Lompat ke isi

Konsep:Ayat 160 Surah Al-An'am

Dari wikishia

Templat:Infobox Ayat Ayat 160 Surah Al-An'am menunjukkan Rahmat dan pahala luas Allah yang menanti orang-orang yang berbuat baik dan menyeimbangkan ancaman-ancaman ayat sebelumnya dengan dorongan-dorongan ini.[1] Menurut pernyataan para mufasir, ayat ini menjelaskan prinsip-prinsip pendidikan Islam yang berdasarkan padanya, pahala harus lebih banyak daripada hukuman dan Allah dalam pahala-pahala bersikap dengan karunia (fadhl) dan dalam siksaan-siksaan bersikap dengan keadilan ('adl).[2]

Para mufasir menganggap ayat ini sebagai tanda Rahmat dan Keadilan Allah[3] yang memiliki kandungan serupa dengan ayat 84 Surah Al-Qashash, ayat 261 Surah Al-Baqarah dan ayat 10 Surah Az-Zumar.[4] Muhammad Jawad Mughniyah dengan bersandar pada ucapan Nabi (saw) mengenai ayat ini, menggambarkan nasib buruk bagi manusia-manusia yang meskipun ada pahala sepuluh kali lipat untuk amal kebaikan, namun dosa-dosa mereka tetap melampaui amal-amal kebaikan mereka.[5]

Menurut pernyataan Allamah Thabathaba'i, Allah menghitung satu amal kebaikan sepuluh kali lipat dan satu dosa dengan kadar yang sama, serta Dia tidak menzalimi siapa pun dalam perhitungan.[6] Syekh Thabarsi juga mengisyaratkan pada pahala berlipat ganda untuk amal kebaikan dalam ayat-ayat lain, seperti Ayat 261 Surah Al-Baqarah yang menganggap pahala amal kebaikan tujuh ratus kali lipat.[7] Menurut pernyataan Jawadi Amuli dengan memperhatikan kalimat penutup ayat ini dan ayat-ayat serupa dengannya seperti ayat 49 dan ayat 124 Surah An-Nisa', Allah tidak menzalimi siapa pun, baik orang yang berbuat baik maupun orang yang berbuat buruk.[8]

Templat:Surah Al-An'am

Dalam tafsir-tafsir riwayi, "hasanah" ditakwilkan sebagai kecintaan dan Wilayah Ahlulbait (as) dan "sayyiah" sebagai permusuhan kepada Ahlulbait (as).[9] Syekh Thabarsi menganggap "hasanah" sebagai Tauhid dan "sayyiah" sebagai Syirik.[10] Makarem Syirazi menganggapnya mencakup setiap amal dan pemikiran baik serta buruk.[11] Muhsin Qara'ati meyakini bahwa niat baik juga memiliki pahala, namun niat buruk tanpa perbuatan tidak memiliki hukuman.[12]

Jawadi Amuli dengan memperhatikan kata "ja'a" (datang) dalam ayat meyakini bahwa pahala sepuluh kali lipat dipertimbangkan untuk amal kebaikan, pahala yang tidak sirna karena dosa dan dihadirkan ke hadirat Ilahi pada Hari Kiamat. Selain itu, beberapa dosa berubah menjadi hasanah dengan tobat dan melakukan amal kebaikan.[13]

Catatan Kaki

  1. Makarem Syirazi, Tafsir Nemuneh, 1374 HS, jld. 6, hlm. 55.
  2. Qara'ati, Tafsir Nur, 1388 HS, jld. 2, hlm. 593.
  3. Fadhlullah, Tafsir min Wahyi al-Qur'an, 1439 H, jld. 6, hlm. 348.
  4. Jawadi Amuli, Tasnim, 1391 HS, jld. 27, hlm. 602.
  5. Mughniyah, Al-Tafsir al-Kasyif, 1424 H, jld. 3, hlm. 291.
  6. Thabathaba'i, Al-Mizan, 1352 H, jld. 7, hlm. 390.
  7. Thabarsi, Majma' al-Bayan, 1408 H, jld. 4, hlm. 602.
  8. Jawadi Amuli, Tasnim, 1391 HS, jld. 27, hlm. 606.
  9. Kufi, Tafsir Furat al-Kufi, 1410 H, jld. 1, hlm. 139; Ayyasyi, Tafsir al-Ayyasyi, 1380 H, jld. 1, hlm. 386.
  10. Thabarsi, Majma' al-Bayan, 1408 H, jld. 4, hlm. 602.
  11. Makarem Syirazi, Tafsir Nemuneh, 1374 HS, jld. 6, hlm. 55.
  12. Qara'ati, Tafsir Nur, 1388 HS, jld. 2, hlm. 593.
  13. Jawadi Amuli, Tasnim, 1391 HS, jld. 27, hlm. 596.

Daftar Pustaka

  • Arbili, Ali bin Isa. Kasyf al-Ghummah fi Ma'rifah al-Aimmah (as). Koreksi dan riset: Sayid Hashem Rasuli Mahallati. Tabriz, Bani Hasyimi, cetakan pertama, 1381 H.
  • Fadhlullah, Sayid Muhammad Husain. Tafsir min Wahyi al-Qur'an. Beirut, Dar al-Malak li al-Thiba'ah wa al-Nasyr wa al-Tauzi', 1439 H.
  • Jawadi Amuli, Abdullah. Tafsir Tasnim (jld. 27). Riset: Muhammad Farahani. Qom, Isra, cetakan pertama, 1391 HS.
  • Kufi, Furat bin Ibrahim. Tafsir Furat al-Kufi. Koreksi: Muhammad Kazhim. Teheran, Wizarat al-Tsaqafah wa al-Irsyad al-Islami. Muassasah al-Thab' wa al-Nasyr, cetakan pertama, 1410 H.
  • Makarem Syirazi, Nashir. Tafsir Nemuneh. Teheran, Penerbit Dar al-Kutub al-Islamiyah, cetakan ketiga puluh dua, 1374 HS.
  • Mughniyah, Muhammad Jawad. Al-Tafsir al-Kasyif. Qom, Dar al-Kitab al-Islami, cetakan pertama, 1424 H.
  • Sa'di Syirazi, Muslih bin Abdullah. Syarh Bustan. Penjelasan: Muhammad Khaza'ili. Teheran, Javidan, 1356 HS.
  • Thabathaba'i, Sayid Muhammad Husain. Al-Mizan fi Tafsir al-Qur'an. Beirut, Muassasah al-A'lami li al-Matbu'at, cetakan ketiga, 1352 H.
  • Thabarsi, Fadhl bin Hasan. Majma' al-Bayan fi Tafsir al-Qur'an. Beirut, Dar al-Ma'rifah, cetakan kedua, 1408 H.
  • Ayyasyi, Muhammad bin Mas'ud. Tafsir al-Ayyasyi. Koreksi: Hashem Rasuli. Teheran, Maktabah al-Ilmiyyah al-Islamiyyah, cetakan pertama, 1380 H.