Konsep:Ayat 53 Surah Al-Furqan
Templat:Kotak info AyatAyat 53 Surah Al-Furqan merujuk pada kekuasaan dan keagungan Allah dalam sistem penciptaan dan menunjukkan bahwa air asin dan air tawar tidak bercampur satu sama lain.[1] Menurut ayat tersebut, Allah telah menempatkan dinding pembatas di antara kedua jenis air ini, seolah-olah masing-masing dari keduanya saling menjauh satu sama lain.[2] Fenomena ini biasanya dijelaskan untuk menjaga agar air tawar tetap dapat dikonsumsi.[3]
Templat:Quran baruTemplat:Quran baru
Dalam ayat 19 dan 20 Surah Ar-Rahman serta 61 Surah An-Naml juga dibicarakan mengenai keberadaan dinding pembatas di antara air asin dan air tawar di laut.[4] Allah dalam Ayat 12 Surah Fathir dengan ungkapan yang serupa dengan ayat ini, merujuk pada keberadaan air asin dan tawar di lautan sebagai tanda kekuasaan Allah serta berkah dan manfaat laut.[5]
Dalam beberapa riwayat, wilayah Ahlulbait as diibaratkan seperti air tawar dan wilayah selain mereka diibaratkan seperti air asin dan pahit.[6] Dalam beberapa doa, Allah disapa dengan sifat pemisah air asin dan air tawar yang merupakan isyarat pada ayat ini.[7]

Menurut para mufasir seperti Sayyid Muhammad Husain Thabathaba'i dan Sayyid Muhammad Husain Fadhlullah, penempatan ayat ini di antara ayat-ayat tentang kekafiran dan Iman menunjukkan bahwa orang-orang yang memiliki perbedaan keyakinan dapat berada berdampingan namun tidak bercampur satu sama lain.[8]

Menurut para peneliti, ayat ini adalah salah satu mukjizat ilmiah Al-Qur'an.[9] Para mufasir meyakini Al-Qur'an telah memperkenalkan fenomena ini ratusan tahun sebelum penemuan ilmiahnya.[10] Fenomena ini tidak dianggap terbatas pada laut tertentu saja.[11] Dalam tafsir-tafsir disebutkan bahwa penyebab tidak bercampurnya kedua laut ini adalah perbedaan tingkat konsentrasi air asin dan air tawar. Selain itu, fenomena ini terjadi di wilayah masuknya sungai air tawar ke laut.[12] Beberapa contoh fenomena ini di alam semesta telah disebutkan, di antaranya batas antara Laut Mediterania dan Samudra Atlantik di Gibraltar, Laut Baltik dan Laut Utara, serta di Mesir, tempat Sungai Nil mengalir ke Laut Mediterania.[13]
Catatan Kaki
- ↑ Makarem Syirazi, Tafsir Nemuneh, 1371 HS, jld. 15, hlm. 123; Fadhlullah, Min Wahy al-Qur'an, 1419 H, jld. 17, hlm. 63.
- ↑ Makarem Syirazi, Tafsir Nemuneh, 1371 HS, jld. 15, hlm. 123.
- ↑ Mughniyah, Tafsir al-Kasyif, 1424 H, jld. 5, hlm. 476.
- ↑ Makarem Syirazi, Terjemahan Al-Qur'an, 1373 HS, hlm. 532.
- ↑ Makarem Syirazi, Terjemahan Al-Qur'an, 1373 HS, hlm. 436.
- ↑ Majlisi, Bihar al-Anwar, 1403 H, jld. 2, hlm. 99 dan jld. 89, hlm. 115
- ↑ Majlisi, Bihar al-Anwar, 1403 H, jld. 91, hlm. 373
- ↑ Fadhlullah, Min Wahy al-Qur'an, 1419 H, jld. 17, hlm. 63; Thabathaba'i, Al-Mizan fi Tafsir al-Qur'an, 1390 H, jld. 15, hlm. 229.
- ↑ Al-I'jaz al-Ilmi fi al-Qur'an al-Karim Ma'allah fi al-Sama, hlm. 44; Al-I'jaz al-Qur'ani, hlm. 380
- ↑ Al-I'jaz al-Ilmi fi al-Qur'an al-Karim Ma'allah fi al-Sama, hlm. 44
- ↑ Mughniyah, Tafsir al-Kasyif, 1424 H, jld. 5, hlm. 476.
- ↑ Reza'i Isfahani, Tafsir Qur'an-e Mehr, jld. 14, hlm. 297; Makarem Syirazi, Tafsir Nemuneh, 1371 HS, jld. 15, hlm. 124.
- ↑ Zakernik, "Marz-e Miyan-e Ab-e Syur wa Syirin".
Daftar Pustaka
- Arusi Huwaizi, Abd Ali bin Jum'ah, Tafsir Nur al-Tsaqalain, Riset: Sayyid Hasyim Rasuli Mahallati, Qom, Intisyarat-e Isma'iliyan, 1415 H.
- Fadhlullah, Muhammad Husain, Tafsir Min Wahy al-Qur'an, Lebanon, Dar al-Malak, Cetakan Pertama, 1419 H.
- Fayyumi, Sa'id Shalah, Al-I'jaz al-Ilmi fi al-Qur'an al-Karim Ma'allah fi al-Sama, Kairo, Dar al-Qudsi, Cetakan Pertama, 2004 M.
- Majlisi, Muhammad Baqir, Bihar al-Anwar al-Jami'ah li Durar Akhbar al-Aimmah al-Athar, Beirut, Dar Ihya al-Turats al-Arabi, Cetakan Kedua, 1403 H.
- Makarem Syirazi, Nasir, Tafsir Nemuneh, Teheran, Dar al-Kutub al-Islamiyah, Cetakan Kesepuluh, 1371 HS.
- Mughniyah, Muhammad Javad, Al-Tafsir al-Kasyif, Qom, Dar al-Kitab al-Islami, 1424 H.
- Reza'i Isfahani, Muhammad Ali, Tafsir Qur'an-e Mehr, Qom, Pajuhesy-ha-ye Tafsir wa Ulum-e Qur'an, Cetakan Pertama, 1387 HS.
- Sya'ban, Marwan Wahid, Al-I'jaz al-Qur'ani, Beirut, Dar al-Ma'rifah, 2006 M.
- Thabathaba'i, Sayyid Muhammad Husain, Al-Mizan fi Tafsir al-Qur'an, Beirut, Muassasah al-A'lami lil-Mathbu'at, 1390 H.
- Zakernik, "Marz-e Miyan-e Ab-e Syur wa Syirin", dwi-bulanan Besyarat, No. 59, 1386 HS.
```