Lompat ke isi

Konsep:Chelle-nesyini

Dari wikishia

Chelle-nesyini atau Arba'iniyah, adalah penyendirian selama empat puluh hari untuk riyadhah dan ibadah yang dilakukan dengan tujuan untuk memperoleh kemampuan yang diperlukan bagi Sir dan Suluk. Mereka yang meyakini chelle-nesyini sering kali bersandar pada sebuah riwayat dari Rasulullah saw bahwa barangsiapa yang mengikhlaskan dirinya untuk Allah selama empat puluh hari, maka Allah akan mengalirkan sumber-sumber hikmah dari kalbunya melalui lisannya. Miqat empat puluh hari Allah dengan Musa as juga dijadikan sebagai sandaran. Beberapa fuqaha dan arif menentang chelle-nesyini dan menganggapnya sebagai bid'ah.

Izin dan pengawasan guru, kesucian badan, senantiasa dalam keadaan berwudu, diam, puasa atau sedikit makan, keikhlasan niat, kontinu dalam berzikir, hadirnya kalbu, serta kesiapan jasmani dan ruhani, disebutkan sebagai bagian dari adab-adab chelle-nesyini. Chelle-nesyini yang paling masyhur disebut sebagai Chelle Musawi yang mengingatkan pada miqat empat puluh hari Musa di Gunung Thur.

Makna

Chelle-nesyini adalah penyendirian selama empat puluh hari yang dilakukan untuk menjalankan riyadhah dan ibadah.[1] Tradisi ini lazim di kalangan para murtadh (pelaku riyadhah) dan darwis.[2] Chelle-nesyini disebut juga Arba'in atau Arba'iniyah.[3]

Alasan dan Dasar-dasar Chelle-nesyini

Tujuan dari chelle-nesyini adalah untuk mencapai kemampuan yang diperlukan bagi Sir dan Suluk.[4] Dikatakan bahwa kaum sufi untuk melakukan penyendirian dalam periode empat puluh hari bersandar pada sebuah hadis masyhur dari Rasulullah saw[5] yang di dalamnya disebutkan: Barangsiapa yang mengikhlaskan dirinya untuk Allah selama empat puluh hari, maka Allah akan mengalirkan sumber-sumber hikmah dari kalbunya melalui lisannya.[6] Sebagian meyakini bahwa angka empat puluh adalah angka suci dan memiliki rahasia, dan karena itulah para salik memilih durasi empat puluh hari untuk riyadhah guna menyucikan jiwa dan mengendalikan keinginan nafsu.

  1. Kasyani Bidokhti, "Chelle/Chelle-nesyini", hlm. 102; Dehkhoda, Farhang-e Dehkhoda, di bawah kata chelle-nesyastan.
  2. Dehkhoda, Farhang-e Dehkhoda, di bawah kata chelle-nesyastan.
  3. Kasyani Bidokhti, "Chelle/Chelle-nesyini", hlm. 102.
  4. Lihat: Bahrul Ulum, Risalah Sir dan Suluk, 1422 H, hlm. 39-40.
  5. Kasyani Bidokhti, "Chelle/Chelle-nesyini", hlm. 102.
  6. Syaikh Shaduq, Uyun Akhbar al-Ridha as, 1378 H, jld. 2, hlm. 69; Faidh Kasyani, Al-Wafi, 1406 H, jld. 1, hlm. 10; Bahrul Ulum, Risalah Sir dan Suluk, 1422 H, hlm. 28, 29.

Ayat 51 Surah Al-Baqarah dan ayat 142 Surah Al-A'raf yang berbicara tentang miqat empat puluh hari Allah dengan Musa as, disebutkan sebagai dasar lain dari chelle-nesyini.[1] Walaupun demikian, sebagian berkeyakinan bahwa chelle-nesyini tidak ada pada zaman Nabi saw.[2]

Penentangan terhadap Chelle-nesyini

Dari sudut pandang para fuqaha seperti Lutfullah Safi Golpayegani, riyadhah chelle-nesyini adalah metode buatan dan tidak sesuai syariat.[3] Beberapa mujtahid seperti Mohammad Javad Fazel Lankarani, secara agama menganggap chelle-nesyini dan Chelle Kilimiyah dalam makna menyendiri dan berdiam di rumah serta sibuk dengan ibadah sebagai hal yang tertolak dan menganggapnya berkaitan dengan para arif dan Sufi.[4]

Dikatakan bahwa beberapa orang sufi pun tidak menganggap chelle-nesyini sebagai sunnah kaum Muslim dan menganggapnya sebagai bid'ah. Menurut mereka, membantu orang-orang miskin dan orang-orang yang dizalimi jauh lebih bermanfaat daripada chelle-nesyini.[5]

Adab-adab Chelle-nesyini

Adab dan syarat telah disebutkan untuk chelle-nesyini, di antaranya adalah izin dan pengawasan guru, kesucian badan, senantiasa dalam keadaan berwudu, diam, puasa atau sedikit makan, keikhlasan niat, kontinu dalam berzikir, hadirnya kalbu, serta kesiapan jasmani dan ruhani.[6] Dikatakan bahwa beberapa sufi juga menganjurkan adab-adab seperti duduk menghadap kiblat dengan posisi bersila atau berlutut, tidak makan makanan hewani, bangun di malam hari, menutup kepala saat keluar dari chelle-khaneh (tempat menyendiri), tidak bersandar saat duduk, dan memejamkan mata.[7]

Chelle Musawi dan Chelle Terbalik

Templat:Tulisan utama Chelle-nesyini yang paling masyhur adalah Chelle Musawi yang mengingatkan pada miqat empat puluh hari Musa di Gunung Thur. Chelle ini dimulai dari awal Zulqa'dah dan berakhir pada tanggal sepuluh Zulhijah.[8] Jenis lain dari chelle-nesyini bernama chelle terbalik (chelle ma'kus) lazim di beberapa kelompok Sufi, di mana seorang salik dalam keadaan terbalik digantung di dalam sumur dan selama empat puluh hari melakukan zikir dan muraqabah.[9]

Literatur

Dalam beberapa puisi Persia, tradisi chelle-nesyini telah disebutkan, di antaranya syair Hafez ini: Templat:Syair Nizami Ganjavi juga sebelum Hafez berkata: Templat:Syair Dan seperti puisi Wahdat Kermansyahi: Templat:Syair

Catatan Kaki

  1. Kasyani Bidokhti, "Chelle/Chelle-nesyini", hlm. 102.
  2. Kasyani Bidokhti, "Chelle/Chelle-nesyini", hlm. 102.
  3. Safi Golpayegani, Ma'arif-e Din, 1391 HS, jld. 3, hlm. 350.
  4. "Di Dalam Sumber-sumber Agama Kita Tidak Memiliki Sesuatu yang Bernama Chelle-nesyini", situs Fazel Lankarani.
  5. Kasyani Bidokhti, "Chelle/Chelle-nesyini", hlm. 103.
  6. Kasyani Bidokhti, "Chelle/Chelle-nesyini", hlm. 102.
  7. Kasyani Bidokhti, "Chelle/Chelle-nesyini", hlm. 102.
  8. Kasyani Bidokhti, "Chelle/Chelle-nesyini", hlm. 102 dan 103.
  9. Kasyani Bidokhti, "Chelle/Chelle-nesyini", hlm. 102 dan 103.

Daftar Pustaka

  • Bahrul Ulum (Tabataba'i Najafi), Sayid Mahdi. Risalah Sir dan Suluk (Risalah Sir dan Suluk). Penjelasan: Sayid Muhammad Husain Husaini Tehrani. Masyhad, Nur-e Malakut-e Qur'an, 1422 H.
  • Faidh Kasyani, Muhammad Muhsin. Al-Wafi (Yang Mencukupi). Isfahan, Perpustakaan Imam Amirul Mukminin Ali as, 1406 H.
  • "Hafez Syirazi, Gazaliyat, Gazal 483", situs Ganjoor, tanggal akses: 25 Bahman 1404 HS.
  • Kasyani Bidokhti, Husain Ali. "Chelle/Chelle-nesyini" (Chelle/Chelle-nesyini), dalam Ensiklopedia Dunia Islam, jld. 12, Teheran, Yayasan Ensiklopedia Islam, 1387 HS.
  • Lughat-nameh Dehkhoda, Ali Akbar. Lughat-nameh (Kamus Besar). Teheran, Penerbit Universitas Teheran, cetakan pertama, 1373 HS.
  • "Nizami Ganjavi, Makhzan al-Asrar, bagian 32, maqalat ketujuh mengenai keutamaan manusia atas hewan", situs Ganjoor, tanggal akses: 30 Khordad 1402 HS.
  • Safi Golpayegani, Lutfullah. Ma'arif-e Din (Pengetahuan-pengetahuan Agama). Jld. 3. Qom, Kantor Pengaturan dan Publikasi Karya Ayatullah al-Uzhma Safi Golpayegani, 1391 HS.
  • Syaikh Shaduq, Muhammad bin Ali bin Babawayh. Uyun Akhbar al-Ridha as (Mata Air Berita al-Ridha as). Teheran, Penerbit Jahan, 1378 H.
  • "Wahdat Kermansyahi, Gazaliyat, Gazal 59", situs Ganjoor, tanggal akses: 30 Khordad 1402 HS.

Templat:Irfan Islam Templat:Pemeringkatan