Konsep:Man Lam Yasykur al-Makhluq Lam Yasykur al-Khaliq
'"Man lam yasykur al-makhluq lam yasykur al-Khaliq"' yang berarti "Barangsiapa tidak bersyukur kepada makhluk, maka tidak bersyukur kepada Sang Pencipta" adalah sebuah ungkapan yang populer sebagai riwayat, meskipun menurut para ahli hadis tidak ditemukan dalam sumber-sumber riwayat Syiah. Namun, terdapat beberapa hadis dengan makna serupa dalam literatur Islam.
Para peneliti menyatakan adanya hubungan langsung antara syukur kepada makhluk dan syukur kepada Khaliq. Menurut mereka, karena makhluk merupakan perantara nikmat Ilahi, bersyukur kepada mereka pada hakikatnya merupakan bentuk syukur kepada Allah sebagai sumber segala nikmat.
Hadis-Hadis dengan Makna Serupa
Menurut Nashir Makarim Syirazi, meskipun ungkapan lengkap "Man lam yasykur al-makhluq lam yasykur al-Khaliq" tidak ditemukan dalam riwayat Syiah,[1] terdapat beberapa hadis dengan makna serupa:
- "Siapa yang tidak bersyukur kepada manusia, maka tidak bersyukur kepada Allah"[2] dari Nabi Muhammad saw.[3]
- "Orang yang paling bersyukur kepada Allah adalah yang paling bersyukur kepada manusia"[4] dari Imam Sajjad as.[5]
- "Siapa yang tidak bersyukur atas kebaikan makhluk, maka tidak bersyukur kepada Allah"[6] dari Imam Ridha as.[7]
- "Siapa yang tidak bersyukur kepada kedua orang tuanya, maka tidak bersyukur kepada Allah"[8] dari Imam Ridha as.[9]
Hubungan Syukur kepada Makhluk dan Khaliq
Para ulama meyakini adanya hubungan antara syukur kepada sesama makhluk dengan syukur kepada Allah. Murtadha Muthahhari, cendekiawan Syiah, berpendapat bahwa bersyukur kepada Allah tidak boleh mengabaikan terima kasih kepada orang tua, guru, dan yang berjasa.[10]
Makarim Syirazi menjelaskan dua penafsiran hubungan ini:
- Tidak bersyukur kepada makhluk menunjukkan sifat tidak tahu terima kasih, yang akan berakibat juga kepada Sang Pencipta
- Makhluk sebagai perantara nikmat Allah, sehingga tidak bersyukur kepada perantara berarti tidak bersyukur kepada Sumber nikmat[11]
Abdullah Jawadi Amuli memandang syukur kepada makhluk sebagai bagian dari adab dan kewajiban manusia,[12] sementara Sayid Muhammad Ali Ayazi menekankan bahwa hal ini tidak boleh menyebabkan kelalaian terhadap Allah.[13]
Sebaliknya, Muhammad Jawad Mughniyah berpendapat bahwa meskipun bersyukur kepada makhluk merupakan perbuatan terpuji, ungkapan tersebut hanyalah pesan moral dan tidak dapat dijadikan dasar untuk mewajibkan syukur kepada makhluk.[14]
Catatan Kaki
- ↑ Makarim Syirazi, Akhlaq dar Qur'an, 1377 HS, jil.3, hlm.93.
- ↑ Ghaffari, Terjemah Man La Yahdhuruhu al-Faqih, 1367 HS, jil.6, hlm.318.
- ↑ Shaduq, Man La Yahdhuruhu al-Faqih, 1404 H, jil.4, hlm.380.
- ↑ Makarim Syirazi, Guitar-e Ma'sumun as, 1387 HS, jil.2, hlm.200.
- ↑ Kulaini, Al-Kafi, 1407 H, jil.2, hlm.99.
- ↑ Muhammadi Rey Syahri, Mizan al-Hikmah, 1389 HS, jil.6, hlm.24.
- ↑ Shaduq, Uyun Akhbar al-Ridha as, 1378 H, jil.2, hlm.24.
- ↑ Muhammadi Rey Syahri, Mizan al-Hikmah, 1389 HS, jil.6, hlm.24.
- ↑ Shaduq, Uyun Akhbar al-Ridha as, 1378 H, jil.1, hlm.258.
- ↑ Muthahhari, Asyina'i ba Qur'an, jil.2, 1376 HS, hlm.23-24.
- ↑ Makarim Syirazi, Nashir, Akhlaq dar Qur'an, 1385 HS, jil.3, hlm.463–464.
- ↑ Jawadi Amuli, Tafsir Surah Thur, Sesi 8, termuat dalam situs Isra.
- ↑ Ayazi, Tafsir Qur'an Majid yang Diambil dari Karya-karya Imam Khomeini, 1386 HS, jil.5, hlm.229.
- ↑ Mughniyah, al-Tafsir al-Kasyif, 1424 H, jil.1, hlm.239.
Daftar Pustaka
- Ayazi, Muhammad Ali, Tafsir Qur'an Majid Bargirifteh az Asar-e Imam Khomeini, Teheran, Muassasah Tanzim wa Nashr-e Asar-e Imam Khomeini (ra), 1386 HS.
- Jami, Abdurahman, (6) Man lam yasykur an-nasa lam yasykur Allah. (Jami' al-Tirmidhi) dar Risalah-ye Arba'in, Mendaraj dar Siteh Ganjur.
- Jawadi Amuli, Abdullah, Surah-ye Thur-Jalsah-8-1395/11/26-#_ftnref14 Tafsir-e Surah-ye Thur, Jalsah 8, Mendaraj dar Siteh Esra, Tarikh-e Darj 25 Bahman 1395 HS, Tarikh-e Bazdid 17 Farvardin 1404 HS.
- Shaduq, Muhammad bin Ali, 'Uyun Akhbar al-Ridha as, Muhaqqiq wa Musahhih Mehdi Lajuwardi, Teheran, Nashr-e Jahan, 1378 H.
- Shaduq, Muhammad bin Ali, Man La Yahdhuruhu al-Faqih, Qum, Daftar-e Intisharat-e Islami, 1404 H.
- Ghaffari, Ali Akbar wa Muhammad Jawad Ghaffari wa Sadr al-Din Balaghi, Tarjumah Man La Yahdhuruhu al-Faqih, Teheran, Nashr-e Saduq, 1367 HS.
- Kulaini, Muhammad bin Ya'qub, Al-Kafi, Muhaqqiq wa Musahhih Ali Akbar Ghaffari wa Muhammad Akhundi, Teheran, Dar al-Kutub al-Islamiyyah, 1407 H.
- Muhammadi Rey Syahri, Muhammad, Mizan al-Hikmah, Qum, Sazman-e Chap wa Intisharat-e Dar al-Hadith, 1389 HS.
- Muthahhari, Murtadha, Asyina-i ba Qur'an (2), Teheran, Intisharat-e Sadra, 1376 HS.
- Mughniyah, Muhammad Jawad, Al-Tafsir al-Kasyif, Iran, Dar al-Kitab al-Islami, 1424 H.
- Makarim Syirazi, Nashir, Akhlaq dar Qur'an, Qum, Madrasah al-Imam Ali bin Abi Talib, 1377 HS.
- Makarim Syirazi, Nashir, Guftar-e Ma'sumin as, Tihyah wa Tanzim-e Sayyid Muhammad Abdullah Zadeh, Qum, Madrasah al-Imam Ali bin Abi Talib, 1387 HS.