Konsep:Keluarga Abi al-Ja'd
| Alasan penamaan | Penisbatan kepada Abi al-Ja'd |
|---|---|
| Bercabang dari | Kabilah Asyja' |
| Pendiri | Rafi' bin Salamah |
| Madzhab | Syiah |
| Tempat menetap | Kufah |
| Ciri khas | Sekelompok anggotanya dikenal sebagai perawi hadis |
| Tokoh terkenal | Rafi' bin Salamah |
Keluarga Abi al-Ja'd (bahasa Arab:آل أبي الجعد) adalah sebuah keluarga bermazhab Syiah dari kabilah Asyja' yang dalam silsilah kabilah Arab dianggap sebagai cabang dari Ghathfan. Oleh karena itu, Keluarga Abi al-Ja'd lebih sering disebut "Asyja'i" dan terkadang "Ghathfani". Mereka bermigrasi ke Kufah antara dekade 20 hingga 40 abad pertama Hijriah (dari sejarah pembangunan Kufah hingga kekhalifahan Imam Ali as), sehingga mereka juga memiliki nisbah "Kufi".
Tidak ada informasi yang tersedia mengenai leluhur keluarga ini yang bernama Abu al-Ja'd Rafi' bin Salamah. Hanya diketahui bahwa ia hidup pada masa Jahiliyah dan Islam. Sebagian menganggapnya termasuk dalam golongan Sahabat, namun ia meriwayatkan Hadis dari Hadhrat Ali as dan Ibnu Mas'ud.
Tiga orang putranya dan beberapa cucunya juga merupakan perawi hadis. Tiga putra Abu al-Ja'd (Ziyad, Salim, dan Ubaid) umumnya dianggap sebagai sahabat Imam Ali as dan "Tsiqah". Sandaran ulama Rijal dalam hal ini adalah pendapat Najasyi yang menyebut seluruh keluarga ini sebagai "Tsiqat" (orang-orang terpercaya).
Menurut para peneliti, Salim lebih terkenal daripada dua saudaranya yang lain. Ia terkadang dianggap "Katsir al-Irsal" (banyak melakukan irsal, yaitu membuang nama sahabat dari rantai sanad, yang menyebabkan kelemahan Hadis) dan digolongkan dalam tingkatan ke-3. Tanggal wafatnya disebutkan pada tahun 97 H, 98 H, atau bahkan 100 H. Selain itu, karena usianya yang panjang, ia dianggap sebagai sahabat Imam Ali as sekaligus sahabat khusus Imam Sajjad as (W. 94 H/713 M). Ubaid juga ditempatkan pada tingkatan ke-3.
Individu paling ternama dari keluarga ini yang juga membuat yang lain terkenal adalah Rafi' bin Salamah, meskipun tidak banyak informasi mengenai kehidupannya. Ia adalah seorang "Tsiqah", dari "Thabaqah Ketujuh", serta merupakan sahabat Imam Muhammad Baqir as dan sahabat Imam Ja'far as, dan meriwayatkan hadis dari mereka. Karena ia terkadang disebut "Bashri", dapat diasumsikan bahwa ia pernah tinggal di Basrah untuk beberapa waktu.
Catatan Kaki
Daftar Pustaka
- Amin, Muhsin. A'yan al-Syi'ah. Beirut: Dar al-Ta'aruf, 1403 H.
- Ardabili, Muhammad Ali. Jami' al-Ruwat. Beirut: Dar al-Adhwa', 1403 H.
- Bahrul Ulum, Muhammad Mahdi. Rijal. Teheran: Maktabah al-Shadiq, 1363 HS.
- Hilli, Ali bin Dawud. Kitab al-Rijal. Diupayakan oleh Jalaluddin Muhaddits Urmawi. Teheran: Universitas Teheran, 1342 HS.
- Khaqani, Ali. Rijal. Diupayakan oleh Muhammad Shadiq Bahrul Ulum. Qom: Maktab al-I'lam al-Islami, 1404 H.
- Khui, Sayid Abu al-Qasim. Mu'jam Rijal al-Hadits. Beirut: Dar al-Ma'rifah, 1382 H.
- Mamaqani, Muhammad Hasan. Tanqih al-Maqal. Najaf, 1352 H.
- Mudarris, Muhammad Ali. Raihanah al-Adab. Tabriz, 1346 HS.
- Najasyi, Ahmad bin Ali. Rijal. Qom: Maktabah al-dawari, 1398 H.
- Quhpa-i, Ali. Majma' al-Rijal. Qom: Ismailiyan, 1384 H.
Pranala Luar
- Sumber Artikel: Da'irah al-Ma'arif Bozorg Eslami