Lompat ke isi

Konsep:Ilmu Manaya wa Balaya

Dari wikishia

Ilmu Manaya wa Balaya bermakna kesadaran para Imam as akan peristiwa-peristiwa yang menimpa orang-orang di masa depan.[1] Peristiwa-peristiwa ini dalam ilmu manaya berkaitan dengan kematian, kualitas, dan waktunya, sedangkan dalam ilmu balaya berkaitan dengan insiden dan kesulitan-kesulitan yang dihadapi seseorang.[2] Manaya adalah jamak dari maniyyah yang berarti kematian, dan balaya adalah jamak dari baliyyah yang berarti penderitaan dan kesulitan.[3]

Berdasarkan penukilan sebuah hadis dari Imam Ali(as), ilmu manaya wa balaya adalah salah satu cabang ilmu yang dipelajari para Imam as dari Nabi saw.[4] Menurut Muhammad Nazhir Irfani, penulis artikel "Manabi' va Qolamrow-e Ulum-e Ma'shuman" (Sumber dan Cakupan Ilmu-ilmu Maksumin), ilmu manaya wa balaya termasuk dalam salah satu dari tujuh kategori cakupan ilmu Maksumin.[5]

Berdasarkan riwayat Sudair al-Shairafi dari Imam Sadiq(as), ilmu manaya wa balaya diambil dari kitab Jafr yang Allah khususkan bagi Nabi saw dan para Imam as setelah beliau.[6] Saffar Qummi meriwayatkan dari Ishaq bin Ammar bahwa Imam bersabda: "Wahai Ishaq! Rasyid al-Hajari mengetahui ilmu manaya wa balaya, maka Imam jauh lebih layak mengetahuinya."[7] Salman al-Farisi tiga hari setelah wafatnya Nabi saw, dalam khotbah yang ia sampaikan kepada kaum Muhajirin dan Anshar, saat menyebutkan keutamaan-keutamaan Imam Ali(as), menyatakan beliau sebagai pemilik ilmu manaya wa balaya.[8]

Templat:جعبه نقل قول

Para Imam as mengajarkan ilmu manaya wa balaya kepada sahabat-sahabat dekat mereka yang dapat dipercaya menjaga rahasia.[9] Imam Ali(as) menukil dari Nabi saw bahwa: "Allah memerintahkanku untuk mengajarkan ilmu manaya wa balaya kepada Salman."[10] Imam Ali(as) juga mengajarkan ilmu ini kepada Ammar Yasir, Habib bin Mazhahir, Maitsam al-Tammar, dan Rasyid al-Hajari.[11] Penulis Rijal al-Kasy-syi (Ikhtiyar Ma'rifah al-Rijal) menukil dari Fudhail bin Zubair sebuah percakapan antara tiga orang terakhir tersebut di mana mereka saling mengabarkan tentang bagaimana cara mereka masing-masing akan terbunuh di jalan Ahlulbait as. Percakapan ini dianggap sebagai tanda pengetahuan mereka akan ilmu manaya wa balaya.[12] Imam Ali(as) memberikan gelar Rasyid al-Balaya kepada Rasyid al-Hajari.[13]

Dikatakan bahwa Hujr bin Adi dan Amru bin Hamiq al-Khuza'i dari sahabat Imam Ali(as) juga memiliki ilmu manaya wa balaya.[14]

Catatan Kaki

  1. Al-Kulaini, Ushul al-Kafi, 1375 HS, jil. 2, hlm. 724.
  2. Muhadditsi, Farhang-e Ghadir (Kamus Ghadir), 1386 HS, hlm. 396.
  3. Muhadditsi, Farhang-e Ghadir, 1386 HS, hlm. 396.
  4. Al-Mufid, Al-Ikhtishash, 1413 H, hlm. 283.
  5. Irfani, "Manabi' va Qolamrow-e Ulum-e Ma'shuman", hlm. 107-108.
  6. Al-Syaduq, Kamal al-Din wa Tamam al-Ni'mah, 1388 HS, jil. 2, hlm. 31-32.
  7. Al-Kulaini, Ushul al-Kafi, 1369 HS, jil. 2, hlm. 399; Saffar Qummi, Basa'ir al-Darajat, Tanpa Tahun, hlm. 285.
  8. Al-Thabrasi, Al-Ihtijaj, Tanpa Tahun, jil. 2, hlm. 67-68.
  9. Al-Kulaini, Ushul al-Kafi, 1369 HS, jil. 1, hlm. 395.
  10. Al-Majlisi, Bihar al-Anwar, 1403 H, jil. 22, hlm. 347.
  11. Muhadditsi, Farhang-e Ghadir, 1386 HS, hlm. 397.
  12. Kumpulan Penulis, Pazuhesyi Piramun-e Syohada-ye Karbala (Penelitian Seputar Syuhada Karbala), 1385 HS, hlm. 133.
  13. Al-Kasy-syi, Rijal al-Kasy-syi (Ikhtiyar Ma'rifah al-Rijal), 1363 HS, jil. 1, hlm. 291.
  14. Misbah Yazdi, Adzarkhosyi Digar az Asman-e Karbala (Kilat Lain dari Langit Karbala), 1382 HS, hlm. 78; lihat juga: Al-Qummi, Nafas al-Mahmum, Penerbit Al-Maktabah al-Haydariyyah, hlm. 122.

Daftar Pustaka

  • Al-Kasy-syi, Muhammad bin Umar. Rijal al-Kasy-syi (Ikhtiyar Ma'rifah al-Rijal). Qom, Muassasah Al al-Bait (as), Riset: Mehdi Rajai, Cetakan Pertama, 1363 HS.
  • Al-Kulaini, Muhammad bin Ya'qub. Ushul al-Kafi. Qom, Penerbit Uswah, Terjemahan: Muhammad Baqir Kamare'i, Cetakan Ketiga, 1375 HS.
  • Al-Kulaini, Muhammad bin Ya'qub. Ushul al-Kafi. Tehran, Kitabforousyi Ilmiyyah Islamiyyah, Terjemahan: Sayid Jawad Musthafawi, Cetakan Pertama, 1369 HS.
  • Al-Kulaini, Muhammad bin Ya'qub. Al-Kafi. Tehran, Penerbit Dar al-Kutub al-Islamiyyah, Riset: Ali Akbar Ghaffari dan Muhammad Akhoundi, Cetakan Keempat, 1407 H.
  • Al-Majlisi, Muhammad Baqir. Bihar al-Anwar. Beirut, Muassasah al-Wafa, Cetakan Kedua, 1403 H.
  • Al-Mufid, Muhammad bin Muhammad. Al-Ikhtishash. Qom, Al-Mu'tamar al-Alami li Alfiyyah al-Syekh al-Mufid, Riset: Ali Akbar Ghaffari dan Mahmoud Muharrami, Cetakan Pertama, 1413 H.
  • Al-Qummi, Syekh Abbas. Nafas al-Mahmum. Penerbit Al-Maktabah al-Haydariyyah.
  • Al-Syaduq, Muhammad bin Ali. Kamal al-Din wa Tamam al-Ni'mah. Qom, Masjid Suci Jamkaran, Terjemahan: Mansur Pahlavan, Cetakan Keenam, 1388 HS.
  • Al-Thabrasi, Abu Mansur. Al-Ihtijaj. Tehran, Al-Maktabah al-Murtadhawiyyah li Ihya al-Atsar al-Ja'fariyyah, Terjemahan: Ahmad Ghaffari, Cetakan Pertama, Tanpa Tahun.
  • Amili, Sayid Ja'far Murtadha. Tahlili az Zendegani-ye Siyasi-ye Emam Hasan-e Mojtaba(as) (Analisis Kehidupan Politik Imam Hasan al-Mujtaba as). Qom, Penerbit Bustan-e Ketab, Cetakan Ketiga, 1384 HS.
  • Ibn Syahrasyub, Muhammad Ali. Al-Manaqib. Qom, Penerbit Allamah, Riset: Muhammad Husain Asytiyani dan Hashem Rasuli, Cetakan Pertama, 1379 H.
  • Irfani, Muhammad Nazhir. "Manabi' va Qolamrow-e Ulum-e Ma'shuman". Dalam Jurnal Motale'at-e Hadits-pajuhi, Nomor 1, Musim Gugur dan Dingin 1394 HS.
  • Kumpulan Penulis. Pazuhesyi Piramun-e Syohada-ye Karbala (Penelitian Seputar Syuhada Karbala). Qom, Zamzam-e Hedayat, 1385 HS.
  • Misbah Yazdi, Muhammad Taqi. Adzarkhosyi Digar az Asman-e Karbala (Kilat Lain dari Langit Karbala). Qom, Lembaga Pendidikan dan Penelitian Imam Khomeini, Cetakan Kesembilan, 1382 HS.
  • Muhadditsi, Jawad. Farhang-e Ghadir (Kamus Ghadir). Qom, Penerbit Ma'ruf, 1386 HS.
  • Qunduzi, Sulaiman bin Ibrahim. Yanabi' al-Mawaddah li Dzawi al-Qurba. Qom, Penerbit Uswah, Tanpa Tahun.
  • Saffar Qummi, Muhammad bin Hasan. Basa'ir al-Darajat. Tehran, Muassasah al-A'lami, Riset: Mohsen Kouchebaghi, Tanpa Tahun.
  • Zehni Tehrani, Sayid Muhammad Jawad. Az Madineh ta Madineh (Maqtal) (Dari Madinah ke Madinah). Tehran, Payam-e Haqq, Cetakan Kelima, 1389 HS.