Konsep:Ayat 88 Surah Yusuf
Templat:Kotak info ayatAyat 88 Surah Yusuf mengacu pada pertemuan kedua[1] atau ketiga[2] antara saudara-saudara Yusuf dengan Nabi Yusuf as di Mesir, setelah peristiwa penangkapan Bunyamin oleh Aziz Mesir.[3] Dalam pertemuan ini, permintaan saudara-saudara Yusuf kepada Aziz Mesir dimulai dengan kalimat "Wahai Al-Aziz (orang yang mulia)"; dan berlanjut dengan pengakuan atas kondisi mereka yang fakir serta permintaan sedekah, lalu diakhiri dengan Doa. Menurut pandangan Allamah Thabathaba'i, cara bertanya dan meminta seperti ini termasuk jenis permintaan yang paling sulit dan paling menyakitkan.[4]
Templat:Quran jadidTemplat:SakhTemplat:Quran jadid
Menurut para mufasir Syiah, di awal ayat ini terdapat beberapa kalimat yang dihapus (hazaf) dan berada dalam bentuk takdir.[5] Fakhr Razi dari kalangan mufasir Ahlusunah mengklaim bahwa terdapat kesepakatan pendapat di antara para mufasir mengenai hal ini.[6] Ayyasyi dalam tafsirnya menukil sebuah riwayat melalui Abu Bashir dari Imam Muhammad Baqir as yang menjelaskan kalimat yang dihapus tersebut. Imam menyebutkan bahwa saudara-saudara Nabi Yusuf as, setelah menerima surat dari ayah mereka, Nabi Ya'qub as, berangkat menuju Mesir hingga mereka bertemu dengan Aziz Mesir.[7]
Saudara-saudara Nabi Yusuf saat kembali ke Mesir berkata kepada Aziz Mesir bahwa sebagai ganti untuk mendapatkan bahan makanan, mereka membawa "muzjah" yang merupakan kemampuan mereka. Beberapa kemungkinan mengenai makna "muzjah" dalam ayat ini dikemukakan di antara mufasir Syiah, antara lain: barang yang berkualitas buruk dan tidak berharga,[8] harta yang sedikit,[9] barang yang tidak laku dan tidak berguna,[10] serta komoditas yang memiliki nilai namun jumlahnya tidak mencukupi.[11] Mufasir Ahlusunah juga mengisyaratkan makna harta yang sedikit[12] atau tidak berharga.[13]
Putra-putra Nabi Ya'qub as menurut ayat 88 Surah Yusuf, setelah bertemu dengan Aziz Mesir (Nabi Yusuf as), menggunakan ungkapan "tashaddaq 'alaina" (bersedekahlah kepada kami), yang mana terjadi perbedaan pendapat di antara mufasir Syiah mengenai maknanya. Sebagian menyebutkan maksudnya adalah permintaan bahan makanan dan Sedekah;[14] sedangkan yang lain, karena keharaman sedekah atas para nabi dan washi,[15] atau alasan lain seperti tidak adanya maksud saudara-saudara Yusuf as untuk membebaskan saudara mereka tanpa membayar,[16] mengartikannya sebagai permintaan pengurangan harga[17] atau kelonggaran dalam menerima barang.[18] Beberapa mufasir lain menyatakan bahwa maksud dari "tashadduq" adalah majaz yang berarti permintaan kemurahan hati dan kemuliaan dari Aziz Mesir, bukan sedekah yang hakiki.[19]
Tentu saja, sebagian lainnya menganggap makna kalimat ini sebagai permintaan pembebasan saudara mereka yang lain, Bunyamin.[20] Sebagian mufasir meyakini bahwa kalimat "Sesungguhnya Allah memberi balasan" merujuk pada permintaan pembebasan Bunyamin, karena saudara-saudara Yusuf tidak mengetahui bahwa Aziz Mesir adalah seorang mukmin.[21] Demikian pula, sebagian mufasir Ahlusunah mengemukakan kemungkinan seperti kelonggaran dalam menerima barang[22] dan permintaan pembebasan saudara.[23]
Catatan Kaki
- ↑ Jazairi, Uqud al-Marjan, 1388 HS, hlm. 542; Baidhawi, Anwar al-Tanzil wa Asrar al-Takwil (Tafsir al-Baidhawi), 1418 H, jld. 3, hlm. 174.
- ↑ Mughniyah, Al-Tafsir al-Kasyif, 1424 H, jld. 4, hlm. 352; Makarim Syirazi, Tafsir Nemuneh, 1371-1374 HS, jld. 10, hlm. 58.
- ↑ Makarim Syirazi, Tafsir Nemuneh, 1371-1374 HS, jld. 10, hlm. 58.
- ↑ Thabathaba'i, Al-Mizan, 1350-1353 HS, jld. 11, hlm. 236.
- ↑ Thabathaba'i, Al-Mizan, 1350-1353 HS, jld. 11, hlm. 235; Syekh Thusi, Al-Tibyan, Dar Ihya' al-Turats al-'Arabi, jld. 6, hlm. 186; Thabari, Jami' al-Bayan, 1412 H, jld. 13, hlm. 33; Abu al-Futuh Razi, Raudh al-Janan, 1366-1378 HS, jld. 11, hlm. 141.
- ↑ Fakhr Razi, Al-Tafsir al-Kabir, 1420 H, jld. 18, hlm. 502.
- ↑ Ayyasyi, Tafsir al-Ayyasyi, 1380 H, jld. 2, hlm. 191.
- ↑ Syekh Thusi, Al-Tibyan, Dar Ihya' al-Turats al-'Arabi, jld. 6, hlm. 186; Syekh Thabarsi, Majma' al-Bayan, 1408 H, jld. 5, hlm. 399; Mudarrisi, Min Huda al-Qur'an, 1419 H, jld. 5, hlm. 251; Sabzawari, Irsyad al-Adzhan, 1419 H, hlm. 251; Syarif Lahiji, Tafsir Syarif Lahiji, 1373 HS, jld. 2, hlm. 553; Jazairi, Uqud al-Marjan fi Tafsir al-Qur'an, 1388 HS, hlm. 542; Makarim Syirazi, Tafsir Nemuneh, 1371-1374 HS, jld. 10, hlm. 59; Mughniyah, Al-Tafsir al-Kasyif, 1424 H, jld. 4, hlm. 351.
- ↑ Syekh Thusi, Al-Tibyan, Dar Ihya' al-Turats al-'Arabi, jld. 6, hlm. 186; Syekh Thabarsi, Majma' al-Bayan, 1408 H, jld. 5, hlm. 399; Abu al-Futuh Razi, Raudh al-Janan, 1366-1378 HS, jld. 11, hlm. 141; Makarim Syirazi, Tafsir Nemuneh, 1371-1374 HS, jld. 10, hlm. 59; Mudarrisi, Min Huda al-Qur'an, 1419 H, jld. 5, hlm. 255; Syarif Lahiji, Tafsir Syarif Lahiji, 1373 HS, jld. 2, hlm. 553; Jazairi, Uqud al-Marjan fi Tafsir al-Qur'an, 1388 HS, hlm. 542; Jurjani, Tafsir Gazar, 1337 HS, jld. 5, hlm. 34; Mughniyah, Al-Tafsir al-Kasyif, 1424 H, jld. 4, hlm. 351.
- ↑ Syekh Thusi, Al-Tibyan, Dar Ihya' al-Turats al-'Arabi, jld. 6, hlm. 186.
- ↑ Syekh Thabarsi, Majma' al-Bayan, 1408 H, jld. 5, hlm. 399.
- ↑ Thabari, Jami' al-Bayan, 1412 H, jld. 13, hlm. 33; Baidhawi, Anwar al-Tanzil wa Asrar al-Takwil (Tafsir al-Baidhawi), 1418 H, jld. 3, hlm. 174; Fakhr Razi, Al-Tafsir al-Kabir, 1420 H, jld. 18, hlm. 503.
- ↑ Baidhawi, Anwar al-Tanzil wa Asrar al-Takwil (Tafsir al-Baidhawi), 1418 H, jld. 3, hlm. 174; Fakhr Razi, Al-Tafsir al-Kabir, 1420 H, jld. 18, hlm. 503.
- ↑ Abu al-Futuh Razi, Raudh al-Janan, 1366-1378 HS, jld. 11, hlm. 142-143; Makarim Syirazi, Tafsir Nemuneh, 1371-1374 HS, jld. 10, hlm. 59; Thabathaba'i, Al-Mizan, 1350-1353 HS, jld. 11, hlm. 235.
- ↑ Abu al-Futuh Razi, Raudh al-Janan, 1366-1378 HS, jld. 11, hlm. 142-143.
- ↑ Makarim Syirazi, Tafsir Nemuneh, 1371-1374 HS, jld. 10, hlm. 60.
- ↑ Abu al-Futuh Razi, Raudh al-Janan, 1366-1378 HS, jld. 11, hlm. 142-143; Jurjani, Tafsir Gazar, 1337 HS, jld. 5, hlm. 34.
- ↑ Sabzawari, Irsyad al-Adzhan, 1419 H, hlm. 251; Jazairi, Uqud al-Marjan fi Tafsir al-Qur'an, 1388 HS, hlm. 542; Syekh Thabarsi, Majma' al-Bayan, 1408 H, jld. 5, hlm. 399.
- ↑ Syarif Lahiji, Tafsir Syarif Lahiji, 1373 HS, jld. 2, hlm. 553; Abu al-Futuh Razi, Raudh al-Janan, 1366-1378 HS, jld. 11, hlm. 142-143; Jazairi, Uqud al-Marjan fi Tafsir al-Qur'an, 1388 HS, hlm. 542; Jurjani, Tafsir Gazar, 1337 HS, jld. 5, hlm. 34.
- ↑ Ayyasyi, Tafsir al-Ayyasyi, 1380 H, jld. 2, hlm. 191; Makarim Syirazi, Tafsir Nemuneh, 1371-1374 HS, jld. 10, hlm. 60; Abu al-Futuh Razi, Raudh al-Janan, 1366-1378 HS, jld. 11, hlm. 142-143; Mudarrisi, Min Huda al-Qur'an, 1419 H, jld. 5, hlm. 251; Sabzawari, Irsyad al-Adzhan, 1419 H, hlm. 251; Syarif Lahiji, Tafsir Syarif Lahiji, 1373 HS, jld. 2, hlm. 553; Jazairi, Uqud al-Marjan fi Tafsir al-Qur'an, 1388 HS, hlm. 542; Jurjani, Tafsir Gazar, 1337 HS, jld. 5, hlm. 34; Syekh Thabarsi, Majma' al-Bayan, 1408 H, jld. 5, hlm. 399; Thabathaba'i, Al-Mizan, 1350-1353 HS, jld. 11, hlm. 235.
- ↑ Jurjani, Tafsir Gazar, 1337 HS, jld. 5, hlm. 34; Abu al-Futuh Razi, Raudh al-Janan, 1366-1378 HS, jld. 11, hlm. 142-143.
- ↑ Fakhr Razi, Al-Tafsir al-Kabir, 1420 H, jld. 18, hlm. 503; Baidhawi, Anwar al-Tanzil wa Asrar al-Takwil (Tafsir al-Baidhawi), 1418 H, jld. 3, hlm. 175; Thabari, Jami' al-Bayan, 1412 H, jld. 13, hlm. 35.
- ↑ Baidhawi, Anwar al-Tanzil wa Asrar al-Takwil (Tafsir al-Baidhawi), 1418 H, jld. 3, hlm. 175.
Daftar Pustaka
- Abu al-Futuh Razi, Husain bin Ali. Raudh al-Janan. Disusun oleh Muhammad Mehdi Naseh dan Muhammad Jafar Yahaghi. Masyhad, Astan Quds Razavi, 1366-1378 HS.
- Baidhawi, Abdullah bin Umar. Anwar al-Tanzil wa Asrar al-Takwil (Tafsir al-Baidhawi). Riset oleh Muhammad Abdurrahman Mar'asyli. Beirut, Dar Ihya' al-Turats al-Arabi, 1418 H.
- Jurjani, Husain bin Hasan. Tafsir Gazar. Disusun oleh Azizullah Qouchani, dikoreksi oleh Jalaluddin Muhaddits, tanpa tempat, tanpa penerbit, 1337 HS.
- Jazairi, Sayid Ni'matullah. Uqud al-Marjan. Qom, Nur Wahyu, 1388 HS.
- Sabzawari, Muhammad. Irsyad al-Adzhan. Beirut, Dar al-Ta'aruf lil Mathbu'at, 1419 H.
- Syarif Lahiji. Tafsir Syarif Lahiji. Disusun oleh Jalaluddin Muhaddits. Teheran, Daftar Nasyr-e Dad, 1373 HS.
- Syekh Thabarsi, Fadhl bin Hasan. Majma' al-Bayan fi Tafsir al-Qur'an. Dikoreksi oleh Hasyim Rasuli dan kawan-kawan. Beirut, Dar al-Ma'rifah, 1408 H.
- Syekh Thusi, Muhammad bin Hasan. Al-Tibyan. Disusun oleh Ahmad Habib Amili. Beirut, Dar Ihya' al-Turats al-Arabi, tanpa tahun.
- Thabathaba'i, Sayid Muhammad Husain. Al-Mizan. Beirut, Mu'assasah al-A'lami lil Mathbu'at, 1350-1353 HS.
- Thabari, Muhammad bin Jarir. Jami' al-Bayan. Beirut, Dar al-Ma'rifah, 1412 H.
- Ayyasyi, Muhammad bin Mas'ud. Tafsir al-Ayyasyi. Riset dan koreksi oleh Sayid Hasyim Rasuli Mahallati. Teheran, Al-Mathba'ah al-Ilmiyyah, cetakan pertama, 1380 H.
- Fakhr Razi, Muhammad bin Umar. Al-Tafsir al-Kabir. Beirut, Dar Ihya' al-Turats al-Arabi, 1420 H.
- Mudarrisi, Muhammad Taqi. Min Huda al-Qur'an. Teheran, Dar Muhibbi al-Husain alaihis salam, 1419 H.
- Mughniyah, Muhammad Jawad. Al-Tafsir al-Kasyif. Qom, Dar al-Kitab al-Islami, 1424 H.
- Makarim Syirazi, Nashir. Tafsir Nemuneh. Teheran, Dar al-Kutub al-Islamiyyah, 1371-1374 HS.