Lompat ke isi

Konsep:Ayat 32 Surah Al-Furqan

Dari wikishia

Templat:Kotak info ayat Ayat 32 Surah Al-Furqan adalah sebuah alasan dari orang-orang kafir mengenai mengapa Al-Qur'an tidak diturunkan secara sekaligus. Ayat ini menyebutkan ketenangan dan keteguhan hati Nabi sebagai alasan turunnya Al-Qur'an secara berangsur-angsur.[1] Orang-orang Syiah meyakini turunnya Al-Qur'an secara sekaligus pada Malam Qadar dan juga turunnya secara berangsur-angsur di sepanjang hidup Nabi, namun apa yang secara resmi dan dalam praktiknya terjadi adalah turunnya Al-Qur'an secara berangsur-angsur.[2]

Templat:Quran jadidTemplat:SakhTemplat:Quran jadid

Orang-orang kafir menggunakan berbagai macam alasan dan sikap keras kepala untuk tidak beriman kepada Al-Qur'an, Islam dan Nabi saw. Di antara alasan-alasan ini adalah mengapa Al-Qur'an tidak diturunkan sekaligus kepada Nabi?[3] Mereka telah mendengar bahwa tiga kitab samawi yaitu Taurat, Zabur dan Injil[4] diturunkan secara sekaligus.[5]

Turunnya Al-Qur'an berlanjut dari usia 40 tahun hingga usia 63 tahun Nabi Akram saw.[6] Ayat 32 Al-Furqan menyatakan alasan turunnya secara berangsur-angsur Al-Qur'an sebagai berikut: "لِنُثَبِّتَ بِهِ فُؤادَکَ; agar Kami meneguhkan hatimu dengannya"; karena turunnya Al-Qur'an secara berangsur-angsur menyebabkan keberlanjutan dan penguatan malakah kejiwaan Nabi.[7] Mengenai alasan turunnya Al-Qur'an secara berangsur-angsur, dikatakan bahwa Al-Qur'an berdasarkan berbagai kebutuhan dan peristiwa seiring berjalannya waktu.[8] Di setiap peperangan, ayat-ayat yang terkait dengan masalah dan kesulitan dari peperangan itu diturunkan dan dalam situasi-situasi lainnya, ayat-ayat lain diturunkan.[9]

Tilawah Ayat 32 Surah Al-Furqan oleh Sya'ban Abdul Aziz Shayyad

Selain itu, di dalam Al-Qur'an terdapat nasakh dan mansukh di mana masing-masing diturunkan berdasarkan kondisi-kondisi dan keberadaan hal ini tidak sejalan dengan turunnya sekaligus.[10] Sebagian mufasir telah memperhatikan poin ini bahwa Al-Qur'an menjelaskan dan menerapkan seluruh programnya, bahkan hukum-hukum umum di berbagai arena kehidupan masyarakat.[11] Di akhir ayat 32 Al-Furqan terdapat ungkapan "رَتَّلْناهُ تَرْتِیلًا" yang diartikan demikian bahwa, Kami telah menurunkan Al-Qur'an secara terpisah-pisah kepadamu.[12] Sebagian mufasir menggunakan bagian ayat ini dan menganggap pantas bahwa ketika kaum muslimin menilawahkan Al-Qur'an, mereka membacanya dengan pelan, dengan perenungan dan tadabur.[13] Sebagian mufasir Syiah[14] dan Ahlusunah[15] telah memberikan makna lain untuk bagian ayat ini, mereka mengatakan: Allah di sini memerintahkan kaum muslimin untuk membaca Al-Qur'an dengan tartil. Yakni membaca ayat-ayat Al-Qur'an disertai dengan keteraturan, pelafalan huruf yang benar, penjelasan kata-kata, ketelitian dan perenungan pada konsep-konsep ayat serta pemikiran pada hasil-hasilnya. [16]


Catatan Kaki

  1. Thayyib, Athyab al-Bayan, 1378 HS, jld. 9, hlm. 611.
  2. Makarim Syirazi, Tafsir Nemuneh, 1374 HS, jld. 15, hlm. 81.
  3. Najafi Khumaini, Tafsir Asan, 1398 H, jld. 14, hlm. 218.
  4. Faidh Kasyani, Tafsir al-Syafi, 1415 H, jld. 4, hlm. 12.
  5. Syekh Thusi, Al-Tibyan, Beirut, jld. 7, hlm. 488.
  6. Mughniyah, Tafsir al-Kasyif, 1424 H, jld. 5, hlm. 467.
  7. Husaini Syirazi, Tabyin al-Qur'an, 1423 H, hlm. 374.
  8. Fadhlullah, Tafsir Min Wahy al-Qur'an, 1419 H, jld. 17, hlm. 44.
  9. Husaini Syirazi, Tabyin al-Qur'an, 1423 H, hlm. 374.
  10. Thabarsi, Majma' al-Bayan, 1372 HS, jld. 7, hlm. 266.
  11. Makarim Syirazi, Tafsir Nemuneh, 1374 HS, jld. 15, hlm. 83.
  12. Faidh Kasyani, Tafsir al-Syafi, 1415 H, jld. 4, hlm. 12.
  13. Mudarrisi, Min Huda al-Qur'an, 1419 H, jld. 8, hlm. 428.
  14. Thabarsi, Tafsir Jawami' al-Jami', 1377 H, jld. 3, hlm. 137.
  15. Zamakhsyari, Al-Kasysyaf, 1407 H, jld. 3, hlm. 278.
  16. Ibnu Mandzhur, Lisan al-'Arab, 1414 H, jld. 11, hlm. 265; Suyuthi, Al-Itqan, 1394 H, jld. 1, hlm. 346.

Daftar Pustaka

  • Fadhlullah, Sayid Muhammad Husain. Tafsir Min Wahy al-Qur'an. Beirut, Penerbit Dar al-Malak li al-Thiba'ah wa al-Nasyr, cetakan kedua, 1419 H.
  • Faidh Kasyani, Mulla Muhsin. Tafsir al-Syafi. Penelitian: Husain A'lami. Taheran, Penerbit al-Shadr, cetakan kedua, 1415 H.
  • Husaini Syirazi, Sayid Muhammad. Tabyin al-Qur'an. Beirut, Penerbit Dar al-'Ulum, cetakan kedua, 1423 H.
  • Makarim Syirazi, Nashir. Tafsir Nemuneh (Tafsir Teladan). Taheran, Penerbit Dar al-Kutub al-Islamiyyah, cetakan pertama, 1374 HS.
  • Mudarrisi, Sayid Muhammad Taqi. Min Huda al-Qur'an. Taheran, Penerbit Dar Muhibbi al-Husain, cetakan pertama, 1419 H.
  • Mughniyah, Muhammad Jawad. Tafsir al-Kasyif. Taheran, Penerbit Dar al-Kutub al-Islamiyyah, cetakan pertama, 1424 H.
  • Najafi Khumaini, Muhammad Jawad. Tafsir Asan. Taheran, Penerbit Islamiyyah, cetakan pertama, 1398 H.
  • Syekh Thusi, Muhammad bin Hasan. Al-Tibyan fi Tafsir al-Qur'an. Pengantar: Syekh Agha Buzurg Tehrani, penelitian: Ahmad Qashir Amili. Beirut, Penerbit Dar Ihya' al-Turats al-'Arabi, t.t.
  • Thabarsi, Fadhl bin Hasan. Majma' al-Bayan fi Tafsir al-Qur'an. Pengantar: Muhammad Jawad Balaghi. Taheran, Nashir Khusraw, cetakan ketiga, 1372 HS.
  • Thabarsi, Fadhl bin Hasan. Tafsir Jawami' al-Jami'. Taheran, Entisyarat-e Danesyghah-e Tehran, Mudiriyat-e Hauzeh Ilmiyah Qom, cetakan pertama, 1377 HS.
  • Thayyib, Sayid Abdul Husain. Athyab al-Bayan fi Tafsir al-Qur'an. Taheran, Penerbit Islam, cetakan kedua, 1378 HS.
  • Zamakhsyari, Mahmud. Al-Kasysyaf 'an Haqaiq Ghawamidh al-Tanzil. Beirut, Penerbit Dar al-Kitab al-'Arabi, cetakan ketiga, 1407 H.