Konsep:Ayat 63 Surah asy-Syu'ara
| Informasi Ayat | |
|---|---|
| Nama | Ayat 63 Surah asy-Syu'ara' |
| Surah | asy-Syu'ara' |
| Ayat | 63 |
| Juz | 19 |
| Informasi Konten | |
| Tempat Turun | Mekah |
| Tentang | Mukjizat membelah laut oleh Musa as |
| Ayat-ayat terkait | Ayat 50 Surah al-Baqarah, Ayat 24 Surah ad-Dukhan, Ayat 77 Surah Thaha |
Ayat 63 Surah asy-Syu'ara' adalah bagian dari kisah Musa as dan Bani Israil dalam Al-Qur'an dan mengacu pada penyeberangan Bani Israil dari laut dengan tongkat Musa.[1] Berdasarkan ayat ini Allah telah memberikan Wahyu kepada Hazrat Musa as agar memukulkan tongkatnya ke laut dan dengan tindakan ini laut pun terbelah.[2]
| “ | فَأَوْحَيْنَا إِلَىٰ مُوسَىٰ أَنِ اضْرِب بِّعَصَاكَ الْبَحْرَ ۖ فَانفَلَقَ فَكَانَ كُلُّ فِرْقٍ كَالطَّوْدِ الْعَظِيمِ
|
” |
Lalu Kami wahyukan kepada Nabi Musa: "Pukulah laut itu dengan tongkatmu". (Setelah dipukul) maka terbelahlah laut itu (kepada beberapa bahagian), lalu menjadilah tiap-tiap bahagian yang terbelah itu seperti gunung yang besar.
Dinukil dari Tafsir Nemuneh, setelah berimannya para penyihir kepada Musa as dan Tuhannya, landasan dakwah agama bagi Musa as pun tersedia dan beliau berdakwah selama bertahun-tahun serta melakukan Itmamul Hujah kepada Bani Israil dengan berbagai mukjizat.[3] Setelah jelasnya antara orang-orang mukmin dari kaum kafir, perintah Ilahi untuk melakukan perjalanan malam dari Mesir pun tiba dan Allah mengabarkan tentang pengejaran oleh pengikut Firaun kepadanya.[4] Akibatnya, Bani Israil terkepung di antara pengikut Firaun dan laut sehingga mereka mengalami kecemasan dan ketakutan.[5] Berdasarkan tafsir Ayat 62 Surah asy-Syu'ara', Musa as menganggap kegelisahan mereka tidak pada tempatnya dan memberikan janji petunjuk Ilahi kepada mereka.[6] Kemudian berdasarkan wahyu, beliau memukulkan tongkatnya ke laut dan laut pun terbelah,[7] sedemikian rupa sehingga muncul 12 jalan di dalamnya dan setiap kelompok dari Bani Israil melewati salah satu dari jalan-jalan tersebut.[8]
Allah Swt dalam Ayat 24 Surah ad-Dukhan menyatakan janji kebinasaan pengikut Firaun di samping perintah untuk perjalanan malam mereka.[9] Dan dalam Ayat 77 Surah Thaha telah mengabarkan tentang keringnya jalur-jalur ini.[10] Menurut Mohammad Javad Mughniyah, ketika laut terbelah, Firaun menafsirkan kejadian ini untuk orang-orang di sekitarnya demi keuntungannya sendiri dan berkata kepada mereka bahwa laut telah terbelah atas perintahku dan akan menenggelamkan musuh-musuhku, namun ia sendiri malah terjebak.[11]
Catatan Kaki
- ↑ Thayyib, Athiyab al-Bayan, 1369 HS, jld. 10, hlm. 35.
- ↑ Fooladvand, Terjemahan Al-Qur'an, 1418 H, hlm. 370.
- ↑ Makarem Shirazi, Tafsir Nemuneh, 1371 HS, hlm. 224-244.
- ↑ Makarem Shirazi, Tafsir Nemuneh, 1371 HS, hlm. 224-244, Surah asy-Syu'ara', ayat 52.
- ↑ Makarem Shirazi, Tafsir Nemuneh, 1371 HS, jld. 15, hlm. 244.
- ↑ Makarem Shirazi, Tafsir Nemuneh, 1371 HS, jld. 15, hlm. 244.
- ↑ Makarem Shirazi, Tafsir Nemuneh, 1371 HS, jld. 15, hlm. 244.
- ↑ Bahrani, Al-Burhan fi Tafsir al-Qur'an, 1415 H, jld. 4, hlm. 171.
- ↑ Surah ad-Dukhan, ayat 24.
- ↑ Surah Thaha, ayat 77.
- ↑ Mughniyah, Al-Tafsir al-Kasyif, 1424 H, jld. 5, hlm. 499.
Daftar Pustaka
- Bahrani, Hashem bin Suleiman, Al-Burhan fi Tafsir al-Qur'an, Qom, Muassasah al-Ba'tsah, 1415 H.
- Fooladvand, Mohammad Mahdi, Terjemahan Al-Qur'an, Tehran, Daftar-e Motale'at-e Tarikh wa Ma'aref-e Eslami, 1418 H.
- Thabrasi, Fadhl bin Hasan, Majma' al-Bayan fi Tafsir al-Qur'an, Tehran, Nasser Khosrow, cetakan ketiga, 1372 HS.
- Thayyib, Abdul Husain, Athiyab al-Bayan fi Tafsir al-Qur'an, Tehran, Nasyr-e Eslam, 1369 HS.
- Makarem Shirazi, Nashir, Tafsir Nemuneh, Tehran, Dar al-Kutub al-Islamiyah, cetakan kesepuluh, 1371 HS.
- Mughniyah, Mohammad Javad, Al-Tafsir al-Kasyif, Qom, Dar al-Kitab al-Islami, cetakan pertama, 1424 H.