainnya menganggap Sariyah Ubaidah sebagai sariyah pertama Nabi saw.[5]
Jumlah pasukan Islam dalam Sariyah ini adalah 60 atau 80 orang penunggang kuda dari kalangan Muhajirin, tanpa ada satu pun dari kalangan Anshar yang menyertai mereka. Tujuan dari sariyah ini adalah untuk menghadapi sekelompok orang dari Suku Quraisy yang dikhawatirkan akan melakukan agresi ke pinggiran Madinah.[6]
Ubaidah bin al-Harits bin al-Muththalib memacu pasukannya hingga sampai ke sebuah sumber air di bawah Tsaniyyatul Marrah. Di sana, ia berhadapan dengan kelompok besar kaum Quraisy yang dipimpin oleh Ikrimah bin Abi Jahal. Dalam pertemuan ini, tidak terjadi peperangan dan hanya Sa'ad bin Abi Waqqash yang melepaskan satu anak panah. Dikatakan bahwa ini adalah anak panah pertama yang dilepaskan dari busur dalam sejarah Islam.[7]
Dalam sariyah ini, Miqdad bin Amr dan Utbah bin Ghazwan bin Jabir al-Mazini yang telah memeluk Islam, keluar dari Mekah bersama kaum musyrik dengan tujuan untuk bergabung dengan kaum Muslimin, kemudian melarikan diri dari mereka dan bergabung dengan pasukan Islam.[8]
Catatan Kaki
- ↑ Thabari, Tarikh al-Umam wa al-Muluk, 1387 H, jld. 3, hlm. 154; Ibnu Hajar, Al-Ishabah, 1995 M, jld. 4, hlm. 353; Baladzuri, Ansab al-Asyraf, 1959 M, jld. 1, hlm. 371; Ya'qubi, Tarikh al-Ya'qubi, Dar Sadir, jld. 2, hlm. 69.
- ↑ Thabari, Tarikh al-Umam wa al-Muluk, 1387 H, jld. 2, hlm. 402.
- ↑ Ibnu al-Atsir, Usd al-Ghabah, 1409 H, hlm. 449.
- ↑ Ibnu Abdil Barr, Al-Isti'ab, 1415 H, jld. 3, hlm. 1020.
- ↑ Thabari, Tarikh al-Umam wa al-Muluk, 1387 H, jld. 3, hlm. 154; Ibnu Hajar, Al-Ishabah, 1995 M, jld. 4, hlm. 353; Baladzuri, Ansab al-Asyraf, 1959 M, jld. 1, hlm. 371; Ya'qubi, Tarikh al-Ya'qubi, Dar Sadir, jld. 2, hlm. 69.
- ↑ Ya'qubi, Tarikh al-Ya'qubi, Dar Sadir, jld. 2, hlm. 69.
- ↑ Ya'qubi, Tarikh al-Ya'qubi, Dar Sadir, jld. 2, hlm. 69.
- ↑ Ya'qubi, Tarikh al-Ya'qubi, Dar Sadir, jld. 2, hlm. 69; Ayati, Tarikh-e Payambar-e Eslam, 1378 HS, hlm. 198-199.
Daftar Pustaka
- Ayati, Mohammad Ibrahim, Tarikh-e Payambar-e Eslam, revisi dan tambahan oleh Abolqasem Gorji, Tehran, Penerbit Universitas Tehran, cetakan keenam, 1378 HS.
- Ibnu al-Atsir, Ali bin Muhammad, Usd al-Ghabah fi Ma'rifah al-Shahabah, Beirut, Dar al-Fikr, 1989 M/ 1409 H.
- Ibnu Abdil Barr, Yusuf bin Abdullah, Al-Isti'ab fi Ma'rifah al-Ash-hab, riset: Ali Muhammad al-Bijawi, Beirut, Dar al-Jil, 1992 M/ 1412 H.
- Ibnu Hajar al-Asqalani, Ahmad bin Ali, Al-Ishabah fi Tamyiz al-Shahabah, riset: Adil Ahmad Abdul Maujud dan Ali Muhammad Mu'awwad, Beirut, Dar al-Kutub al-Ilmiyah, 1995 M/ 1415 H.
- Baladzuri, Ahmad bin Yahya, Ansab al-Asyraf, riset: Muhammad Hamidullah, Mesir, Dar al-Ma'arif, 1959 M.
- Thabari, Muhammad bin Jarir, Tarikh al-Umam wa al-Muluk, riset: Muhammad Abu al-Fadhl Ibrahim, Beirut, Dar al-Turats, 1967 M/ 1387 H.
- Ya'qubi, Ahmad bin Abi Ya'qub, Tarikh al-Ya'qubi, Beirut, Dar Sadir, tanpa tahun.