Konsep:Pintu Ka'bah

Pintu Ka'bah (bahasa Arab: باب الكعبة; Bab al-Ka'bah) terletak di dinding timur Ka'bah dan disebutkan memiliki berbagai keutamaan. Dalam riwayat-riwayat Syiah, dianjurkan untuk membaca doa ketika sampai di pintu ini. Di atas pintu ini tertulis ayat-ayat Al-Qur'an, nama-nama Allah, dan nama Nabi Muhammad saw.
Tinggi pintu Ka'bah lebih dari tiga meter dan lebarnya sekitar satu meter tujuh puluh sentimeter. Pintu ini berjarak lebih dari dua meter dari permukaan tanah. Awalnya pintu Ka'bah berada di atas tanah, namun saat renovasi Ka'bah oleh Quraisy, mereka menaikkan posisinya agar orang-orang tidak bisa masuk ke Ka'bah dengan mudah.
Salah satu penguasa Yaman sekitar tujuh ratus tahun sebelum hijrah Nabi saw, memasang sebuah pintu untuk Ka'bah yang dianggap sebagai pintu pertama Ka'bah. Di dalam Ka'bah terdapat ruangan kecil yang memiliki tangga untuk naik ke atap Ka'bah. Ruangan kecil ini memiliki pintu kecil yang disebut Pintu Taubat dan terbuat dari emas.
Lokasi dan Karakteristik Pintu Ka'bah
Pintu Ka'bah terletak di dinding timur bangunan tersebut.[1] Di atas pintu ini tertulis berbagai ayat, nama-nama Allah, dan nama Nabi Islam.[2] Pintu yang terpasang saat ini memiliki tinggi lebih dari tiga meter dan lebar sekitar satu meter tujuh puluh sentimeter. Pintu ini menjorok ke dalam sekitar setengah meter dan berjarak lebih dari dua meter dari permukaan tanah.[3] Dalam pembuatannya, digunakan lebih dari dua ratus kilogram emas.[4] Abdul Mutthalib, kakek Nabi Islam, dianggap sebagai orang pertama yang menggunakan emas untuk pintu Ka'bah.[5]
Pemegang Kunci Ka'bah
Pemegang kunci Ka'bah sejak masa pra-Islam berada di tangan kabilah Bani Syaibah.[6] Setelah Fathu Makkah, Nabi Islam mengambil kunci Ka'bah dari Utsman bin Thalhah (pemegang kunci saat itu) dan masuk ke dalam Ka'bah. Kemudian beliau mengembalikan kunci tersebut kepadanya dan bersabda bahwa kunci Ka'bah akan tetap berada di tangan keluarga ini dan tidak ada yang mengambilnya dari mereka kecuali orang zalim.[7] Karena itulah hingga hari ini tanggung jawab pemegang kunci Ka'bah berada di tangan orang-orang dari keluarga ini.[8]
Sejarah Pintu Ka'bah
Terdapat riwayat yang berbeda mengenai pintu pertama yang dipasang untuk Ka'bah. Sebuah laporan yang diperkuat menyebutkan bahwa salah satu penguasa Yaman sekitar tujuh ratus tahun sebelum hijrah Nabi saw, memasang sebuah pintu untuk Ka'bah.[9]
Ketika Abdullah bin Zubair berkuasa di Mekah, ia memasang dua pintu untuk Ka'bah; satu untuk masuk dan satu untuk keluar.[10] Perubahan yang dilakukan Ibnu Zubair tidak bertahan lama, dan setelah ia terbunuh, pintu kedua ditutup.[11] Berbagai raja dan penguasa telah memperbaiki atau mengganti pintu ini.[12]
Pintu yang terpasang di Ka'bah saat ini dibuat atas perintah Khalid bin Abdul Aziz, Raja Saudi.[13] Pintu Ka'bah awalnya berada di atas tanah hingga Quraisy dalam renovasi Ka'bah menaikkannya agar orang-orang tidak bisa masuk dengan mudah, melainkan masuk dengan rendah hati. Dan jika ada orang yang tidak disukai Quraisy ingin masuk, mereka akan melempari orang tersebut dengan batu agar menjauh dari pintu Ka'bah.[14]
Keutamaan Pintu Ka'bah
Riwayat-riwayat Syiah menganjurkan membaca doa saat sampai di pintu Ka'bah:
سَائِلُكَ فَقِيرُكَ مِسْكِينُكَ بِبَابِكَ فَتَصَدَّقْ عَلَيْهِ بِالْجَنَّةِ اللَّهُمَّ الْبَيْتُ بَيْتُكَ وَ الْحَرَمُ حَرَمُكَ وَ الْعَبْدُ عَبْدُكَ وَ هَذَا مَقَامُ الْعَائِذِ الْمُسْتَجِيرِ بِكَ مِنَ النَّارِ فَأَعْتِقْنِي وَ وَالِدَيَّ وَ أَهْلِي وَ وُلْدِي وَ إِخْوَانِيَ الْمُؤْمِنِينَ مِنَ النَّارِ يَا جَوَادُ يَا كَرِيم [15]
Dikutip juga doa lain:
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّد اللَّهُمَّ أَدْخِلْنِي الْجَنَّةَ بِرَحْمَتِكَ وَ عَافِنِي مِنَ السُّقْمِ وَ أَوْسِعْ عَلَيَّ مِنَ الرِّزْقِ الْحَلَالِ وَ ادْرَأْ عَنِّي شَرَّ فَسَقَةِ الْجِنِّ وَ الْإِنْسِ وَ شَرَّ فَسَقَةِ الْعَرَبِ وَ الْعَجَمِ [16]
Juga dianjurkan untuk membaca Salawat saat sampai di pintu Ka'bah.[17]
Berdasarkan sumber-sumber sejarah, ketika Abrahah menyerang untuk menghancurkan Ka'bah, Abdul Mutthalib memegang cincin pintu Ka'bah dan di sana ia menyeru Allah dan memohon pertolongan-Nya.[18]

Pintu di Dalam Ka'bah
Di dalam Ka'bah, terdapat ruangan kecil yang memiliki tangga untuk naik ke atap Ka'bah.[19] Ruangan kecil ini memiliki pintu kecil yang disebut Pintu Taubat.[20] Pintu ini terbuat dari emas.[19]
Tindakan Beberapa Penguasa terhadap Emas Pintu Ka'bah
Selain para penguasa yang berusaha memperbaiki atau mengganti pintu Ka'bah, beberapa penguasa melakukan tindakan lain terhadapnya. Salah satu penguasa Mekah menghapus nama Khalifah Mesir yang ada di pintu Ka'bah dan menuliskan nama Khalifah Abbasiyah di atasnya.[21] Pada tahun 462 H, penguasa Mekah mengalami kesulitan keuangan, lalu ia melepas emas Talang Emas dan pintu Ka'bah serta mengubahnya menjadi dinar.[22] Salah satu khalifah Abbasiyah yang mengganti pintu Ka'bah dan menggantinya dengan pintu berlapis perak, membuat peti mati untuk dirinya sendiri dari pintu sebelumnya.[23]
Galeri
-
Pintu Ka'bah tertua yang ada dengan usia sekitar empat abad.[24]
-
Gembok pintu Ka'bah
-
Tampilan samping pintu
-
Pintu yang dibuat atas perintah Raja Abdul Aziz.
Catatan Kaki
- ↑ "Bab al-Ka'bah al-Musyarrafah", Situs Al-Riasah al-Ammah li Syu'un al-Masjid al-Haram wa al-Masjid al-Nabawi.
- ↑ "Bab al-Ka'bah al-Musyarrafah", Situs Al-Riasah al-Ammah li Syu'un al-Masjid al-Haram wa al-Masjid al-Nabawi.
- ↑ "Madza Ta'rif 'an 'Bab al-Ka'bah' wa Kam Kanat Taklufatuhu?", Situs Al-Alam.
- ↑ "[1]", Situs Al-Alam.
- ↑ Mas'udi, Muruj al-Dzahab, 1409 H, jld. 2, hlm. 104.
- ↑ Ibnu Atsir, Usd al-Ghabah, 1409 H, jld. 2, hlm. 383.
- ↑ Maqrizi, Imta' al-Asma', 1420 H, jld. 1, hlm. 394.
- ↑ Ibnu Atsir, Usd al-Ghabah, 1409 H, jld. 2, hlm. 383.
- ↑ Shabri Basya, Mausu'ah Mir'ah al-Haramain al-Syarifain wa Jazirah al-Arab, 2004 M, jld. 2, hlm. 664.
- ↑ Baladzuri, Ansab al-Asyraf, 1417 H, jld. 5, hlm. 349.
- ↑ Baladzuri, Ansab al-Asyraf, 1417 H, jld. 5, hlm. 349.
- ↑ "Bab al-Ka'bah al-Musyarrafah", Situs Al-Riasah al-Ammah li Syu'un al-Masjid al-Haram wa al-Masjid al-Nabawi.
- ↑ "Bab al-Ka'bah al-Musyarrafah", Situs Al-Riasah al-Ammah li Syu'un al-Masjid al-Haram wa al-Masjid al-Nabawi.
- ↑ Baladzuri, Futuh al-Buldan, 1988 M, hlm. 55.
- ↑ Shaduq, Man La Yahdhuruhu al-Faqih, 1413 H, jld. 2, hlm. 531-532.
- ↑ Syekh Mufid, Al-Muqni'ah, 1413 H, hlm. 401.
- ↑ Kulaini, Al-Kafi, 1407 H, jld. 8, hlm. 570.
- ↑ Ibnu Katsir, Al-Bidayah wa al-Nihayah, 1407 H, jld. 2, hlm. 172.
- ↑ 19,0 19,1 "Bab al-Ka'bah al-Musyarrafah", Situs Al-Riasah al-Ammah li Syu'un al-Masjid al-Haram wa al-Masjid al-Nabawi.
- ↑ "[2]", Situs Mawdoo3.
- ↑ Ibnu Katsir, Al-Bidayah wa al-Nihayah, 1407 H, jld. 12, hlm. 131.
- ↑ Ibnu Katsir, Al-Bidayah wa al-Nihayah, 1407 H, jld. 12, hlm. 99.
- ↑ Ibnu Atsir, Al-Kamil, 1385 H, jld. 11, hlm. 228.
- ↑ "Qishash Abwab al-Ka'bah", Situs Al-Arabiya.
Daftar Pustaka
- "Bab al-Ka'bah al-Musyarrafah". Situs Al-Riasah al-Ammah li Syu'un al-Masjid al-Haram wa al-Masjid al-Nabawi. Diakses tanggal: 17 Urdibehesyt 1401 HS.
- "[3]". Situs Mawdoo3. Diakses tanggal: 17 Urdibehesyt 1401 HS.
- "[4]". Situs Al-Alam. Tanggal publikasi: 12 Oktober 2016. Diakses tanggal: 17 Urdibehesyt 1401 HS.
- "Qishash Abwab al-Ka'bah". Situs Al-Arabiya. 26 Desember 2016. Diakses tanggal: 17 Urdibehesyt 1401 HS.
- Baladzuri, Ahmad bin Yahya. Ansab al-Asyraf. Beirut: Dar al-Fikr, 1417 H.
- Baladzuri, Ahmad bin Yahya. Futuh al-Buldan. Beirut: Al-Hilal, 1988 M.
- Ibnu Atsir, Ali bin Muhammad. Al-Kamil fi al-Tarikh. Beirut: Dar Shadir, 1385 H.
- Ibnu Atsir, Ali bin Muhammad. Usd al-Ghabah fi Ma'rifah al-Shahabah. Beirut: Dar al-Fikr, 1409 H.
- Ibnu Katsir Dimasyqi, Ismail bin Umar. Al-Bidayah wa al-Nihayah. Beirut: Dar al-Fikr, 1407 H.
- Kulaini, Muhammad bin Ya'qub. Al-Kafi. Peneliti dan Korektor: Ali Akbar Ghaffari, Muhammad Akhundi. Teheran: Dar al-Kutub al-Islamiyyah, Cetakan keempat, 1407 H.
- Maqrizi, Taqiuddin. Imta' al-Asma' bima li al-Nabi min al-Ahwal wa al-Amwal wa al-Hafadah wa al-Mata'. Riset: Muhammad Abdul Hamid Namisi. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, Cetakan pertama, 1420 H.
- Mas'udi, Ali bin Husain. Muruj al-Dzahab wa Ma'adin al-Jauhar. Riset: As'ad Daghir. Qom: Dar al-Hijrah, Cetakan kedua, 1409 H.
- Shabri Basya, Ayyub. Mausu'ah Mir'ah al-Haramain al-Syarifain wa Jazirah al-Arab. Penerjemah: Majidah Ma'ruf, Husain Mujib al-Mishri, Abdul Aziz 'Awadh. Kairo: Dar al-Afaq al-Arabiyyah, 2004 M.
- Shaduq, Muhammad bin Ali. Man La Yahdhuruhu al-Faqih. Riset dan Koreksi: Ali Akbar Ghaffari. Qom: Daftar-e Intisyarat-e Eslami wabasteh be Jame'eh-ye Modarresin-e Howzeh-ye Elmi-ye Qom, Cetakan kedua, 1413 H.
- Syekh Mufid, Muhammad bin Muhammad bin Nu'man. Al-Muqni'ah. Qom: Kongres Internasional Milenium Syekh Mufid, Cetakan pertama, 1413 H.