Konsep:Sana'a
Pemandangan kota Sana'a | |
| Ciri khas | Ibu kota Yaman dan pusat Zaidiyah |
|---|---|
| Negara | Yaman |
| Luas wilayah | 390 km² |
| Jumlah penduduk | 2.824.000 jiwa |
| Bahasa | Arab |
| Etnis / Ras | Semit |
| Agama-agama | Islam, Kristen |
| Mazhab | Zaidiyah |
| Tahun pendirian | 5 abad sebelum masehi |
| Sejarah Islam | 8/629-30 dengan Penaklukan Mekah oleh kaum Muslim |
| Sejarah Syiah | Awal Islam |
Sana'a adalah ibu kota Yaman, dengan sejarah lebih dari 2500 tahun, merupakan salah satu pusat penting Syiah dan salah satu kota berpenghuni tertua di dunia. Kota ini dikenal dengan arsitekturnya yang unik dan pada berbagai periode menjadi pusat politik dan budaya pemerintahan Shulaihi (Ismailiyah) serta para Imam Zaidiyah. Sana'a menjadi basis utama aktivitas Zaidiyah dari abad ke-3 hingga abad ke-14 Hijriah. Pada abad ke-15 Hijriah, gerakan Ansarullah (Houthi), yang berakar pada Syiah Zaidiyah, mengambil alih kendali Sana'a sejak 2014 M dan memperkuat perannya dalam dinamika Yaman.
Sana'a memiliki kedudukan khusus dalam riwayat-riwayat Syiah, termasuk dalam kabar gembira dari Nabi Muhammad saw mengenai penaklukan Yaman dan riwayat terkait kebangkitan Yamani sebagai salah satu tanda-tanda kemunculan Imam Mahdi afj. Selain itu, kota ini menjadi tuan rumah bagi ulama terkemuka Zaidiyah seperti Ibnu Murtadha dan Murtadha al-Mahthuri, serta tempat ditulisnya karya-karya penting seperti "Al-Azhar" (dalam fikih Zaidiyah).
Di antara institusi Syiah penting di Sana'a adalah Masjid Jami' Sana'a (dengan koleksi naskah kuno Zaidiyah), Pusat Badr (aktif dalam pendidikan Zaidiyah), dan Lembaga Budaya Imam Zaid bin Ali yang beraktivitas dalam mempromosikan ajaran Zaidiyah dan pendekatan antar mazhab. Pada abad ke-15 Hijriah, meskipun terjadi konflik dan perang dengan Arab Saudi dan Israel, Sana'a tetap berdiri sebagai simbol identitas Zaidiyah dan pusat perjuangan politik-keagamaan di Yaman.
Pengenalan
Sana'a adalah ibu kota Yaman dan salah satu kota berpenghuni tertua di dunia yang sejarahnya membentang lebih dari 2500 tahun silam.[1] Menurut para peneliti, Sana'a sejak abad-abad awal Islam telah memainkan peran sentral dalam sejarah dan budaya Syiah Zaidiyah.[2] Menurut Ibnu Khaldun (732/1331-32-808/1405-06), meskipun Sa'dah menjadi pusat utama pemerintahan Zaidiyah selama sejarahnya yang fluktuatif,[3] namun pada masa puncak kekuasaan Zaidiyah, kota-kota seperti Aden dan Sana'a juga termasuk dalam wilayah inti kekuasaan para Imam Zaidiyah.[4] Berdasarkan laporan, aktivitas keagamaan dan budaya Zaidiyah terus berlanjut di kota ini pada abad ke-14 HS; sebagai contoh, upacara seperti Peringatan Maulid Nabi saw dan Hari Raya Ghadir di abad ini dirayakan dengan perkumpulan massa yang besar di Sana'a dan kota-kota Yaman lainnya, yang menunjukkan dinamika dan kehadiran religius Zaidiyah di kota ini.[5]
Selain itu, Syiah Imamiyah hidup tersebar di dua kota Aden dan Sana'a serta beberapa titik lain di Yaman.[6] Aktivitas mereka berada di bawah pengawasan organisasi bernama Rabithah al-Syiah al-Ja'fariyah fi al-Yaman. Populasi Syiah Itsna Asyariyah di Yaman diperkirakan antara 2 hingga 8 persen.[7] Diperkirakan juga terdapat sekitar lima belas ribu pengikut Ismailiyah di Yaman yang mayoritas tinggal di Sana'a dan wilayah lain seperti Haraz dan Ibb.[8] Madrasah al-Buhriyah[9] dan Markas al-Faidh al-Hatami (di wilayah Azal, Sana'a) adalah pusat perkumpulan pengikut Ismailiyah.[10]
Sana'a dalam Riwayat Syiah
Dalam beberapa hadis nabawi, kota Sana'a telah disebutkan. Sebagai contoh, pada 5/626-27 dalam sebuah riwayat tentang Perang Khandaq dinukilkan bahwa Nabi Muhammad saw bersabda bahwa saat penggalian parit, beliau melihat istana-istana dan wilayah Yaman serta Sana'a, dan Jibril memberi kabar gembira bahwa umat Islam akan menang atas mereka.[11] Dalam riwayat lain, Nabi saw memberi kabar gembira kepada para sahabat beliau bahwa bentangan Islam di Semenanjung Arab akan meluas dari Sana'a di selatan hingga gurun Hadramaut (di tengah Arab Saudi saat ini).[12]
Selain kabar gembira dari Nabi saw, riwayat-riwayat terkait kebangkitan Yamani, sebagai salah satu tanda pasti kemunculan Imam Mahdi afj, juga merujuk pada Yaman.[13] Dalam riwayat kebangkitan Yamani, kota Sana'a, Aden, Kindah, dan wilayah Abyan disebutkan.[14] Sebagian berpendapat bahwa riwayat terkait Sana'a adalah kabar mustafidh dan dinukil baik melalui jalur Syiah maupun Ahlusunah.[15] Selain itu, di antara peristiwa sebelum kemunculan Sufyani adalah kebangkitan seseorang yang dikenal sebagai "Kasir al-'Ain" di kota Sana'a.[16] Ali Kurani, peneliti Lebanon, meyakini bahwa Kasir al-'Ain adalah tanda sebelum Sufyani yang bangkit di Sana'a namun tidak berhasil, dan setelah itu barulah Yamani muncul; namun peneliti lain berpendapat bahwa Kasir al-'Ain tidak berkaitan dengan Yamani maupun Sufyani, melainkan hanya sebuah peristiwa sebelum Sufyani dan tidak ada bukti hadis yang mengaitkan mereka.[17]
Sejarah Syiah di Sana'a
Menurut para peneliti, kota Sana'a yang awalnya merupakan sebuah benteng di wilayah kabilah Hamdaniyah, pertama kali disebutkan dalam teks abad ke-5 SM.[18] Berdasarkan sumber-sumber ini, bangsa Persia menaklukkan Sana'a pada tahun 575 M dan memerintah kota ini hingga tahun 628 M saat Yaman menerima Islam.[19] Setelah Islam, pada 10/631-32, seluruh anggota kabilah Hamdan masuk Islam melalui perantara Imam Ali bin Abi Thalib as.[20] Dengan munculnya Bani Abbasiyah pada 129/746-47, Syiah Yaman di bawah kepemimpinan Abu Hamzah dan Abdullah bin Yahya (bergelar Thalibul Haq) mendukung Abbasiyah dan menguasai Sana'a; namun menyusul ekspedisi militer ke Madinah, mereka dikalahkan oleh pasukan Umayyah dan kemudian Sana'a diserahkan kembali kepada Bani Umayyah.[21]
Ibu Kota Syiah Shulaihi dan Zaidiyah

Menurut laporan sejarah, imamah Zaidiyah didirikan pada 284/897-98 oleh Imam al-Hadi ila al-Haqq Yahya bin al-Husain (245/859-60-298/910-11) di Sa'dah, Yaman,[22] namun Sana'a secara bertahap menjadi pusat politik dan intelektual terpenting Zaidiyah.[23] Negara Zaidiyah awal ini runtuh pada 298/910-11 dalam konflik dengan kaum Ismailiyah dan kabilah-kabilah penentang.[24] Ali bin Muhammad al-Shulaihi (dari Syiah Ismailiyah Yaman) mendirikan pemerintahan dinasti Shulaihi pada 439/1047-48[25] dan mendapat pengakuan dari Mustanshir Billah, khalifah Fatimiyah di Mesir.[26] Ia akhirnya menguasai seluruh Yaman pada 455/1063-64[27] dan menyatakan Sana'a sebagai ibu kotanya.[28] Dinasti Shulaihi runtuh pada 532/1137-38;[29] namun para sejarawan meyakini bahwa imamah Zaidiyah tetap bertahan sebagai kekuatan politik dan agama yang penting dengan jeda yang berulang dari abad ke-9 M hingga 1962 M. Menurut para peneliti ini, kaum Zaidiyah terutama menetap di dataran tinggi utara dan wilayah sekitar Sana'a, daerah yang secara kolektif dikenal sebagai Yaman Atas.[30]
Ibu Kota Kerajaan Mutawakkili Yaman
Sejarawan Yaman meyakini bahwa kehadiran Kesultanan Utsmaniyah di Yaman dimulai sekitar 945/1538-39/1538 M dan menaklukkan Sana'a pada 954/1547-48/1547 M; namun kaum Zaidiyah merebut kembali Sana'a pada 1032/1622-23/1623 M.[31] Orang-orang Turki Utsmaniyah menduduki Sana'a untuk kedua kalinya pada 1289/1872-73/1872 M.[32] Pada tahun 1891 M, Muhammad Hamiduddin meraih kursi imamah Yaman dan mengambil sikap melawan Utsmaniyah.[33] Putranya, Imam Yahya Hamiduddin (1869–1948 M), menggantikannya pada tahun 1904 M dan menentang Utsmaniyah serta Inggris.[34] Yahya mendukung Utsmaniyah dalam Perang Dunia I dan setelah perang menguasai wilayah pesisir Yaman, namun menghadapi penentang internal dan eksternal hingga pada tahun 1938 M para oposisinya mendirikan pemerintahan imamah baru di bawah kepemimpinan Sayid Abdullah al-Wazir (1885 M/1302/1884-85-1948 M/1367/1947-48).[35] Putra Imam Yahya lainnya bernama Saif al-Islam Ahmad menyatukan kabilah-kabilah Yaman, mengalahkan Al-Wazir, dan memindahkan ibu kota dari Sana'a ke Taiz pada tahun 1948 M.[36]
Ibu Kota Republik Arab Yaman
Berdasarkan data sejarah, pada 1381/1961-62/1962 M terjadi revolusi di Yaman melawan kekuasaan Zaidiyah Dinasti Mutawakkili dan Imam Ahmad bin Yahya terluka lalu wafat. Segera setelah itu, putranya Muhammad Badr kembali ke Sana'a dan mencoba mengendalikan situasi.[37] Muhammad Badr tidak mampu menguasai revolusi para penentangnya dan melarikan diri ke Arab Saudi, lalu dengan dukungan raja Saudi mendirikan pemerintahan di pengasingan.[38] Pasca revolusi, Sana'a menjadi ibu kota Republik Arab Yaman dan kebijakan anti-Zaidiyah diterapkan di kota ini. Akibatnya, banyak ulama dan pemimpin Zaidiyah diasingkan dari Sana'a ke wilayah utara seperti Sa'dah.[39]
Pusat Aktivitas Ansarullah
Berdasarkan data, gerakan Ansarullah, yang dikenal sebagai Houthi, muncul di Yaman sejak awal abad ke-21 M.[40] Tuntutan awal Houthi mencakup kehadiran menteri yang sejalan dan peninjauan kembali pembagian sistem baru Yaman, namun seiring waktu mereka menuntut bagian lebih besar dalam pemerintahan dan parlemen Yaman.[41] Menurut laporan, rakyat Yaman pada 1389 HS/2011 M melakukan demonstrasi di Sana'a melawan pemerintahan Ali Abdullah Saleh (1942-2017 M). Setelah konflik berbulan-bulan, akhirnya pada 1390 HS/2011 M Saleh terpaksa mengundurkan diri.[42] Pasca lengsernya Ali Abdullah Saleh, pemerintah Yaman mencoba melakukan reformasi untuk memuaskan rakyat namun hal itu tidak berhasil.[43] Tidak diakuinya tuntutan Ansarullah dalam dialog nasional masa lalu memicu gerakan baru Syiah Zaidiyah di bawah kepemimpinan Abdul Malik al-Houthi sejak 1393 HS/2014 M.[44] Protes di bawah pimpinan Houthi memuncak pada musim panas 1393 HS/2014 M.[45] Kaum Houthi menguasai Sana'a pada September 2014 M dan memaksa pemerintah untuk bernegosiasi.[46] Pada 1393 HS/2014 M, sebuah kesepakatan ditandatangani di bawah pengawasan PBB yang menyebabkan pengunduran diri pemerintahan Basindawa dan pembentukan pemerintahan baru dengan partisipasi Ansarullah.[47]
Ulama Syiah
Warisan ilmiah yang tersisa menunjukkan bahwa ulama Syiah Yaman telah memainkan peran penting dalam penyebaran ilmu-ilmu Islam dan budaya Syiah.[48] Para ilmuwan ini meninggalkan warisan abadi melalui karya tulis dan usaha ilmiah mereka, di antaranya:
- Abdurrazzaq bin Hammam al-Shan'ani (126/743-44-211/826-27) adalah salah seorang muhaddis dan mufasir terkemuka Syiah yang lahir dan beraktivitas ilmiah di Sana'a.[49] Ia termasuk sahabat Imam Shadiq as dan menurut beberapa penuturan juga termasuk sahabat Imam Jawad as.[50] Menurut Aqa Buzurg Tehrani, pakar fikih dan bibliografi Syiah, tafsir Al-Qur'an karya Al-Shan'ani termasuk tafsir Syiah tertua.[51]
- Ja'far bin Ahmad bin Abdussalam Buhluli (wafat 573/1177-78 atau 576/1180-81) adalah mutakallim, muhaddis, dan faqih Zaidiyah asal Yaman pada abad ke-6 Hijriah.[52] Qadhi Ja'far wafat di Sana' Hadah -yang dulunya merupakan tempat dekat selatan Sana'a dan kini menjadi bagian dari kota Sana'a.[53] Makamnya di Sana'a merupakan tempat ziarah kaum Zaidiyah.
- Ibnu Murtadha (Imam al-Mahdi lidinillah, Ahmad bin Yahya bin Murtadha: 775/1373-74-840/1436-37) adalah salah seorang Imam Zaidiyah dan ulama terkemuka mereka.[54] Berdasarkan sumber sejarah, ia lahir di Dhamar (wilayah selatan Sana'a) dan kaum Zaidiyah Yaman membaiatnya di Sana'a pada tahun 793 H.[55] Ia menulis berbagai karya dalam Fikih, kalam, dan filsafat Zaidiyah, serta dianggap sebagai salah satu pakar fikih Zaidiyah terpenting di Yaman.
- Hasan bin Ali Hubal (1048/1638-39-1079/1668-69) adalah penyair Syiah bermazhab Zaidiyah yang lahir di kota Sana'a.[56] Hubal wafat di usia 31 tahun pada 1079 H di Sana'a[57] dan dimakamkan di sebelah barat Istana Sa'id.[58] Sayid Yahya bin Husain Zaidiyah (245/859-60-298/910-11), yang dikenal sebagai "Al-Hadi ila al-Haqq" dan termasuk Imam Zaidiyah, adalah gurunya.[59]
- Hasan bin Ishaq al-Shan'ani (1093/1682-83-1160/1747-48) adalah penyair, negarawan, dan faqih Zaidiyah yang lahir di Gharas, wilayah Sana'a, dan dibesarkan di Sana'a.[60] Ia wafat di penjara pada tahun 1160 H.[61] Buku terkenalnya adalah Manzhumat al-Hady al-Nabawi yang menggubah sebagian buku "Zad al-Ma'ad" karya Ibnu Qayyim al-Jauziyyah ke dalam bentuk puisi.[62]
- Abdullah bin Ahmad bin Wazir (1302/1884-85/1885 M-1367/1947-48/1948 M) adalah politikus, ulama Zaidiyah, dan menteri Imam Yahya Hamiduddin di Yaman yang mempelajari fikih dan sastra Arab dari para ulama di Sana'a.[63] Imam Yahya terbunuh di pinggiran kota Sana'a pada 1367 H/1948 M, lalu Ibnu Wazir dipilih sebagai Imam.[64] Di tahun yang sama, Saif al-Islam Ahmad (putra Imam Yahya) menangkap dan mengeksekusinya dengan bantuan kabilah-kabilah yang tidak membaiat Ibnu Wazir.[65]
- Murtadha bin Zaid al-Mahthuri (1373/1953-54/1954 M-1436/2014-15/2015 M) adalah salah seorang ulama Zaidiyah dan profesor di Universitas Sana'a.[66] Ia memainkan peran kunci dalam kebangkitan pemikiran Zaidiyah di abad ke-15 Hijriah dan mendirikan Pusat Badr di Sana'a sebagai lembaga ilmiah dan budaya penting Zaidiyah di Yaman.[67] Ia juga termasuk pendiri dewan Lembaga Internasional Pendekatan Antar Mazhab Islam di Yaman. Allamah al-Mahthuri gugur syahid pada 1393 HS/2015 M menyusul ledakan teroris yang dilakukan ISIS di masjid-masjid Sana'a.[68]
Buku-buku Syiah
Sana'a sebagai pusat ilmiah telah menyaksikan penulisan banyak buku di berbagai bidang ilmu Islam oleh ulama Zaidiyah. Banyak dari karya ini tersimpan di perpustakaan bersejarah Sana'a, khususnya perpustakaan Masjid Jami' Sana'a.[69] Berikut beberapa buku terpenting:
- "Al-Azhar" karya Ahmad bin Yahya bin Murtadha (sekitar 769-840 H): Buku ini adalah salah satu teks fikih terpenting Zaidiyah dan dianggap sebagai referensi standar dalam fikih Zaidiyah.[70]
- "Al-Bahr al-Zakhkhar" karya Ibnu Murtadha: Sebuah ensiklopedia fikih besar yang menunjukkan kedalaman pengetahuan fikih penulisnya.[71]
- "Al-Awashim wa al-Qawashim fi al-Dzabb 'an Sunnah Abi al-Qasim" karya Ibnu Wazir: Buku ini termasuk karya penting Ibnu Wazir yang mencakup pembahasan kalam dan hadis, meskipun pandangan penulisnya terkadang berbeda dari garis arus utama Zaidiyah.[72]
- "Adalat al-Ruwah wa al-Syuhud wa Tathbiqatuha fi al-Hayat al-Mu'ashirah" karya Allamah Murtadha al-Mahthuri: Buku ini membahas tentang keadilan para periwayah hadis dan saksi serta penerapannya dalam kehidupan kontemporer.[73]
- "Al-Sirah al-Nabawiyyah" karya Allamah Murtadha al-Mahthuri: Narasi kehidupan Nabi Muhammad saw dari sudut pandang Zaidiyah.[74]
Tempat dan Lembaga Syiah
Masjid Jami' Sana'a dibangun berdasarkan perintah Nabi Muhammad saw.[75] Awalnya selama masa hidup Nabi saw dan di bawah bimbingan para sahabat beliau, masjid jami' kota ini dibangun di taman Istana Ghamdan.[76] Nabi saw telah memberi tahu wakil beliau di bagian mana tepatnya masjid tersebut harus didirikan di taman penguasa Persia.[77] Masjid ini bukan hanya bangunan bersejarah Islam, tetapi juga dikenal sebagai salah satu pusat penyimpanan naskah kuno Zaidiyah terpenting; banyak perpustakaan Zaidiyah, termasuk perpustakaan Imam al-Manshur Billah Abdullah bin Hamzah (wafat 1217 M), dipindahkan ke masjid ini yang menampung khazanah besar warisan intelektual Zaidiyah.[78] Masjid ini diperluas di bagian utara arah kiblat pada abad ke-11 dan mihrabnya direnovasi.[79]
Masjid Imam Ali as di Sana'a adalah salah satu masjid bersejarah di Yaman yang dibangun di lokasi rumah Sa'idah al-Barzajiyah.[80] Imam Ali bin Abi Thalib as menetap di rumah Sa'idah setelah memasuki Sana'a.[81] Meskipun demikian, pembangunan masjid ini juga dinisbatkan kepada Sa'idah pada 8/629-30.[82] Masjid ini terletak di bagian kota tua Sana'a dan tercatat dalam daftar Warisan Dunia UNESCO.[83] Inskripsinya dalam khat Kufi mencakup ungkapan seperti tahlil, Muhammad Rasulullah, Ali Waliullah[84] serta ayat-ayat seperti ayat Tathir dan Baqiyatullah Khairun Lakum.[85]
Pusat Badr yang didirikan oleh Allamah Murtadha al-Mahthuri adalah contoh lembaga Zaidiyah kontemporer yang mencakup masjid, sekolah, perpustakaan umum, dan penerbitan, serta membantu melestarikan dan menyebarkan pemikiran Zaidiyah di ibu kota Yaman.[86] Lembaga ini didirikan pada tahun 1991 M di Sana'a. Langkah terpenting pusat ini adalah mengadakan kursus pendidikan, namun di samping itu juga melakukan aktivitas budaya dan amal.[87]
Muassasah al-Imam Zaid bin Ali al-Tsaqafiyah (IZBA): Adalah organisasi nirlaba yang beraktivitas dengan tujuan mempromosikan budaya Islam dan memperkuat identitas agama di masyarakat. Lembaga ini menyajikan program pendidikan, penelitian, dan budaya berdasarkan ajaran Islam, Syiah Zaidiyah, dan warisan Imam Zaid bin Ali.[88] Salah satu tujuan utamanya adalah menjelaskan pemikiran Islam yang moderat dan pendekatan antar mazhab. Pusat ini juga memproduksi konten ilmiah, mengadakan seminar, dan menerbitkan buku-buku terkait ajaran Zaidiyah.[89]
Catatan Kaki
- ↑ Old City of Sana'a, UNESCO World Heritage Centre.
- ↑ Zaydi Manuscript Tradition, Zaydi Manuscript Tradition; Sanaa, Britannica.
- ↑ Ibnu Khaldun, Al-Muqaddimah Ibn al-Khaldun, 1984, hlm. 47.
- ↑ Syami, Tarikh Zaidiyah dar Qarn-e Dovvom va Sevvom-e Hejri (Sejarah Zaidiyah pada Abad Kedua dan Ketiga Hijriah), 1367 HS, hlm. 233.
- ↑ Lucas & Almahatwary, Zaydī Shīʿism, St Andrews Encyclopaedia of Theology.
- ↑ "Syiah Yaman", Situs Pusat Spesialis Studi Imam Mahdi afj.
- ↑ Jafarian, Atlas al-Syiah, 2015, hlm. 406-407.
- ↑ "Minoritas di Yaman", Situs Al-Hadath.
- ↑ Kelompok Penulis, Al-Huthiyyun fi al-Yaman..., 2010, hlm. 235.
- ↑ "Minoritas di Yaman", Situs Al-Hadath.
- ↑ Makarem Syirazi, Tafsir-e Nemuneh, 1374 HS, jld. 2, hlm. 498.
- ↑ Makarem Syirazi, Tafsir-e Nemuneh, 1374 HS, jld. 2, hlm. 102.
- ↑ Syekh Shaduq, Kamal al-Din, 1395 H, jld. 1, hlm. 331; Laitsi, Uyun al-Hikam wa al-Mawa'izh, 1376 HS, hlm. 244.
- ↑ Fatlawi, Rayat al-Huda wa al-Dhalal fi 'Ashr al-Zhuhur, 1420 H, hlm. 101.
- ↑ Fatlawi, Rayat al-Huda wa al-Dhalal fi 'Ashr al-Zhuhur, 1420 H, hlm. 101.
- ↑ Nu'mani, Al-Ghaibah, 1397 H, hlm. 227.
- ↑ "Hadis Keluarnya Kasir al-'Ain di Sana'a Yaman...", Kantor Berita Mehr.
- ↑ Sana'a: Yemen, ebsco.com.
- ↑ Sana'a: Yemen, ebsco.com.
- ↑ Amirdehi, "Sarrazamin-ha-ye Jahan-e Eslam Yaman az Tamaddon-e Kohan ta Sana'a va Aden", hlm. 119.
- ↑ Khwandamir, Tarikh-e Habib al-Siyar, 1380 HS, jld. 2, hlm. 197.
- ↑ Lucas & Almahatwary, Zaydī Shīʿism, St Andrews Encyclopaedia of Theology.
- ↑ Danyal, Imam al-Hadi ila al-Haqq, tawarikhkhwani.
- ↑ Yemen's history after Islam, yemencorner.com.
- ↑ Taheri Boeini, "Shulaihiyan-e Yaman ba Takid bar Da'i al-Du'at Yamin Malakeh Arwa", Situs Universitas Agama dan Mazhab.
- ↑ Bosworth, Silsileh-ha-ye Eslami-ye Jadid (Dinasti-Dinasti Islam Baru), 1381 HS, jld. 1, hlm. 208.
- ↑ Daftari, Tarikh va Aqaid-e Ismailiyah (Sejarah dan Akidah Ismailiyah), 1386 HS, hlm. 242.
- ↑ Jan Ahmadi, "Da'iyan-e Hokumat-gar-e Shulaihi dar Yaman", hlm. 34.
- ↑ Daftari, hlm. 241.
- ↑ Sanna, Encyclopaedia Britannica.
- ↑ Mohamed Ahmed Abd El-Rahman, Ottoman Mosques in Sana'a, hlm. 42-43; Sana'a: Yemen, ebsco.com.
- ↑ Sana'a: Yemen, ebsco.com
- ↑ Amirdehi, hlm. 120.
- ↑ Amirdehi, hlm. 123.
- ↑ Amirdehi, hlm. 123-125.
- ↑ Amirdehi, hlm. 125.
- ↑ Tarikh al-Yaman al-Mu'ashir, Kairo, 1990, hlm. 117-120.
- ↑ Tarikh al-Yaman al-Mu'ashir, hlm. 120-122.
- ↑ Tarikh al-Yaman al-Mu'ashir, hlm. 122-123.
- ↑ Houthi-movement, Encyclopedia Britannica.
- ↑ Nejabat, "Nokhostin 'Eyd-e Ghadir-e Syiahan dar Sana'a", hlm. 57.
- ↑ "Ali Abdullah Saleh; Fenomena Langka di Dunia Arab", Isna.
- ↑ "Presiden Yaman Pilih 2 Anggota Ansarullah sebagai Penasihatnya", Fars News.
- ↑ Nejabat, hlm. 63.
- ↑ "Presiden Yaman Pilih 2 Anggota Ansarullah sebagai Penasihatnya", Fars News.
- ↑ Houthi-movement, Encyclopedia Britannica; Yemen, Council on Foreign Relations.
- ↑ "Presiden Yaman Pilih 2 Anggota Ansarullah sebagai Penasihatnya", Fars News.
- ↑ Thabasi, Abdurrazaq al-Shan'ani, 1390 HS, hlm. 19; Shifatgol, "Ibnu Wazir", hlm. 83.
- ↑ Thabasi, hlm. 19; Kahhalah, Mu'jam al-Muallifin, jld. 5, hlm. 219.
- ↑ Ibnu Hibban, Al-Tsiqat, 1393 H, jld. 8, hlm. 412.
- ↑ Aqa Buzurg Tehrani, Al-Dzari'ah ila Tashanif al-Syiah, 1408 H, jld. 4, hlm. 250.
- ↑ Rabi'i, "Ibnu Abdussalam, Ja'far bin Ahmad", hlm. 163.
- ↑ Ja'far bin Ahmad, Muqaddimah-ye Kebsi, hlm. 8.
- ↑ Lucas & Almahatwary, Zaydī Shīʿism, St Andrews Encyclopaedia of Theology.
- ↑ Lucas & Almahatwary, Zaydī Shīʿism, St Andrews Encyclopaedia of Theology.
- ↑ Amin, Mustadrakat A'yan al-Syiah, 1408 H, jld. 5, hlm. 130.
- ↑ Shan'ani, Nasmat al-Sahar, 1999, jld. 1, hlm. 528; Syaukani, Al-Badr al-Thali', jld. 1, hlm. 236.
- ↑ Muhibbi, Nafhat al-Raihanah, 1426 H, jld. 3, hlm. 290.
- ↑ Syaukani, Al-Badr al-Thali', 1429 H, jld. 2, hlm. 884.
- ↑ Syaukani, Al-Badr al-Thali', 1429 H, jld. 1, hlm. 194; Wajih, A'lam al-Muallifin al-Zaidiyah, 1420 H, hlm. 308.
- ↑ Baghdadi, Hadiyyat al-'Arifin, jld. 1, kol. 297-298; Wajih, hlm. 309.
- ↑ Wajih, hlm. 309.
- ↑ Shifatgol, "Ibnu Wazir", hlm. 83.
- ↑ Shifatgol, hlm. 84.
- ↑ Shifatgol, hlm. 85.
- ↑ Lucas & Almahatwary, Zaydī Shīʿism, St Andrews Encyclopaedia of Theology.
- ↑ Lucas & Almahatwary, Zaydī Shīʿism, St Andrews Encyclopaedia of Theology.
- ↑ "ISIS Bertanggung Jawab atas Ledakan di Yaman", Tabnak menukil Sky News.
- ↑ Zaydi Manuscript Tradition, Princeton University Library.
- ↑ Zaydī Shīʿism, St Andrews Encyclopaedia of Theology.
- ↑ Zaydī Shīʿism, St Andrews Encyclopaedia of Theology.
- ↑ Zaydī Shīʿism, St Andrews Encyclopaedia of Theology.
- ↑ Zaydī Shīʿism, St Andrews Encyclopaedia of Theology.
- ↑ Zaydī Shīʿism, St Andrews Encyclopaedia of Theology.
- ↑ Lee dkk, "Sana'a", hlm. 146, 221.
- ↑ Lee dkk, hlm. 366.
- ↑ Lee dkk, hlm. 146, 222.
- ↑ Zaydi Manuscript Tradition, Zaydi Manuscript Tradition.
- ↑ Lee dkk, hlm. 225.
- ↑ Hajri, Masajid Shan'a; 'Amiruha wa Mufiha, 1361 H, hlm. 86.
- ↑ Hajri, hlm. 86.
- ↑ "Masjid Ali bin Abi Thalib bi Shan'a", hlm. 10-11.
- ↑ "Masjid Ali bin Abi Thalib bi Shan'a", hlm. 10.
- ↑ "Masjid Ali bin Abi Thalib bi Shan'a", hlm. 11.
- ↑ "Masjid Bersejarah Imam Ali as di Yaman", Kantor Berita Tasnim.
- ↑ Lucas & Almahatwary, Zaydī Shīʿism, St Andrews Encyclopaedia of Theology.
- ↑ "Khomeini dan Khamenei, Imam Para Revolusioner Yaman; Wawancara dengan Syahid Dr. Murtadha Mahthuri", Jam News.
- ↑ "Tentang Lembaga", Situs Resmi Muassasah al-Imam Zaid bin Ali al-Tsaqafiyah.
- ↑ "Tentang Lembaga", Situs Resmi Muassasah al-Imam Zaid bin Ali al-Tsaqafiyah.
Daftar Pustaka
- Al-Yaman al-Mu'ashir (1917-1982 M). Terjemahan Arab: Muhammad Ali al-Bahr. Kairo, Penerbit Madbouli, 1990.
- Amin, Sayid Hasan. Mustadrakat A'yan al-Syiah. Beirut, Dar al-Ta'aruf lil Matbu'at, cetakan pertama, 1408 H.
- Amirdehi, Alireza. "Sarrazamin-ha-ye Jahan-e Eslam Yaman az Tamaddon-e Kohan ta Sana'a va Aden" (Negeri-Negeri Dunia Islam Yaman dari Peradaban Kuno hingga Sana'a dan Aden). Jurnal Andisheh-ye Taqrib, No. 21, 1388 HS.
- Aqa Buzurg Tehrani, Mohammad Mohsen. Al-Dzari'ah ila Tashanif al-Syiah. Qom, Penerbit Isma'iliyan dan Perpustakaan Islamiyah Teheran, 1408 H.
- Baghdadi, Ismail. Hadiyyat al-'Arifin. Beirut, Dar Ihya al-Turats al-Arabi, tanpa tahun.
- Bosworth, Clifford Edmund. Silsileh-ha-ye Eslami-ye Jadid. Penerjemah: Fereydun Badre'i. Teheran, Markaz-e Bazsyenasi-ye Eslam va Iran, 1381 HS.
- Dafteri, Farhad. Tarikh va Aqaid-e Ismailiyah. Penerjemah: Fereydun Badre'i. Teheran, Farzan Ruz, 1386 HS.
- "Daftar Syiah Yaman". Situs Pusat Spesialis Studi Imam Mahdi afj. Diakses pada 23 Juli 2025.
- Fatlawi, Mahdi. Rayat al-Huda wa al-Dhalal fi 'Ashr al-Zhuhur. Beirut, Dar al-Mahajjah al-Baidha, 1420 H.
- Hajri, Muhammad bin Ahmad. Masajid Shan'a; 'Amiruha wa Mufiha. Sana'a, Penerbit Kementerian Pendidikan Yaman, 1361 H.
- Hasan-pour, Maryam. "Shulaihiyan". Ensiklopedia Dunia Islam, jld. 30. Teheran, Yayasan Ensiklopedia Islam, tanpa tahun.
- Hubal, Hasan bin Ali. Diwan al-Hubal. Riset: Ahmad bin Muhammad Syami. Ad-Dar al-Yamaniyah, cetakan kedua, 1407 H.
- Ibnu Hibban, Muhammad. Al-Tsiqat. Hyderabad, Mathba'ah Majlis Dairat al-Ma'arif al-Utsmaniyyah, 1393 H.
- Ibnu Khaldun, Abdurrahman bin Muhammad. Muqaddimah Ibn al-Khaldun. Beirut, Dar Sadir, 1984.
- Jafarian, Rasul. Atlas al-Syiah. Teheran, Organisasi Geografi Angkatan Bersenjata, 2015.
- Ja'far bin Ahmad. Al-Arba'un al-Alawiyyah wa Syarhuhu. Amman, cetakan Abdulfattah Kebsi, 1423 H.
- Kahhalah, Umar bin Ridha. Mu'jam al-Muallifin. Beirut, Maktabah al-Mutsanna, tanpa tahun.
- Kelompok Penulis. Al-Huthiyyun fi al-Yaman Silah al-Tha'ifah wa Wala'at al-Siyasah. Yaman, Markaz al-Misbar lil Dirasat wa al-Buhuts, 2010.
- Khwandamir, Ghiyatsuddin. Tarikh-e Habib al-Siyar. Teheran, Penerbit Khayyam, 1380 HS.
- Kurani, Ali. Hadis Keluarnya Kasir al-'Ain di Sana'a Yaman.... Kantor Berita Mehr. 17 Azar 1396 HS. Diakses pada 23 Juli 2025.
- Laitsi Wasithi, Ali bin Muhammad. Uyun al-Hikam wa al-Mawa'izh. Riset: Husain Hasani Birjandi. Qom, Dar al-Hadits, 1376 HS.
- Lee, Kak Ronald dan Setiawan, Arif. "Sana'a". Terjemahan: Ali Mohammad Tarafdari. Jurnal Barresi-ha-ye Novin-e Tarikhi, No. 1-2, 1397 HS.
- Makarem Syirazi, Naser. Tafsir-e Nemuneh. Teheran, Dar al-Kutub al-Islamiyyah, 1374 HS.
- "Masjid Al-Imam Ali bin Abi Thalib bi Shan'a". Jurnal Buyut al-Muttaqin, No. 22, Rajab 1436 H.
- Muhibbi, Muhammad Amin. Nafhat al-Raihanah. Riset: Ahmad Inayah. Beirut, Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, cetakan pertama, 1426 H.
- Nejabat, Ruhollah. "Nokhostin 'Eyd-e Ghadir-e Syiahan dar Sana'a". Jurnal Pasdar-e Eslam, No. 393-394, 1393 HS.
- Nu'mani, Muhammad bin Ibrahim. Al-Ghaibah. Riset: Ali Akbar Ghaffari. Teheran, Penerbit Shaduq, 1397 H.
- Shifatgol, Mansour. "Ibnu Wazir". Dairatul Ma'arif-e Bozorg-e Eslami, jld. 5. Teheran, Pusat Ensiklopedia Islam Besar, cetakan kedua, 1374 HS.
- Shan'ani, Yusuf bin Yahya. Nasmat al-Sahar. Riset: Kamil Salman Jubouri. Beirut, Dar al-Mu'arrikh al-Arabi, cetakan pertama, 1999.
- Syami, Fadhilah. Tarikh Zaidiyah dar Qarn-e Dovvom va Sevvom-e Hejri. Penerjemah: Ali Akbar Mahdipour. Universitas Shiraz, 1367 HS.
- Syaukani, Muhammad bin Ali. Al-Badr al-Thali'. Damaskus, Dar Ibnu Katsir, cetakan kedua, 1429 H.
- Syekh Shaduq, Muhammad bin Ali. Kamal al-Din wa Tamam al-Ni'mah. Riset: Ali Akbar Ghaffari. Teheran, Islamiyah, 1395 H.
- Taheri Boeini, Hoda. "Shulaihiyan-e Yaman ba Takid bar Da'i al-Du'at Yamin Malakeh Arwa". Situs Universitas Agama dan Mazhab. 18 Aban 1403 HS. Diakses pada 23 Tir 1403 HS.
- Wajih, Abdussalam bin Abbas. A'lam al-Muallifin al-Zaidiyah. Amman, Muassasah al-Imam Zaid bin Ali al-Tsaqafiyah, 1420 H.