Konsep:Huruf Syafawi
Huruf Syafawi adalah empat huruf yaitu "Ba" (ب), "Mim" (م), "Wau" (و), dan "Fa" (ف) yang dilafalkan menggunakan bibir. Makhraj huruf "Fa" terbentuk dari pertemuan bibir bawah dengan gigi atas, sementara dua huruf "Ba" dan "Mim" terbentuk dari pertemuan kedua bibir, dan huruf "Wau" terbentuk dengan membulatkan kedua bibir. Menurut sebagian pendapat, menaati aturan tajwid yang sangat mendetail untuk kata-kata ini, khususnya "Wau", tidaklah wajib, meskipun menaatinya lebih baik.
Pengenalan Singkat
Huruf Syafawi adalah sebuah istilah dalam ilmu tajwid[1] yang merujuk pada huruf-huruf yang dilafalkan melalui bibir.[2] Dengan kata lain, bibir termasuk dalam organ bicara yang berperan dalam menghasilkan berbagai bunyi suara. Dalam ilmu tajwid, bibir disebut sebagai "Syafatain" dan huruf-huruf yang dihasilkan melalui makhraj ini disebut sebagai huruf syafawi.[3]
Jumlah huruf syafawi seluruhnya ada empat huruf.[4] Huruf Ba, Mim, Wau, dan Fa dilafalkan dari makhraj bibir.[5] Huruf Ba (ب) adalah huruf kedua dari huruf hijaiyah yang diucapkan dengan kuat dan meledak (eksplosif) melalui pertemuan kedua bibir lalu dilepaskan.[6] Huruf Ba dianggap sebagai huruf pertama yang diucapkan oleh lisan manusia saat menjawab pertanyaan Allah (Alastu birabbikum)[7]; sebagaimana seluruh surah Al-Qur'an juga dimulai dengan huruf ini.[8] Mengenai sebab dan filosofi keberadaan huruf Ba, terdapat berbagai riwayat dan kutipan dari para arif yang dinukilkan.[9]
Huruf Fa (ف) adalah huruf ke-20 dari huruf hijaiyah dan dilafalkan secara bergeser (frikatif) dan berkelanjutan.[10] Huruf Mim (م) adalah huruf ke-24[11] dan huruf Wau (و) adalah huruf ke-27 dari huruf hijaiyah yang dilafalkan dengan mengumpulkan (membulatkan) bibir seperti kuncup, dan pelafalan Arabnya berbeda dengan pelafalan Persia.[12] Mengenai sebab dan filosofi keberadaan huruf-huruf ini juga telah dikemukakan beberapa kutipan.[13]
Pembagian
Huruf syafawi berdasarkan cara penggunaan bibir untuk pelafalannya terbagi menjadi dua bagian yang diperkenalkan sebagai makhraj ke-14 dan ke-15.[14]
- Makhraj huruf Fa (ف) yang dilafalkan dari bagian tengah bibir bawah dengan ujung gigi seri atas.[15] Para ahli fonetik menyebut posisi ini dalam fonetik modern sebagai bunyi labiodental.[16]
- Makhraj huruf Ba (ب), Mim (م), dan Wau (و) yang dilafalkan di antara kedua bibir.[17] Dua huruf Ba dan Mim melalui pertemuan bibir dan huruf Wau melalui pembulatan bibir.[18] Deskripsi ini dalam fonetik modern dikenal sebagai bilabial.[19]
Mengenai kesyafawian dua huruf Ba dan Mim tidak ada perbedaan pendapat di antara para ahli bahasa; namun mengenai dua huruf Fa dan Wau terdapat perbedaan pendapat.[20] Jika setelah Mim sukun terdapat huruf Ba, maka huruf Mim disamarkan ke dalam Ba yang disebut sebagai Ikhfa Syafawi, contohnya: (رَبَّهُمْ بِهِمْ); jika tidak, maka harus dibaca secara jelas yang disebut sebagai Idzhar Syafawi, contohnya: (أَمْوالِهِمْ حَقٌ).[21]
Hukum
Menurut para peneliti fikih, menaati makhraj huruf syafawi secara presisi tidaklah wajib demi keabsahan salat, melainkan pembedaan antar huruf saja sudah cukup.[22] Menurut keyakinan Sayid Ali Khamenei, musali harus membaca salat dengan benar meskipun tidak memiliki pelafalan yang sangat akurat.[23] Naser Makarem Syirazi juga tidak mewajibkan kepatuhan tajwid (yang mendetail) dan menganggap pelafalan bahasa Arab yang benar saja sudah mencukupi.[24]
Lihat Juga
Catatan Kaki
- ↑ Sabzawari, Muhadzdzab al-Ahkam, 1413 H, jld. 6, hlm. 322.
- ↑ Zubaidi, Taj al-'Arus, 1414 H, jld. 20, hlm. 319.
- ↑ Mirtaghi, Tajwid wa Awasyenasi (Tajwid dan Fonetik), 1389 HS, hlm. 92.
- ↑ Gilani Syafti, Tuhfat al-Abrar, 1409 H, jld. 2, hlm. 85.
- ↑ Habibi dan Syahidi, Rawan-khani wa Tajwid-e Qur'an-e Karim (Kelancaran Membaca dan Tajwid Al-Qur'an Al-Karim), 1389 HS, hlm. 95.
- ↑ Kasnazani, Mausu'ah al-Kasnazan, 1426 H, jld. 3, hlm. 7.
- ↑ Surah Al-A'raf, ayat 172.
- ↑ Kasnazani, Mausu'ah al-Kasnazan, 1426 H, jld. 3, hlm. 12.
- ↑ Kasnazani, Mausu'ah al-Kasnazan, 1426 H, jld. 3, hlm. 7.
- ↑ Kasnazani, Mausu'ah al-Kasnazan, 1426 H, jld. 17, hlm. 165.
- ↑ Kasnazani, Mausu'ah al-Kasnazan, 1426 H, jld. 19, hlm. 401.
- ↑ Kasnazani, Mausu'ah al-Kasnazan, 1426 H, jld. 21, hlm. 137.
- ↑ Kasnazani, Mausu'ah al-Kasnazan, 1426 H, jld. 17, hlm. 7, 137, 165, 401.
- ↑ Sabzawari, Muhadzdzab al-Ahkam, 1413 H, jld. 6, hlm. 322; Mirtaghi, Tajwid wa Awasyenasi, 1389 HS, hlm. 91-92.
- ↑ Gilani Syafti, Tuhfat al-Abrar, 1409 H, jld. 2, hlm. 85.
- ↑ Mirtaghi, Tajwid wa Awasyenasi, 1389 HS, hlm. 91.
- ↑ Gilani Syafti, Tuhfat al-Abrar, 1409 H, jld. 2, hlm. 85; Mirtaghi, Tajwid wa Awasyenasi, 1389 HS, hlm. 92.
- ↑ Habibi dan Syahidi, Rawan-khani wa Tajwid-e Qur'an-e Karim, 1389 HS, hlm. 95; Mirtaghi, Tajwid wa Awasyenasi, 1389 HS, hlm. 92; Al-Abd, Al-Mizan fi Ahkam Tajwid al-Qur'an, 2010, hlm. 60; Al-Sharraf, Al-Jadid fi 'Ilm al-Tajwid, 1428 H, hlm. 34.
- ↑ Mirtaghi, Tajwid wa Awasyenasi, 1389 HS, hlm. 92.
- ↑ Daftar Tablighat Islami, Farhang-nameh Ulum-e Qur'an (Ensiklopedi Ilmu-Ilmu Al-Qur'an), 1394 HS, jld. 1, hlm. 2092.
- ↑ Husain, Taysir al-'Ilm al-Tajwid, Kairo, hlm. 51-52.
- ↑ Gilani Syafti, Tuhfat al-Abrar, 1409 H, jld. 2, hlm. 86.
- ↑ Untuk informasi lebih lanjut rujuk ke: Pelafalan Huruf Secara Persia dalam Bacaan Salat, Situs Spesialis Fikih dan Hukum.
- ↑ Untuk informasi lebih lanjut rujuk ke: Pelafalan Huruf Secara Persia dalam Bacaan Salat, Situs Spesialis Fikih dan Hukum.
Daftar Pustaka
- Al-Abd, Faryal Zakaria. Al-Mizan fi Ahkam Tajwid al-Qur'an. Iskandariyah, Dar al-Iman, 2010.
- Al-Sharraf, Mustafa. Al-Jadid fi 'Ilm al-Tajwid. Karbala, Maktabah al-Allamah Ibnu Fahd al-Hilli, 1428 H.
- Bustani, Fuad Afram. Farhang-e Abjadi (Kamus Abjad). Teheran, Islami, cetakan kedua, 1375 HS.
- Daftar Tablighat Islami. Farhang-nameh Ulum-e Qur'an. Qom, Pazhouhesygah Ulum va Farhang-e Eslami, 1394 HS.
- Gilani Syafti, Sayid Muhammad Baqir. Tuhfat al-Abrar al-Multaqath min Atsar al-Aimmah al-Athar. Isfahan, Penerbit Perpustakaan Masjid Sayid, 1409 H.
- Habibi dan Syahidi, Ali dan Muhammad Reza. Rawan-khani wa Tajwid-e Qur'an-e Karim. Teheran, Organisasi Tablighat Islami, 1389 HS.
- Husain, Mustafa. Taysir 'Ilm al-Tajwid lil Mubtadi'in. Kairo, Maktabah Ibad al-Rahman, tanpa tahun.
- Kasnazani, Muhammad. Mausu'ah al-Kasnazan fi ma Isthalaha 'alaihi Ahl al-Tashawwuf wa al-'Irfan. Damaskus, Dar al-Mahabbah, 1426 H.
- Mirtaghi, Sayid Husain. Tajwid wa Awasyenasi. Qom, Masyhur, 1389 HS.
- "Pelafalan Huruf Secara Persia dalam Bacaan Salat". Situs Spesialis Fikih dan Hukum. Diakses pada 23/07/1397 HS.
- Sabzawari, Sayid Abd al-A'la. Muhadzdzab al-Ahkam. Qom, Muassasah al-Manar, cetakan keempat, 1413 H.
- Zubaidi, Muhibbuddin. Taj al-'Arus min Jawahir al-Qamus. Beirut, Dar al-Fikr, 1414 H.