Lompat ke isi

Konsep:Farajullah Salasyur

Dari wikishia
Farajullah Salasyur
Aktor, Sutradara, dan Produser
Nama lengkapFarajullah Salasyur
Lahir1331/1952-53
Qazvin
Wafat27 Februari 2016 (8 Esfand 1394/2016)
Penyebab
Wafat/Syahadah
Kanker paru-paru
Tempat dimakamkanTeheran
Tempat dikuburkanImamzadeh Sayid Ja'far Bagh-e Feiz
Karya pentingYusuf Nabi (serial TV)Mardan-e Anjelos (serial TV)


Farajullah Salasyur (1331/1952-53–1394/2016) adalah seorang sutradara, aktor, dan produser Iran yang dikenal dalam bidang film-film religi. Ia memasuki dunia sinema dengan berakting dalam film "Taubeh Nasuh" (1361/1982-83) dan kemudian berperan dalam film-film seperti "Gourkan" dan "Parvaz dar Syab". Karya terpentingnya meliputi penyutradaraan dan akting dalam serial televisi Mardan-e Anjelos (1376/1997-98) dan Yusuf Nabi (1386/2007-08) yang memberikan pengaruh besar di kancah pertelevisian Iran. Selain itu, Salasyur memerankan tokoh Ayub as dalam film "Ayub Nabi" (1372/1993-94), yang mana ia juga bertindak sebagai penulis naskah dan sutradara.

Salasyur dikenal karena sudut pandang keagamaan dan religiusnya di dunia seni serta upayanya untuk memvisualisasikan kisah-kisah Al-Qur'an dan agama dalam bentuk sinema dan televisi. Namun, sepanjang masa aktivitasnya, ia sempat menghadapi tantangan seperti tuduhan plagiarisme dalam proyek "Yusuf Nabi", yang mana ia kemudian dinyatakan tidak bersalah di pengadilan banding. Terakhir, ia memulai proyek mengenai Nabi Musa as yang setelah kematiannya diserahkan kepada sutradara lain.

Selain aktivitas seni, Salasyur juga aktif dalam masalah politik dan menyampaikan kritik terhadap sinema Iran. Ia menuduh "Khaneh Cinema" (Rumah Sinema) memiliki hubungan dengan sinema Amerika dan terlibat korupsi, yang menyebabkan munculnya tuntutan hukum terhadapnya. Meskipun demikian, pernyataan-pernyataannya mengenai aktris wanita dan kebijakan sinema menarik perhatian dan menjadi kontroversial.

Kehidupan

Farajullah Salasyur lahir pada tahun 1331/1952-53 di Qazvin. Ia memasuki dunia sinema pada tahun 1361/1982-83 dengan berakting dalam film layar lebar "Taubeh Nasuh". Dua tahun kemudian, dalam film "Gourkan", selain berakting ia juga mengerjakan tata rias (makeup), dan pada tahun 1365/1986-87, ia juga berakting dalam film "Parvaz dar Syab" karya Rasoul Mollagholipour. Salasyur pada tahun 1367/1988-89 hadir sebagai produser film "Ensan va Aslaheh" karya Mojtaba Ra'i selain tetap menjadi aktor.

Pada tahun 1372/1993-94, ia membuat film "Ayub Nabi" dengan berperan sebagai aktor utama, penulis, dan sutradara, sehingga secara resmi memasuki ranah pembuatan film. Salasyur yang di tahun-tahun berikutnya berusaha mengubah cerita-cerita Al-Qur'an menjadi serial televisi, menyutradarai serial "Mardan-e Anjelos" (kisah Ashabul Kahfi) pada tahun 1376/1997-98, dan sepuluh tahun kemudian pada tahun 1386/2007-08, ia menulis, menyutradarai, dan memproduseri serial televisi "Yusuf Nabi". Ia juga memiliki kehadiran aktif dalam urusan politik.

Salasyur, setelah menahan sakit kanker paru-paru selama beberapa bulan, meninggal dunia pada hari Sabtu, 8 Esfand tahun 1394/2016 di Teheran dan dimakamkan di Imamzadeh Sayid Ja'far Bagh-e Feiz Teheran. Sayid Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, dalam pesan belasungkawanya menyebut beliau sebagai sumber kehormatan dan kredibilitas seni sinema Iran di mata bangsa-bangsa lain.

Filmografi

Salasyur menjadi aktor di beberapa film dan serial, serta menyutradarai dua serial dan satu film.

  • (1361/1982-83) Taubeh Nasuh (Mohsen Makhmalbaf) - Aktor
  • (1363/1984-85) Gourkan (Mohammad Reza Honarmand) - Aktor, Penata Rias
  • (1365/1986-87) Parvaz dar Syab (Rasoul Mollagholipour) - Aktor
  • (1367/1988-89) Ensan va Aslaheh (Mojtaba Ra'i) - Aktor, Produser
  • (1372/1993-94) Ayub Nabi (Farajullah Salasyur) - Aktor, Sutradara, Penulis Skenario
  • (1376/1997-98) Donyaye Varuneh (Shahriar Bahrani) - Aktor
  • (1376/1997-98) Ash-habul Kahfi (Farajullah Salasyur) - Sutradara
  • (1386/2007-08) Yusuf Nabi (Farajullah Salasyur) - Aktor, Produser, Penulis
  • Nabi Musa as (Tidak Selesai)

Ayub Nabi

Templat:Utama Film layar lebar "Ayub Nabi" merupakan film pertama Farajullah Salasyur di bidang film religi. Ia membuat film ini pada tahun 1370/1991-92 dan selain menyutradarai, ia juga menulis skenario serta memerankan tokoh Nabi Ayub as di dalamnya. Fokus film ini adalah pada berbagai kesulitan hidup nabi tersebut serta kesabarannya dalam menghadapi musibah. Film ini, dikarenakan pendekatan religiusnya, mendapat pujian dari beberapa ulama termasuk Sayid Ali Khamenei. Beliau menegaskan bahwa menunjukkan kehidupan seorang nabi tidaklah mudah; dan menggambarkan naskah "Ayub Nabi" sebagai sebuah interpretasi yang benar, matang, dan tanpa cela dari sebuah karya penting.

Dalam ringkasan cerita film ini disebutkan:

Kedudukan Nabi Ayub as di hadapan Allah membuat setan merasa iri hati, dan Kehendak Ilahi menetapkan untuk menguji Ayub as dengan berbagai masalah. Berbagai bencana secara bertahap menyebabkan kaumnya berpaling dari Ayub as. Nabi Allah ini menghabiskan waktu dengan penyakit dan kemiskinan. Ketika Rahimeh, istri Ayub as, putus asa dalam menagih hutangnya dari seorang wanita, ia bertemu setan dalam wujud seorang pria yang dengan godaannya meminta beberapa helai rambutnya sebagai ganti sepotong roti. Setan membawa helai rambut Rahimeh ke hadapan Ayub as dan menuduh istrinya berkhianat. Ayub as memohon pertolongan kepada Tuhannya. Mata air memancar dari bawah kaki Nabi dan membuat beliau serta istrinya kembali muda.

Mardan-e Anjelos

Templat:Utama "Mardan-e Anjelos" adalah judul serial televisi dengan fokus cerita dari Al-Qur'an yang disutradarai Salasyur pada tahun 1376/1997-98 untuk IRIB (Radio dan Televisi Republik Islam Iran). Serial ini membahas kehidupan sekelompok orang beriman Kristiani sebelum Islam yang karena kezaliman penguasa saat itu mengungsi ke gunung dan tertidur, lalu terbangun setelah sekitar tiga ratus tahun. Dalam Al-Qur'an, kelompok ini disebut sebagai Ashabul Kahfi dan kisah mereka terdapat dalam Surah Al-Kahfi. Serial televisi ini juga ditayangkan di beberapa negara Islam seperti Mesir.

Yusuf Nabi

Templat:Utama

Serial televisi "Yusuf Nabi" dibuat pada tahun 1386/2007-08 dalam 40 episode untuk IRIB. Farajullah Salasyur hadir dalam serial ini sebagai sutradara, aktor, produser, dan penulis. Dalam ringkasan film ini disebutkan:

Ya'qub as menyeru orang-orang Bani Israil kepada Sembahan Yang Esa di alam semesta dan memperingatkan dari penyembahan berhala batu; Allah menempatkan nabi berikutnya dalam keturunannya dan menganugerahkan Yusuf as kepadanya. Yusuf as di masa kecil bermimpi matahari, bulan, dan 11 bintang bersujud kepadanya. Ya'qub as menasihatinya agar menyembunyikan mimpi itu dari saudara-saudaranya. Setelah beberapa lama, saudara-saudara Yusuf as yang iri terhadap kasih sayang ayah mereka kepada Yusuf as, membawanya ke padang pasir dan melemparkannya ke dalam sumur; namun Allah yang berkehendak untuk menyeru manusia ke jalan keselamatan dan hidayah melalui Yusuf as, menyelamatkannya dari sumur dan menganugerahkannya kedudukan serta derajat yang tinggi.

Tuduhan Plagiarisme

Setelah penayangan serial "Yusuf Nabi", Salasyur dituduh melakukan plagiarisme terhadap skenario serial tersebut. Pada 4 April 2010 (15 Farvardin 1389/2010), cabang khusus pemeriksaan kejahatan pegawai pemerintah menghukumnya karena plagiarisme melalui penyalinan skenario "Yusuf Nabi" dari kumpulan buku dan skenario dua jilid "Yusuf Shiddiq" karya Syahabuddin Taheri dengan hukuman 3 tahun penjara dan denda 1,5 miliar Tomman. Namun dengan peninjauan kembali berkas di pengadilan banding, putusan bebas (pemberhentian perkara) dikeluarkan baginya.

Nabi Musa

"Nabi Musa as" adalah rancangan terakhir yang ingin dibuat oleh Farajullah Salasyur sebagai penulis dan sutradara. Menurutnya, ia telah menulis skenario serial ini dalam 72 episode berdurasi 55 menit dan menyerahkannya kepada IRIB. Serial televisi ini menceritakan kisah kelahiran Nabi Musa as, pelarian beliau ke Madain, pernikahan dengan putri Syuaib as, kisah Musa as dan Khidir as, peristiwa penyembelihan sapi serta hidup kembali dan berbicaranya mayat tersebut, menara Firaun, dan Qarun. Proyek ini pada akhirnya, dikarenakan sakit dan wafatnya Salasyur, diserahkan kepada Jamal Syourjeh. Setelah Syourjeh jatuh sakit, Ebrahim Hatamikia mengambil alih penyutradaraan film tersebut dan Sayid Mahmoud Razavi sebagai produser. Setelah itu, Hatamikia menulis ulang skenarionya. Pada tahun 1403/2024-25, salah satu dari tiga versi layar lebar serial ini ditayangkan.

Penghargaan

Pada akhir Februari 2010 (1388/2010), dalam upacara penutupan bagian Manifestasi Kehendak Nasional Festival Film Fajar, Farajullah Salasyur diberikan penghargaan atas pembuatan serial Yusuf Nabi dengan kehadiran Wakil Menteri Urusan Sinema saat itu. Saat menerima penghargaan, Salasyur menyebut "Yusuf" sebagai hasil kerja keras para ulama agama dan mempersembahkan penghargaannya kepada Hawzah Ilmiah Qom. Selain itu, setelah produksi serial televisi "Yusuf Nabi", Salasyur dan kru serial lainnya bertemu dengan Pemimpin Republik Islam Iran dan mendapat apresiasi dari beliau.

Pandangan-pandangan Salasyur

Pada Oktober 2011 (1390/2011), menyusul wawancara Salasyur dengan Kantor Berita Asosiasi Siswa Iran (PANA) dan apa yang disebut sebagai penghinaannya terhadap aktris wanita sinema Iran, 13 aktris wanita sinema menuntutnya ke kejaksaan budaya dan media. Tak lama kemudian, Salasyur membantah hal tersebut dan mengklaim bahwa pernyataannya telah salah dikutip.

Farajullah Salasyur dalam sebuah wawancara mengklaim bahwa "Khaneh Cinema" mengundang para agen sinema Amerika Serikat untuk berkunjung ke Iran dan menyelenggarakan acara untuk menghormati mereka yang telah membuat film melawan Iran dan Islam. Ia berkata: sinema Iran telah terkontaminasi korupsi dan menjadi tempat bermain mafia yang berbahaya. Dikarenakan pernyataan tersebut, Khaneh Cinema mengajukan tuntutan hukum terhadapnya.

Catatan Kaki

Daftar Pustaka

  • Kantor Berita Fars, "Salasyur: Goft-o-gu-ye Man Bad Mon'akes Syod/ Be Bazigaran-e Irani Tohin Nakardeh-am", diakses: 1390/7/23 HS.
  • "Syekayat-e Khaneh Cinema; Farajullah Salasyur be Dadgah Miravad", Situs Berita Aftab, diakses: 24 Mordad 1388 HS.
  • "Syekayat-e Khaneh Cinema-ye Iran az Salasyur", Situs Berita Tabnak, diakses: 24 Mordad 1388 HS.
  • "Farajullah Salasyur Dargozasyt", Situs Berita Alef, tanggal rilis: 8 Esfand 1394 HS.
  • "Sait-e Hemayat-e Kargardan-e Yusuf Nabi az Ahmadinejad", Berita Jahan News, tanggal rilis: 26 Farvardin 1388 HS.
  • "Hemayat-e Farajullah Salasyur az Ahmadinejad", Situs Berita Alef, tanggal rilis: 18 Khordad 1388 HS.
  • "Farajullah Salasyur Dargozasyt", Kantor Berita ISNA, tanggal rilis: 8 Esfand 1394 HS.
  • "Rahbar-e Mo'azzam-e Enqelab-e Islami Dargozasyt-e Honarmand-e Barjesteh va Mote'ahhed Aqaye Farajullah Salasyur ra Tasliyat Goftand", Situs Informasi Kantor Ayatullah Khamenei, tanggal rilis: 8 Esfand 1394 HS.
  • "Farajullah Salasyur", Situs Bank Komprehensif Informasi Sinema Iran (Soureh Cinema).
  • "Rahbar-e Enqelab خطاب be Salasyur: Ba'd az Namayesy-e To, Eradatam be Hazrat-e Ayub Bishtar Syod", Kantor Berita Tasnim, tanggal rilis: 08 Esfand 1394 HS.
  • "Ayub Nabi", Bank Komprehensif Informasi Sinema Iran.
  • "Mokhalefat-e Salafi-ha ba Pakhsy-e Serial-e Mardan-e Anjelos", Situs Afkar News, tanggal rilis: 1392/03/22 HS.
  • "Dar-bareh-ye Serial-e Yusuf Nabi (as)", Situs Jaringan iFilm.
  • "Salasyur dar Dadgah Mahkum Syodeh Ast + Tasvir-e Hokm-e Dadgah", Situs Berita Asr Iran, tanggal rilis: 15 Farvardin 1389 HS.
  • "Tabre'eh-ye Salasyur az Serqat-e Filmnameh", Situs Berita Tabnak, tanggal rilis: 20 Farvardin 1391 HS.
  • "Tolid-e Serial-e Hazrat-e Musa (as) be Mo'avenat-e Borun Marzi Rasid", Kantor Berita Tasnim, tanggal rilis: 26 Aban 1394 HS.
  • "Be Bahaneh-ye Dargozasyt-e Kargardan-e Yusuf Nabi", Surat Kabar Nasl-e Farda, 9 Esfand 1394 HS.
  • "Honarmand-e Enqelabi ke dar Barabar-e Mafiya-ye Khatarnak va Kargozaran-e Cinema-ye Amrika Istad", Organisasi Basij Honarmandan, 30 Mordad 1399 HS.