Lompat ke isi

Konsep:Fatwa Jihad Melawan ISIS

Dari wikishia

Fatwa Jihad Melawan ISIS dikeluarkan oleh Sayid Ali Sistani, Marja Taklid yang menetap di Irak, pada 13 Khordad tahun 1393 HS[1], tiga hari setelah pengumuman pembentukan mobilisasi rakyat oleh pemerintah Irak.[2] Dalam fatwa ini, yang dibacakan oleh Abdul Mahdi al-Karbalai, wakil beliau dalam Salat Jumat di Karbala, seluruh warga negara yang mampu diminta untuk turun ke medan tempur bersama pasukan militer guna memerangi ISIS.[3] Fatwa Sayid Ali Sistani ini dikeluarkan dalam bentuk Wajib Kifayah, yang berarti pada awalnya Wajib bagi semua orang, namun dengan terpenuhinya jumlah pasukan yang cukup, kewajiban tersebut gugur dari yang lain.[4] Wakil Sayid Ali Sistani di Karbala dan Inggris menegaskan bahwa fatwa ini khusus bagi warga Irak yang tinggal di Irak dan tidak mencakup pengikut Syiah atau warga Irak yang tinggal di negara lain.[5]

Templat:Kotak Kutipan

Fatwa jihad melawan ISIS dinilai sebagai faktor penentu dalam mengubah konstelasi kekuatan, memberikan legitimasi kepada Hasyd Syabi, dan memperkuat semangat perlawanan, serta dikenang sebagai titik balik dalam kekalahan terorisme dan pencegahan jatuhnya Irak.[6]

Pada tahun 1392 HS/2013 M, sebuah kelompok takfiri di Irak bernama ISIS terbentuk[7] dan menguasai kota Fallujah serta Samarra, lalu memasuki provinsi-provinsi berpenduduk Sunni seperti Anbar, Ninawa, dan Salahuddin, kemudian menguasai Mosul.[8] Pasukan ISIS di wilayah-wilayah ini melakukan tindakan terorisme dan pembantaian rakyat.[9] Pemerintah Irak sebagai reaksi atas kejadian-kejadian ini meletakkan batu pertama tentara rakyat yang dikenal sebagai Hasyd Syabi.[10]

Disebutkan bahwa setelah keluarnya fatwa jihad melawan ISIS, banyak rakyat Irak bergabung dengan Hasyd Syabi.[11] Tokoh-tokoh politik seperti Adil Abdul Mahdi, Perdana Menteri Irak saat itu, dan Mohammed al-Halbousi, Ketua Parlemen Irak saat itu, menganggap fatwa ini sebagai faktor kunci kemenangan atas ISIS[12] dan beberapa pihak menyatakan bahwa tanpa fatwa ini, ISIS dapat merambah ke wilayah lain di dunia.[13] Pada peringatan kelima keluarnya fatwa (13 Juni), Parlemen Irak mengakui hari ini sebagai peringatan nasional.[14]

Disebutkan bahwa pada peringatan kelima keluarnya fatwa ini[15] dan setelah pembebasan wilayah-wilayah yang dikuasai ISIS, beberapa tokoh politik Irak berbicara tentang kemungkinan pembubaran Hasyd Syabi, namun Sayid Ali Sistani menegaskan bahwa fatwa tersebut tetap berlaku karena ancaman ISIS masih tetap ada.[16]

Lihat Juga

Catatan Kaki

  1. Hatab, "Tawzhyif al-Hasyd al-Sya'bi fi al-Mudrak al-Siyasi al-Iraqi", hlm. 108.
  2. Hatab, "Tawzhyif al-Hasyd al-Sya'bi fi al-Mudrak al-Siyasi al-Iraqi", hlm. 108.
  3. Ayatullah Sistani Fatwa Jihad Shadir Kard, Basis Data Informasi Hawzah.
  4. Lihat Mohammadi, Syarh-e Ushul-e Feqh, 1387 HS, jil. 1, hlm. 202.
  5. Fatwa al-Jihad al-Kifa'i Takhashshu al-Iraqiyyin, Kantor Berita Buratha.
  6. Dokumenter Jidar al-Ma': Wawancara dengan para pemimpin Al-Hasyd al-Sya'bi.
  7. Nabatiyan, Zamineh-haye Fekri Siyasi-ye Jarayan-e Ba'tsi Takfiri-ye Da'esy, 1393 HS, hlm. 53 dan 88.
  8. Nabatiyan, Zamineh-haye Fekri Siyasi-ye Jarayan-e Ba'tsi Takfiri-ye Da'esy, 1393 HS, hlm. 55.
  9. Ab-sya' 10 Jara'im li-Da'esy, situs RT Arabic.
  10. Al-Hasyd al-Sya'bi.. Al-Quwwah al-Nidhamiyyah al-Badilah fi al-Iraq, situs Markaz al-Jazirah lil-Dirasat.
  11. Dokumenter Jidar al-Ma': Wawancara dengan para pemimpin Al-Hasyd al-Sya'bi.
  12. Fatwa Jihad Ayatullah Sistani Noqteh-ye Atfi dar Moqabaleh ba Da'esy Bud, Kantor Berita Tasnim; Al-Halbousi Yasykuru al-Sistani, Kantor Berita NAS.
  13. Agar Fatwa Jihad Nabud, Da'esy be Afriqa wa Sayer-e Keshwar-haye Jahan mi-rasid, Kantor Berita Resmi Hawzah.
  14. Al-Halbousi Yasykuru al-Sistani, Kantor Berita NAS.
  15. Bayan Ham lil-Marja' al-Sistani, Saluran Al-Alam.
  16. Al-Sistani Yujaddidu Fatwa al-Jihad, situs Al-Arabi Al-Jadeed.

Daftar Pustaka

  • "Agar Fatwa Jihad Nabud, Da'esy be Afriqa wa Sayer-e Keshwar-haye Jahan mi-rasid". Kantor Berita Resmi Hawzah. Tanggal posting: 4 Ordibehesht 1397 HS.
  • "Al-Hasyd al-Sya'bi baina Mushadarah al-Tadhiyat wal-Israr 'ala Hallihi". Situs Al-Akhbar. Tanggal posting: 1 Agustus 2017 M.
  • "Al-Hasyd al-Sya'bi: Al-Quwwah al-Nidhamiyyah al-Badilah fi al-Iraq". Situs Markaz al-Jazirah lil-Dirasat. Tanggal posting: 1 Januari 2015 M.
  • "Al-Halbousi Yasykuru al-Sistani bi-sya'ni al-Jihad al-Kifa'i". Kantor Berita NAS. Tanggal posting: 13 Juni 2019 M.
  • "Al-Sistani Yujaddidu Fatwa 'al-Jihad al-Kifa'i' al-Lati Assasat al-Milisyiyat". Situs Al-Arabi Al-Jadeed. Tanggal posting: 7 April 2019.
  • "Absya' 10 Jara'im li-Da'esy". Situs RT Arabic. Tanggal posting: 4 Desember 2015 M.
  • "Bayan Ham lil-Marja' al-Sistani fi Dzikra Fatwa al-Jihad al-Kifa'i". Saluran Al-Alam. Tanggal posting: 3 Februari.
  • "Fatwa Jihad Ayatullah Sistani Noqteh-ye Atfi dar Moqabaleh ba Da'esy Bud". Kantor Berita Tasnim. Tanggal posting: 30 Farvardin 1398 HS.
  • Hatab, Javad Kazim. "Tawzhyif al-Hasyd al-Sya'bi fi al-Mudrak al-Siyasi al-Iraqi". Jurnal Hamurabi. Tahun ketujuh, nomor 29, musim dingin 2019 M.
  • Mohammadi, Ali. Syarh-e Ushul-e Feqh. Qom, Penerbit Dar al-Fekr, 1387 HS.
  • "Mumattsil al-Imam al-Sistani: Fatwa al-Jihad al-Kifa'i Takhashshu al-Iraqiyyin Faqath". Kantor Berita Buratha. Tanggal posting: 15 Juni 2014.
  • Dokumenter Jidar al-Ma': Wawancara dengan para pemimpin Al-Hasyd al-Sya'bi.
  • "Wakanesh-e Terorist-ha be Hokm-e Jihad-e Ayatullah Sistani". Situs Jaringan Khabar. Tanggal posting: 25 Khordad 1393 HS.

```