Lompat ke isi

Konsep:Reza Pahlavi

Dari wikishia

Templat:Hubungan dengan Syiah Templat:Infobox penguasa Reza Pahlavi (1256-1323 HS), yang dikenal sebagai Reza Khan, Pahlavi pertama dan Reza Shah, adalah pendiri Dinasti monarki Pahlavi di Iran. Sebelum naik takhta, Reza Pahlavi menjabat sebagai menteri perang selama empat tahun dan selama dua tahun menjabat sebagai perdana menteri Ahmad Shah Qajar sambil merangkap jabatan kementerian perang. Masa pemerintahannya dianggap penting karena melakukan tindakan-tindakan modernisasi dan mengadopsi kebijakan-kebijakan yang menantang di bidang politik, ekonomi, budaya, dan sosial, serta penerapan kebijakan-kebijakan sekuler. Reza Shah memperkuat basis kekuasaannya dengan memberikan keleluasaan bagi kekuatan militer dalam urusan negara dan ekonomi, serta berhasil membentuk pemerintahan militer absolut.

Tindakan-tindakan Reza Shah, khususnya di bidang urusan budaya dan agama seperti pelarangan beberapa ritual Syiah, pelembagaan agama, undang-undang wajib militer, Undang-undang Penyeragaman Pakaian, Kasyf-e Hijab (pembukaan paksa hijab), dan perubahan dalam sistem peradilan, memicu reaksi negatif dari masyarakat, khususnya golongan religius dan para ulama, yang terkadang berujung pada kekerasan. Menurut para peneliti sejarah, Reza Shah menggunakan promosi kebijakan Iran-sentrisme untuk menghadapi kekuatan agama dan kaum intelektual.

Menurut para peneliti, perilaku keagamaan Reza Khan dan hubungannya dengan ulama Syiah pada masa jabatan perdana menteri dan masa kekuasaannya sangatlah berbeda. Untuk menempuh jalur kesuksesan sebelum mencapai takhta, ia berpura-pura religius dan menjaga syiar-syiar agama serta menjadi pelopor dalam menjalankan ritual keagamaan; namun setelah mencapai takhta, ia secara bertahap mengubah metodenya hingga melakukan konfrontasi keras terhadap syiar-syiar agama dan para ulama.

Pengenalan dan Posisi

Reza Pahlavi yang dikenal sebagai Reza Khan dan Reza Shah, adalah pendiri Dinasti Pahlavi, dinasti kekaisaran terakhir di Iran.[1] Era Pahlavi pertama diperkenalkan sebagai era modernisasi politik, ekonomi, budaya, dan sosial yang dilakukan melalui kehadiran individu-individu modernis dan berpendidikan Barat seperti Teymourtash, Ali Akbar Davar, dan Nosrat-od-Doleh Firouz.[2] Periode ini dianggap penting karena penerapan kebijakan Iran-sentrisme yang ekstrem, transformasi dalam sistem peradilan, perubahan gaya berpakaian agama, pembatasan adat istiadat tradisional dan ritual keagamaan, serta penerapan kebijakan sekuler seperti Kasyf-e Hijab.[3]

Masa Reza Shah juga disebut sebagai masa rezim satu orang atau kedaulatan absolut[4] yang menyebabkan pengabaian atau penghilangan fisik banyak orang di sekitar Reza Shah seperti Teymourtash dan Davar, serta lawan-lawannya seperti Sayid Hasan Mudarris.[5] Beberapa tindakan Reza Shah memicu gerakan-gerakan dari pihak oposisi yang biasanya ditekan dengan reaksi keras oleh pemerintahannya.[6] Selain itu, hasil dari tindakan-tindakan Reza Shah dianggap menciptakan pembatasan bagi ulama dan mengurangi ruang lingkup pengaruh serta kekuatan mereka.[7]

Biografi

Reza Pahlavi lahir pada masa Nashiruddin Shah Qajar, pada tahun 1256 HS di sebuah keluarga militer di desa Alasht, Savadkuh, Mazandaran. Setelah kematian ayahnya, ia pergi ke Teheran dan di masa remaja bergabung dengan Brigade CossackTemplat:Yad. [8] Menurut Mohammad Taqi Bahar, Reza Khan setelah menyelesaikan misi-misi yang sukses dan naik pangkat, ketika ia menjadi komandan batalion infanteri Hamadan, dalam kerja sama pertamanya dengan Inggris, ia melakukan pembersihan Divisi Cossack dari para simpatisan Rusia.[9] Reza Khan setelah berpartisipasi dalam Kudeta 3 Esfand 1299 HS bersama Sayid Zia'eddin Tabatabaei, berhasil menjabat posisi menteri perang dan menerima gelar Sardar Sepah dari Ahmad Shah Qajar.[10] Setelah mengorganisir pasukan militer Iran,[11] langkah pertamanya adalah menekan pemberontakan dan gerakan-gerakan termasuk Gerakan Hutan yang dipimpin oleh Mirza Kuchak Khan[12] yang telah terbentuk di seluruh Iran.[13]

Para sejarawan sejarah kontemporer Iran meyakini bahwa Reza Khan setelah kudeta 3 Esfand 1299 HS, dengan menyerahkan urusan negara kepada militer[14] dan campur tangan dalam bidang perdagangan, memperkuat basis kekuasaannya.[15] Ia juga mengadopsi kebijakan menciptakan pemerintahan pusat yang kuat, menekan kekuatan lokal dan para khan seperti Syekh Khaz'al di Khuzestan.[16] Reza Khan dengan mendekati tokoh-tokoh penting dan faksi-faksi seperti kaum Nasionalis (Melliyun)[17] berhasil memasukkan para pendukungnya ke dalam Majelis Syura Nasional periode kelima dan mendapatkan mandat perdana menteri dari Ahmad Shah.[18]

Pendirian Kesultanan Pahlavi

Menurut para sejarawan, Reza Khan berupaya menggulingkan takhta dari Ahmad Shah Qajar; oleh karena itu, sejak pertengahan tahun 1300 HS, surat kabar yang dekat dengannya menyebarkan pemikiran republikanisme; namun karena oposisi dari kelompok masyarakat dan khususnya dari para ulama migran Atabat, ia membatalkan rencana ini.[19] Setelah membatalkan rencana republikanisme, seiring dengan lamanya perjalanan Ahmad Shah ke Eropa, sekali lagi surat kabar yang dekat dengan Reza Khan memicu protes terhadap raja Qajar yang berujung pada protes dari seluruh Iran. Menyusul protes-protes ini, Majelis Syura Nasional mensahkan rencana pencopotan takhta dari Qajariyah dan membentuk pemerintahan sementara yang dipimpin oleh Reza Khan.[20] Dengan terbentuknya Majelis Konstituante pada bulan Azar tahun 1304 HS dan perubahan beberapa pasal Suplemen Undang-Undang Dasar Konstitusi, sambil menyatakan kelangsungan monarki pada dinasti Qajariyah, monarki tersebut didelegasikan kepada Reza Khan dan keturunannya, dan Reza Shah dinobatkan pada 4 Ordibehesyt tahun 1305 HS.[21]

Reza Shah selama enam belas tahun masa pemerintahannya, membentuk beberapa kabinet; namun karena rasa curiga terhadap orang-orang di sekitarnya, banyak individu berpengaruh disingkirkan dari politik.[22] Karena kedekatannya dengan Jerman pada Perang Dunia II dan pendudukan Iran oleh Sekutu (Uni Soviet, Amerika Serikat, Inggris), ia terpaksa mengundurkan diri dan menyerahkan takhta kepada putranya, Mohammad Reza Pahlavi.[23]

Kematian dan Pemakaman

Reza Shah setelah mengundurkan diri, pergi ke Mauritius dan Afrika Selatan dan tinggal di Mauritius selama sekitar 5 bulan. Setelah 5 bulan, ia dipindahkan ke kota Johannesburg. Akhirnya, Reza Shah meninggal dunia pada 4 Mordad 1323 HS setelah serangan jantung kedua di Johannesburg.[24] Jenazahnya setelah meninggal awalnya dimakamkan sementara di Masjid Al-Rifa'i di Mesir, dan setelah itu dipindahkan ke Iran.[25]

Sesuai dengan apa yang tertulis dalam beberapa buku kenangan, Mohammad Reza Pahlavi bermaksud untuk membersihkan citra ayahnya dengan mengarak jenazahnya di Qom setelah pemindahannya ke Iran, dan setelah pembacaan Salat Jenazah oleh salah satu marja', memakamkannya di Haram Sayidah Maksumah sa. Namun, dengan terciptanya suasana negatif terhadap tindakan ini akibat aktivitas kelompok-kelompok seperti Fada'iyan-e Islam,[26] serta penolakan para ulama termasuk Ayatullah Borujerdi, Sayid Muhammad Hujjat Kouh-Kamari, dan Sayid Muhammad Taqi Khansari untuk menyalatkan jenazah Reza Shah serta absennya santri dan masyarakat Qom dalam pemakaman, Mohammad Reza membatalkan rencana ini.[27] Pada 17 Ordibehesyt tahun 1329 HS, jenazah Reza Shah setelah dipindahkan ke Shahre Rey, dimakamkan di sebuah makam yang dibangun untuknya di Haram Abdul Azim al-Hasani.[28] Makam ini setelah revolusi dihancurkan atas perintah Sadegh Khalkhali, hakim syara' Pengadilan Revolusi Islam pada bulan Ordibehesyt tahun 1359 HS.[29]

Tindakan-tindakan

Tindakan politik, sosial, dan budaya Reza Shah selama enam belas tahun masa pemerintahannya, memicu berbagai reaksi pro dan kontra di kalangan masyarakat dan ulama; sedemikian rupa hingga terkadang berujung pada kekerasan.[30] Menurut para peneliti sejarah, tindakan-tindakan Reza Shah dari aspek pemerintahan berujung pada kemapanan kedaulatan militer absolut yang berpusat pada tentara.[31] Dengan terbentuknya institusi dan sistem administratif baru, periode ini dari aspek politik-sosial diperkenalkan sebagai periode transisi dari sistem feodal (moloū al-tavā'ifi) ke sistem sentralistik.[32] Juga disebutkan bahwa dari aspek budaya dan agama, masa Reza Shah adalah masa benturan nilai-nilai tradisional dan agama dengan nilai-nilai impor dari Barat.[33] Dari aspek ekonomi pula, periode ini dianggap sebagai periode modernisasi ekonomi dan pembentukan industri baru berdasarkan teknologi impor dari Barat.[34]

Beberapa tindakan Reza Shah yang kontroversial mencakup hal-hal seperti pelarangan penyelenggaraan beberapa ritual Islam dan Syiah seperti Ta'ziyah dan Rouzeh-khani, penerapan Undang-undang penyeragaman pakaian warga Iran,Templat:Yad Undang-undang pembukaan hijab, penerapan undang-undang wajib militer (rekrutmen tentara), promosi kebijakan Iran-sentrisme, pelemahan kebebasan berbicara[35] dan pelembagaan agama.[36] Menurut beberapa peneliti sejarah, tindakan-tindakan Reza Shah di bidang budaya, politik, dan sosial lebih ditujukan pada pembatasan pengaruh ulama dan pelemahan mereka.[37]Templat:Yad

Pelarangan Duka dan Ritual Syiah

Berdasarkan dokumen sejarah, Reza Khan sebelum mencapai takhta, memiliki kelompok (dasteh) dan dewan (hey'at) serta hadir secara menonjol dalam upacara duka bulan Muharram, dan bersama dengan sejumlah besar pasukan bawahannya, secara teratur berpartisipasi dalam duka Hari Asyura dan Tasu'a di tekyeh-tekyeh Teheran, khususnya Tekyeh Dowlat [38] dan ia sendiri juga menyelenggarakan upacara duka yang megah di markas Cossack; sedemikian rupa hingga Ahmad Shah pun datang ke upacara tersebut.[39] Meskipun demikian, setelah mencapai takhta ia mengubah metodenya dan secara bertahap bersikap keras terhadap penyelenggaraan upacara duka, dan dalam langkah pertamanya memindahkan upacara markas Cossack ke Tekyeh Dowlat.[40]

Menurut Hossein Makki dalam buku Tarikh-e Bist Saleh-ye Iran, kekerasan ini lama-kelamaan berubah menjadi pelarangan penyelenggaraan upacara apa pun dan berlanjut hingga pada tahun 1315 HS dan 1316 HS pihak pemerintah meminta para pemimpin serikat pekerja untuk mengadakan karnaval kegembiraan pada hari-hari duka Muharram dan bahkan Malam Asyura.[41] Tindakan Reza Shah dalam menciptakan pembatasan bagi ritual Syiah dianggap karena ia menyadari bahwa sebagian besar pengaruh ulama adalah karena menguasai program-program tradisional, dan ia melihat jalan untuk mengendalikan ulama adalah dengan membatasi dan akhirnya menghapus ritual-ritual ini, khususnya duka-duka.[42]

Menanggapi tindakan pemerintah dalam pembatasan duka, banyak masyarakat menyelenggarakan upacara ini secara sembunyi-sembunyi;[43] tentu saja di antaranya beberapa ulama di berbagai kota bersikeras untuk menyelenggarakan majelis ini secara terbuka yang akhirnya berujung pada bentrokan.[44]

Pelembagaan Agama

Pendirian beberapa institusi dan lembaga seperti Fakultas Ma'qul wa Manqul, Lembaga Dakwah dan Khotbah (Va'zh va Khitabeh), serta Organisasi Pengembangan Pemikiran (Parvaresy-e Afkar) selama masa kekuasaan Reza Shah, dianggap sebagai langkah-langkah yang dilakukan untuk mengendalikan dan membatasi kekuatan institusi ulama.[45] Beberapa orang berpendapat bahwa sebenarnya tujuan utamanya, sebelum modernisasi pendidikan, adalah mengendalikan kekuatan politik dan mengurangi pengaruh ulama dalam urusan politik.[46] Fakultas Ma'qul wa Manqul adalah salah satu dari enam fakultas Universitas Teheran yang didirikan di Madrasah Sepahsalar; kepengurusan madrasah ini berada di tangan Sayid Hasan Mudarris dan setelah pengasingannya, fakultas ini dipindahkan ke Kementerian Ma'arif.[47] Dalam pasal keenam keputusan pendirian fakultas ini disebutkan bahwa Kementerian Ma'arif memberikan sertifikat santri (thallebeghi) kepada para lulusannya.[48] Dengan pendirian Lembaga Dakwah dan Khotbah yang berafiliasi dengan Fakultas Ma'qul wa Manqul, para penceramah dan ulama dengan mendapatkan izin dari lembaga tersebut dapat melakukan dakwah dan jika tidak, mereka dilarang mengenakan Pakaian ulama.[49]

Undang-undang Penyeragaman Pakaian Warga Iran dan Peristiwa Kasyf-e Hijab

Templat:Tulisan utama Dengan disahkannya "Undang-undang penyeragaman bentuk pakaian warga Iran di dalam negeri" pada 6 Dey 1314 HS di Majelis Syura Nasional,[50] banyak ulama dan masyarakat kehilangan hak untuk mengenakan pakaian tradisional mereka.[51] Dengan diwajibkannya pemakaian topi Chapeau pada tahun 1314 HS, ulama Masyhad untuk memprotes undang-undang ini mengirim Sayid Husain Qomi untuk bernegosiasi ke Teheran, namun pihak pemerintah memenjarakannya.[52] Menanggapi tindakan ini, masyarakat berkumpul di Masjid Goharshad yang mana perkumpulan ini berakhir dengan kekerasan akibat campur tangan pasukan militer dan menyebabkan banyak orang tewas.[53] Setelah peristiwa ini pada bulan Dey tahun yang sama, undang-undang Kasyf-e Hijab juga disahkan yang mana itu juga memicu reaksi keras masyarakat religius dan ulama termasuk protes Abdul Karim Haeri Yazdi yang dihadapi dengan perilaku kasar pemerintah dan khususnya Reza Shah.[54]

Undang-undang Wajib Militer

Undang-undang wajib militer yang disahkan pada tahun 1304 HS dengan dukungan para fuqaha seperti Imam Jumu'ah Khoei dan Sayid Hasan Mudarris,[55] oleh Majelis Syura Nasional; untuk pertama kalinya berhasil menyatukan seluruh individu masyarakat melampaui pembagian etnis, ras, dan golongan dalam kerangka tentara yang terpusat.[56] Langkah pemerintah ini dihadapi dengan berbagai reaksi dari masyarakat dan ulama.[57] Rekrutmen tentara umum di Iran kembali pada langkah-langkah Abbas Mirza dan Mirza Taqi Khan Amir Kabir;[58] namun secara resmi menjadi undang-undang pada masa kekuasaan Reza Shah dan dilakukan atas tekanannya.[59] Menurut undang-undang ini, seluruh warga laki-laki Iran yang mencapai usia 21 tahun harus masuk layanan militer; kecuali jika mereka dikecualikan menurut undang-undang.[60] Meskipun undang-undang wajib militer telah disahkan, pelaksanaan undang-undang ini menghadapi masalah yang menunda pelaksanaannya secara penuh hingga tahun 1310 HS.[61]

Berdasarkan laporan sumber-sumber sejarah, undang-undang wajib militer karena bertentangan dengan struktur sosial masyarakat Iran dan juga rasa terancamnya para ulama, memicu reaksi keras[62] di antaranya para pemimpin suku dan ulama seperti Aqa Nurullah Najafi Isfahani memprotes undang-undang ini. Aqa Nurullah untuk menunjukkan protes bermigrasi ke Qom dan atas undangannya lebih dari 600 ulama dari daerah lain juga datang ke Qom;[63] namun dengan kematiannya, protes ini berakhir tanpa hasil.[64]

Transformasi Sistem Peradilan

Pembentukan kementerian kehakiman dan penyerapan ulama ke dalam sistem administratif dan finansial pemerintah, dianggap sebagai langkah terpenting pemerintah Pahlavi pertama untuk mengendalikan dan menciptakan pembatasan bagi ulama.[65] Menurut para peneliti sejarah, Ali Akbar Davar untuk memberikan legitimasi pada sistem peradilan baru (adliyeh) dan transformasi dalam sistem peradilan, memerlukan kehadiran ulama ternama; oleh karena itu dengan upaya keras, banyak dari mereka diserap ke dalam lembaga peradilan.[66] Kehadiran ulama dalam lembaga peradilan dan juga dalam kantor-kantor catatan sipil menyebabkan munculnya istilah "ulama pemerintah" (ruhani-ye dowlati).[67] Setelah tahap ini, menurut Sayid Mohsen Sadr al-Asyraf (wafat: 1341 HS) salah seorang ulama yang terserap ke lembaga peradilan, Reza Shah menyatakan penolakannya terhadap kehadiran ulama dalam lembaga peradilan dan dengan demikian dimulailah proses penggantian mereka dengan lulusan Eropa.[68]

Promosi Iran-sentrisme

Iran-sentrisme atau arus pengagungan masa lalu (bastan-setayi) di era Reza Shah, diperkenalkan sebagai pendekatan yang menjadi pengganti bagi arus intelektualisme dan agama dalam masyarakat Iran.[69] Menurut John Foran dalam buku Perlawanan Rapuh (Muqavemat-e Syekanandeh) mengenai transformasi Iran kontemporer, sesuai pendekatan Iran-sentrisme, cita-cita dan pemikiran sebelum Islam dipromosikan secara mencolok untuk memperkenalkan Islam sebagai agama asing bagi generasi baru yang dipaksakan oleh bangsa yang tidak beradab atas Iran.[70] Juga menurut Jalal Al-e Ahmad, arus pengagungan masa lalu adalah pengganti untuk mengisi kekosongan yang diakibatkan oleh kehadiran yang tidak mencolok dan redupnya arus intelektualisme di era Reza Shah.[71]

Hubungan dengan Organisasi Ulama Syiah

Perilaku keagamaan Reza Khan dan hubungannya dengan ulama Syiah dianggap sangat berbeda pada masa jabatan perdana menteri dan masa kekuasaannya.

  • Masa Jabatan Perdana Menteri

Menurut para peneliti sejarah termasuk Mohammad Taqi Bahar dan Jalaluddin Madani, di antara alasan kesuksesan Reza Khan untuk mencapai kekuasaan dan menyingkirkan para pesaing adalah berpura-pura religius dan menjaga syiar-syiar agama untuk mendapatkan pandangan positif masyarakat dan ulama.[72] Perilaku Reza Khan ini sebelum mencapai kekuasaan juga dilaporkan oleh Imam Khomeini bahwa ia sangat menampakkan religiusitas dan pada bulan Muharram mengunjungi seluruh tekyeh-tekyeh Teheran; namun ketika mencapai kekuasaan ia mulai melakukan aktivitas yang sepenuhnya berlawanan dengan agama dan ulama.[73]

Hossein Makki, salah satu sejarawan dan tokoh politik periode Pahlavi juga meyakini bahwa Reza Khan untuk melaksanakan maksud-maksudnya menganggap penting untuk menghormati ulama, sebagaimana setelah meredakan gejolak Syekh Khaz'al ia pergi berziarah ke Atabat dan di Najaf bertemu dengan para Ayatullah dan memperkenalkan dirinya sebagai orang yang patuh kepada mereka.[74] Makki juga mengatakan bahwa dalam arus republikanisme setelah pemberontakan masyarakat Teheran, Reza Khan pergi ke Qom dan dengan penolakan para Ayatullah terhadap rencana republikanisme, melalui sebuah pengumuman ia mengeluarkan rencana ini dari agenda kerja.[75] Sebagaimana Yahya Dowlatabadi, tokoh politik periode Reza Khan dalam bukunya "Hayat-e Yahya" menyebutkan, ia sedemikian rupa berkompromi dengan ulama hingga diprotes oleh kawan-kawan modernisnya dan ia menjawab: "Terdapat kemaslahatan yang menuntut hal ini dan ini adalah perilaku sementara."[76]

  • Masa Kekuasaan

Menurut para peneliti sejarah, Reza Shah setelah penobatan hingga beberapa waktu mempertahankan hubungan baiknya dengan beberapa ulama seperti Syaikh Abdul Karim Haeri,Templat:Yad Nurullah Najafi Isfahani, dan Imam Jumu'ah Khoei;[77] namun setelah stabilnya pemerintahan dan khususnya setelah melakukan perjalanan ke Turki dan terpengaruh oleh tindakan Ataturk, ia mengambil kebijakan pemisahan agama dari politik [78] dan dengan melakukan beberapa tindakan seperti undang-undang penyeragaman pakaian, membatasi izin pemakaian pakaian ulama, melarang majelis dakwah dan khotbah serta Rouzeh-khani dan khususnya dengan Peristiwa Kasyf-e Hijab, secara praktis ia berdiri berhadapan dengan ulama dan golongan religius masyarakat yang juga berujung pada tindakan-tindakan kekerasan.[79]

Di antara tindakan kekerasan Reza Shah terhadap ulama dapat disebutkan beberapa hal berikut:

  • Peristiwa kehadiran tanpa hijab para wanita keluarga Reza Shah di Haram Sayidah Maksumah sa dan protes Muhammad Taqi Bafqi terhadap mereka serta pemukulan dan pengasingan Bafqi oleh Reza Shah;[80]
  • Kehadiran di rumah Syaikh Abdul Karim Haeri dan mengancamnya dengan penghancuran hauzah setelah protes Syaikh terhadap undang-undang Kasyf-e Hijab;[81]
  • Penangkapan luas para santri dan ulama setelah Peristiwa Masjid Goharshad.[82]

Pengaruh Jatuhnya Reza Shah pada Arus-arus Keagamaan

Pada 3 Syahrivar tahun 1320 HS, dua negara Inggris dan Uni Soviet menyerang Iran. Pada pagi hari tanggal enam Syahrivar dan dengan perintah untuk tidak melawan, Iran diduduki dan Reza Shah diberhentikan dari kekuasaannya.[83] Kelas-kelas tradisional dan khususnya ulama, yang memiliki kemungkinan untuk mengeluarkan fatwa jihad melawan pasukan pendudukan asing, bersikap diam dengan rasa puas atas penggulingan Reza Shah. Diam ini dianggap sebagai balasan atas kebijakan represif Reza Shah terhadap kelas-kelas tradisional.[84] Dengan perginya Reza Shah, kaum religius merasa lebih senang dibandingkan yang lain. Rasul Jafarian dalam buku "Arus-arus dan Organisasi Keagamaan-Politik Iran", menggunakan ungkapan "merpati yang bebas dari sangkar dan terbang" untuk menggambarkan lapisan religius setelah pemberhentian Reza Shah.[85]

Pada masa Reza Shah, bentuk utama oposisi orang-orang beragama adalah tidak menyertai kebijakan-kebijakan Reza Shah termasuk sistem pendidikan baru; namun dengan mempertimbangkan transisi masyarakat dari keadaan tradisional ke modern, kelangsungan pendekatan ini akan menyudutkan orang-orang beragama ke pinggiran dan hal ini tidak mereka inginkan. Akibatnya dengan jatuhnya Reza Shah, orang-orang beragama seperti semua arus menggunakan kesempatan ini dan lebih meningkatkan minat mereka pada masalah-masalah termasuk pendidikan modern.[86] Kelompok Jame'eh Ta'limat-e Islami, dengan dukungan rakyat, mendirikan banyak sekolah swasta yang selain pelajaran baru, pelajaran agama juga diajarkan kepada para siswa.[87]

Setelah jatuhnya Reza Shah, beberapa jurnal keagamaan juga terbit di Iran yang sebagian berskala nasional dan sebagian lokal.[88] Reza Khan telah menutup banyak sekolah agama. Beberapa dari sekolah ini berada di bawah penguasaan pelajar baru dan beberapa oleh pedagang pasar dijadikan sebagai karavanserai dan gudang barang. Dengan perginya Reza Shah, ulama berusaha mengembalikan hauzah dan sekolah agama ke posisi sebelumnya;[89] di antaranya:

  • Madrasah Nawab Masyhad telah diberikan kepada mahasiswa Fakultas Keguruan. Setelah Syahrivar 1320 HS, para santri dengan saran Mirza Mahdi Isfahani mengeluarkan mereka.[90]
  • Seluruh sekolah ilmu agama Yazd berada di bawah kekuasaan pendidikan dan pengajaran atau sekolah-sekolah ini digunakan sebagai kandang kuda kotamadya, gudang barang untuk pedagang pasar, dan tempat berkumpul bagi para darwis. Setelah jatuhnya Pahlavi pertama, sekolah-sekolah Yazd seperti Madrasah Khan Bozorg dan Khan Kuchek dan Mushalla dan Chahar Minar serta Mulla Abdul Rahim Khani secara bertahap berada di bawah kekuasaan ulama.[91]
  • Sebuah hauzah ilmiah di Khorramabad pada masa Reza Shah telah berubah menjadi gudang gandum yang mana sejumlah ulama terkemuka kota mengambilnya kembali.[92]

Catatan Kaki

  1. Madani, Tarikh-e Siyasi-ye Mo'aser-e Iran, 1375 HS, jld. 1, hlm. 235.
  2. Qodsizad, "Ashr-e Pahlavi-ye Avval", hlm. 843.
  3. Qodsizad, "Ashr-e Pahlavi-ye Avval", hlm. 843.
  4. Hedayat, Khaterat va Khatarat, 1363 HS, hlm. 386.
  5. Qodsizad, "Ashr-e Pahlavi-ye Avval", hlm. 843.
  6. Shalah, Kasyf-e Hijab, 1384 HS, jld. 1, hlm. 103; Effati, "Ayatullah Moassis, Haeri Yazdi, Syaikh Abdul Karim", Pangkalan Informasi Hauzah.
  7. Madani, Tarikh-e Siyasi-ye Mo'aser-e Iran, 1375 HS, jld. 1, hlm. 239–24; Babaei, Sazman-e Ruhaniyat-e Syiah dar Ashr-e Pahlavi-ye Avval, 1389 HS, hlm. 145.
  8. Arfa, Dar Khedmat-e Panj Soltan, 1377 HS, hlm. 105.
  9. Bahar, Tarikh-e Mokhtasar-e Ahzab-e Siyasi-ye Iran, 1357 HS, jld. 1, hlm. 73–77.
  10. Bahar, Tarikh-e Mokhtasar-e Ahzab-e Siyasi-ye Iran, 1357 HS, jld. 1, hlm. 80–86.
  11. Dowlatabadi, Hayat-e Yahya, 1362 HS, jld. 4, hlm. 246.
  12. Fakhraei, Sardar-e Jangal: Mirza Kuchak Khan, 1354 HS, hlm. 372–383.
  13. Madani, Tarikh-e Siyasi-ye Mo'aser-e Iran, 1375 HS, jld. 1, hlm. 153–169.
  14. Bani Ahmad, Tarikh-e Syahensyahi-ye Pahlavi, 1356 HS, jld. 2, hlm. 239–240; Madani, Tarikh-e Siyasi-ye Mo'aser-e Iran, 1375 HS, jld. 1, hlm. 189–190
  15. Kouhestaninejad, "Enqelab-e Masyruteh va Advar-e Majles-e Syura", hlm. 444.
  16. Loraine, Syekh Khaz'al va Padesyahi-ye Reza Khan, 1363 HS, hlm. 63–89
  17. Dowlatabadi, Hayat-e Yahya, 1362 HS, jld. 4, hlm. 286.
  18. Dowlatabadi, Hayat-e Yahya, 1362 HS, jld. 4, hlm. 300; Mostowfi, Syahr-e Zendegani-ye Man ya Tarikh-e Bist Saleh-ye Iran, 1362 HS, jld. 3, hlm. 567–583.
  19. Kouhestaninejad, "Enqelab-e Masyruteh va Advar-e Majles-e Syura", hlm. 444.
  20. Madani, Tarikh-e Siyasi-ye Mo'aser-e Iran, 1375 HS, jld. 1, hlm. 231–233; Dashti, Panjah va Panj, 1354 HS, hlm. 132.
  21. Dowlatabadi, Hayat-e Yahya, 1362 HS, jld. 4, hlm. 375–390; Hedayat, Khaterat va Khatarat, 1363 HS, hlm. 370.
  22. Taqizadeh, Zendegani-ye Toufani: Khaterat-e Sayid Hasan Taqizadeh, 1368 HS, hlm. 192.
  23. Bani Ahmad, Tarikh-e Syahensyahi-ye Pahlavi, 1356 HS, jld. 3, hlm. 479–536.
  24. Syams Pahlavi, Khaterat-e Syams Pahlavi, 1372 HS, hlm. 415–422.
  25. Makki, Tarikh-e Bist Saleh-ye Iran, 1362 HS, jld. 8, hlm. 526-533.
  26. Pusat Dokumen Revolusi Islam, "Boikot Pemakaman Reza Khan oleh Ulama dan Santri Qom", dalam situs Pusat Dokumen Revolusi Islam.
  27. Pusat Dokumen Revolusi Islam, "Bagaimana Rencana Pemindahan Jasad Reza Khan ke Najaf Gagal?", dalam situs Pusat Dokumen Revolusi Islam.
  28. Makki, Tarikh-e Bist Saleh-ye Iran, 1362 HS, jld. 8, hlm. 526-533.
  29. Khalkhali, Khaterat-e Ayatullah Khalkhali, 1379 HS, jld. 1, hlm. 342-347.
  30. Qodsizad, "Ashr-e Pahlavi-ye Avval", hlm. 846–847.
  31. Dowlatabadi, Hayat-e Yahya, jld. 4, hlm. 403–405; Abrahamian, Iran Bin-e Do Enqelab, 1377 HS, hlm. 169.
  32. Abrahamian, Iran Bin-e Do Enqelab, 1377 HS, hlm. 169; Katouzian, Eqtesad-e Siyasi-ye Iran az Masyrutiyat ta Payan-e Selseleh-ye Pahlavi, 1372 HS, hlm. 170.
  33. Behnam, Iraniyan va Andisyeh-ye Tajaddod, 1375 HS, hlm. 58–59; Hedayat, Khaterat va Khatarat, 1361 HS, hlm. 524–525.
  34. Katouzian, Eqtesad-e Siyasi-ye Iran az Masyrutiyat ta Payan-e Selseleh-ye Pahlavi, 1372 HS, hlm. 159–160; Abrahamian, Iran Bin-e Do Enqelab, 1377 HS, hlm. 184.
  35. Qodsizad, "Ashr-e Pahlavi-ye Avval", hlm. 846–847.
  36. Nikoubersharad, "Berresi-ye Siyasat-e Dini-Farhangi dar Ashr-e Pahlavi (Dowreh-ye Hokumat-e Reza Syah)", dalam Pangkalan Studi dan Penelitian Politik.
  37. Madani, Tarikh-e Siyasi-ye Mo'aser-e Iran, 1375 HS, jld. 1, 239–249; Avery, Tarikh-e Mo'aser-e Iran, Muasseseh Ataei, hlm. 59–60.
  38. Makki, Tarikh-e Bist Saleh-ye Iran, 1363 HS, jld. 1, hlm. 450–452.
  39. Dowlatabadi, Hayat-e Yahya, 1362 HS, jld. 4, hlm. 299.
  40. Organisasi Dokumen dan Perpustakaan Nasional, Sand-nameh 14: Dokumen Pelarangan Duka Muharram di Era Pahlavi, hlm. 2.
  41. Makki, Tarikh-e Bist Saleh-ye Iran, 1363 HS, jld. 1, hlm. 452–453.
  42. Cottam, Nasionalisme dar Iran, 1371 HS, hlm. 221.
  43. Ramazan Nargesi, "Azadari-ye Imam Husain (alaihis salam) dar Dowreh-ye Pahlavi-ye Avval", hlm. 33–34.
  44. Basiratmanesh, Olama va Rezhim-e Reza Syah, 1378 HS, hlm. 254 dan 398 dan 434; Yayasan Budaya Ayatullah Shahabadi, Arif-e Kamil, 1380 HS, hlm. 97.
  45. Babaei, Sazman-e Ruhaniyat-e Syiah dar Ashr-e Reza Syah Pahlavi, 1389 HS, hlm. 149–155; Nikoubersharad, "Berresi-ye Siyasat-e Dini-Farhangi dar Ashr-e Pahlavi (Dowreh-ye Hokumat-e Reza Syah)", dalam Pangkalan Studi dan Penelitian Politik.
  46. https://www.iichs.ir/fa/news/19522/
  47. Basiratmanesh, Olama va Rezhim-e Reza Syah, 1378 HS, hlm. 89–91.
  48. Amini, Chalesy-ha-ye Ruhaniyat va Reza Syah, 1382 HS, hlm. 248
  49. Kouhestani, "Muasseseh-ye Va'zh va Khitabeh", hlm. 100–105.
  50. Taghyir-e Lebas va Kasyf-e Hijab be Revayat-e Asnad, 1378 HS, dokumen nomor 2, hlm. 11–10.
  51. Cottam, Nasionalisme dar Iran, 1399 HS, hlm. 181.
  52. Makki, Tarikh-e Bist Saleh-ye Iran, 1362 HS, jld. 6, hlm. 253.
  53. Makki, Tarikh-e Bist Saleh-ye Iran, 1362 HS, jld. 6, hlm. 254–258.
  54. Abrahamian, Iran Bin-e Do Enqelab, hlm. 144; Basiratmanesh, Olama va Rezhim-e Reza Syah, 1386 HS, hlm. 193.
  55. Aryabakhsyayesy, "Nizham-e Ajbari", hlm. 48–52.
  56. Niazi, "Nizham-e Khedmat-e Ajbari va Mellat-sazi-ye Reza Khan", dalam Pangkalan Yayasan Studi dan Penelitian Politik.
  57. Raji dan Ahmadi, "Mavaghe'-e Fuqaha dar Qebal-e Taswib va Ejray-e Qanun-e Khedmat-e Nizham-e Ajbari", hlm. 517.
  58. Cronin, Artesy va Hokumat-e Pahlavi, 1377 HS, hlm. 451; Qaem-maqami, "Varaqi az Tarikh-e Artesy-e Iran: Tarikhcheh-ye Sarbaz-ghiri dar Iran", hlm. 69.
  59. Qaem-maqami, "Varaqi az Tarikh-e Artesy-e Iran: Tarikhcheh-ye Sarbaz-ghiri dar Iran", hlm. 89; Raji dan Ahmadi, "Mavaghe'-e Fuqaha dar Qebal-e Taswib va Ejray-e Qanun-e Khedmat-e Nizham-e Ajbari", hlm. 530.
  60. "Pasal Pertama, Undang-undang Layanan Wajib Militer, Disahkan Tahun 1304 HS", dalam Pangkalan Pusat Penelitian Majelis Syura Nasional.
  61. Aryabakhsyayesy, "Nizham-e Ajbari", hlm. 54; Niazi, "Nizham-e Khedmat-e Ajbari va Mellat-sazi-ye Reza Khan", dalam Pangkalan Yayasan Studi dan Penelitian Politik.
  62. Hedayat, Khaterat va Khatarat, 1329 HS, hlm. 479; Niazi, "Nizham-e Khedmat-e Ajbari va Mellat-sazi-ye Reza Khan", dalam Pangkalan Yayasan Studi dan Penelitian Politik.
  63. Makki, Tarikh-e Bist Saleh-ye Iran, 1362 HS, jld. 4, hlm. 397–398.
  64. Makki, Tarikh-e Bist Saleh-ye Iran, 1362 HS, jld. 4, hlm. 415–418.
  65. Babaei, Sazman-e Ruhaniyat-e Syiah dar Ashr-e Reza Syah Pahlavi, 1389 HS, hlm. 140.
  66. Aaqeli, Davar va Adliyeh, 1369 HS, hlm. 173–175; Asyina, Az Siyasat ta Farhang, 1384 HS, hlm. 118.
  67. Asyina, Az Siyasat ta Farhang, 1384 HS, hlm. 118.
  68. Sadr, Khaterat-e Sadr al-Asyraf, 1364 HS, hlm. 288.
  69. Qodsizad, "Ashr-e Pahlavi-ye Avval", hlm. 847.
  70. Foran, Muqavemat-e Syekanandeh, 1377 HS, hlm. 338.
  71. Al-e Ahmad, Dar Khedmat va Khiyanat-e Rowsyanfekran, 1374 HS, hlm. 393–400.
  72. Bahar, Tarikh-e Mokhtasar-e Ahzab-e Siyasi-ye Iran, 1371 HS, hlm. 9; Madani, Tarikh-e Siyasi-ye Mo'aser-e Iran, 1375 HS, jld. 1, hlm. 239; Mollaei Tavani, Masyruteh va Jomhuri, 1381 HS, hlm. 419–420.
  73. Imam Khomeini, Sahifeh-ye Nur, 1361 HS, jld. 7, hlm. 4; jld. 3, hlm. 220.
  74. Makki, Tarikh-e Bist Saleh-ye Iran, 1362 HS, jld. 4, hlm. 36.
  75. Makki, Tarikh-e Bist Saleh-ye Iran, 1362 HS, jld. 4, hlm. 37.
  76. Dowlatabadi, Hayat-e Yahya, 1362 HS, jld. 4, hlm. 364.
  77. Nikoubersharad, "Berresi-ye Siyasat-e Dini Farhangi dar Ashr-e Pahlavi (Dowreh-ye Hokumat-e Reza Syah)", dalam situs Yayasan Studi dan Penelitian Politik.
  78. Cottam, Nasionalisme dar Iran, 1371 HS, hlm. 177.
  79. Babaei, Sazman-e Ruhaniyat dar Ashr-e Reza Syah Pahlavi, 1389 HS, hlm. 99–101
  80. Dawani, Nahdhat-e Ruhaniyun-e Iran, 1360 HS, jld. 2, hlm. 156.
  81. Majalah Yad, "Sireh-ye Salehan: Mujahid-e Bafqi", hlm. 106; Manzhur al-Ajdad, Marja'iyat dar Ashr-e Ijtema' va Siyasat, 1379 HS, hlm. 328-329.
  82. Raiin, Vaqe'eh-ye Goharshad be Revayat-e Digar, 1379 HS, hlm. 57-58.
  83. "Syahrivar 1320; Mengapa Tentara Reza Shah Tidak Melawan Sekutu?", Kantor Berita Tasnim.
  84. Durandisye, "Rezhim-e Reza Syah Kegune Rezhim-i Bud?", situs Asre Iran.
  85. Jafarian, Jaryan-ha va Sazman-ha-ye Mazhabi- Siyasi-ye Iran, 1392 HS, hlm. 27.
  86. Kazemi, "Arziyabi-ye Rouikerd-e Tasyakkol-e Mazhabi 'Jame'eh Ta'limat-e Islami' dar Barabar-e Mas'aleh-ye Amuzesy", hlm. 128.
  87. Karamipour, "Jame'eh Ta'limat-e Islami, Gousyeh-i az Fa'aliyat-e Farhangi-ye Nirouha-ye Mazhab dar Ashr-e Pahlavi", Portal Komprehensif Ilmu Humaniora.
  88. Jafarian, Jaryan-ha va Sazman-ha-ye Mazhabi- Siyasi-ye Iran, 1392 HS, hlm. 176.
  89. Jafarian, Jaryan-ha va Sazman-ha-ye Mazhabi- Siyasi-ye Iran, 1392 HS, hlm. 34.
  90. Jafarian, Jaryan-ha va Sazman-ha-ye Mazhabi- Siyasi-ye Iran, 1392 HS, hlm. 34.
  91. Jafarian, Jaryan-ha va Sazman-ha-ye Mazhabi- Siyasi-ye Iran, 1392 HS, hlm. 34.
  92. Jafarian, Jaryan-ha va Sazman-ha-ye Mazhabi- Siyasi-ye Iran, 1392 HS, hlm. 34.

Daftar Pustaka

  • Abrahamian, Ervand. Iran Bin-e Do Enqelab (Iran di Antara Dua Revolusi). Penerjemah: Ahmad Golmohammadi. Teheran, Nesyr-e Ney, 1377 HS.
  • Algar, Muhammad. Naqsh-e Ruhaniyat-e Pishro dar Jonbesh-e Mashrutiyat-e Din va Dawlat dar Iran: Naqsh-e Ulama dar Dawreh-ye Qajariyah (Peran Ulama Progresif dalam Gerakan Konstitusionalisme - Agama dan Negara di Iran: Peran Ulama pada Masa Qajar). Penerjemah: Abul Qasim Seri. Teheran, Tus, 1356 HS.
  • Amini, Davood. Chalesy-ha-ye Ruhaniyat va Reza Syah (Tantangan Ulama dan Reza Shah). Teheran, Nesyr-e Sepas, 1382 HS.
  • Arfa, Hasan. Dar Khedmat-e Panj Soltan (Dalam Melayani Lima Sultan). Penerjemah: Ahmad Navab Safavi. Teheran, Nesyr-e Mehraayin, 1377 HS.
  • Arya Bakhsyayesy, Yahya. "Nizham-e Ajbari" (Wajib Militer), dalam Jurnal Triwulanan Studi Sejarah, jld. 25, nomor 6, 1388 HS.
  • Asyina, Hesamuddin. Az Siyasat ta Farhang (Dari Politik ke Budaya). Teheran, Nesyr-e Sorousy, 1384 HS.
  • Avery, Peter. Tarikh-e Mo'aser-e Iran az Ta'sis-e Selseleh-ye Pahlavi ta Koudetay-e 28 Mordad (Sejarah Kontemporer Iran dari Pendirian Dinasti Pahlavi hingga Kudeta 28 Mordad). Penerjemah: Muhammad Rafie Mehrabadi. Teheran, Muasseseh Matbu'ati Ataei, tanpa tahun.
  • Babaei, Omid. Sazman-e Ruhaniyat-e Syiah dar Ashr-e Reza Syah Pahlavi (Organisasi Ulama Syiah di Era Reza Shah Pahlavi). Qom, Penerbit Syiah-shenasi, 1389 HS.
  • Bahar, Muhammad Taqi. Tarikh-e Mokhtasar-e Ahzab-e Siyasi-ye Iran (Sejarah Singkat Partai Politik Iran). Teheran, Nesyr-e Amirkabir, 1371 HS.
  • Bani Ahmad, Ahmad. Tarikh-e Syahensyahi-ye Pahlavi (Sejarah Kekaisaran Pahlavi). Teheran, Nesyr-e Syura-ye Markazi Jasyne-e Syah-e Iran, 1356 HS.
  • Basiratmanesh, Hamid. Olama va Rezhim-e Reza Syah: Nazhari bar Amalkerd-e Siyasi - Farhangi-ye Ruhaniyun dar Sal-ha-ye 1305–1320 HS (Ulama dan Rezim Reza Shah: Pandangan terhadap Kinerja Politik-Budaya Ulama pada Tahun 1305-1320 HS). Teheran, Muasseseh Cap va Nesyr-e Uruj, 1386 HS.
  • Behnam, Jamshid. Iraniyan va Andisyeh-ye Tajaddod (Orang Iran dan Pemikiran Modernitas). Teheran, Nesyr-e Forouzan, 1375 HS.
  • Cottam, Richard. Nasionalisme dar Iran (Nasionalisme di Iran). Teheran, Nesyr-e Kavir, 1399 HS.
  • Cronin, Stephanie. Artesy va Tasykil-e Hokumat-e Pahlavi dar Iran (Tentara dan Pembentukan Pemerintahan Pahlavi di Iran). Penerjemah: Alireza Alibabaei. Teheran, Nesyr-e Khojasteh, 1377 HS.
  • Dashti, Ali. Panjah va Panj (Lima Puluh Lima). Teheran, Nesyr-e Amirkabir, 1354 HS.
  • Dawani, Ali. Nahdhat-e Ruhaniyun-e Iran (Gerakan Ulama Iran). Teheran, 1360 HS.
  • Dowlatabadi, Yahya. Hayat-e Yahya (Kehidupan Yahya). Teheran, Penerbit Javidan, 1362 HS.
  • Fakhraei, Ibrahim. Sardar-e Jangal: Mirza Kuchak Khan (Komandan Hutan: Mirza Kuchak Khan). Teheran, Nesyr-e Javidan, 1354 HS.
  • Farahmand, Ali. "Gozari bar Emtiyazat-e Pi dar Pi-ye Englis dar Ahd-e Nashiri" (Sekilas tentang Konsesi Inggris yang Berturut-turut pada Era Nashiri), Jurnal Studi Sejarah, nomor 22, musim gugur 1387 HS.
  • Foran, John. Muqavemat-e Syekanandeh: Tarikh-e Tahavvolat-e Ijtema'i-ye Iran az Sal-e 1500 Miladi Mutaabiq ba 879 Syamsi ta Enqelab (Perlawanan Rapuh: Sejarah Transformasi Sosial Iran dari Tahun 1500 Masehi hingga Revolusi). Penerjemah: Ahmad Tadaiyun. Teheran, Nesyr-e Rasa, 1377 HS.
  • Hedayat, Mehdi-qoli Khan. Khaterat va Khatarat (Kenangan dan Bahaya). Teheran, Perusahaan Cetak Rangin, 1329 HS.
  • Imam Khomeini. Sahifeh-ye Nur (Sahifah Nur). Teheran, 1361 HS.
  • Jafarian, Rasul. Jaryan-ha va Sazman-ha-ye Mazhabi- Siyasi-ye Iran (Arus dan Organisasi Keagamaan-Politik Iran). Teheran, Ilm, 1392 HS.
  • Katouzian, Mohammad Ali (Homayoun). Eqtesad-e Siyasi-ye Iran az Masyrutiyat ta Payan-e Selseleh-ye Pahlavi (Ekonomi Politik Iran dari Konstitusionalisme hingga Akhir Dinasti Pahlavi). Teheran, Nesyr-e Markaz, 1372 HS.
  • Khalkhali, Sadegh. Khaterat-e Ayatullah Khalkhali (Kenangan Ayatullah Khalkhali). Teheran, Nesyr-e Saye, 1379 HS.
  • Kouhestaninejad, Masoud. "Enqelab-e Masyruteh va Advar-e Majles-e Syura" (Revolusi Konstitusi dan Periode Majelis Syura), dalam Sejarah Masyarakat Iran, jld. 12, Teheran, Pusat Ensiklopedia Besar Islam, 1393 HS.
  • Loraine, Sir Percy. Syekh Khaz'al va Padesyahi-ye Reza Khan (Syekh Khaz'al dan Kerajaan Reza Khan). Penerjemah: Muhammad Rafie Mehrabadi. Teheran, Nesyr-e Falsafeh, 1363 HS.
  • Madani, Sayid Jalaluddin. Tarikh-e Siyasi-ye Mo'aser-e Iran (Sejarah Politik Kontemporer Iran). Qom, Penerbit Islami, 1375 HS.
  • Makki, Hossein. Tarikh-e Bist Saleh-ye Iran (Sejarah Dua Puluh Tahun Iran). Teheran, Nesyr-e Nasyr, 1362 HS.
  • Mollaei Tavani, Alireza. Masyruteh va Jomhuri: Risy-ha-ye Nabasamani-ye Nizham-e Demokratek dar Iran (Konstitusionalisme dan Republik: Akar Kekacauan Tatanan Demokratis di Iran). Teheran, Penerbit Gostareh, 1381 HS.
  • Mostowfi, Abdullah. Syahr-e Zendegani-ye Man ya Tarikh-e Ijtema'i va Idari-ye Dowreh-ye Qajariyah (Penjelasan Kehidupanku atau Sejarah Sosial dan Administratif Periode Qajariyah). Teheran, Nesyr-e Zavvar, 1360 HS.
  • Nazharpour, Mahdi. Tarikh-e Siyasi-ye Mo'aser-e Iran (Sejarah Politik Kontemporer Iran). Qom, Zamzam Hedayat, 1390 HS.
  • Qodsizad, Parvin. "Ashr-e Pahlavi-ye Avval" (Era Pahlavi Pertama), dalam Ensiklopedia Dunia Islam, jld. 5, Teheran, Yayasan Ensiklopedia Islam, 1379 HS.
  • Sadr, Mohsen. Khaterat-e Sadr al-Asyraf (Kenangan Sadr al-Asyraf). Teheran, Nesyr-e Touhid, 1364 HS.
  • Syalah, Mahdi. Kasyf-e Hijab: Zamineh-ha, Vakonesy-ha va Payamad-ha (Pembukaan Hijab: Latar Belakang, Reaksi, dan Dampak). Teheran, Muasseseh Mutala'at va Pazhouhesy-ha-ye Siyasi, 1384 HS.
  • Syams Pahlavi. Khaterat-e Syams Pahlavi: Tab'id-e Pedaram (Kenangan Syams Pahlavi: Pengasingan Ayahku), dalam buku Reza Syah: Khaterat-e Suleiman Behboudi, Syams Pahlavi va Ali Izadi, Teheran, cetakan Gholamhossein Mirza Saleh, 1372 HS.
  • Taqizadeh, Sayid Hasan. Zendegani-ye Toufani: Khaterat-e Sayid Hasan Taqizadeh (Kehidupan Berbadai: Kenangan Sayid Hasan Taqizadeh). Atas usaha Iraj Afshar. Teheran, Penerbit Ilmi, 1368 HS.
  • Yayasan Budaya Ayatullah Shahabadi. Arif-e Kamil (Arif yang Sempurna). Teheran, Komite Peringatan Kedudukan Irfan dan Syahadah, 1380 HS.
  • Zoka, Yahya. Tarikhcheh-ye Sakhteman-ha-ye Arg-e Saltanati-ye Teheran va Rahnamay-e Kakh-e Golestan (Sejarah Bangunan Benteng Kerajaan Teheran dan Panduan Istana Golestan). Teheran, 1349 HS.

Templat:Raja-raja Iran dari Safawiyah hingga Pahlavi