Lompat ke isi

Konsep:Ayat 201 Surah Al-Baqarah

Dari wikishia

Templat:Kotak info AyatAyat 201 Surah Al-Baqarah merujuk pada tujuan dan keinginan orang-orang dalam ibadah haji dan menunjukkan bahwa sebagian orang mukmin, selain memohon nikmat materi dunia, juga memohon karunia maknawi dan akhirat dari Allah.[1]

Menurut para mufasir, ayat ini turun di Madinah[2] dan berkaitan dengan ayat-ayat sebelumnya.[3] Berdasarkan nukilan Ibnu Abbas, ayat ini turun karena kelalaian orang-orang Arab saat haji terhadap masalah akhirat dan hanya memfokuskan diri pada doa-doa duniawi.[4] Ayat ini, setelah mengecam perilaku jahiliah, memuji orang-orang mukmin[5] yang mengikuti perintah Ilahi dan menjauhi pembangkangan.[6] Menurut para mufasir, ayat ini mendeskripsikan kelompok yang memperhatikan nikmat materi sekaligus maknawi[7] serta menjaga keseimbangan antara dunia dan akhirat.[8] Dalam fikih, membaca doa "Rabbana Atina" dalam qunut salat[9] dan saat tawaf termasuk amalan mustahab[10] dan doa ini disebutkan sebagai salah satu doa yang sering dibaca oleh Nabi saw[11] dan Imam Shadiq as.[12]Templat:Quran baruTemplat:Quran baru

Doa Rabbana Atina dalam buku pelajaran sekolah dasar

Doa ini dianjurkan dalam buku-buku pelajaran sekolah sebagai salah satu ajaran qunut salat.[13] Selain itu, doa ini juga digunakan dalam puisi-puisi Maulawi.Templat:PuisiPara mufasir dengan memanfaatkan riwayat para maksum as, menyesuaikan kata "hasanah" dalam ayat tersebut dengan keridaan Allah (ridhwan),[14] hati yang bersyukur,[15] pengampunan dosa-dosa masa lalu dan masa depan seorang mukmin,[16] akhlak yang baik di dunia,[17] nikmat-nikmat dunia[18] (seperti kelapangan rezeki dan kehidupan,[19] pasangan yang saleh,[20] kecantikan,[21] kesehatan,[22] ilmu, dan ibadah)[23] serta nikmat-nikmat surga di Akhirat.[24]

Abdullah Jawadi Amuli, seorang mufasir, menganggap derajat keridaan (ridhwan) Ilahi sebagai hasanah yang paling utama.[25] Menurut beliau, kata "hasanah" yang disebutkan secara mutlak dalam ayat tersebut bermakna setiap jenis kebaikan dan kebajikan serta memiliki kemampuan untuk disesuaikan dengan seluruh karunia material maupun maknawi.[26] Oleh karena itu, contoh-contoh yang disebutkan tidak membatasi konsep ayat tersebut.[27] Menurut sebagian mufasir, hasanah di dunia dan akhirat berbeda-beda sesuai dengan tingkatan dan motivasi setiap individu.[28] Hasanah ukhrawi bagi mukmin tingkat menengah disebutkan berupa kebun dan sungai, sementara hasanah ukhrawi bagi orang-orang beriman yang paling utama dianggap sebagai derajat kedekatan kepada Allah.[29] Menurut keyakinan sebagian mufasir, orang-orang mukmin memohon hasanah dan kebaikan dari Allah dan tanpa memilih jenis tertentu darinya, mereka menyerahkan semuanya kepada kehendak dan Iradah Ilahi.[30]

Catatan Kaki

  1. Makarem Syirazi, Tafsir Nemuneh, 1371 HS, jld. 2, hlm. 66.
  2. Thabarsi, Majma' al-Bayan, 1372 HS, jld. 1, hlm. 111.
  3. Jawadi Amuli, Tafsir Tasnim, 1387 HS, jld. 10, hlm. 167.
  4. Suyuthi, Al-Durr al-Mantsur, 1404 H, jld. 1, hlm. 232.
  5. Mughniyah, Tafsir al-Kasyif, 1424 H, jld. 1, hlm. 306.
  6. Hasan bin Ali, Tafsir al-Mansub ila al-Imam al-Hasan al-Askari as, 1409 H, hlm. 606.
  7. Makarem Syirazi, Tafsir Nemuneh, 1371 HS, jld. 2, hlm. 66.
  8. Fadhlullah, Min Wahy al-Qur'an, 1419 H, jld. 4, hlm. 111.
  9. Fadhil Lankarani, Ahkam Javanun, 1427 H, jld. 1, hlm. 115.
  10. Sabzawari, Muhadzdzab al-Ahkam, jld. 14, hlm. 109; Ansari, Manasik Hajj (Muhasysya, Syaikh Ansari), 1425 H, hlm. 60.
  11. Mohammadi Rey Syahri, Kanz al-Du'a, 1434 H, jld. 1, hlm. 171.
  12. Kulaini, Al-Kafi, 1407 H, jld. 5, hlm. 583.
  13. Organisasi Riset dan Perencanaan Pendidikan, Amuzesh-e Qur'an-e Sevom-e Dabestan, 1403 HS, hlm. 37.
  14. Kulaini, Al-Kafi, 1407 H, jld. 5, hlm. 71.
  15. Quthb Rawandi, Fiqh al-Qur'an, 1405 H, jld. 1, hlm. 299.
  16. Kulaini, Al-Kafi, 1407 H, jld. 4, hlm. 521.
  17. Kulaini, Al-Kafi, 1407 H, jld. 5, hlm. 71.
  18. Syaukani, Fath al-Qadir, 1414 H, jld. 1, hlm. 235.
  19. Syaikh Shaduq, Ma'ani al-Akhbar, 1403 H, hlm. 175.
  20. Quthb Rawandi, Fiqh al-Qur'an, 1405 H, jld. 1, hlm. 299.
  21. Qurthubi, Al-Jami' li Ahkam al-Qur'an, 1364 HS, jld. 2, hlm. 432.
  22. Qurthubi, Al-Jami' li Ahkam al-Qur'an, 1364 HS, jld. 2, hlm. 432.
  23. Thabarsi, Majma' al-Bayan, 1372 HS, jld. 2, hlm. 530.
  24. Kulaini, Al-Kafi, 1407 H, jld. 5, hlm. 71; Hasan bin Ali, Tafsir al-Mansub ila al-Imam al-Hasan al-Askari as, 1409 H, hlm. 606.
  25. Jawadi Amuli, Tafsir Tasnim, 1387 HS, jld. 10, hlm. 183.
  26. Jawadi Amuli, Tafsir Tasnim, 1387 HS, jld. 10, hlm. 172.
  27. Makarem Syirazi, Tafsir Nemuneh, 1371 HS, jld. 2, hlm. 66.
  28. Musawi Sabzawari, Mawahib al-Rahman, 1409 H, jld. 3, hlm. 177; Jawadi Amuli, Tafsir Tasnim, 1387 HS, jld. 10, hlm. 173.
  29. Jawadi Amuli, Tafsir Tasnim, 1387 HS, jld. 10, hlm. 173.
  30. Makarem Syirazi, Tafsir Nemuneh, 1371 HS, jld. 2, hlm. 66.

Daftar Pustaka

  • Ansari, Murtadha. Manasik Hajj (Manasik Haji - Muhasysya, Syaikh Ansari). Qom, Majma' al-Fikr al-Islami, Cetakan Pertama, 1425 H.
  • Fadhlullah, Muhammad Husain. Min Wahy al-Qur'an. Beirut, Dar al-Malak, Cetakan Pertama, 1419 H.
  • Fadhil Muwahhidi Lankarani, Muhammad. Ahkam Javanun (Hukum-Hukum Pemuda). Qom, Amir al-'Ilm, Cetakan Ketiga Puluh Lima, 1427 H.
  • Hasan bin Ali as. Tafsir al-Mansub ila al-Imam al-Hasan al-Askari as. Koreksi: Madrasah Imam Mahdi af. Qom, Madrasah Imam Mahdi af, Cetakan Pertama, 1409 H.
  • Jawadi Amuli, Abdullah. Tafsir Tasnim. Qom, Isra, Cetakan Kedua, 1387 HS.
  • Kulaini, Muhammad bin Ya'qub. Al-Kafi. Koreksi: Ali Akbar Ghaffari dan Muhammad Akhundi. Teheran, Dar al-Kutub al-Islamiyah, Cetakan Keempat, 1407 H.
  • Makarem Syirazi, Nasir. Tafsir Nemuneh. Teheran, Dar al-Kutub al-Islamiyah, Cetakan Kesepuluh, 1371 HS.
  • Mohammadi Rey Syahri, Muhammad. Kanz al-Du'a. Qom, Muassasah Ilmi Farhangi Dar al-Hadits, Cetakan Pertama, 1434 H.
  • Maulawi, Muhammad bin Muhammad. Matsnawi Maknawi. Koreksi: Hasan Lahuti, Reynold Alleyne Nicholson. Teheran, Markaz-e Pajuhuheshi-ye Mirats-e Maktub, 1393 HS.
  • Mughniyah, Muhammad Jawad. Tafsir al-Kasyif. Qom, Dar al-Kitab al-Islami, Cetakan Pertama, 1424 H.
  • Musawi Sabzawari, Abdul A'la. Mawahib al-Rahman fi Tafsir al-Qur'an. Tanpa Tempat, Daftar-e Samahah Ayatullah al-Uzhma al-Sabzawari, Cetakan Kedua, 1409 H.
  • Organisasi Riset dan Perencanaan Pendidikan. Amuzesh-e Qur'an-e Sevom-e Dabestan (Pelajaran Al-Qur'an Kelas 3 SD). Teheran, Sherkat-e Offset, Cetakan Ketujuh Belas, 1403 HS.
  • Qurthubi, Muhammad bin Ahmad. Al-Jami' li Ahkam al-Qur'an. Teheran, Nashir Khusraw, Cetakan Pertama, 1364 HS.
  • Quthb Rawandi, Said bin Hibatullah. Fiqh al-Qur'an. Riset: Ahmad Huseini Esykavari. Qom, Perpustakaan Umum Hazrat Ayatullah al-Uzhma Mar'asyi Najafi, Cetakan Kedua, 1405 H.
  • Sabzawari, Sayyid Abdul A'la. Muhadzdzab al-Ahkam fi Bayan Halal wa al-Haram. Qom, Dar al-Tafsir, Tanpa Tahun.
  • Syaukani, Muhammad. Fath al-Qadir. Damaskus, Ibnu Katsir, Cetakan Pertama, 1414 H.
  • Syaikh Shaduq, Muhammad bin Ali. Ma'ani al-Akhbar. Koreksi: Ali Akbar Ghaffari. Qom, Daftar-e Intisyarat-e Eslami, Cetakan Pertama, 1403 H.
  • Thabarsi, Fadhl bin Hasan. Majma' al-Bayan fi Tafsir al-Qur'an. Koreksi: Fazhlullah Yazdi Thabathaba'i dan Hasyim Rasuli. Teheran, Nashir Khusraw, Cetakan Ketiga, 1372 HS.

Templat:Ayat Surah Al-Baqarah ```