Konsep:Mufadhdhal bin Umar
| Nama Lengkap | Mufadhdhal bin Umar al-Ju'fi al-Kufi |
|---|---|
| Sahabat dari | Imam Shadiq as • Imam al-Kadzim as |
| Tempat Tinggal | Kufah |
| Aktivitas | Meriwayatkan hadis |
Mufadhdhal bin Umar al-Ju'fi al-Kufi adalah salah seorang murid dan sahabat Imam Shadiq as serta Imam Musa al-Kadzim as. Buku Tauhid Mufadhdhal adalah karyanya dan menjadi alasan utama ketenarannya. Mufadhdhal dianggap sebagai bagian dari para wakil Imam Shadiq as dan Imam al-Kadzim as di kota Kufah serta termasuk tokoh aktif dalam Organisasi Wakalah. Dikatakan bahwa ia telah meriwayatkan 106 hadis dari kedua Imam tersebut.
Mengenai karakter intelektual dan keyakinan Mufadhdhal terdapat perbedaan pendapat di antara para pakar ilmu rijal Syiah. Mayoritas ulama Syiah seperti Syekh Mufid dan Syekh Thusi, menganggapnya sebagai sahabat yang terpercaya (Tsiqah) dan orang khusus bagi Imam Shadiq as serta Imam al-Kadzim as; namun beberapa pakar rijal seperti Ibnu al-Ghadhairi, Najasyi, dan Allamah al-Hilli, melemahkannya dan menganggapnya sebagai seorang ghali (ekstremis) dan bagian dari kelompok Khaththabiyah. Kelompok lain seperti Kasy-syi memilih untuk diam mengenai kredibilitas atau ketidakandalannya.
Biografi
Mufadhdhal bin Umar al-Ju'fi al-Kufi dengan kunyah Abu Abdillah dan Abu Muhammad,[1] berasal dari suku Ju'fi dan lahir di Kufah pada akhir abad pertama Hijriah di masa Imam Baqir as.[2] Namanya juga ditulis sebagai Mufadhdhal al-Ju'fi.[3] Mufadhdhal menghabiskan hidupnya di Kufah dan wafat di sana. Tahun wafatnya tidak diketahui secara pasti; beberapa mencatat tahun wafatnya pada tahun 148 Hijriah,[4] namun mengingat sejarawan lain menyebutnya termasuk dalam murid-murid Imam Ridha as[5] dan tahun kesyahidan Imam al-Kadzim as adalah tahun 183 Hijriah,[6] maka Mufadhdhal kemungkinan wafat beberapa saat setelah waktu tersebut.
Para sejarawan secara pasti menganggapnya sezaman dengan Imam Shadiq as dan Imam al-Kadzim as serta termasuk sahabat kedua Imam ini; namun berdasarkan beberapa riwayat, Mufadhdhal juga sempat menjumpai Imam Baqir as dan tetap hidup hingga masa Imam Ridha as.[7] Mufadhdhal adalah salah satu wakil Imam Shadiq as di kota Kufah dan berdasarkan beberapa riwayat, ia memegang sejumlah harta dari Imam untuk digunakan dalam menyelesaikan perselisihan finansial di antara kaum Syiah.[8] Sebagian juga menganggapnya sebagai wakil Imam al-Kadzim as.[9]
Periwayatan Hadis
Dikatakan bahwa Mufadhdhal bin Umar telah meriwayatkan 106[10] atau 111[11] hadis dari Imam Shadiq as dan Imam al-Kadzim as. Dalam Mu'jam Rijal al-Hadits karya Sayid Abu al-Qasim al-Khoei disebutkan bahwa Mufadhdhal bin Umar menukil riwayat dari para periwayah seperti Abu Ayub al-Aththar, Ismail bin Abi Fadaik, Tsabit al-Tsumali, Jabir bin Yazid al-Ju'fi, Yunus bin Zhabyan, dan Khaibari bin Ali al-Thahhan. Sementara beberapa periwayah yang menukil dari Mufadhdhal antara lain: Muhammad bin Sinan, Ibnu Abi Umair, Utsman bin Isa al-Rawasi, Bisyr bin Ja'far, Khalid bin Yazid, Abdurrahman bin Katsir, Mualla bin Khunais, Khalaf bin Hammad, dan Zur'ah bin Muhammad.[12]
Kredibilitas dan Keandalan
Para ilmuwan Ilmu Rijal mengemukakan pendapat yang berbeda mengenai Mufadhdhal bin Umar dan kredibilitasnya, yang dapat dibagi menjadi tiga kelompok:
- Tidak Kredibel: Beberapa pakar rijal terdahulu seperti Ibnu al-Ghadhairi, Ibnu Dawud al-Hilli, Najasyi, dan Allamah al-Hilli menggambarkannya sebagai orang yang lemah (dha'if), rusak mazhabnya, periwayatannya kacau (mudhtharib al-riwayah), klaimnya berlebihan, dan termasuk bagian dari ekstremis Khaththabi.[13] Alasan para ulama ini melemahkannya adalah beberapa riwayat yang mencelanya yang disebutkan oleh Kasy-syi dalam bukunya.[14]
- Kredibel (Tsiqah): Banyak ulama[15] seperti Syekh Mufid dalam Al-Irsyad[16] dan Syekh Thusi dalam Al-Ghaibah,[17] menganggap Mufadhdhal sebagai pembesar sahabat Imam Shadiq as, termasuk orang khusus beliau, dan termasuk pakar fikih yang saleh. Banyak pakar rijal kontemporer seperti Abu Ali al-Hairi,[18] Abdullah Mamaqani,[19] dan Sayid Abu al-Qasim al-Khoei[20] juga menganggap Mufadhdhal sebagai pribadi yang tsiqah dan memiliki keyakinan yang benar. Dengan menukil riwayat yang memujinya serta membandingkannya dengan riwayat yang mencelanya, serta mengumpulkan berbagai bukti dan indikasi lainnya, mereka membebaskannya dari tuduhan seperti ghuluw (ekstremisme), pengikut Khaththabiyah, dan kekacauan riwayat.[21] Muhaddits Nuri dalam Mustadrak al-Wasail juga menukil berbagai bukti atas kredibilitasnya.[22] Dikatakan bahwa tuduhan ghuluw terhadap Mufadhdhal kemungkinan muncul karena riwayat-riwayatnya sering kali dinukil oleh kelompok ghulat.[23]
- Diam Mengenai Kredibilitas: Sebagian ulama lainnya tidak memberikan penilaian terhadap kredibilitas atau kelemahan Mufadhdhal bin Umar. Di antaranya Al-Barqi dalam kitab Rijal-nya, menyebut Mufadhdhal bin Umar sebagai sahabat Imam Shadiq as tanpa mengisyaratkan kredibilitas atau kelemahannya.[24] Syekh Thusi dalam Al-Fihrist hanya menukil wasiat dan bukunya,[25] dan dalam kitab Rijal-nya ia menyebutnya sekali sebagai sahabat Imam Shadiq as dan sekali lagi sebagai sahabat Imam al-Kadzim as tanpa menyinggung status tsiqah-nya.[26] Kasy-syi pun dalam kitab Rijal-nya secara umum menukil riwayat-riwayat yang datang memuji atau mencelanya tanpa memberikan kesimpulan.[27]
Asad Haidar dalam buku Al-Imam al-Shadiq wa al-Madzahib al-Arba'ah meyakini bahwa terdapat dua orang bernama Mufadhdhal bin Umar; Mufadhdhal bin Umar al-Ju'fi dan Mufadhdhal bin Umar al-Shairafi, di mana yang pertama adalah tsiqah dan terpercaya sementara yang kedua rusak mazhabnya dan dari kelompok Khaththabiyah, dan mungkin para penentang sengaja mencampuradukkan keduanya.[28] Bukti dari klaim ini adalah ditemukannya riwayat dalam kitab-kitab hadis Syiah dari Mufadhdhal bin Umar bin al-Qasim al-Shairafi.[29]
Karya Tulis
Beberapa karya tulis telah dinisbatkan kepada Mufadhdhal bin Umar, di antaranya:
- Tauhid Mufadhdhal.[30] Najasyi menyebut buku ini dengan judul Kitab al-Fikr.[31] Buku ini memuat hadis panjang dari Imam Shadiq as dengan tema Tauhid, ketuhanan, dan rahasia penciptaan yang didektekan kepada Mufadhdhal selama empat sesi pertemuan. Ketenaran Mufadhdhal sebagian besar karena buku ini. Kitab ini dianggap sebagai tanda keagungan kedudukannya serta statusnya sebagai sahabat khusus yang dipercayai dan disayangi oleh Imam Shadiq as.[32]
- Kitab al-Iman wa al-Islam
- Kitab Yaum wa Lailah
- Kitab 'Ilal al-Syara'i
- Wasiyyat al-Mufadhdhal
- Bad' al-Khalq wa al-Hatstsu 'ala al-I'tibar.[33]
Catatan Kaki
- ↑ Najasyi, Rijal al-Najasyi, Muassasah al-Nasyr al-Islami, jld. 1, hlm. 416.
- ↑ Subhani, Mausu'ah Thabaqat al-Fuqaha, 1418 H, jld. 2, hlm. 566.
- ↑ Khoei, Mu'jam Rijal al-Hadits, 1372 HS, jld. 19, hlm. 315; Turabi, Al-Mausu'ah al-Rijaliyyah al-Muyassarah, 1423 H, hlm. 472.
- ↑ Husaini Jalali, Fihris al-Turats, 1422 H, jld. 1, hlm. 157; Subhani, Mausu'ah Thabaqat al-Fuqaha, 1418 H, jld. 2, hlm. 566.
- ↑ Mufadhdhal bin Umar, Tauhid al-Mufadhdhal, Maktabah al-Dawari, jld. 1, hlm. 5.
- ↑ Mufid, Al-Irsyad, 1413 H, jld. 2, hlm. 215.
- ↑ Mufadhdhal bin Umar, Tauhid al-Mufadhdhal, Maktabah al-Dawari, jld. 1, hlm. 4.
- ↑ Qumi, Tuhfat al-Ahbab, 1370 HS, hlm. 519.
- ↑ Mufadhdhal bin Umar, Tauhid al-Mufadhdhal, Maktabah al-Dawari, jld. 1, hlm. 5.
- ↑ Khoei, Mu'jam Rijal al-Hadits, 1372 HS, jld. 19, hlm. 315; Turabi, Al-Mausu'ah al-Rijaliyyah al-Muyassarah, 1423 H, hlm. 472.
- ↑ Subhani, Mausu'ah Thabaqat al-Fuqaha, 1418 H, jld. 2, hlm. 566.
- ↑ Khoei, Mu'jam Rijal al-Hadits, 1372 HS, jld. 19, hlm. 316.
- ↑ Ibn al-Ghadhairi, Rijal Ibn al-Ghadhairi (al-Dhu'afa'), 1380 HS, no. 117, hlm. 87; Hilli, Ibn Dawud, Al-Rijal, Mansyurat al-Syarif al-Radhi, jld. 1, hlm. 280; Najasyi, Rijal al-Najasyi, Muassasah al-Nasyr al-Islami, jld. 1, hlm. 416; Allamah al-Hilli, Khulashah al-Aqwal, 1381 HS, hlm. 412.
- ↑ Lihat: Kasy-syi, Ikhtiyar Ma'rifah al-Rijal, 1404 H, jld. 2, hlm. 612-621.
- ↑ Subhani, Mausu'ah Thabaqat al-Fuqaha, 1418 H, jld. 2, hlm. 567.
- ↑ Mufid, Al-Irsyad, 1413 H, jld. 2, hlm. 216.
- ↑ Lihat: Syekh Thusi, Al-Ghaibah, 1411 H, hlm. 346-347.
- ↑ Mazandarani, Muntaha al-Maqal, 1416 H, jld. 6, hlm. 310, no. 3029.
- ↑ Mamaqani, Tanqih al-Maqal, Penerbit Jahan, jld. 3, hlm. 238.
- ↑ Khoei, Mu'jam Rijal al-Hadits, 1372 HS, jld. 19, hlm. 315.
- ↑ Lihat: Alyari Tabrizi, Behjat al-Amal, 1412 H, jld. 7, hlm. 70; Syusytari, Qamus al-Rijal, 1410 H, jld. 9, hlm. 93; Namazi Syahrudi, Mustadrakat 'Ilm Rijal al-Hadits, 1412 H, jld. 7, hlm. 477.
- ↑ Nuri, Mustadrak al-Wasail, 1429 H, jld. 22, hlm. 95-135.
- ↑ Subhani, Mausu'ah Thabaqat al-Fuqaha, 1418 H, jld. 2, hlm. 567.
- ↑ Barqi, Rijal al-Barqi, 1419 H, hlm. 90.
- ↑ Syekh Thusi, Al-Fihrist, Maktabah Murtadhawiyyah, hlm. 251.
- ↑ Syekh Thusi, Rijal al-Thusi, 1415 H, hlm. 307.
- ↑ Kasy-syi, Ikhtiyar Ma'rifah al-Rijal, 1404 H, jld. 2, hlm. 612-621.
- ↑ Asad Haidar, Al-Imam al-Shadiq wa al-Madzahib al-Arba'ah, Dar al-Ta'aruf, jld. 2, hlm. 104.
- ↑ Turabi, Al-Mausu'ah al-Rijaliyyah al-Muyassarah, 1423 H, jld. 1, hlm. 367.
- ↑ Subhani, Mausu'ah Thabaqat al-Fuqaha, 1418 H, jld. 2, hlm. 567.
- ↑ Najasyi, Rijal al-Najasyi, Muassasah al-Nasyr al-Islami, jld. 1, hlm. 416.
- ↑ Subhani, Mausu'ah Thabaqat al-Fuqaha, 1418 H, jld. 2, hlm. 567.
- ↑ Najasyi, Rijal al-Najasyi, Muassasah al-Nasyr al-Islami, jld. 1, hlm. 416; Subhani, Mausu'ah Thabaqat al-Fuqaha, 1418 H, jld. 2, hlm. 567.
Daftar Pustaka
- Alyari Tabrizi, Ali. Behjat al-Amal. Teheran, Yayasan Budaya Islam Almarhum Kushanpour, 1412 H.
- Asad Haidar. Al-Imam al-Shadiq wa al-Madzahib al-Arba'ah. Beirut, Dar al-Ta'aruf.
- Barqi, Ahmad bin Muhammad. Rijal al-Barqi. Teheran, Al-Qayyum, 1419 H.
- Husaini Jalali, Sayid Muhammad Husain. Fihris al-Turats. Qom, Dalil-e Ma, 1422 H.
- Hilli, Hasan bin Yusuf. Khulashah al-Aqwal fi Ma'rifah al-Rijal. Masyhad, Astan Quds Razavi, 1381 HS.
- Hilli, Ibnu Dawud. Al-Rijal. Qom, Mansyurat al-Syarif al-Radhi.
- Ibnu al-Ghadhairi, Ahmad bin Husain. Rijal Ibn al-Ghadhairi (al-Dhu'afa'). Qom, Dar al-Hadits, 1380 HS.
- Kasy-syi, Muhammad bin Umar. Ikhtiyar Ma'rifah al-Rijal. Qom, Muassasah Alu al-Bait, 1404 H.
- Khoei, Sayid Abu al-Qasim. Mu'jam Rijal al-Hadits. Qom, Markaz al-Nasyr al-Tsaqafah al-Islamiyyah, 1372 HS.
- Mamaqani, Abdullah. Tanqih al-Maqal. Teheran, Penerbit Jahan.
- Mazandarani, Muhammad bin Ismail. Muntaha al-Maqal. Qom, Muassasah Alu al-Bait, 1416 H.
- Mufadhdhal bin Umar. Tauhid al-Mufadhdhal. Riset: Kadzim al-Mudhaffar. Qom, Maktabah al-Dawari.
- Mufid, Muhammad bin Nu'man. Al-Irsyad fi Ma'rifah Hujajillah 'ala al-'Ibad. Qom, Kongres Syekh Mufid, 1413 H.
- Najasyi, Ahmad bin Ali. Rijal al-Najasyi. Riset: Sayid Musa Syubairi Zanjani. Qom, Muassasah al-Nasyr al-Islami.
- Namazi Syahrudi, Ali. Mustadrakat 'Ilm Rijal al-Hadits. Teheran, Syafaq, 1412 H.
- Nuri, Mirza Husain. Mustadrak al-Wasail. Beirut, Muassasah Alu al-Bait, 1429 H.
- Qumi, Syekh Abbas. Tuhfat al-Ahbab. Teheran, Penerbit Islamiyyah, 1370 HS.
- Subhani, Ja'far. Mausu'ah Thabaqat al-Fuqaha. Qom, Muassasah Imam Shadiq as, 1418 H.
- Syusytari, Muhammad Taqi. Qamus al-Rijal. Qom, Muassasah Nasyr Islami, 1410 H.
- Syekh Thusi, Muhammad bin Hasan. Al-Fihrist. Najaf, Maktabah Murtadhawiyyah, tanpa tahun.
- Syekh Thusi, Muhammad bin Hasan. Al-Ghaibah. Qom, Dar al-Ma'arif al-Islamiyyah, cetakan pertama, 1411 H.
- Syekh Thusi, Muhammad bin Hasan. Rijal al-Thusi. Qom, Penerbit Islami, 1415 H.
- Turabi, Ali Akbar. Al-Mausu'ah al-Rijaliyyah al-Muyassarah. Qom, Muassasah Imam Shadiq as, 1423 H.
Templat:Navbox Sahabat Imam Shadiq Templat:Navbox Sahabat Imam al-Kadzim