Lompat ke isi

Konsep:George Shakkour

Dari wikishia
George Shakkour
Nama lengkapGeorge Hanna Shakkour
JulukanPenyair Cinta dan Epik (Hamasa)
LakabGeorge Shakkour
Afiliasi agamaOrtodoks
Lahir3 April 1935 M, Jbeil
Tempat tinggalJbeil, Beirut,Lebanon
Meninggal3 September 2024 M
Tempat dikuburkanJbeil
Peran pentingPuisi dan Sejarah
Karya pentingMalhamah al-Husain as, Malhamah al-Imam Ali as, Malhamah al-Rasul, Wahdaha al-Qamar


George Hanna Shakkour (bahasa Arab:جُورْج حَنا شُکُّور) adalah seorang penyair Kristen asal Lebanon yang dikenal melalui tiga karya Diwan (kumpulan puisi) yaitu Malhamah al-Husain as, Malhamah al-Imam Ali as, dan Malhamah al-Rasul saw. Ia dianggap sebagai salah satu penyair dalam ranah sastra ketahanan (adab al-muqawamah) dan perlawanan. Pembelaan terhadap Lebanon dan Palestina dalam menghadapi serangan Israel merupakan tema utama dari puisi-puisinya.

Dalam Diwan Malhamah al-Rasul, kehidupan Nabi Muhammad saw diriwayatkan dalam 1100 bait, dan dalam Malhamah al-Husain as, kehidupan Imam Husain as dikisahkan dalam 80 bait.

Biografi

George Shakkour lahir di desa Sheikhan, yang terletak di distrik Jbeil (Byblos).[1] Keluarganya beragama Kristen, dan ia menghabiskan masa kanak-kanak serta remajanya dengan mengenal ajaran Kristen.[2] Ia mulai menulis puisi sejak usia tujuh belas tahun.[3] Shakkour tertarik pada Imam Husain as dan Imam Ali as sejak remaja, dan menurut pengakuannya sendiri, di masa mudanya ia sering membacakan Nahjul Balaghah di hadapan penduduk desanya.[4]

Shakkour meraih gelar sarjana dalam bidang Sastra Arab dari Universitas Saint Joseph Beirut dan kemudian mengajar di sana.[5] Ia juga sempat menjabat sebagai Ketua Asosiasi Bahasa Arab Universitas Timur Tengah (Middle East University) dan Wakil Ketua Persatuan Sastrawan dan Penulis Arab.[6] Ia meninggal dunia pada 3 September 2024 M pada usia 90 tahun dan dimakamkan di Beirut.[7]

Kehidupan Seni

George Shakkour menerbitkan kumpulan puisi pertamanya pada usia 37 tahun dengan judul Wahdaha al-Qamar (Hanya Dia Rembulan) dengan pengantar pujian dari "Akhtal Shaghir".[8] Buku-buku yang telah diterbitkan darinya antara lain: Wahdaha al-Qamar, Koreksi Diwan Ahmad Syauqi, Koreksi Diwan Said Aql, Zahrah al-Jamaliya, Mir'ah Mira, Malhamah al-Husain as, Malhamah al-Imam Ali as, Malhamah al-Rasul saw, dan Ahmad al-Safi al-Najafi; Sya'ir al-Tasyarrud wa al-Tamarrud.[9]

Pada tahun 1971 M, dalam trilogi Malhamah al-Husain as, Malhamah al-Imam Ali as, dan Malhamah al-Rasul saw, ia menyusun kehidupan dan sirah Imam Husain as, Imam Ali as, dan Hazrat Muhammad saw dalam bentuk syair.[10] "Malhamah" (Epik) dalam istilah penyair merujuk pada narasi kepahlawanan dan kisah heroik di mana kehidupan sang pahlawan diceritakan.[11] Setiap Malhamah memiliki seorang pahlawan yang disebut "Nabi al-Malhamah" (Tokoh Utama Epik), yang merupakan teladan manusia luhur yang menegakkan nilai-nilai.[12]

Malhamah al-Rasul saw

George Shakkour

Saya telah membaca banyak biografi yang berkaitan dengan Nabi; termasuk buku karya Muhammad Husain Haikal (pemikir Mesir) berjudul Hayat Muhammad. Apa yang tidak menyenangkan bagi saya dalam buku ini adalah pengabaian terhadap Peristiwa Ghadir; peristiwa yang saya sebut sebagai Hari Wilayah atau Hari Wasiat.[13]

Shakkour dianggap sebagai satu-satunya penyair Kristen dan non-Muslim yang meriwayatkan kehidupan Nabi Muhammad saw.[14] Diwan Malhamah al-Rasul berisi 1100 bait dan 67 kasidah yang menjelaskan peristiwa-peristiwa terpenting dalam kehidupan Nabi saw dan sirah beliau.[15] Ia berkeyakinan bahwa Peristiwa Ghadir diabaikan akibat fanatisme mazhab beberapa penulis.[16]

Malhamah al-Husain as

Pahlawan atau "Nabi al-Malhamah" bagi Shakkour dalam Malhamah al-Husain as adalah Imam Husain as, dan ia menyusun sejarah kehidupan beliau dalam 80 bait syair.[17] Di bagian akhir, ia menghubungkan masa kini dengan masa lalu, dan berdasarkan kehidupan Imam Husain as, ia menganggap pelajaran perlawanan dan ketahanan sebagai jalan keselamatan bagi Lebanon dan Palestina. Ia meyakini bahwa Imam Husain as memasuki medan dengan kematian, tidak takut pada kematian, dan dengan kesyahidannya, ia menghadiahkan kehidupan kepada para syuhada setelahnya.[18] Syair-syair dalam Malhamah al-Husain mengandung tema-tema hidayah (petunjuk), ketahanan, pencarian syahadah, Jihad, keberanian, dan pengorbanan.[19] Buku ini dimulai dengan bait-bait berikut:[20]


Templat:Puisi Terjemahan: "Di dalam nurani terdapat darah yang bergejolak bagai api / Jika kebenaran disembelih, maka penyembelihnya adalah orang-orang kafir / Darah Husain begitu dermawan dalam kesyahidannya / Tidak sia-sia terbuang, darinya terpancar cahaya petunjuk."[21]

Ia juga menggubah kasidah "Syadza al-Syiraz" (Keharuman Shiraz) untuk memuji Sa'di dan Hafiz.[22] Akhtal Shaghir, penyair terkemuka Lebanon, berpendapat bahwa puisi Shakkour memiliki orisinalitas dan kebaruan sekaligus.[23]

Keyakinan pada Kesatuan Islam dan Kristen

Shakkour berkeyakinan bahwa perbedaan antara Islam dan Kristen sangat sedikit, namun titik temu antara kedua agama ini sangat banyak. Shakkour merujuk pada sikap dan peran orang-orang Kristen dalam beberapa peristiwa sejarah Islam, termasuk peringatan Bahira si Rahib kepada Imam Ali as tentang bahaya yang direncanakan orang-orang Yahudi terhadap Nabi saw, untuk menunjukkan bahwa Kristen dan Islam memiliki hubungan yang erat.[24] Ia menganggap pencarian syahadah (syahadat-thalabi) sebagai ciri bersama antara Nabi Isa as dan Imam Husain as.[25]

George Shakkour

Saya secara pribadi suka kebenaran bangkit melawan kebatilan dan darah berdiri tegak melawan pedang. Imam Husain as seperti Al-Masih as, memilih kematian dan menghadiahkan kehidupan kepada orang-orang setelahnya.[26]

Ia berpendapat bahwa Hazrat Muhammad saw, Imam Husain as, dan Imam Ali as adalah tokoh-tokoh yang tidak terbatas pada satu golongan atau agama tertentu, melainkan aset bagi seluruh umat manusia.[27] Penyair Kristen ini mempersembahkan kumpulan puisi terakhirnya kepada seluruh masyarakat manusia dan mencukupkan diri dengan frasa "Ila al-Basyariyah Jam'a'" (Dipersembahkan untuk seluruh umat manusia).[28] Ia juga menekankan bahwa nilai-nilai Islam, seperti kasih sayang, cinta, keadilan, dan iman, dapat digeneralisasikan untuk seluruh umat manusia.

Shakkour menganggap manusia diciptakan sebelum agama-agama. Ia meyakini bahwa baginya sebagai manusia, seluruh dunia adalah satu tanah air dan di hatinya tidak ada batasan, karena pertarungan antara kebenaran dan kebatilan tidak mengenal batas. Ia mengklaim menulis puisi tentang Husain as, Rasulullah saw, Al-Masih as, Hazrat Maryam sa, dan tentang setiap manusia yang lebih layak untuk dipuisikan; namun mereka yang ia tuliskan puisinya adalah abadi, berpengaruh, dan hadir di mana pun nilai-nilai ditegakkan.[29]

Said Aql, penyair terkemuka Lebanon, setelah penerbitan puisi-puisinya yang memuji para pemimpin Syiah, menyebutnya sebagai Syiah. Shakkour menjawab bahwa tujuannya adalah membela keutamaan dan nilai-nilai moral, dan di jalan ini ia tidak keberatan disebut Syiah.[30]

Sikap Politik

Di Istana UNESCO Beirut, Shakkour membela kinerja Poros Perlawanan (Axis of Resistance) dengan logika Asyura dan menganggap bangsa yang mengenal kebenaran dan memahami bahwa pada akhirnya mereka akan mati, lalu terbunuh di jalan kebenaran, adalah bangsa yang menang.[31] Ia memandang perlawanan (muqawamah) bukan hanya senjata, tetapi juga pemikiran, puisi, dan aktivitas budaya, serta meyakini bahwa perlawanan Lebanon berakar pada kebangkitan Imam Husain.[32]

Mengenai Republik Islam Iran, ia berpendapat bahwa sistem ini adalah republik dengan dukungan peradaban dan pendukung penghapusan penindasan dari bangsa-bangsa yang tertindas dan di bawah pendudukan seperti Lebanon dan Palestina.[33] Ia juga mengatakan:

Kami tidak takut pada Iran, dan di hadapan mereka yang menakut-nakuti kami dengan Wilayatul Faqih, kami katakan bahwa Republik Islam Iran tidak pernah berusaha mengislamkan non-Muslim mana pun di Lebanon.[34]

Catatan Kaki

  1. Zaeri, Pedar, Pesar, Ruhul Quddus, 1389 HS, hlm. 115.
  2. Zaeri, Pedar, Pesar, Ruhul Quddus, 1389 HS, hlm. 115.
  3. Sekelompok Penulis, Mu'jam al-Babithain, 2002 M, jld. 1, hlm. 714.
  4. Khamehyar, George Shakkour; az Hamaseh Hossein ta Hamaseh Payambar, Kantor Berita IRNA.
  5. Zaeri, Pedar, Pesar, Ruhul Quddus, 1389 HS, hlm. 115.
  6. Zaeri, Pedar, Pesar, Ruhul Quddus, 1389 HS, hlm. 115.
  7. «George Shakkour Tanha Sha'er-e Masihi Ravayatgar-e Zendegi-ye Payambar (saw) Bud», Kantor Berita Abna.
  8. Sekelompok Penulis, Mu'jam al-Babithain, 2002 M, jld. 1, hlm. 714.
  9. Sekelompok Penulis, Mu'jam al-Babithain, 2002 M, jld. 1, hlm. 714–730.
  10. Sekelompok Penulis, Mu'jam al-Babithain, 2002 M, jld. 1, hlm. 714.
  11. Biqa'i, Al-Anwa' al-Arabiyah, 1405 H, hlm. 224.
  12. Dzannun, Gilgamesh al-Insan wa al-Khulud, 1996 M, hlm. 209.
  13. Khamehyar, George Shakkour; az Hamaseh Hossein ta Hamaseh Payambar, Kantor Berita IRNA.
  14. «George Shakkour Tanha Sha'er-e Masihi Ravayatgar-e Zendegi-ye Payambar (saw) Bud», Kantor Berita Abna.
  15. Khamehyar, George Shakkour; az Hamaseh Hossein ta Hamaseh Payambar, Kantor Berita IRNA.
  16. Khamehyar, George Shakkour; az Hamaseh Hossein ta Hamaseh Payambar, Kantor Berita IRNA.
  17. Shakkour, Malhamah al-Husain, 2003 M, hlm. 8.
  18. Hajizadeh, Muthalibi, Barresi Adabi Malhamah Karbala-ye Said Usaili wa Malhamah al-Husain George Shakkour..., hlm. 16.
  19. Istahbanati, Aslani, Ahmadian, Darun-mayeh-haye Adabiyat-e Paydari dar Syi'r George Shakkour..., hlm. 372.
  20. Shakkour, Malhamah al-Husain, 2003 M, hlm. 7.
  21. Hajizadeh, Muthalibi, Barresi Adabi Malhamah Karbala-ye Said Usaili wa Malhamah al-Husain George Shakkour..., hlm. 17.
  22. Zaeri, Pedar, Pesar, Ruhul Quddus, 1389 HS, hlm. 180.
  23. Khamehyar, George Shakkour; az Hamaseh Hossein ta Hamaseh Payambar, Kantor Berita IRNA.
  24. Khamehyar, George Shakkour; az Hamaseh Hossein ta Hamaseh Payambar, IRNA.
  25. Khamehyar, George Shakkour; az Hamaseh Hossein ta Hamaseh Payambar, Kantor Berita IRNA.
  26. Khamehyar, George Shakkour; az Hamaseh Hossein ta Hamaseh Payambar, Kantor Berita IRNA.
  27. Khamehyar, George Shakkour; az Hamaseh Hossein ta Hamaseh Payambar, IRNA.
  28. Khamehyar, George Shakkour; az Hamaseh Hossein ta Hamaseh Payambar, Kantor Berita IRNA.
  29. Khamehyar, George Shakkour; az Hamaseh Hossein ta Hamaseh Payambar, Kantor Berita IRNA.
  30. Khamehyar, George Shakkour; az Hamaseh Hossein ta Hamaseh Payambar, Kantor Berita IRNA.
  31. Khamehyar, George Shakkour; az Hamaseh Hossein ta Hamaseh Payambar, Kantor Berita IRNA.
  32. Khamehyar, George Shakkour; az Hamaseh Hossein ta Hamaseh Payambar, Kantor Berita IRNA.
  33. Khamehyar, George Shakkour; az Hamaseh Hossein ta Hamaseh Payambar, IRNA.
  34. Khamehyar, George Shakkour; az Hamaseh Hossein ta Hamaseh Payambar, Kantor Berita IRNA.

Daftar Pustaka

  • Ibnu Manzhur, Muhammad, Lisan al-Arab, Beirut, Dar Shadir, Tanpa Tahun.
  • Biqa'i, Syafiq, Al-Anwa' al-Arabiyah, Beirut, Muassasah Izzuddin, 1405 H.
  • «George Shakkour Tanha Sha'er-e Masihi Ravayatgar-e Zendegi-ye Payambar (saw) Bud», Kantor Berita Abna, Tanggal posting: 17 Shahrivar 1403 HS, Diakses: 19 Shahrivar 1403 HS.
  • Sekelompok Penulis, Mu'jam al-Babithain: Lil Syu'ara' al-Arab al-Mu'ashirin, Riyadh, Muassasah Ja'izah Abdul Aziz Saud al-Babithain lil Ibda' al-Syi'ri, 2002 M.
  • Hajizadeh, Mahin dan Hakimeh Muthalibi, «Barresi Adabi Malhamah Karbala-ye Said Usaili wa Malhamah al-Husain George Shakkour Do Sha'er-e Moaser-e Lobnan», dalam Jurnal Muthala'at Adabi Mutun Eslami, No. 3, 1396 HS.
  • Khamehyar, Abbas, «George Shakkour; az Hamaseh Hossein ta Hamaseh Payambar», Kantor Berita IRNA, Tanggal posting: 3 Aban 1400 HS, Diakses: 19 Shahrivar 1403 HS.
  • Dzannun, Abdul Hakim, Gilgamesh al-Insan wa al-Khulud, Beirut, Muassasah al-Manarah, 1996 M.
  • Zaeri, Mohammad Reza, Pedar, Pesar, Ruhul Quddus: Tajalli-ye Eshgh-e Alavi va Shour-e Hosseini dar Asar-e Sha'eran va Nevisandegan-e Masihi, Qom, Kheimeh, Cetakan kedua, 1389 HS.
  • Shakkour, George, Malhamah al-Husain (as), Beirut, Syarikat Sab International, Cetakan pertama, 2003 M.
  • Yari Istahbanati, Ali Asghar dkk, «Darun-mayeh-haye Adabiyat-e Paydari dar Syi'r George Shakkour ba Tekieh bar Hamaseh Hosseini», dalam Jurnal Adabiyat Paydari, Fakultas Sastra dan Ilmu Humaniora Universitas Shahid Bahonar Kerman, No. 17, 1396 HS.