Konsep:Ayat 201 Surah Al-Baqarah
Templat:Kotak info AyatAyat 201 Surah Al-Baqarah merujuk pada tujuan dan keinginan orang-orang dalam ibadah haji dan menunjukkan bahwa sebagian orang mukmin, selain memohon nikmat materi dunia, juga memohon karunia maknawi dan akhirat dari Allah.[1]
Menurut para mufasir, ayat ini turun di Madinah[2] dan berkaitan dengan ayat-ayat sebelumnya.[3] Berdasarkan nukilan Ibnu Abbas, ayat ini turun karena kelalaian orang-orang Arab saat haji terhadap masalah akhirat dan hanya memfokuskan diri pada doa-doa duniawi.[4] Ayat ini, setelah mengecam perilaku jahiliah, memuji orang-orang mukmin[5] yang mengikuti perintah Ilahi dan menjauhi pembangkangan.[6] Menurut para mufasir, ayat ini mendeskripsikan kelompok yang memperhatikan nikmat materi sekaligus maknawi[7] serta menjaga keseimbangan antara dunia dan akhirat.[8] Dalam fikih, membaca doa "Rabbana Atina" dalam qunut salat[9] dan saat tawaf termasuk amalan mustahab[10] dan doa ini disebutkan sebagai salah satu doa yang sering dibaca oleh Nabi saw[11] dan Imam Shadiq as.[12]Templat:Quran baruTemplat:Quran baru

Doa ini dianjurkan dalam buku-buku pelajaran sekolah sebagai salah satu ajaran qunut salat.[13] Selain itu, doa ini juga digunakan dalam puisi-puisi Maulawi.Templat:PuisiPara mufasir dengan memanfaatkan riwayat para maksum as, menyesuaikan kata "hasanah" dalam ayat tersebut dengan keridaan Allah (ridhwan),[14] hati yang bersyukur,[15] pengampunan dosa-dosa masa lalu dan masa depan seorang mukmin,[16] akhlak yang baik di dunia,[17] nikmat-nikmat dunia[18] (seperti kelapangan rezeki dan kehidupan,[19] pasangan yang saleh,[20] kecantikan,[21] kesehatan,[22] ilmu, dan ibadah)[23] serta nikmat-nikmat surga di Akhirat.[24]
Abdullah Jawadi Amuli, seorang mufasir, menganggap derajat keridaan (ridhwan) Ilahi sebagai hasanah yang paling utama.[25] Menurut beliau, kata "hasanah" yang disebutkan secara mutlak dalam ayat tersebut bermakna setiap jenis kebaikan dan kebajikan serta memiliki kemampuan untuk disesuaikan dengan seluruh karunia material maupun maknawi.[26] Oleh karena itu, contoh-contoh yang disebutkan tidak membatasi konsep ayat tersebut.[27] Menurut sebagian mufasir, hasanah di dunia dan akhirat berbeda-beda sesuai dengan tingkatan dan motivasi setiap individu.[28] Hasanah ukhrawi bagi mukmin tingkat menengah disebutkan berupa kebun dan sungai, sementara hasanah ukhrawi bagi orang-orang beriman yang paling utama dianggap sebagai derajat kedekatan kepada Allah.[29] Menurut keyakinan sebagian mufasir, orang-orang mukmin memohon hasanah dan kebaikan dari Allah dan tanpa memilih jenis tertentu darinya, mereka menyerahkan semuanya kepada kehendak dan Iradah Ilahi.[30]
Catatan Kaki
- ↑ Makarem Syirazi, Tafsir Nemuneh, 1371 HS, jld. 2, hlm. 66.
- ↑ Thabarsi, Majma' al-Bayan, 1372 HS, jld. 1, hlm. 111.
- ↑ Jawadi Amuli, Tafsir Tasnim, 1387 HS, jld. 10, hlm. 167.
- ↑ Suyuthi, Al-Durr al-Mantsur, 1404 H, jld. 1, hlm. 232.
- ↑ Mughniyah, Tafsir al-Kasyif, 1424 H, jld. 1, hlm. 306.
- ↑ Hasan bin Ali, Tafsir al-Mansub ila al-Imam al-Hasan al-Askari as, 1409 H, hlm. 606.
- ↑ Makarem Syirazi, Tafsir Nemuneh, 1371 HS, jld. 2, hlm. 66.
- ↑ Fadhlullah, Min Wahy al-Qur'an, 1419 H, jld. 4, hlm. 111.
- ↑ Fadhil Lankarani, Ahkam Javanun, 1427 H, jld. 1, hlm. 115.
- ↑ Sabzawari, Muhadzdzab al-Ahkam, jld. 14, hlm. 109; Ansari, Manasik Hajj (Muhasysya, Syaikh Ansari), 1425 H, hlm. 60.
- ↑ Mohammadi Rey Syahri, Kanz al-Du'a, 1434 H, jld. 1, hlm. 171.
- ↑ Kulaini, Al-Kafi, 1407 H, jld. 5, hlm. 583.
- ↑ Organisasi Riset dan Perencanaan Pendidikan, Amuzesh-e Qur'an-e Sevom-e Dabestan, 1403 HS, hlm. 37.
- ↑ Kulaini, Al-Kafi, 1407 H, jld. 5, hlm. 71.
- ↑ Quthb Rawandi, Fiqh al-Qur'an, 1405 H, jld. 1, hlm. 299.
- ↑ Kulaini, Al-Kafi, 1407 H, jld. 4, hlm. 521.
- ↑ Kulaini, Al-Kafi, 1407 H, jld. 5, hlm. 71.
- ↑ Syaukani, Fath al-Qadir, 1414 H, jld. 1, hlm. 235.
- ↑ Syaikh Shaduq, Ma'ani al-Akhbar, 1403 H, hlm. 175.
- ↑ Quthb Rawandi, Fiqh al-Qur'an, 1405 H, jld. 1, hlm. 299.
- ↑ Qurthubi, Al-Jami' li Ahkam al-Qur'an, 1364 HS, jld. 2, hlm. 432.
- ↑ Qurthubi, Al-Jami' li Ahkam al-Qur'an, 1364 HS, jld. 2, hlm. 432.
- ↑ Thabarsi, Majma' al-Bayan, 1372 HS, jld. 2, hlm. 530.
- ↑ Kulaini, Al-Kafi, 1407 H, jld. 5, hlm. 71; Hasan bin Ali, Tafsir al-Mansub ila al-Imam al-Hasan al-Askari as, 1409 H, hlm. 606.
- ↑ Jawadi Amuli, Tafsir Tasnim, 1387 HS, jld. 10, hlm. 183.
- ↑ Jawadi Amuli, Tafsir Tasnim, 1387 HS, jld. 10, hlm. 172.
- ↑ Makarem Syirazi, Tafsir Nemuneh, 1371 HS, jld. 2, hlm. 66.
- ↑ Musawi Sabzawari, Mawahib al-Rahman, 1409 H, jld. 3, hlm. 177; Jawadi Amuli, Tafsir Tasnim, 1387 HS, jld. 10, hlm. 173.
- ↑ Jawadi Amuli, Tafsir Tasnim, 1387 HS, jld. 10, hlm. 173.
- ↑ Makarem Syirazi, Tafsir Nemuneh, 1371 HS, jld. 2, hlm. 66.
Daftar Pustaka
- Ansari, Murtadha. Manasik Hajj (Manasik Haji - Muhasysya, Syaikh Ansari). Qom, Majma' al-Fikr al-Islami, Cetakan Pertama, 1425 H.
- Fadhlullah, Muhammad Husain. Min Wahy al-Qur'an. Beirut, Dar al-Malak, Cetakan Pertama, 1419 H.
- Fadhil Muwahhidi Lankarani, Muhammad. Ahkam Javanun (Hukum-Hukum Pemuda). Qom, Amir al-'Ilm, Cetakan Ketiga Puluh Lima, 1427 H.
- Hasan bin Ali as. Tafsir al-Mansub ila al-Imam al-Hasan al-Askari as. Koreksi: Madrasah Imam Mahdi af. Qom, Madrasah Imam Mahdi af, Cetakan Pertama, 1409 H.
- Jawadi Amuli, Abdullah. Tafsir Tasnim. Qom, Isra, Cetakan Kedua, 1387 HS.
- Kulaini, Muhammad bin Ya'qub. Al-Kafi. Koreksi: Ali Akbar Ghaffari dan Muhammad Akhundi. Teheran, Dar al-Kutub al-Islamiyah, Cetakan Keempat, 1407 H.
- Makarem Syirazi, Nasir. Tafsir Nemuneh. Teheran, Dar al-Kutub al-Islamiyah, Cetakan Kesepuluh, 1371 HS.
- Mohammadi Rey Syahri, Muhammad. Kanz al-Du'a. Qom, Muassasah Ilmi Farhangi Dar al-Hadits, Cetakan Pertama, 1434 H.
- Maulawi, Muhammad bin Muhammad. Matsnawi Maknawi. Koreksi: Hasan Lahuti, Reynold Alleyne Nicholson. Teheran, Markaz-e Pajuhuheshi-ye Mirats-e Maktub, 1393 HS.
- Mughniyah, Muhammad Jawad. Tafsir al-Kasyif. Qom, Dar al-Kitab al-Islami, Cetakan Pertama, 1424 H.
- Musawi Sabzawari, Abdul A'la. Mawahib al-Rahman fi Tafsir al-Qur'an. Tanpa Tempat, Daftar-e Samahah Ayatullah al-Uzhma al-Sabzawari, Cetakan Kedua, 1409 H.
- Organisasi Riset dan Perencanaan Pendidikan. Amuzesh-e Qur'an-e Sevom-e Dabestan (Pelajaran Al-Qur'an Kelas 3 SD). Teheran, Sherkat-e Offset, Cetakan Ketujuh Belas, 1403 HS.
- Qurthubi, Muhammad bin Ahmad. Al-Jami' li Ahkam al-Qur'an. Teheran, Nashir Khusraw, Cetakan Pertama, 1364 HS.
- Quthb Rawandi, Said bin Hibatullah. Fiqh al-Qur'an. Riset: Ahmad Huseini Esykavari. Qom, Perpustakaan Umum Hazrat Ayatullah al-Uzhma Mar'asyi Najafi, Cetakan Kedua, 1405 H.
- Sabzawari, Sayyid Abdul A'la. Muhadzdzab al-Ahkam fi Bayan Halal wa al-Haram. Qom, Dar al-Tafsir, Tanpa Tahun.
- Syaukani, Muhammad. Fath al-Qadir. Damaskus, Ibnu Katsir, Cetakan Pertama, 1414 H.
- Syaikh Shaduq, Muhammad bin Ali. Ma'ani al-Akhbar. Koreksi: Ali Akbar Ghaffari. Qom, Daftar-e Intisyarat-e Eslami, Cetakan Pertama, 1403 H.
- Thabarsi, Fadhl bin Hasan. Majma' al-Bayan fi Tafsir al-Qur'an. Koreksi: Fazhlullah Yazdi Thabathaba'i dan Hasyim Rasuli. Teheran, Nashir Khusraw, Cetakan Ketiga, 1372 HS.