Lompat ke isi

Konsep:Kecerdasan Spiritual

Dari wikishia

Kecerdasan Spiritual (bahasa Inggris: Spiritual Intelligence)[1] adalah sejenis kemampuan mental yang digunakan seseorang untuk menyelesaikan masalah spiritual dan nilai dalam kehidupannya serta memberikan makna pada hidupnya.[2] Lima karakteristik telah disebutkan untuk kecerdasan ini: hubungan dengan wujud Ilahi, masuk ke dalam keadaan kesadaran spiritual, memahami kehadiran Ilahi dalam kehidupan sehari-hari, menemukan makna dalam krisis, dan melakukan perilaku kebajikan seperti memaafkan dan empati.[3]

Dikatakan bahwa konsep kecerdasan spiritual pertama kali dikemukakan oleh Robert Emmons, seorang psikolog Amerika, dalam The International Journal for the Psychology of Religion, dan kemudian dikembangkan oleh peneliti seperti Danah Zohar, penulis dan peneliti Amerika-Inggris.[4]

Beberapa peneliti Muslim dengan menelaah konsep ini, telah mencocokkannya dengan ajaran Al-Qur'an dan riwayat.[5] Menurut mereka, konsep-konsep seperti lubb (inti akal), Akal, Hikmah, Hati (qalb), dan sinonimnya seperti fu'ad dan af'idah (yang bermakna sumber pemikiran, kesadaran, dan perasaan manusia) dalam Al-Qur'an dan riwayat, membimbing manusia menuju kebenaran dan menjaganya dari penyimpangan; oleh karena itu, konsep-konsep ini berkaitan dengan kecerdasan spiritual.[6]

Selain itu, beberapa peneliti dengan memperhatikan karakteristik yang disebutkan untuk kecerdasan spiritual, meyakini bahwa sifat-sifat yang disebutkan dalam Al-Qur'an dan riwayat bagi orang-orang Mukmin seperti Khusyu dan Khudhu di hadapan Allah, menjauhi hal yang sia-sia (laghw), Infak, menepati janji, menjaga kesucian diri, dan menjaga Salat merupakan tanda bahwa mereka memiliki tingkat kecerdasan jenis ini yang tinggi.[7]

Catatan Kaki

  1. Zohar and Marshall, Spiritual Intelligence, The ultimat intligence, 2001, P39
  2. Zohar, «Spiritual Intelligence: A New Paradigm for Collaborative Action», Web: the systems thinker
  3. Emmons, « Is Spirituality an Intelligence? Motivation, Cognition, and the Psychology of Ultimate Concern», P9-13
  4. Watts and Dorobantu, « Is There ‘Spiritual Intelligence’? An Evaluation of Strong and Weak Proposals», P1
  5. Sebagai contoh lihat: Sohrabi, «Hosh-e Ma'navi az Manzar-e Quran va Ravayat», hlm. 38; Vahidi Mehrjerdi, «Ma'nakavi-ye Hosh-e Ma'navi dar Amuzeh-haye Qurani-Ravayi», hlm. 178-179.
  6. Sohrabi, «Hosh-e Ma'navi az Manzar-e Quran va Ravayat», hlm. 38; Vahidi Mehrjerdi, «Ma'nakavi-ye Hosh-e Ma'navi dar Amuzeh-haye Qurani-Ravayi», hlm. 174 dan 178-179.
  7. Sohrabi, «Hosh-e Ma'navi az Manzar-e Quran va Ravayat», hlm. 35-36; Vahidi Mehrjerdi, «Ma'nakavi-ye Hosh-e Ma'navi dar Amuzeh-haye Qurani-Ravayi», hlm. 173.

Daftar Pustaka

  • Sohrabi, Faramarz, «Hosh-e Ma'navi az Manzar-e Quran va Ravayat», Pazhuhesh-nameh Ma'arif Qurani, No. 30, Azar 1396 HS.
  • Vahidi Mehrjerdi, Shahabuddin dkk, «Ma'nakavi-ye Hosh-e Ma'navi dar Amuzeh-haye Qurani-Ravayi», Dofaslnameh Ketab-e Qayyim, No. 30, Musim Semi dan Panas 1403 HS.
  • Danah, Zohar, «Spiritual Intelligence: A New Paradigm for Collaborative Action», Web: the systems thinker, Seen at: 4 Nov ember 2025.
  • Emmons, Robert A, « Is Spirituality an Intelligence? Motivation, Cognition, and the Psychology of Ultimate Concern», The International Journal for the Psychology of Religion, 16 November 2009.
  • Zohar, Danah and Ian Marshall, Spiritual Intelligence, The ultimat intligence, London, Bloomsbury Publishing, 2001.
  • Watts, Fraser and Marius Dorobantu, « Is There Spiritual Intelligence? An Evaluation of Strong and Weak Proposals», MDPI, February 2023.