Konsep:Ayat 3 Surah Asy-Shaff
Ayat 3 Surah Asy-Shaff menjelaskan intensitas kemurkaan Allah terhadap orang-orang yang mengatakan sesuatu, namun tidak mengamalkannya.[1] Menurut perkataan para mufasir, ayat ini mencela orang-orang mukmin karena mengatakan sesuatu dan tidak mengamalkannya. Ayat 3 Surah Asy-Shaff disebutkan sebagai alasan untuk ayat sebelumnya bahwa Allah murka karena manusia mengatakan sesuatu dan tidak mengamalkannya.[2] Syekh Thusi juga mengatakan bahwa Allah menyatakan ketidaksenangan-Nya dalam hal ini, padahal melaksanakan semua perkataan tidaklah wajib bagi manusia dan terkadang manusia mengucapkan perkataan-perkataan yang pelaksanaannya tidak diharuskan.[3]
Dalam ayat ini, untuk menyatakan kemurkaan Allah digunakan ungkapan "maqt". "Maqt" diartikan sebagai kebencian dan ketidaksenangan yang sangat kuat[4] dan digunakan untuk seseorang yang telah melakukan perbuatan buruk.[5] Sebagian orang mengatakan bahwa "maqt" adalah kemurkaan yang disertai dengan meremehkan pihak lawan.[6] Penggunaan ungkapan "kabura; amat besar"[7] di samping "maqt" dianggap menunjukkan kebesaran dan intensitas kemurkaan yang lebih besar.[8] Ungkapan "kabura maqtan" dalam Ayat 35 Surah Ghafir juga digunakan untuk orang-orang yang mendebat tentang ayat-ayat Allah tanpa alasan dan bukti.[9]
Kebanyakan mufasir telah menukil bahwa sebagian sahabat Nabi saw mendambakan jihad, namun ketika kesempatan jihad muncul, mereka menahan diri dari melakukannya. Ayat 3 Surah Asy-Shaff diturunkan mengenai orang-orang ini.[10] Sebagian orang meyakini bahwa ayat ini turun untuk sahabat yang menyesali ketidakhadirannya di Perang Badar dan berkata bahwa di masa depan kami akan berperang; namun ketika tiba giliran Perang Uhud, mereka melarikan diri.[11]
Para mufasir telah menekankan poin ini bahwa ayat tersebut mencakup seluruh manusia dan merupakan celaan bagi semua orang yang tidak mengamalkan perkataan mereka sendiri.[12] Dari pandangan Muhammad Taqi Mudarrisi, tidak jauh kemungkinannya bahwa kita menganggap takwil dari ayat ini berkaitan dengan Ghadir Khum; karena peristiwa itu adalah perjanjian terbesar yang diambil Allah dan Nabi saw dari orang-orang mukmin hingga hari kiamat.[13]
Catatan Kaki
- ↑ Thayyib, Athyab al-Bayan, 1378 HS, jld. 12, hlm. 510.
- ↑ Thabathaba'i, Al-Mizan, 1417 H, jld. 19, hlm. 249.
- ↑ Syekh Thusi, Al-Tibyan, Beirut, jld. 9, hlm. 591.
- ↑ Thabathaba'i, Al-Mizan, 1417 H, jld. 19, hlm. 249.
- ↑ Makarim Syirazi, Tafsir Nemuneh, 1374 HS, jld. 24, hlm. 62.
- ↑ Mudarrisi, Min Huda al-Qur'an, 1419 H, jld. 15, hlm. 341.
- ↑ Musthafawi, Al-Tahqiq, 1360 HS, jld. 10, hlm. 16.
- ↑ "Dars-e Tafsir-e Ustad Asyrafi" (Pelajaran Tafsir Ustaz Asyrafi). Madrasah Faqahat.
- ↑ Thayyib, Athyab al-Bayan, 1378 HS, jld. 11, hlm. 376.
- ↑ Mughniyah, Tafsir al-Kasyif, 1424 H, jld. 7, hlm. 313.
- ↑ Husaini Syirazi, Tabyin al-Qur'an, 1423 H, hlm. 565.
- ↑ Husaini Syah Abdul Azhimi, Tafsir Itsna 'Asyari, 1363 HS, jld. 13, hlm. 144.
- ↑ Mudarrisi, Min Huda al-Qur'an, 1419 H, jld. 15, hlm. 342.
Daftar Pustaka
- "Dars-e Tafsir-e Ustad Asyrafi" (Pelajaran Tafsir Ustaz Asyrafi). Madrasah Faqahat, tanggal diakses: 20 Isfand 1403 HS.
- Husaini Syah Abdul Azhimi, Husain bin Ahmad. Tafsir Itsna 'Asyari (Tafsir Dua Belas). Taheran, Penerbit Miqat, cetakan pertama, 1363 HS.
- Husaini Syirazi, Sayid Muhammad. Tabyin al-Qur'an. Beirut, Penerbit Dar al-'Ulum, cetakan kedua, 1423 H.
- Makarim Syirazi, Nashir. Tafsir Nemuneh (Tafsir Teladan). Taheran, Penerbit Dar al-Kutub al-Islamiyyah, cetakan pertama, 1374 HS.
- Mudarrisi, Sayid Muhammad Taqi. Min Huda al-Qur'an. Taheran, Penerbit Dar Muhibbi al-Husain, cetakan pertama, 1419 H.
- Mughniyah, Muhammad Jawad. Tafsir al-Kasyif. Taheran, Penerbit Dar al-Kutub al-Islamiyyah, cetakan pertama, 1424 H.
- Musthafawi, Hasan. Al-Tahqiq fi Kalimat al-Qur'an al-Karim. Taheran, Bungah-e Tarjumeh wa Nasyr-e Kitab, 1360 HS.
- Syekh Thusi, Muhammad bin Hasan. Al-Tibyan fi Tafsir al-Qur'an. Pengantar: Syekh Agha Buzurg Tehrani, penelitian: Ahmad Qashir Amili. Beirut, Penerbit Dar Ihya' al-Turats al-'Arabi, t.t.
- Thabathaba'i, Sayid Muhammad Husain. Al-Mizan fi Tafsir al-Qur'an. Qom, Daftar Entisyarat Eslami, cetakan kelima, 1417 H.
- Thayyib, Sayid Abdul Husain. Athyab al-Bayan fi Tafsir al-Qur'an. Taheran, Penerbit Islam, cetakan kedua, 1378 HS.